
Mendengar kegaduhan ini, ekspresi Jane langsung berubah, dia segera berjalan ke kaar pasien beberapa langkah.
Namun, dia melihat seorang perawat dengan mata memerah dan ekspresi sedih berjalan keluar pintu untuk membersihkan kekacauan yang ada di lantai.
Di ranjang rumah sakit, Judo sudah menggila, mengutuk, emosinya tidak stabil.
Greni di sebelahnya sudah menangis sambil membujuk Judo untuk kembali tenang.
Situasi ini benar-benar mengejutkan Jane dan Vincent.
Judo adalah orang yang sangat tenang, kenapa dia tiba-tiba mengamuk seperti ini?
Sudah seperti singa yang marah.
"Bibi, paman … ada apa ini?" Jane buru-buru melangkah maju dan bertanya dengan bingung.
"Dokter bilang bahwa sarafnya terluka dalam perkelahian sebelumnya, meskipun dia sudah menjalani operasi, tapi masih ada gejala sisa, dia menderita gejala yang sangat serius dan mudah kehilangan kesabarannya, sekarang dia sedang kambuh lagi..." Kata Greni menangis.
“Kalau begitu cepat panggil dokter untuk merawatnya!” Jane berkata dengan cemas.
“Ini tidak bisa disembuhkan, hanya bisa sedikit menahannya! KIta harus memberinya obat penenang… Tapi apa iya akan terus menggunakan obat penenang? Jika terlalu banyak memakainya, pasti akan terjadi sesuatu, jadi… semua tergantung pada dirinya sendiri untuk menahannya!" Greni tidak bisa menyembunyikan ekspresinya dan mulai menangis, dia menambahkan: "Aku telah mencoba menghiburnya semalaman, tetapi tidak ada gunanya sama sekali, Jenice bahkan sampai tidak belajar lagi, dia mencari dokter terkenal Kemana-mana, tetapi semuanya sia-sia … Jane, hidup bibimu sangat mengenaskan, huhuhuhuh..."
Begitu kata-kata ini terucap, ekspresi Jane langsung sangat tidak enak dilihat.
Dia tidak menyangka bahwa keadaan Judo sangat buruk!
"Jane! Vincent! Kenapa kamu masih diam saja? Apakah kamu datang kesini untuk melihatku sebagai tontonan lucu? Kuberitahu ya, bahkan jika aku ditikam nanti, aku masih pamanmu! Pergi, cepat pergi sekarang!" Judo melotot, tatapannya seperti singa yang lapar, menunjuk keduanya dan berteriak keras.
“Paman, jangan marah-marah begitu, berbaring lah dulu, lukamu belum sembuh sepenuhnya, jika kamu terus seperti ini, itu hanya akan menyebabkan lukanya terbuka lagi!” Jane berkata dengan cepat.
__ADS_1
Tetapi setelah mendengar kalimat ini, emosi Judo menjadi lebih menggebu-gebu!
"Bajingan! Apakah kamu sedang merendahkanku? Aku tidak akan berbaring! Aku akan terus berdiri! Aku akan memberimu pelajaran berharga, seorang bocah ingusan berani memerintahku, pergi sana, cepat pergi!"
Setelah selesai berbicara, Judo meraih benda-benda yang ada diatas meja di dekatnya dan melemparkannya ke arah Jane.
Vincent segera menarik lengan Jane dan menariknya keluar.
Brakkk...
Cangkir, buah-buahan dan barang-barang berserakan lainnya dilemparkan, Kiluwa tidak sempat menghindar dan terkena dua buah apel tepat di kepalanya.
"Orang tua breng..." Dia sudah ingin berteriak dan mencacinya, tetapi dia terpikirkan sesuatu dan langsung berhenti, dia hanya bisa menatap Judo dengan kesal kemudian keluar dari kamar pasien.
"Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi?"
“Sepertinya kondisi paman lebih rumit dari yang diperkirakan, tapi jangan khawatir, gejalanya bisa disembuhkan.” Kata Vincent.
"Tapi dia cedera saraf, dengan tingkatan medis di Izuno, aku khawatir pasti akan sulit diobati." Kata Jane cemas.
"Kalau begitu bawa ke Azuka untuk diobati."
"Rumah sakit kami yang disebut Rumah Sakit Siloam Azuka, presdir di sana berkata, penyakit ini … ilmu medis dalam negeri tidak akan bisa menyembuhkannya, jadi kamu hanya bisa membawanya ke luar negeri untuk dioabati!" Saat ini, perawat yang baru saja selesai membersihkan barang-barang berantakan tadi berdiri, bicara sepatah kata lalu segera pergi.
"Harus keluar negeri untuk mengobatinya?"
Jane tercengang, dia memalingkan wajahnya lalu bertanya "Itu pasti akan menghabiskan banyak uang, kan?"
"Habiskan saja, kesembuhannya itu penting" Kata Vincent.
__ADS_1
"Paman dan keluarganya sudah terkena hutang, mereka pasti tidak bisa mendapatkan uang dengan mudah, perusahaanku juga baru saja merintis, jadi aku juga tidak punya banyak dana, aku tidak tahu apakah aku punya cukup uang untuk membantu menyembuhkan penyakit paman." Jane masih tetap berhati lembut, dia biasanya tidak akan menghemat uang untuk masalah seperti ini, jadi dia memutuskan untuk menggunakannya untuk menyembuhkan Judo.
“Jangan khawatir, Jane, aku juga punya sedikit uang kok.” Kata Vincent.
Jane menatapnya dan sedikit terkejut, tetapi masih mengangguk: "Terima kasih."
"Sama-sama." Vincent tersenyum.
Tetapi pada saat ini, Kiluwa di sebelahnya tiba-tiba berkata: "Jane, kamu tidak perlu khawatir tentang masalah uang, yang terpenting adalah mencari dokter terkenal untuk menyembuhkannya!"
"Itu benar, kita harus menghubungi dokter terkenal sesegera mungkin, penyakit paman harus disembuhkan secepat mungkin, jika dia memiliki perilaku berlebihan lagi, itu akan jadi masalah!" Jane buru-buru berkata: "Aku akan mencoba menelepon rumah sakit untuk minta mereka membantu kita menyambungkan dengan dokter terkenal dari luar negeri!"
“Tidak usah repot-repot, Jane, aku punya beberapa nomor telepon dari dokter yang sangat terkenal di luar negeri, akan kucoba mintakan untukmu.” Kiluwa tersenyum.
“Benarkah?” Mata Jane berbinar.
“Jangan lupa, Grup Grev milikku adalah perusahaan internasional, bukankah itu hal yang normal punya kenalan beberapa orang asing?” Kiluwa tersenyum dengan bangga.
“Bagus kalau begitu, tolong mintakan untukku, aku berhadap padamu kali ini, Kiluwa.” Jane mengangguk, dia kembali bersemangat lagi.
Kiluwa segera mengeluarkan teleponnya sambil menatap Vincent dengan tatapan memancing, lalu berjalan ke samping dan menelepon.
Setelah beberapa saat, dia datang lagi.
"Tidak ada masalah, Jane, dokter sudah setuju, dia bilang bahwa dia akan meluangkan waktu besok dan segera datang untuk merawat pamanmu!" Kata Kiluwa.
“Bagus, terima kasih, Kiluwa!” Jane berkata dengan penuh terima kasih.
"Tapi… dia punya syarat..." Kiluwa tiba-tiba terlihat malu dan merendahkan suaranya.
__ADS_1