Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 58 Merusak Satu Keluarga


__ADS_3

Melihat kata-kata dan perbuatan Kusni, keluarga Dormantis tercengang. Jonas sudah merasa ada yang salah. Mata nenek Dormantis bergetar ringan, wajahnya yang penuh keriput memutih.


"Bos Kusni, ini bajingan, anjing liar ini! Cepat, singkirkan dia segera!" John sepertinya masih belum tahu, menunjuk ke Vincent dengan cemas.


Namun, ketika kata-kata ini jatuh, bos Kusni tiba-tiba melangkah maju dan menampar wajah John.


Plaak!


Tamparan itu begitu kuat sehingga John tidak tahan, dia langsung berlutut di tanah, menyemburkan seteguk darah dengan dua gigi lepas dari mulutnya. John memandang dengan tajam.


"Bos Kusni! Apa yang kamu.. apa yang kamu lakukan?" Teriak Jonas cemas.


"Vincent adalah saudaraku, kamu anjing, tidak hanya memaki saudaraku, tetapi juga memukul saudaraku? Aku akan memukulmu sampai mati!" Kusni berteriak dengan marah, bergegas ke depan dan menendang John dengan keras beberapa kali.


"Ah! Tolong!" John berteriak kesakitan. Wajah keluarga Dormantis berubah drastis.


"Hentikan!" Nenek Dormantis tiba-tiba berteriak. Kusni mengarahkan pandangannya pada Nenek Dormantis dan berkata dengan acuh tak acuh


"Aku tidak tahu dengan kamu." Kemudian dia mundur.


"Vincent, apakah ini semua pertunjukan bagusmu?" Nenek Dormantis menatap Vincent dengan dingin.


"Iya!"


"Bagus! Bagus! Vincent, kamu sangat hebat. Sepertinya nenek selalu meremehkan mu!" Nenek Dormantis sangat marah, mengetukkan tongkatnya.


"Pertunjukkan belum selesai," kata Vincent dengan tenang.


"Vincent, jangan bangga dulu. Keluarga Dormantis kita tidak seperti dulu lagi. Aku tidak tahu bagaimana kamu dulu menggaet Bos Kusni, tapi aku harus memberitahumu bahwa keluarga Dormantis kita tidak mudah untuk diprovokasi. kamu memukuli beberapa orang hari ini, kupastikan, kita pasti balas beberapa kali lipat di masa depan!"


"Nenek Dormantis menggertakkan gigi.


"Itu berarti keluarga Dormantis harus bisa bertahan hari ini."


"Lakukan yang kamu bisa! aku ingin melihat bagaimana kamu dapat menghancurkan keluarga Dormantis!" Dia jelas tidak percaya bahwa Vincent memiliki kemampuan ini.


Namun, tak lama kemudian, sekelompok orang lain masuk. Ketika mereka melihat sekelompok orang ini, hati keluarga Dormantis langsung tenggelam ke dasar.


"Bos Arto?"


"Bos Ogawa?"


"Bos Busro?"


"Kalian.. kenapa kalian di sini?" Jonas dan Jay sangat ketakutan, Pandangan buas Nenek Dormantis benar-benar tergantikan oleh keterkejutan, tubuhnya sedikit gemetar.


"Keluarga Dormantis masih tidak malu untuk tidak memberi tahu kami tentang ini?" Bos Ogawa berkata dengan dingin,

__ADS_1


"Katakan padaku, apakah kamu menipu uang kami, kemudian kamu mengarahkan semua ini pada Jackson?"


"Bagaimana mungkin? Bos, kita adalah mitra bisnis. Tidak mungkin menipu. Terlebih lagi, keluarga Dormantis selalu jujur dan taat hukum. Bagaimana kita bisa menipu? Sedangkan Jackson, dia tidak ada hubungannya dengan kami sejak lama. Uang kamu memang ditilap dia, kamu harus menemukan dia. "Jonas sedikit bingung.


"Berdalih tidak guna, kami telah menarik kasus terhadap Jackson," kata Bos Ogawa dengan tenang.


"Menarik gugatannya?"


"Ya, kami akan menuntut dua orang ayah dan anak, Jonas dan John, kami ingin menuntut kamu atas penipuan! kamu tidak hanya menipu puluhan miliar uang kami, tetapi juga mengkambing hitamkan Jackson. Berdasar dakwaaan hukum, pada dasarnya kalian akan menghabiskan separuh hidup kamu di penjara! "Bos Arto di sebelahnya berkata.


"apa?" keluarga Dormantis sangat takut hingga otak mereka menjadi kosong. John dan Jonas melemas kakinya, tidak bisa lebih takut lagi.


"bos, apakah kalian tidak salah? Karni... Jonas dan John tidak bersalah." Saras merasa cemas. Nenek Dormantis mendengus,


"Apakah para bos ditipu oleh Vincent? keluarga Dormantis kita tidak bersalah, bagaimana kita bisa menipu? Pasti Vincent yang ngomporin dalam hal ini! Vincent, rencana apa yang kamu punya! Aku nenek ini tidak takut. Yang bersih akan menang. Kalian mau menuntut, keluarga Dormantis tidak akan menerimanya. Aku tidak percaya putih bisa menjadi hitam! " Nenek tegas dan tidak mengubah wajahnya.


Lagian, uangnya sudah ada di tangan, asal jangan mengakuinya.


Nenek Dormantis mengetahui hal ini dengan sangat baik.


Tetapi pada saat ini, suara acuh tak acuh terdengar.


"nenek, kasus ini.. Aku yang bertanggung jawab." Ketika kata-kata ini jatuh, seluruh keluarga Dormantis terdiam sesaat. Semua orang menatap pembicara.


Hotman Fritz! Pengacara nomer satu di kota Izuno!


Lagipula... siapa yang bisa dipakai keluarga Dormantis untuk melawan gugatan ini dengannya? Tidak ada pengacara di kota Izuno yang mau menjadi musuh Hotman!


"Tidak, tidak, tidak. tidak!" Jonas gemetar hebat dan tidak bisa menahannya lagi, tiba-tiba bangkit dan berteriak


"Bu, selamatkan aku! Selamatkan aku!"


"Tenanglah!" Nenek Dormantis menggenggam tongkatnya erat-erat dan menatapnya


"Kontrak itu ditandatangani oleh Jackson, hitam tidak bisa jadi putih. Bisakah itu dipalsukan? Jika dia ingin menuntut, jangan takut!"


"nenek, hitam tidak bisa berubah menjadi putih, tapi yang awalnya hitam, tidak bisa dikatakan putih! Kasus ini sebenarnya mudah ditangani. Atasan mencabut gugatan, lalu menuntutmu. Jackson akan menuduh kamu menipu dia untuk menandatangani, lalu selidiki kemana uang para bos pergi? Aku pikir kasus ini jika diselidiki, mustahil tidak memiliki petunjuk yang berkaitan denganmu, seperti siapa yang membuat kontrak, apakah Jackson tahu isi kontrak, dll. Aku bisa mulai dari mana saja dan cukup sebulan.. Tidak, dalam seminggu, aku pasti bisa mengirim penipu yang sebenarnya ke penjara dan membawanya ke pengadilan! "Hotman mendorong kacamatanya di pangkal hidungnya, berwajah serius. Begitu kata-kata ini jatuh, Jonas dan John benar-benar jatuh ke tanah. Saras juga tertegun di tempatnya, kemudian menangis dengan keras.


Hotman berkata, pada dasarnya itu setara dengan menghukum mati mereka...


"Bagaimana ini bisa terjadi?" Bibir nenek Dormantis bergetar.


"Nah, Jay berikutnya!" Kata Vincent.


" Aku tidak tahu sebagian besar urusan perusahaan, aku juga tidak menandatangani kontrak. Aku tidak takut pada siapapun, Vincent, apa yang dapat kamu lakukan padaku?" Jay bersenandung.


"Obat palsu." Vincent hanya memuntahkan dua kata.

__ADS_1


Jay gemetar.


"Anak kedua..." Nenek Dormantis menghela napas


"Apa kamu."


"Tidak, tidak! Tidak ada! Obat palsu apa? Aku tidak menjual obat palsu! Aku tidak meresepkan obat palsu kepada pasien! Obat di rumah sakit kami masuk melalui jalur normal. Obat apa yang dijual di apotek, aku cuma dokter kecil yang tidak ada hak untuk mengontrol. "Jay berkata dengan cemas.


"Aku tidak mengatakan bahwa obat-obatan di rumah sakit kamu adalah obat palsu. Aku berbicara tentang anak kamu, Jesen, apotek yang dibuka di rumah sakitmu. Lebih dari 70% obat yang dijual adalah obat palsu! Setiap orang yang datang yang periksa ke kamu, mereka akan diminta datang ke apotek untuk mengambil obat! Betul kan? Aku sudah memberitahu departemen terkait untuk memeriksanya, aku pikir kamu akan segera dipanggil! Mengingat jumlah obat palsu di apotek, hukuman beberapa tahun seharusnya tidak menjadi masalah besar. Tentu yang terpenting adalah kompensasi. Setidaknya puluhan pasien datang ke apotek kamu untuk makan obat setiap hari. Berapa banyak yang mengalami gangguan fisik. Kompensasi ini saja sudah cukup untuk menghancurkan keluargamu! "


"Vincent !!!" Jay meraung pahit, matanya memerah, dia mencoba untuk bergegas, tetapi sebelum dia mendekat, dia dihentikan oleh Bos Kusni dan yang lainnya.


"Vincent, keluarga Dormantis tidak akan damai lagi denganmu!" Jesen mengertakkan gigi dan matanya merah darah, ingin melahap Vincent.


"Kita memang sudah tidak akan damai." Vincent dengan tenang berkata,


pada saat ini, ponselnya berdering.


Vincent terhubung, lalu mengangguk, lalu menutup telepon. Nenek Dormantis merasakan ada yang tidak beres, bibirnya bergetar


"Kamu.. apa lagi yang kamu lakukan?"


"Langkah terakhir..." kata Vincent. Dan kata ini jatuh.


ringg.. ringg.. Ponsel Judo berdering. Judo mengangkat teleponnya, tapi setelah beberapa saat, dia kaget.


"Judo, ada apa?" Nenek Dormantis bertanya dengan tergesa-gesa, suaranya bergetar.


"Perusahaan kota.. telah diakuisisi!" Judo gemetar.


"apa?" Mereka tercengang saat itu juga.


"Selamat, kalian juga punya saham di apotek Jay. Perusahaan kalian sudah diakuisisi, jadi santunan untuk pasien sudah hilang. Namun dengan adanya kerugian ini, kalian seharusnya sudah tidak punya apa-apa kan?"


Vincent menatap rumah penuh dengan dingin. Kata-katanya, seperti pedang tajam, nenembus hati setiap anggota keluarga Dormantis.


Orang keluarga Dormantis benar-benar diam. Setiap orang seperti kehilangan jiwa mereka. nenek Dormantis duduk kembali di kursi, seolah-olah dia lumpuh. Ketika Vincent masuk, keluarga Dormantis sudah tidak punya apa-apa.


Sungguh merusak satu keluarga!


"Kamu siapa?" Dia menatap Vincent dengan hampa, berkata dengan keras.


"Aku? Menantu Dormantis."


"kamu bukan!" Nenek Dormantis berteriak parau. Dengan suara teriakan ini, semua anggota keluarga Dormantis menatap Vincent, tiba-tiba menyadari.


Pria yang menumbangkan seluruh keluarga Dormantis adalah dia!

__ADS_1


Apakah benar menantu sampah itu..?


__ADS_2