
Raining Needle adalah teknik akupuntur yang kuno.
Katanya teknik akupuntur ini bisa menghidupkan orang yang sudah mati, tentu saja, karena terdapat banyak orang yang tidak pernah melihat teknik ini, jadi pun dianggap sebagai suatu rumor.
Sebenarnya Raining Needle memang ada. Tetapi tidak sampai bisa menghidupkan orang yang sudah mati.
Jika Raining Needle digunakan pada orang yang sudah mati total, tentu saja tidak akan berguna, tetapi masalahnya Dai Anmei masih belum mati total.
Meskipun Dai Anmei terlihat sudah mati, tetapi bagian jantungnya masih terdapat Cakra.
Jika satu jam lagi, dan Cakra ini hilang, tampaknya Dai Anmei pun tidak bisa diselamatkan lagi.
Sekarang yang ingin Vincent lakukan adalah untuk memancing Cakra ini dengan menggunakan Raining Needle, tujuannya adalah agar jantung Dai Anmei kembali berdetak. Tetapi membutuhkan proses yang sangat lama.
Vincent mengeluarkan jarum baja, dan melakukan sterilisasi pada jarum.
Tatapan Vincent terlihat sangat serius, lalu dia mulai menusuk jarum ke tubuh Dai Anmei, gerakannya juga sangat cepat.
Setiap jarum yang ditusukkan oleh Vincent pun menghabiskan nafas dia.
Pengobatan tradisional memperhatikan Energi dan Jiwa, akupuntur juga seperti itu, teknik akupuntur Vincent sudah mencapai tingkat tinggi, setiap jarum yang ditusuk oleh dia juga mengalirkan Energi, terutama dalam melakukan Raining Needle, aliran Energi yang terjadi juga akan semakin besar.
Vincent menusuk setiap jarum ke tubuh Dai Anmei dengan sangat teliti.
Butiran keringat pun mulai menetes dari wajahnya. Nafasnya juga menjadi lebih cepat.
Ketika lengan Dai Anmei sudah dipenuhi dengan jarum, Vincent pun melepaskan pakaian Dai Anmei, dan lanjut menusuk jarum.
Dalam waktu yang singkat, tubuh Dai
Anmei pun ditusuk dengan ribuan jarum baja, ketika melihatnya pun akan merasa sangat menakutkan.
Saat ini, semua jarum baja yang ada di tubuh Dai Anmei bergerak, seolah-olah seperti ditiup angin.
Setelah menusuk jarum terakhir, Vincent pun sudah duduk di atas lantai, dan dia juga tampak lemas.
Vincent mengeluarkan sebuah botol porselen kecil dari dalam sakunya dengan bergemetaran, dia mengeluarkan sebiji pil, dan memasukkannya ke dalam mulut.
Pil itu masih panas, yang baru siap dibuat oleh dirinya dengan menggunakan beberapa jenis obat tradisional.
Setelah makan pil itu, wajah Vincent pun terlihat agak baik.
Setelah menunggu hampir dua jam, Dai Anwen yang berada di luar pun merasa sangat cemas, lalu Vincent pun mulai melepaskan semua jarum yang sudah dia tusukkan tadi, dan membantu Dai Anmei mengenakan pakaiannya kembali.
“Anwen, kamu masuk saja.” Vincent duduk di atas kursi, dan memanggilnya dengan tampak lemas.
Dai Anwen pun langsung masuk ke dalam. Melihat Vincent berkeringatan dan wajahnya terlihat pucat, Dai Anwen pun terkejut.
__ADS_1
“Guru, anda baik-baik saja?”Dai Anwen bertanya.
“Aku baik-baik saja...hanya terlalu lelah, istirahat bentar sudah ok kok.” Vincent berkata dengan suara serak.
“Kalau begitu...Anmei” Dai Anwen segera bertanya.
Vincent memejamkan kedua matanya, dan tidak mengatakan apa pun.
Dai Anwen tertegun, dia pergi memeriksa denyut nadi Dai Anmei, sejenak kemudian, dia pun berkata dengan gembira: “Sudah ada, sudah ada! Denyut nadinya sudah ada.. “
Meskipun sangat lemah, tetapi Dai Anwen masih bisa merasakannya. Jantung Dai Anmei sudah berdetak!
Ini adalah hasil pengobatan Vincent? Dokter jenius!
Ini adalah dokter jenius sesungguhnya!
King Of Hell? Aku juga layak?
Sekujur tubuh Dai Anwen bergemetaran, dia menatap Vincent dengan penuh hormat, seolah-olah seperti sedang menatap Dewa.
Meskipun Dai Anmei sudah mempunyai denyut nadi, tetapi masih terlalu lemah, seolah-olah seperti akan berhenti kapan saja.
“Guru, apa yang terjadi dengan Anmei?” Dai Anwen bertanya dengan hati-hati.
“Nyawanya sudah diselamatkan, tetapi jantungnya sudah berhenti kerja terlalu lama, otaknya juga seperti itu, ditambah dengan keterbatasanku, jadi dia sementara akan dalam...kondisi vegetatif.” Vincent berkata dengan suara serak.
“Tenang saja, jika ingin sembuhkan Dai Anmei juga tidak susah, saat ini aku kekurangan beberapa jenis obat, ke depannya aku juga akan pergi cari, setelah ditemukan, akan dimasak jadi sup, dan diberikan kepada dia, berikan satu bulan padaku.” Vincent berkata.
“Guru, anda tidak perlu begitu, jika Anmei masih hidup, aku sudah sangat senang. Dai Anwen meneteskan air mata, lalu dia pun langsung berlutut di bawah, dan bersujud kepada Vincent. Vincent langsung memapahnya untuk berdiri.
“Guru, apa yang harus aku lakukan untuk anda!” Dai Anwen menyeka air mata dan berkata dengan suara serak.
“Kamu ingin balas jasa aku? Sangat mudah, segera bawa aku pergi ke Sekolah Kaisen!” Tatapan Vincent terlihat dingin.
Dai Anwen tertegun, setelah melihat tatapan Vincent, dia pun tahu, Vincent sudah tidak bisa bertahan lagi.
Dai Anwen mengangguk, lalu dia langsung mengeluarkan ponselnya.
Tidak lama kemudian, seunit ambulans pun diparkirkan di depan halaman.
Dai Anwen menelepon orang Keluarga Dai, kemudian orang Keluarga Dai pun langsung bergegas menuju ke rumah sakit untuk merawat Dai Anmei.
Sedangkan Dai Anwen mengendarai mobil, dan membawa Vincent pergi ke Sekolah Kaisen.
Kali ini, Dai Anwen juga tidak berencana untuk bersabar terhadap Sekolah Kaisen lagi.
Tidak hanya begitu, masalah ini, Dai Anwen ingin memperhitungkannya!
__ADS_1
Saat ini Sekolah Kaisen sudah sangat ramai.
Dokter terkenal dari seluruh dunia pun sudah berkumpul di sana dengan jumlah yang sangat banyak.
Ada yang datang untuk mengikuti Konferensi Raja Kedokteran, untuk masuk ke Sekolah Kaisen.
Selain itu, juga terdapat orang yang hanya datang untuk melihat-lihat saja.
Top 10 dokter jenius juga banyak yang datang, selain Philip, masih terdapat Vicenzo dengan peringkat sembilan, Aswin dengan peringkat tujuh, dan Citrun dengan peringkat enam...
Mereka semua adalah orang terkenal, apalagi mereka adalah orang yang sudah ditunjuk oleh Sekolah Kaisen, jadi mereka pun pasti bisa masuk ke Sekolah Kaisen.
Selain mereka, juga masih terdapat banyak praktisi pengobatan tradisional terkemuka dari dalam dan luar negeri.
Seperti cucu perempuan Raja Medis di Provinsi Aldebaran, Sakura Mirz.
Sakura Mirz mengenakan pakaian han, seolah-olah seperti dewi, orang-orang di kedua sisi pun langsung memberi jalan kepada dia, dan langsung terpesona dengannya.
Aura Sakura Mirz sangat kuat, bahkan tuan keluarga kaya seperti Philip, yang berdiri di hadapannya juga terlihat tidak selevel dengannya.
Tentu saja, tujuan Sakura Mirz datang ke sini bukanlah untuk bergabung dengan Sekolah Kaisen, dia adalah orang yang direbut oleh asosiasi medis, dia hanya ingin menambah wawasannya, seperti pertarungan Alhambra dan Ascent pada sebelumnya.
Sedangkan Biksu Killua Gort Provinsi Spalit juga menyuruh beberapa muridnya datang untuk belajar.
Selain itu, perwakilan dari Provinsi Hansami, Provinsi Limbu, dan beberapa provinsi lainnya juga ikut hadir.
Suasana di sana sangat ramai.
Konferensi Raja Kedokteran diadakan di Academy Sekolah Kaisen. Murid-murid Sekolah Kaisen dari tadi sudah mulai sibuk di sana.
Ujian kali ini akan ditentukan oleh beberapa tahap, semua proses itu akan dilakukan secara terbuka dan adil, tidak ada yang namanya kecurangan, sehingga semua jenius yang mempunyai bakat tersembunyi, dapat memperlihatkan kemampuan mereka di Konferensi Raja Kedokteran.
Di dalam mobil mewah berwarna hitam. Vincent duduk di depan dengan memejamkan kedua matanya, Dai Anwen menginjak pedal gas untuk menuju ke Sekolah Kaisen.
Kemudian, Vincent tiba- tiba melepaskan topinya, dan mengeluarkan sebuah jarum baja, lalu dia pun menusuk jarum itu ke bagian lehernya. Seketika, wajah Vincent langsung berubah menjadi wajah Direktur Bermoth yang terlihat seperti Dewa.
“Kali ini, aku akan urus secara langsung!”
Vincent menarik nafas, dia membuka kedua matanya dengan pelan, dia menatap ke depan, tatapannya pun terlihat dingin.
Grek.
Mobil tiba-tiba berhenti, Dai Anwen berkata dengan suara serak: “Guru, sudah sampai!”
Vincent bangkit, dia membuka pintu mobil, dan berjalan ke luar, sebuah perkataan yang dingin pun terdengar..
“Beri tahu Efesus, aku akan tunggu dia di Sekolah Kaisen!”
__ADS_1