Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 432 kalian telah ingkar janji


__ADS_3

Sekolah Rakizen.


Dai Anwen dan Efesus beserta yang lainnya sedang mengobati pasien lot terakhir yang mengalami efek samping.


Meskipun hal ini bisa dibilang untuk sementara sudah berakhir, akan tetapi yang harus mereka urus bukan hanya paramedis.


Yang perlu diketahui, paramedis adalah langkah pertama, yang berikutnya barulah yang utama.


Untuk menggoyahkan raksasa keluarga Bermoth ini, sebelumnya Vincent tidak berencana menggunakan cara ini untuk mengguncang.


Di dalam kantor.


Para petinggi Sekolah Rakizen semuanya sedang berkumpul di ruangan ini.


“Sekarang ini seluruh pasien dari dalam negeri yang mengalami efek samping hampir semuanya sudah ditangani, para relawan di tiap daerah juga sudah mulai pergi, shelter darurat juga perlahan mulai dibongkar, dan saat ini nama sekolah Rakizen kita dan Vallamor juga sudah mulai didengungkan, respon dari dalam negeri cukup baik, aku rasa disaat seperti ini kita bisa melanjutkan rencana selanjutnya!” Dai Anwen menghembuskan napas lagi dan berkata sambil tertawa kecil.


“Guru, anda ada rencana apa?” Bearry yang berada di sampingnya bertanya dengan hati-hati.


Dai Anwen mengangguk ke asistennya yang di samping, dan asistennya segera menghampiri, kemudian membagikan seberkas dokumen ke masing-masing orang yang ada di dalam ruangan.


Orang-orang melirik dokumen tersebut, dan dibuat melongo.


“Ini adalah... data-data berbagai macam bisnis yang digeluti oleh Group Bermoth?” Salah satu murid sekolah medis hampir tidak bisa berkata apa-apa.


“Ya, benar.”


Dai Anwen mengangguk dengan penuh arti, lalu berkata dengan nada mendalam: “Ini adalah data-data yang dikumpulkan dengan susah payah oleh kami, Grup Vallamor dan Sekolah Rakizen, diantara-Nya ada hotel keluarga Bermoth, restoran, perusahaan renovasi, layanan distribusi buah-buahan dan sayuran, dan lain-lain.”


“Tetua Kazilas, untuk apa anda memperlihatkan ini semua pada kami?” ada orang yang bertanya.


“Bukan aku yang menginginkannya, melainkan Guru Bermoth yang ingin aku memberikan data ini pada kalian.” Dai Anwen melanjutkan dengan suara serak:


“Mulai hari ini, Grup Vallamor akan melakukan investasi yang beraneka rupa, dengan farmasi sebagai back up, kita mulai dari beberapa bisnis ini, pesan dari guru, dia tidak berharap kita bisa berhasil dan mendapatkan hasil yang besar di tiap bidang tersebut, tapi setidaknya harus mengalahkan bisnis Group Bermoth “Tetua Kazilas, jadi maksud ada adalah...mengalahkan keluarga Bermoth di bisnis-bisnis ini?”


“Iya.” Dai Anwen mengangguk.


Hati orang-orang itu tersentak.


“Kalau begitu.. bukankah ini sama saja dengan mengumumkan perang terhadap keluarga Bermoth?” Ada yang bergumam.


“Jangan terlalu kentara melakukannya, lebih baik kita melangkah diam-diam, ini barulah dasarnya saja akan tetapi kalau dilaksanakan harusnya tidak sulit, karena melalui hal ini kita telah mengumpulkan banyak reputasi dan koneksi, aku berharap kita bisa menggunakan koneksi ini dengan baik, dan harus bisa mencapai target yang diinginkan dalam waktu dekat!” Dai Anwen berkata dengan serius.

__ADS_1


Orang-orang serentak menganggukkan kepala.


Lalu di saat ini.


Brakkkk!


Tiba-tiba ada orang yang mendorong pintu dengan keras.


Semua orang menatap ke arah pintu, yang masuk ternyata adalah Cajrun, muridnya Efesus.


“Guru, gawat, ada masalah!” Cajrun berkata dengan panik.


“Kenapa panik seperti ini? ”Efesus berdiri dan berkata dengan alis berkerut: “Belum kiamat, jadi apa yang terjadi? Cepat katakan!”


“Guru... di luar,.. diluar ada banyak orang yang membuat keributan, katanya mereka ingin bertemu dengan Guru kita. Aku menyuruh mereka menunggu tapi mereka tidak mau, bahkan melukai orang-orang kita! Penjaga pun tidak bisa menahannya lagi.” Cajrun berkata dengan panik.


Semua orang tertegun. “Bedebah, siapa yang berani dengan angkuhnya datang kemari?”


“Lapor polisi saja!”


“Lapor polisi? Huhh, tidak perlu buru-buru, aku malah ingin tahu siapa yang berani datang ke Rakizen kita dan membuat keributan disini!” Orang-orang di kantor dibuat marah dengan kejadian itu.


“Pergi lihat dulu.” Ucap Dai Anwen.


Orang-orang itu keluar dari kantor sambil kasak-kusuk.


Saat ini, sejak awal sudah ada keramaian yang terjadi di lapangan olahraga.


Sekelompok orang sudah berkumpul di jalan setapak lapangan olahraga, kelihatannya sepeti sedang memperdebatkan sesuatu, juga terdengar suara makian dan nada marah dari kerumunan itu.


Bahkan para pasien yang datang berobat pun dibuat takut dan menjauh.


“Semua minggir, Guru Kazilas sudah datang!”


Entah siapa yang berteriak.


Kerumunan orang itu langsung terpecah, dan semua orang memandang ke arah Dai Anwen dan yang lainnya.


“Guru Kazilas!”


“Bagus sekali, Tetua Kazilas sudah datang!”

__ADS_1


Beberapa dan segera merangsek ke depan. Anak muda sudah tidak sabar


Dai Anwen mengangguk-anggukkan kepala, dia berjalan ke dalam kerumunan bersama dengan Efesus, namun yang dia lihat adalah beberapa orang pria dan wanita yang mengenakan baju putih, orang-orang ini terlihat sangat sombong dan arogan.


Sedangkan pemimpin mereka ternyata adalah Murphy yang sebelumnya datang mengantar surat tantangan.


“Ternyata orang dari Umbrella Pharmacy yang datang dan membuat keributan?”


“Membuat keributan?” Murphy mengerutkan alisnya, lalu dia menggeleng-gelengkan kepala dan berkata dengan datar: “Penggunaan kata-katamu ini sepertinya tidak tepat Iho? Kami ini datang bukan untuk membuat keributan, tapi datang untuk meminta keadilan!”


“Keadilan? Huhh, keadilan macam apa? Kami Sekolah Rakizen tidak punya dendam atau apapun terhadap kalian Umbrella Pharmacy, lalu keadilan apa yang kamu minta? Jangan-jangan kamu salah tempat?” salah seorang personel sekolah Rakizen berkata dengan nada dingin.


“Aku tidak ingin berbicara dengan kroco-kroco ini, Tetua Kazilas, tapi harusnya kalian mengerti, kelihatannya sekolah Rakizen telah mengingkari janjinya!”


Dalam sekejap ekspresi wajah Dai Anwen dan Efesus berubah kelam.


“Tuan kami menunggu Dokter Jenius Bermoth dengan sabar selama genap 3 jam, namun dari awal hingga akhir sama sekali tidak bertemu dengan Dokter Jenius Bermoth, kenapa? Tetua Kazilas, Tuan Efesus, kenapa Dokter Jenius Bermoth tidak datang? Apakah dia takut?” Murphy berkata sambil tertawa.


Saat itu dia sudah tidak lagi menunjukkan rasa hormat, yang tersisa hanyalah rasa angkuh yang tidak berkesudahan.


Karena dalam pandangan orang Umbrella Pharmacy, kalau Vincent tidak datang...berarti dia takut.


Seorang yang takut pada Umbrella Pharmacy, bagaimana mereka bisa menghormatinya?


Dai Anwen menggerutu dalam hati, dia juga tahu kalau orang dari Umbrella Pharmacy pasti akan datang, namun yang dia tidak perkirakan adalah orang-orang dari Umbrella Pharmacy ternyata sangat agresif.


“Tuan Murphy, aku perlu menjelaskan tentang masalah ini padamu, kali ini bukan aku sengaja tidak menepati janji, akan tetapi dia memang ada urusan penting yang harus diurus, jadi tidak sempat membatalkan janji, aku mewakili Guru minta maaf pada anda.”


“Omong kosong!” Murphy berkata dengan nada berat: Tidak peduli alasan apa yang dipakai Dokter Jenius Bermoth, yang jelas ingkar janji tetaplah ingkar janji, berdasarkan peraturan, kalau dia tidak tiba tepat waktu berarti dia merelakan posisinya, dia kalah, jadi berdasarkan janji yang telah dibuat sebelumnya, maka kalian Sekolah Rakizen berhutang sebuah ‘Bunga Lotus Soul’ pada kami Umbrella Pharmacy! Nah Tetua Kazilas, kapan kalian berencana menyerahkan ‘Bunga Lotus Soul’ pada kami?”


“Ini...” Dai Anwen kehabisan kata-kata.


“Kenapa? Apakah kalian berniat menarik kembali ucapan kalian?” Murphy tertawa datar: “Kami telah mengundang banyak dokter-dokter terkenal serta orang-orang terhormat di bidang tradisional medis untuk menjadi saksi, dan waktu itu mereka juga berada di tempat, kalau kalian tidak mau memberikan ‘Bunga Lotus Soul’ aku rasa tidak akan ada tempat bagi kalian sekolah Rakizen di dunia medis tradisional dalam negeri!”


Begitu kata-kata ini selesai diucapkan, ekspresi wajah semua orang berubah dalam sekejap.


“Tuan Murphy, apakah benar-benar tidak ada kesempatan untuk bernegosiasi lagi?” Dai Anwen berkata dengan panik.


“Tiga hari!”


Murphy berkata dengan tenang: “Tiga hari dari sekarang, kalau aku tidak melihat Bunga Lotus Soul, maka kalian Sekolah Rakizen....bersiap-siaplah!”

__ADS_1


__ADS_2