Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 495 Aku.. Aku adalah Dokter Jenius Bermoth


__ADS_3

Begitu memutuskan panggilan, Vincent merasa sangat emosi, bergegas keluar dari laboratorium, pergi ke Lavishta International.


“Guru! Guru! Kamu mau pergi kemana?”


Dai Anwen berteriak.


Tetapi Vincent sudah pergi jauh.


“Gawat, pasti ada masalah!”


Dai Anwen langsung menelpon Frank.


Vincent masuk ke dalam mobil yang berhenti di depan pintu, langsung menginjak pedal gas.


Apakah Jane diculik


Siapakah orang itu? Mengapa dia menculik Jane?


Apakah… untuk membalas dendam Dokter Jenius Bermoth?


Ekspresi wajah Vincent terlihat suram, tatapan matanya penuh dengan niat membunuh.


Naga punya sisik, sedangkan sisik Vincent adalah kerabat dan saudara-saudara yang disekelilingnya!


Vincent berharap dirinya yang dilukai, tidak berharap kerabat dan saudara-saudaranya dilukai!


Begitu tiba di Lavishta International, terdapat banyak orang berkumpul di pintu gerbang, mereka semua merasa bergidik, tidak berani naik ke atas.


“Tuan Bermoth!”


“Tuan Bermoth datang!”


“Tuan Bermoth, Direktur Jane diculik seorang pria, dan Kak Vira, mereka di sandera di dalam ruangan kantor, apa yang harus kami lakukan?” Resepsionis merasa sangat cemas, berlari ke depan Vincent dan memberitahukannya.


“Apakah sudah lapor polisi?”


“Sudah, tetapi… tetapi petugas patroli belum datang…” Resepsionis berkata dengan nada gemetar.


Tanpa berpikir panjang, Vincent bergegas lari ke lantai atas.


Bom!


Pintu ruangan kantor didobrak Vincent.


Di dalam ruangan kantor, Jane duduk di atas kursi bos, pakaian terlihat rapi, sekujur tubuhnya bergemeteran, Sekretaris Vira berdiri di sampingnya.


kedua wanita tidak berani bergerak, seorang pria botak yang terlihat sangat garang berdiri dihadapannya.


Pria itu memakai kacamata hitam, sedang menghisap cerutu, di bagian pinggang terlihat kembung, tidak perlu diragukan lagi, pasti ada pistol di pinggangnya, sedangkan di atas meja yang di samping terdapat sebuah belati.


Melihat belati itu, Jane tidak berani bergerak.


“Vincent?”


Melihat Pria yang berjalan masuk ke dalam, Jane langsung berteriak.


Pria Botak itu merasa kaget: “Siapakah kamu?”


Vincent tidak mengubah tampilannya menjadi tampilannya Dokter Jenius Bermoth, sehingga Pria Botak tidak mengenalnya.

__ADS_1


“Aku adalah suaminya, apa yang ingin kamu lakukan kepada istriku?” Vincent bertanya dengan nada rendah.


“Kamu adalah suaminya?” Pria Botak itu mencibir: “Aku tidak suruh kamu datang, aku lagi tunggu Dokter Jenius Bermoth, ini tidak ada hubungannya dengan kamu, jika tidak ingin mati segera pergi dari sini.”


“Aku adalah Dokter Jenius Bermoth!” Vincent berteriak.


Dalam situasi mendesak, Vincent tidak berpikir panjang, langsung mengakuinya.


“Kamu?” Pria botak itu terlihat kaget, meratapi Vincent: “Benarkah?”


“Coba kamu lihat ponselmu.” Vincent menggunakan ponsel Dokter Jenius Bermoth menelpon Pria Botak itu.


Ponsel Pria Botak itu langsung bergetar.


Pria Botak itu meratapi layar ponsel, seketika tatapan matanya berbinar-binar.


“Aku tidak tahu siapakah kamu, buat apa kamu cari aku, tetapi aku berharap kamu bisa lepaskan istriku! Dia tidak bersalah,” Vincent berkata dengan nada dingin.


“Hmm, jika kamu ingin aku lepaskan dia, kamu datang ke sini, bergantian menjadi sandera! Aku akan lepaskan dia.” Pria Botak itu berkata sambil menyipitkan matanya.


“Baik!” Vincent menjawab tanpa ragu.


“Tidak!!”


Jane berteriak histeris.


Jane meratapi Vincent dengan kedua matanya yang memerah, tatapan matanya penuh dengan kecemasan.


“Kenapa kamu datang ke sini? Cepat pergi, ini tidak ada hubungan denganmu!” Jane berteriak.


“Kamu adalah istriku, bagaimana mungkin aku tidak selamatkan kamu?” Vincent berkata dengan nada datar.


“Oh, sok drama cinta sejati di depan mukaku? Sayangnya aku tidak akan mengasihani kalian! Cepat kemari! Jika tidak aku akan bunuh istrimu!” Pria Botak berkata dengan amarah.


“Kamu jangan sembarangan!”


Vincent berteriak, kemudian berjalan menuju ke arah Pria Botak.


“Gadis cantik! Awalnya aku ingin bersenang-senang denganmu, sayangnya waktu tidak cukup, akan tetapi kamu tidak perlu khawatir, kita masih punya kesempatan.” Pria Botak meratapi Jane, kemudian menjulurkan lidah, berkata sambil tertawa simpul.


Dia sama sekali tidak tahu, di Kota Izuno terdapat seorang wanita cantik menawan dan mempesona.


Sayang sekali susah untuk melakukan sesuatu disini, sehingga dia tidak mengganggu Jane.


“Direktur Jane, ayo kita pergi!”


Vira yang berdiri di samping melihat Vincent ingin bertukaran sandera, terlihat sangat senang, Vira berkata sambil menarik tangan Jane.


“Aku tidak akan pergi! Dia bukan Dokter Jenius Bermoth! Jika dia berada di sini, dia akan mati!” Jane berkata.


“Tapi…” Vira tidak tahu harus bagaimana menjelaskan kepada Jane.


Pria itu mendengar kata-kata Jane, kemudian berkata: “Apa? Dia bukan Dokter Jenius Bermoth?”


“Benar, dia bukan Dokter Jenius Bermoth, dia hanyalah suamiku Vincent, hanya seorang menantu, seorang pecundang yang dikenali oleh seluruh warga Kota Izuno, dia hanya berpura-pura menjadi Dokter Jenius Bermoth!” Jane berteriak.


Begitu Pria Botak itu mendengar, ekspresi wajahnya langsung berubah: “ahsyu bohongin aku?”


Akan tetapi pada saat ini, tiba-tiba Vincent melangkah maju ke depan, menarik Jane, dan mendorongnya ke arah pintu keluar, kemudian membalikan badan dan pergi menghindari Pria Botak itu.

__ADS_1


Akan tetapi di detik berikutnya, Pria Botak itu mengeluarkan pistol dan mengarahkan ke Vincent!


Vincent langsung terdiam.


“Vincent!” Jane yang berdiri di pintu berteriak, hendak melangkah maju ke depan.


Akan tetapi Vira berusaha menarik lengannya.


“Cepat pergi, aku tidak apa-apa, pergi!”


Vincent berteriak.


“Tidak!” Jane mendorong Vira, bergegas lari menuju ke arah Vincent.


Akan tetapi pada saat ini, beberapa petugas patroli bergegas masuk ke dalam, menarik Jane dan sekretarisnya keluar.


Begitu Pria Botak itu melihat, bergegas melangkah maju ke depan, mencekik leher Vincent, satu tangannya lagi mengarahkan pistol di kepala Vincent, sambil memaki-maki.


“Dasar, bukankah aku sudah memperingatkan kalian? Apakah kalian sedang membodohi ku?”


“Kamu telah dikepung, kamu segera melepaskan sandera, dan menyerah saja, jika tidak kami akan bertindak kasar!” Terdengar suara petugas patroli dari luar pintu.


“Jangan membual denganku, semuanya keluar dari gedung ini, kemudian bawa Dokter Jenius Bermoth ke hadapanku, jika tidak aku akan membunuh pecundang ini!” Pria Botak berteriak.


“Kamu jangan emosional, kami segera keluar dari gedung ini, tetapi harap kamu bisa memikirkan lagi, apabila kamu benar-benar menyakiti sandera, maka itu tidak ada jalan balik lagi!” Petugas patroli mencoba untuk berkomunikasi dengan Pria Botak.


Akan tetapi itu tidak membantu.


Terpaksa petugas patroli keluar dari gedung tersebut.


Pada waktu yang sama, ponsel Frank telah bisa dihubungi.


Banyak petugas patroli yang masuk ke dalam gedung, penembak sudah di posisi…


Vincent perlahan-lahan menutup pintu, ekspresi wajah terlihat datar.


“Dasar, benar-benar sial sekali!”


Pria Botak itu merasa sangat marah.


“Kamu tidak akan bisa kabur!” Vincent berkata dengan nada datar.


“Apa hubungannya denganmu, apakah kamu sudah bosan hidup? Bajingan! Beraninya kamu bohongi ku! Aku akan membunuhmu!”


Pria botak itu memaki-maki, kemudian meninju ke arah perut Vincent, dia ingin memberikan pelajaran kepada sampai yang tidak tahu diri ini.


Bam!


Pukulan keras yang nyaring。


Tinju menghantam perut Vincent dengan kuat.


Akan tetapi serangan ini, Vincent… baik-baik saja.


“Apa?”


Pria Botak itu terpana.


Vincent menoleh ke samping, meratapi Pria Botak dan berkata dengan ekspresi wajah datar: “Aku tidak bohongi kamu! Aku.. Aku adalah Dokter Jenius Bermoth!”

__ADS_1


__ADS_2