Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 156 Apakah Keluarga Avricon Masih Punya Harapan?


__ADS_3

Pada detik paling menentukan seperti ini, kenapa Ezra mengalami masalah?


Vincent langsung merasa ada yang tidak beres. “Sebenarnya bagaimana situasinya?” Tanya Vincent dengan waspada.


“Dibawah Ezra ada dua orang anak buah yang kuat, namun entah kenapa, kedua orang ini tiba-tiba berkhianat dan merampas seluruh kekuasaan yang ada di tangan Ezra, bahkan menggunakan cara licik untuk mencairkan sebagian besar saham perusahaan Ezra, sekarang Ezra bukan hanya mengalami masalah dalam keuangan perusahaan, bahkan perintahnya pun sudah tidak berjalan, dan dengar-dengar kedua orang itu berniat menjebak perusahaan Ezra, Ezra membawa seluruh keluarganya bersembunyi di sebuah villa yang berada di wilayah Kota Silason, ini juga karena dia menyadarinya, kalau tidak seluruh keluarganya sudah habis...”


Begitu Vincent mendengar ini, ekspresinya langsung berubah dingin: “Segera utus orang untuk membawa mereka ke kota Izuno, kami siapkan perlindungan untuk mereka!”


“Baik.” Jawab Frank, setelah ragu sejenak dia berkata lagi: “Namun Ceo Bermoth, dibalik masalah Ezra ini, mungkin tidak semudah yang anda pikirkan.”


“Ada apa? Apakah anak buah Ezra membuat masalah bukan karena mendengar Ezra dalam masalah?” Vincent mengerutkan alis.


“Ini memang salah satu penyebabnya, namun diluar ini masih ada penyebab lain!”


“Apa?”


“Sekolah Kaisen.” Ucap Frank dengan lirih.


Vincent mendengar ini, nafasnya menjadi berat, matanya dipenjamkan dengan erat.


Sekolah Kaisen...


Memang, dan hanya dia.


Ezra mengelola di Kota Silason begitu lama, seluruh Kota Silason bisa dikatakan adalah wilayahnya, meskipun dia mendapat masalah di kota Izuno, posisi di Kota Silason juga tetap bisa ditahan oleh Edwin, kalaupun tidak bisa ada Tuan besar Gabrial, apa yang perlu dikhawatirkan?


Apalagi, Ezra langsung kembali begitu mendapat kabar.


Namun meskipun dia kembali, tetap tidak bisa menekan orang ini, malah membuat mereka semakin menjadi, ini sudah sangat cukup menjelaskan masalahnya.


Sekarang Vincent memiliki dua status, dia masih belum bisa pergi ke Kota Silason untuk membantu Ezra membereskan masalah, dia harus membereskan kekuasaan luar yang masuk ke kota Izuno terlebih dahulu, kalau tidak akan gawat jika masalah muncul di kota Izuno.


Kelihatannya dia harus segera bergerak, kalau ditunda lagi, Ini hanya akan ditelan oleh masalah ini.


“Tidak bisa mengikuti aturan lagi.” Sorot mata Vincent menjadi begitu dingin, tekadnya sudah bulat.


Dia menelepon Via sekali lagi, menyuruhnya beberapa hari ini jangan ke klinik, langsung berada di rumah sakit, dengan begitu Armint bisa menjamin keselamatannya.


Sekarang musuh berada dalam kegelapan, dia berada di sisi terang, begitu dia bergerak, maka tidak akan menguntungkan bagi Vincent.


Namun untuk membalik situasi ini sebenarnya sangat mudah. Vincent langsung masuk ke dalam 918 miliknya, lalu melaju ke Hansami.


Diperjalanan, Vincent membuka ponselnya, dia mencari nomor telepon dari riwayat percakapannya dengan Jane, lalu meneleponnya.


Setelah menelepon beberapa kali, akhirnya telepon tersambung.


“Kamu adalah...” suara Tuan besar Avricon jelas terdengar sedikit serak.

__ADS_1


“Kakek, aku adalah Vincent !” ucap Vincent.


“Vincent ?” Agil merasa sangat terkejut.


“Kakek, bagaimana kondisimu disana?” Vincent langsung merasa ada yang tidak beres.


“Tidak... tidak ada...” Agil tertawa, suaranya terdengar begitu dipaksakan, dan dia segera mengganti topik: “Vincent, kamu... kamu dan Jane masih belum bercerai?”


“Bercerai? Kenapa kakek menanyakan ini?” Vincent semakin bingung.


“oh... aku... aku hanya asal bertanya saja.” Jawab Agil sambil tertawa.


Alis Vincent mengkerut, dia merasa ada yang aneh, setelah terdiam sesaat berkata: “Kakek, sekarang juga aku akan ke rumah kakek, ada beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan.”


“Datang kesini? Ini... tunggu, Vincent ! Kamu... kamu jangan datang, aku sedang tidak bisa menerima tamu...” ucap Agil dengan tergesa-gesa.


Vincent yang awalnya berniat mematikan telepon langsung terhenti, lalu bertanya dengan nada heran: “Kakek, sebenarnya apa yang terjadi, jelaskan padaku!”


Agil yang berada dibalik telepon diam sejenak, lalu menghela nafas dengan berat.


“Haih, sudahlah, biar aku katakan sejujurnya! Aku... dikurung oleh keluargaku!”


“Apa?”


Vincent terkejut, tangannya yang memegang setir tanpa sadar menjadi gemetar.


Bicara sampai sini, Tuan besar Avricon menghela nafas berkali-kali.


Kesuksesan selama masa mudanya, setelah tua malah harus dirampas semua oleh istrinya, betapa tidak berdayanya.


Setelah Vincent terdiam sesaat, dia berkata dengan lirih: “Kerja sama apa yang terjalin antara Keluarga Toyz dan Keluarga Avricon ?”


“Vincent, untuk apa kamu bertanya sebanyak ini?” Tuan besar Avricon merasa ada yang tidak beres.


Menantu yang tidak berguna ini sepertinya cukup banyak tanya hari ini.


“Hanya merasa aneh, Kalau Keluarga Toyz benar-benar ingin membantu Dakota, seharusnya mereka tidak akan mau bekerjasama dengan Keluarga Avricon?


Bukankah Keluarga Avricon musuh mereka?” tanya Vincent dengan serius.


“Haih, Keluarga Avricon kami mana pantas menjadi musuh Keluarga Toyz, bukankah kalau Keluarga Toyz ingin membereskan keluarga kami jauh lebih mudah? Keluarga Toyz hanya tidak mengatakannya saja, mereka berbuat seperti ini, sebenarnya hanya ingin memanfaatkan kami untuk mendirikan sebuah bantuan di luar saja!” ucap Tuan Besar Avricon sambil menghela nafas. “Bantuan luar?”


“Benar.” Tuan Besar Avricon menarik nafas panjang dan berkata dengan tenang: “Setauku, kali ini Keluarga Toyz mengutus orang datang dari Selatan, meskipun mengatakan ingin membalaskan dendam


Dakota, namun sebenarnya itu hanya alasan, target utama mereka sebenarnya adalah


Grup Vallamor !” (Vallamor? “

__ADS_1


Sorot mata Vincent langsung menjadi dingin.


“Nak, kamu bertanya terlalu banyak, ada hal yang tidak perlu kamu ketahui terlalu detail, sekarang kamu seharusnya berada diluar kota bukan? Kamu baik-baiklah di luar kota, jangan datang ke Hansami, juga jangan kembali ke kota Izuno, carilah tempat yang aman untuk hidup dengan baik!” ucap Tuan Besar Avricon.


Pantas saja Jane mendapat masalah sebesar ini disini, namun Keluarga Avricon sama sekali tidak bereaksi, sekarang posisi Tuan Besar Avricon saja terancam, mana mungkin bisa membereskan masalah keluarga Jane?


Dan dari ucapan Tuan Besar Avricon, Vincent juga sudah bisa menebak sesuatu.


“Jane menyuruhku meninggalkan kota Izuno, apakah kamu yang menyuruhnya?” tanya dia dengan suara serak.


“Ini juga hal yang mau tidak mau, keluarga Borland dan keluarga Ifro ingin membalas kalian, aku mendengar Jane mengatakan kalau Direktur Bermoth tidak bersedia membantu, sehingga yang bisa dilakukan saat ini hanya membuatmu pergi dari kota Izuno, menghindar dari balas dendam keluarga Borland juga keluarga Ifro, awalnya aku berniat meminta Jane mengirim Katrina dan Jackson untuk bersembunyi di tempatku, namun mereka juga tertimpa masalah, Vincent, memang kakek yang menyuruh Janebercerai denganmu, namun kakek ingin jujur padamu, kakek sama sekali tidak membencimu, aku melakukan ini demi melindungimu...” Agil sekali lagi menghelas nafas, tatapannya penuh dengan ketidakberdayaan.


Vincent langsung paham semuanya dalam seketika.


“Aku mengerti kek, terima kasih niat baikmu, namun kecelakaan yang menimpa ayah juga ibu mertuaku sama sekali bukan kecelakaan, Jane juga mengalami kecelakaan, semua ini perbuatan Sangsung, kakek, sekarang aku akan membereskan keluarga Borland dan kroninya, nanti setelah aku membereskan keluarga Borland, aku akan menemuimu, orang Keluarga Toyz seharusnya ada di tempatmu bukan? Aku akan bertanya pada orang Keluarga Toyz, mereka punya kemampuan apa sampai sanggup menyentuhku di kota Izuno!”


Ucap Vincent dnegan suara serak, tatapan matanya begitu dingin bagaikan hutan rimba yang dalam.


“Vincent ! Vincent ! “ Agil berteriak dengan panik.


Namun tidak ada gunanya, Vincent sudah mematikan teleponnya.


“Dasar bocah tengil ini, apakah dia begitu tergesa-gesa untuk mengantarkan nyawanya?”


Agil mematikan telepon dan duduk di ruang kerjanya sambil marah-marah.


“Tuan besar, nyonya besar menyuruh anda keluar untuk makan! Semua tamu sudah menunggu.” Pada saat ini, seorang pelayan Keluarga Avricon berkata dengan hormat.


“Makan? Makan kepalamu! Suruh mereka pergi sana, pergi semuanya!” Agil berteriak dengan penuh amarah, lalu menyapu semua buku yang terpajang juga gelas diatas mejanya.


Pyarrrr..


Gelas pecah berantakan, buku juga jatuh berserakan, seluruh ruangan begitu kacau.


Ekspresi wajah pelayan itu langsung berubah, lalu mundur sambil menundukkan tubuhnya.


Dan tepat pada saat ini, kepala pelayan berjalan masuk.


Dia memungut buku dilantai tanpa banyak bicara, lalu membersihkan pecahan gelas, hanya bekerja tanpa mengatakan apapun.


“Kamu, coba kamu katakan.. apakah Keluarga Avricon -ku masih punya harapan?”


pada saat ini, Agil yang sedang menatap keluar jendela dengan tatapan lesu berkata perlahan.


Tubuh kepala pelayan yang sudah tua menegak, lalu menggeleng perlahan dan pergi meninggalkan ruangan.


Agil sekali lagi menghela nafas, wajahnya terlihat lebih tua dari biasanya.

__ADS_1


__ADS_2