Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 115 Sudah Bisa Mengerti Kata-Kataku Sekarang?


__ADS_3

Kota Silason, keluarga Gabrial.


Begitu sampai rumah, Edwin menerima telpon dari kota Izuno dan ekspresinya langsung berubah.


"Astro!"


"Tuan Edwin!" Seorang pria berusia menengah berlari kemari.


"Cepat, sediain mobil, antar aku ke kota Izuno!"


"Baik"


Pria bernama Astro segera berlari keluar.


"Apa yang terjadi sampai buru-buru seperti ini? Tenang saja, langit tidak akan runtuh!"


Kakek Gabrial berjalan keluar dengan santai.


Sejak berobat sesuai resep yang dibuka Vincent, kesehatan kakek Gabrial menjadi semakin baik.


Dia juga tampak jauh lebih semangat, seolah-olah terlahir kembali.


"Ayah, tidak ada apa-apa. Anda istirahat dulu saja di kamar" Edwin berusaha tersenyum.


"Brengsek, kamu kira kamu bisa membohongi ayahmu? Apa yang terjadi, cepat beritahu aku! Harus aku memukulmu dulu?" Kakek Gabrial berkata dengan marah.


Nada suaranya yang tegas membuat Edwin, si pebisnis senior di kota Silason ketakutan sampai tubuhnya gemetar.


Edwin berkata dengan pahit : "Ayah, anda jangan marah. Aku bukan sengaja mau membohongi kamu, benaran tidak ada masalah besar"


"Kamu bisa sepanik itu ketika tidak ada masalah besar?" Kakek Gabrial meragu : "Beritahu aku, apakah bagian kota Izuno sana terjadi sesuatu?"


"Bukan, hari ini adalah ulang tahun Celine. Dia minum terlalu banyak, sedang muntah di rumah sakit. Aku mau pergi menjaganya" Edwin berkata dengan senyuman.


Kakek Gabrial memejamkan matanya, tidak berbicara. Sekitar 4 sampai 5 detik kemudian, kakek Gabrial baru berkata


"Tidak, tidak hanya itu saja. Takutnya Celine mengalami hal yang sangat parah. Selain itu, Ezra juga dilanda bahaya. Kalau Ezra baik-baik saja, kamu tidak akan pergi ke kota Izuno secara pribadi, kamu akan menyuruh Ezra yang berada di kota Izuno pergi menjaga Celine, tapi kamu tidak mengambil tindakan seperti itu..."


Kakek Gabrial telah hidup begitu lama, dia sangat pintar dan cerdas.


Tidak mungkin tidak menyadari hal seperti ini.


Edwin menghela nafas panjang dan berkata dengan suara serak : "Penyakit Celine kambuh lagi. Ezra.. ditangkap oleh Whizy!" Mata kakek Gabrial membesar.


"Kalau begitu, kamu semakin tidak boleh pergi ke kota Izuno" Kakek Gabrial berkata.


"Mengapa?"


"Whizy menangkap Ezra, berita ini pasti tidak bisa disembunyikan. Begitu berita Ezra ditangkap menyebar sampai kota Silason, kamu pikir apa yang akan terjadi di kota Silason?"


"Langit akan runtuh dan semuanya akan rusuh!" Edwin berkata dengan ekspresi yang buruk.


"Makanya kamu harus berada di sini, bantu Ezra menahan sekelompok harimau dan serigala yang berada di kota Silason!"


"Kalau begitu. bagaimana dengan Ezra?"


"Aku pergi" Kakek Gabrial berkata.


"Ayah."


"Lebih cocok aku yang pergi daripada kamu! Whizy juga termasuk seorang pahlawan yang hebat, seharusnya dia tidak akan mempersulit orang tua seperti aku!" Begitu selesai berkata, Kakek Gabrial pun langsung berjalan ke arah luar pintu.


Edwin membuka mulutnya, ujung-ujungnya tidak melarang ayahnya.





Shhhtt

__ADS_1


Taksi berhenti di depan gerbang ruang karaoke.


Tempat karaoke ini termasuk sangat terkenal di kota Izuno, sampingkan dekorasi yang mewah, jarang ada tempat yang bisa berbanding dengan skala di tempat ini.


Di depan gerbang pintu saja yang parkir semuanya deretan mobil mewah, dari hal ini sudah bisa dilihat tempat ini adalah tempat untuk pelanggan kelas atas.


Pelayan di depan pintu berlari kemari, membuka pintu mobil untuk Vincent.


"Selamat malam, bos!" Pelayan tersebut menyapa dengan senyuman. Meskipun dari dalam hati dia sangat pandang rendah baju Vincent yang murahan, tapi ekspresinya sama sekali tidak menunjukkan pemikirannya.


"Maaf, apakah bos sudah memesan ruangan?"


"Aku datang cari bos kalian" Vincent melirik ke arah gerbang.


"Bos kami?"


Pelayan merasa agak kaget. Pada saat ini, telpon yang berada di depan dada pelayan berdering.


"Aslan, biarkan dia masuk."


"Oke!" Pelayan bernama Aslan itu menatap Vincent dari atas sampai bawah, kemudian berkata : "Pergi saja, ruangan royal VIP di lantai 5. Bos kami sedang menunggu kamu di dalam"


"Oke."


Vincent langsung berjalan ke arah dalam karaoke. Tidak perlu ada yang membawa jalan. Karena semua karyawan karaoke ini adalah mata-matanya Whizy.


Vincent berjalan ke dalam elevator dengan tenang, menekan tombol lantai 5.


"Tunggu sebentar!" Pada saat ini, sekelompok orang berlari kemari dengan buru-buru, menahan pintu elevator dan masuk ke dalam.


Vincent mengerutkan alisnya. Orang-orang yang masuk adalah mahasiswa yang menghadiri acara ulang tahun Celine tadi. Yang masuk duluan adalah laki-laki gendut.


"Hei! Kamu si permbohong, kenapa datang ke sini?" Begitu melihat Vincent, laki-laki gendut itu pun mulai menghina lagi. Kata-kata laki-laki gendut berhasil menarik perhatian semua orang.


Semuanya menatap ke Vincent dengan kaget.


"Si brengsek ini kenapa bisa di sini?"


"Bukannya konsumsi terendah di sini adalah 4 juta? Orang miskin seperti ini mana mungkin sanggup minum di sini?"


"Kenapa bisa begitu?"


Semuanya sangat kaget dan mulai menertawakan Vincent lagi.


Mereka bisa datang ke sini itu berkat Fluke, Fluke sudah booking ruangan di sini sebelumnya.


Meskipun Celine masuk rumah sakit, hal ini tidak mempengaruhi mereka bermain ke sini.


Mereka tidak peduli bagaimana dengan kondisi Celine, yang mereka peduli hanya apakah hari ini bisa bermain dengan puas.


Vincent mengerutkan alisnya dan bertanya : "Kalian di ruangan mana?"


"Kenapa? Mau datang minta bir ya? Mau datang menikmati hidup? Haha, kamu juga pantas?" Laki-laki gendut itu memuntahkan air liurnya.


"Mau membawa seekor anjing pun aku tidak akan membiarkan bajingan seperti kamu masuk!" Gadis berambut pendek itu juga ada datang, dia memarahi Vincent tanpa merasa malu.


Vincent mengangguk tanpa berkata apa pun.


Pintu elevator terbuka pada lantai 4. Laki-laki gendut dan teman-temannya keluar dari elevator. Hal yang membuat mereka sangat kaget adalah, Vincent tidak keluar dan malah naik ke lantai 5.


"Bukannya lantai 5 tidak terbuka untuk orang luar? Buat apa bajingan itu berlari ke lantai 5?"


"Tidak tahu, tapi setahuku lantai 5 adalah lantai pribadi Kak Nogo. Selain Kak Nogo sendiri dan tamunya, orang biasa itu tidak diizinkan masuk. Kemarin dengarnya ada yang mabuk terus berlari ke lantai 5, ujung-ujungnya kedua tangan dia dipotong oleh Kak Nogo dan dilempar keluar dari karaoke"


"Sangat menakutkan.. Kalau begitu, bukannya orang itu juga akan kena nanti?"


"Haha, nanti kita lihat saja. Kak Nogo akan melemparkan dia ke jalan raya nanti"


"Hahaha..." Sekelompok orang masuk ke dalam ruangan sambil ketawa, mulai menikmati hidup.


Sementara Vincent juga sudah tiba di depan pintu ruang karaoke yang paling mewah.

__ADS_1


Pintu didorong terbuka. Beberapa orang sedang merokok di dalam.


Kemudian di kursi samping duduk seseorang dengan wajah bengkak dan tubuh berdarah. Orang itu adalah Ezra.


Kesadarannya sudah mulai buram, kuku di 10 jarinya dicabut semua. Jelas, Whizy menyiksanya.


"Kamu adalah Direktur Bermoth?"


Seorang pria dengan wajah kasar dan penuh dengan kumis mengenakan kacamata hitam melepaskan salah satu kancing jasnya sambil berkata kepada Vincent.


Semua orang kaget dengan seberapa mudanya Vincent.


"Iya"


Vincent langsung mengambil tempat duduk dan langsung berkata tanpa melihat ke Ezra


"Cari beberapa orang untuk pergi ke ruang 666, lempar beberapa orang itu ke jalan raya"


Whizy mengerutkan alisnya, melirik ke Vincent yang tampak sangat santai dan bertanya : "Orang-orang di ruang 666 itu siapa?"


"Temannya Fluke"


"Kalau begitu. lempar keluar"


"Baik"


Orang di samping mengangguk dan segera melaksanakan perintah.


Setelah itu, teriakan sekelompok orang yang terdengar sengsara berdering.


7 sampai 8 mahasiswa di lempar ke jalan raya, semuanya jatuh ke lantai dengan kesakitan dan tampak memalukan.


Mereka semua tercengang di tempat, sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Akhirnya hanya bisa menelpon ke Fluke.


"Sudah puas, Direktur Bermoth? Apakah kita sudah bisa membicarakan tentang persyaratan sekarang?" Whizy melihat ke Vincent dengan wajah tidak berekspresi.


"Tidak perlu bicarakan lagi. Aku sangat puas!" Vincent berdiri dan berkata dengan tenang


"Mengingat bantuanmu tadi, aku akan bersikap lembut waktu beraksi nanti. Bagaimana?"


"Kamu sedang bilang apa?"


"Orang ini orang gila?"


"Bos, apakah dia beneran adalah Direktur Bermoth dari Farmasil Vallamor?"


Bawahan Whizy mulai marah, pada saat yang sama merasa bingung. Sampai Whizy sendiri juga tidak mengerti.


Orang ini hanya sendirian, menghadapi sekelompok preman yang kasar dan ganas, kenapa bisa berani mengatakan kata-kata seperti itu?


"Orang yang tidak jujur! Berlututlah kepadaku!"


Pada saat ini, seorang pria berotot yang mengenakan baju hitam sudah tidak bisa menahan lagi. Dia berteriak dengan marah dan mau menampar wajah Vincent.


Pada detik telapak tangannya mau menempel ke wajah Vincent, Vincent tiba-tiba menahan tangan pria berotot itu, kemudian satu tangannya lagi membentuk seperti pedang, membanting ke siku pria berotot itu dengan kasar.


Tuhan! Suara yang kasar berdering. Lengan pria berotot itu langsung putus dalam sekejap. Darah segar langsung mengalir.


"Aduuuuuh!!"


Pria berotot itu berteriak dengan kesakitan. Vincent menekan leher pria berotot, mengangkat pria berotot yang memiliki berat lebih dari 100 kg kemudian melempar ke arah dinding dengan kasar.


Duaar! Dinding retak.


Tidak tahu seberapa kuat tenaga yang dialirkan, sampai seluruh bangunan terasa berguncang.


Vincent melepaskan kelima jarinya. Seolah-olah tidak memiliki tulang, tubuh pria berotot tergelincir ke bawah secara perlahan dan langsung pingsan di tempat.


Preman yang begitu ganas dan kuat, diselesaikan begitu saja? Semua orang di dalam ruangan termasuk Whizy, semuanya tercengang di tempat.


Vincent menurunkan tangannya secara perlahan, memandang ke orang-orang di dalam ruangan dengan santai dan bertanya : "Sudah bisa mengerti kata-kataku sekarang?"

__ADS_1


__ADS_2