Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 803 Jangan Takut, Aku Disini


__ADS_3

Di dalam mobil.



“Jika tidak ada apa-apa, jangan lepas topimu, paham?” Elena memelototi Vincent di barisan belakang, dan berkata dengan tegas.



"Kenapa?" Vincent bertanya karena penasaran



"Kamu hanya berpura-pura saja, dan … dan kamu tidak seperti Dokter Jenius Bermoth yang sebenarnya, jika seseorang tahu bahwa kamu adala Dokter Jenius Bermoth yang palsu, harga diriku pasti akan hancur karenamu kan? Aku masih harus belajar di sini selama beberapa tahun lagi!" Elena memelototinya dengan ganas.



"Ngomong-ngomong, kalau hanya untuk menakut-nakuti orang, asli atau palsu kenapa begitu penting??"



"Kamu terlihat sangat lemah, siapa yang akan takut padamu? Oh, mungkin kamu bisa membuat orang tertawa sampai mati!"



Elena berkata dengan jijik.



Vincent menggelengkan kepalanya tanpa bicara apa-apa lagi.



Mobilnya berhenti di gerbang Azuka Terang University.



Keduanya turun dari mobil dan berjalan menuju gerbang sekolah.



Ini bukan pertama kalinya Vincent datang ke sekolahnya bersama Elena, setiap kali dia datang, berbagai hal selalu terjadi.



Bisa dibilang perjalanan Elena di sekolah ini tidak berjalan dengan mulus.



Namun dalam analisis terakhir, semua akar masalahnya terletak pada Eric itu.



Karena itu, ketika Vincent datang ke sini, dia tidak ingin mencari masalah sepenuhnya dengan Mauren, tetapi untuk menyelesaikan akar dari masalah ini.



Jika akar permasalahan ini diselesaikan, maka Elena bisa bersekolah dengan tenang.



Vincent bertanya-tanya bagaimana cara menghubungi Eric.



Tetapi tiba-tiba, beberapa gadis muda yang sangat cantik dengan tubuh penuh perhiasan datang.



"Yo? Bukankah ini primadona dari Keluarga Lavore? Hahaha!"



"Sangat awet muda ya."



"Tsk tsk tsk tsk … tapi kenapa aku merasa sangat jijik melihatnya? Berpura-pura jadi wanita polos?"

__ADS_1



Beberapa senyuman sinis terlihat.



"Ada apa? Wanita \*\*\*\*\*\* murahan, masih kurang pelajaran terakhir yang kuberikan padamu? Masih berani kamu datang kesini? Apakah kamu tidak paham kata-kata dari Mauren ?"



Seorang gadis dengan rambut pirang memegang rokok di satu tangannya, sambil menunjuk Elena, dia berteriak keras.



Ekspresi Elena memucat selama beberapa saat, dia cukup takut, tetapi berpikir bahwa Vincent masih berdiri di sampingnya dan dia tidak ingin merasa bahwa dirinya sangat direndahkan, dia membulatkan tekadnya dan berkata dengan marah "Aku … aku hanya akan datang untuk bersekolah, aku sudah bilang tentang masalah Mauren dan Eric … aku tidak akan ikut campur, kuharap kalian tidak cari masalah lagi denganku … "



"Hahahaha, cari masalah denganmu? Apakah kamu layak? Kamu hanya wanita \*\*\*\*\*\* murahan! Apakah kamu benar-benar berpikir bahwa kak Mauren akan secara khusus bermasalah denganmu? Jangan merasa sok hebat ya!"



Beberapa gadis tertawa terbahak-bahak.



"Beberapa gadis sekalian, kuharap kalian tidak cari masalah lagi denga adikku, jika memang ada salah paham, katakan saja padaku, berhenti menggunakan kekerasan dan mengganggu murid lainnya, oke?" Kata Vincent dari samping.



“Hei hei hei, apakah kamu membawa bodyguard sekarang? "Gadis yang merokok itu melihat dari atas sampai bawah tubuh Vincent, lalu bertanya "Siapa kamu?"



"Aku hanya kakak laki-laki dari Elena."



"Kakak seperti apa maksudnya?" Tanya gadis perokok itu.




Orang-orang di dekatnya semua tertawa.



Wajah cantik Elena langsung memerah.



"Nona muda, aku ingin bertemu dengan Mauren yang baru kamu sebutkan tadi, jika memungkinkan, aku juga ingin bertemu dengan Eric, kurasa ini hanya kesalahpahaman! Kuharapan kalian semua bisa kembali akur kedepannya!" Vincent sama sekali tidak marah, dia tersenyum.



"Apa? Kamu ingin bertemu dengan kak Mauren ? Kamu juga ingin bertemu dengan Eric? Hahaha, baiklah! Tidak masalah! Mereka juga pasti ingin bertemu denganmu!" Gadis itu menatapnya dan berkata sambil tersenyum.



“Jika kamu ingin bertemu dengan kak Mauren dan Eric, ikutlah dengan kami!” Gadis lain mengeluarkan sebuah kunci, memutarnya di jarinya, dia berbelok ke sisi jalan, membuka pintu rolling-door, lalu mengeluarkan mobil land rover yang ada di dalamnya.



Elena terkejut.



“Masuklah ke dalam mobil, aku akan membawamu bertemu dengan kak Mauren dan Eric, jika kamu ingin mengatakan sesuatu, silahkan katakan saja langsung padanya!” Gadis yang merokok itu tersenyum.



"Um… bukannya mereka ada di sekolah?"



Elena bertanya karena mulai takut.

__ADS_1



“Tentu saja mereka tidak ada di sekolah, ada apa … \*\*\*\*\* kecil, apakah kamu takut? Takut kami akan menghajarmu lagi?” Gadis yang merokok itu merangkul Elena dan menyipitkan mata lalu bertanya sambil tersenyum.



"Aku.… aku jelas tidak takut..."



"Jika kamu takut, pergi saja sana, Eric dan yang lainnya mungkin tidak punya waktu untuk bertemu denganmu, tapi aku harus memberitahumu bahwa kamu tidak menurut dan segera pindah ke sekolah lain seperti yang dikatakan Mauren, sebaliknya, kamu masih terus bersekolah disini, kalau kamu tidak bicara dengan kak Mauren secara langsung, takutnya, besok … kamu mungkin sudah masuk berita lokal!"



Gadis perokok itu tersenyum dan berkata, matanya menunjukan tatapan yang penuh arti dan menakutkan.



Ketika Elena mendengarnya, dia merinding di seluruh tubuhnya.



Masuk berita?



Apa artinya ini, Elena sudah paham...



"Elena, ayo kita pergi dan bertemu dengan mereka!"



Vincent tiba-tiba berkata.



“Bodoh, kita tidak tahu kemana dia mau membawa kita, bagaimana jika mereka akan menculik kita?” Elena cemas, dia buru-buru berbisik.



“Jangan takut, bukankah ada Dokter Jenius Bermoth disini? Mereka pasti tidak akan berani macam-macam dengan Dokter Jenius Bermoth.” Vincent tersenyum.



"Kamu..."



Elena tidak tahu harus berkata apa.



Tapi saat ini dia tidak punya pilihan.



Jika dia menolak, Mauren pasti akan merasa tersinggung, mungkin balas dendam Mauren akan lebih menakutkan.



Tubuh Elena bergetar sedikit, setelah ragu-ragu untuk waktu yang lama, dia dengan penuh percaya diri berjalan menuju land rover.



Vincent juga masuk ke mobil.



"Ayo berangkat!"



"Hehe, kita akan bersenang-senang sekarang!"


__ADS_1


Beberapa gadis itu menunjukkan senyum penuh semangat, mereka masuk ke mobil, kemudian land rover melaju dengan cepat ke daerah pinggiran kota…


__ADS_2