Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
bab 109 Aku Ingin Kau Menyelamatkan Seseorang


__ADS_3

Orang yang datang bahkan dapat membuat Ezra mengambil inisiatif membujuk Vincent, dapat dilihat betapa mengerikan kekuatannya.


Melihat kedatangan orang ini, Gusron sangat senang, Zovac juga merasa lega.


"Orang ini telah datang, maka masalahnya dapat ditangani dengan mudah." Zovac berkata sambil tersenyum.


Terlihat orang itu melangkah maju, memandang Jotaru yang berbaring di lantai dengan kedua kakinya yang telah patah dan telapak tangan yang penuh darah, dia sangat marah, hingga wajahnya memerah dan seluruh tubuhnya tidak berhenti bergetar.


"Siapa yang melakukannya?" Orang yang datang bertanya dengan marah.


"Aku." Vincent melirik orang itu : "Siapa kamu?"


"Siapa aku, tidak penting, yang lebih penting kamu telah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya kamu lakukan!" Orang itu berkata dengan marah, lalu melambaikan tangannya


"Bawa semua orang di sini!"


"Ya!"


Terdengar teriakan dari belakang, kemudian beberapa orang yang mengenakan seragam berjalan mendekat.


Ezra cemas, dan segera melangkah maju


"Tuan Light! Tuan Light! Jangan melakukan ini, ini hanyalah kesalahpahaman, hanya salah paham."


"Salah paham? Apakah mataku buta? Emangnya aku tidak bisa melihat apakah itu salah paham atau bukan?" Pria yang dipanggil Tuan Light berkata dengan dingin.


"Lalu apa yang kamu lihat?" Vincent bertanya.


"Aku melihat kamu melukai orang secara sengaja, melihatmu masuk tanpa izin! Melihatmu ingin membunuh orang!" Tuan Light terus berteriak dengan keras. Seolah-olah Vincent sangat jahat.


"Oh? Lalu apakah kamu memahami asal usul masalah ini?"


"Tidak, ini bukan sesuatu yang harus kamu khawatirkan!" Tuan Light berkata dengan marah


"Bawa semua orang yang bersangkutan dengan masalah ini! Siapa yang berani membantah, langsung tangani dengan serius!"


"Ya!"


Selesai berkata, langsung mulai menahan orang. Wajah Vincent menjadi dingin, ketika hendak melakukan sesuatu, Ezra yang berdiri di sampingnya terburu-buru memegang pergelangan tangan Vincent.


"Tuan Bermoth, anggap saja aku memohon padamu, jangan bertindak sembarang, kalau tidak bukan hanya kamu, kita semua akan ikut hancur, status orang ini berbeda, dia bisa dikatakan sebagai orang pertama. di seluruh kota Izuno!" Ezra mengatakannya tidak terlalu jelas. Tapi Vincent mengerti maksudnya.


Kalau menyentuh orang ini, dia tidak tahu apakah Vincent akan mati atau tidak, tapi Ezra dan sekumpulan anggotanya pasti akan mati, bahkan Vincent juga belum tentu dapat melindunginya. Apa benar orang ini begitu kejam?


Vincent mengerutkan kening, lalu menarik nafas dalam-dalam dan berkata : "Hubungi Umagi, minta dia menangani urusan ini, dan juga memberitahu orang ini, aku bisa pergi mengikutinya, tapi dia harus menjamin keselamatan Via, kalau terjadi sesuatu pada Via, tidak peduli siapa dia, aku pasti akan memperhitungkan dengannya!"


Jantung Ezra berdebar kencang beberapa kali.


Tapi dia tahu Vincent telah melakukan pemunduran terbesar, jadi dia mengangguk dan berjalan menuju Tuan Light.


Tidak tahu apa yang dikatakan Ezra, wajah Tuan Light terlihat buruk, dia mendengus tapi tidak melakukan tindakan lebih lanjut. Setelah membubarkan anggota Zovac dan Ezra, sekumpulan orang yang bersangkutan dibawa pergi untuk melakukan penyelidikan.


Akhirnya keluarga Melken kembali tenang. Jotaru diantar ke rumah sakit untuk melakukan perawatan, Gusron juga diantar ke rumah sakit untuk bantu melakukan perawatan.

__ADS_1


Vincent tidak bertanya tentang itu. Tujuan perjalanan kali ini hanya untuk menyelamatkan Via. Selama Via baik-baik saja, dia akan tenang.


Setelah keluar dari kantor polisi, Umagi mengikuti Vincent.


"Siapa orang itu?" Vincent menepuk debu di bajunya dan bertanya.


"Deku Light, sebelumnya adalah murid Sekolah Kaisen, sekarang mengurus wilayah Kota Izuno dan sekitarnya, dia merupakan orang hebat di kota Izuno." Umagi berkata dengan serius.


"Tidak heran Ezra memintaku jangan bertindak sembarang, kalau tidak jangankan mereka, bahkan Grup Vallamor juga akan terpengaruh, benarkah?"


"Kalau Deku mengabaikan karirnya sendiri, maka Grup Vallamor benar-benar akan mendapatkan masalah, dari berbagai segi, memang tidak ada salahnya Tuan Ezra menghentikan Tuan Vincent." Umagi berkata.


"Tapi meskipun kita tidak menyentuh mereka, mereka juga akan menyentuh kita, aku tidak ingin menjadi pihak yang ditekan dalam masalah ini." Vincent berkata. Umagi tidak berkata.


"Tuan Beemoth," Saat ini, Ezra keluar dari dalam.


"Apakah kamu baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja, Tuan Bermoth, aku harus segera pergi." Ezra membungkukkan tubuhnya dan berkata.


"Kali ini telah melelahkanmu, apakah kesehatan ayahmu baik-baik saja?"


"Berkat Tuan Bermoth, ayahku sangat baik, dan juga sangat rindu denganmu, kalau Tuan Bermoth punya waktu luang, boleh jalan-jalan ke Kota Silason." Ezra tersenyum berkata.


"Oke." Vincent mengangguk.


Saat ini, seorang bawahan Ezra bergegas datang, dan berbisik beberapa kata di sampingnya.


Wajah Ezra berubah dan memelototinya.


"Paman Ezra! Tidak akan salah."


"Apakah sudah antar ke rumah sakit?"


"Belum, kami mengatur mobil mengantar ke Rumah sakit Siloam di kota Silason, kalau di sini... kami takut pihak lain akan menyerang lagi."


"Brengsek!" Ezra menggertakkan giginya, dan meninju pagar pembatas.


“Apa yang terjadi?" Vincent bertanya.


"Zovac dan dua pasukan Area Terlarang di Kota Izuno menyerang anggotaku! Tuan Bermoth, aku tidak bisa tinggal lama di sini, mereka tidak mengizinkan aku memasuki Kota Izuno sesuka hati, kalau aku masih tetap tinggal di sini, aku merasa diriku benar-benar akan tinggal di sini selamanya." Ezra berkata dengan suara serak.


Zovac memiliki hubungan dengan Sekolah Kaisen, Sekolah Kaisen pasti juga terlibat dalam hal ini, tapi perilaku Ezra yang melewati batas telah membuat para petinggi di Kota Izuno tidak dapat menahannya.


Mungkin saja mereka telah mulai menyerang Ezra. Mendengar ini, Vincent memejamkan matanya. "Kembalilah."


"Tuan Bermoth, jaga baik dirimu, kalau ada apa-apa, silakan meneleponku."


"Berapa banyak orang yang dapat kamu gunakan?" Vincent tiba-tiba bertanya. Ezra tertegun


"Tuan Bermoth, apa yang ingin kamu lakukan?" "Kamu berada di Kota Silason. Aku ingin memintamu datang ke Kota Izuno." Nafas Ezra menjadi tegang, lalu tersenyurm


"Tuan Bermoth, kamu tidak mengerti, dan tidak tahu betapa dalam air dalam profesi kami, aku menghabiskan puluhan tahun untuk berdiri stabil di kota Silason, kalau ingin masuk ke kota Izuno, benar-benar bukan hal mudah, kota Izuno memiliki tiga kekuatan, Zovac, Whizy, Armint, semuanya sangat kuat, hubungan mereka sangat rumit, akarnya sangat kuat, aku sama sekali tidak dapat ikut campur, Tuan Bermoth, Kota Silason lebih kecil dari Kota Izuno, wilayahnya juga lebih kecil, kalau aku membawa orang ke sini, meskipun dapat mengacaukan Kota Izuno, tapi mungkin saja, aku juga akan ikut hancur!" Ezra adalah orang lama dalam profesi ini, banyak melihat dan mengetahui banyak hal.

__ADS_1


Tapi Vincent hanya. mengajukan satu pertanyaan, "Lalu maukah kamu mendapatkan Kota Izuno?" Jantung Ezra hampir saja melompat keluar dari tenggorokannya. Lumayan lama kemudian, dia mengucapkan sebuah kata.


"Mau!"


"Kirim seseorang untuk mengawasi ketiga orang ini, aku ingin Area Terlarang di kota Izuno mengganti pemilik dalam waktu 3 hari."


"Tuan Bermoth, ini."


"Tunggu panggilan teleponku." Vincent berbalik dan pergi.


Ezra membuka mulutnya, tidak tahu apa yang harus dia katakan, hatinya sangat cemas.


"Tuan Bermoth, kamu terlalu polos! Kota Izuno jauh lebih rumit dari yang kamu pikirkan!" Ezra menghela nafas, menggelengkan kepala dan pergi.


Vincent dan Umagi kembali ke Pilgrim Medical Center. Via juga telah kembali. Syla sedang mengobati lukanya. Untungnya persiapan Umagi kali ini sangat lengkap, kalau tidak bagaimana mungkin Vincent dan lainnya dapat keluar dengan mudah.


Wajah Via terlihat canggung, dan agak cemas.


"Kali ini menyinggung Sekolah Kaisen, mereka pasti akan membalas dendam pada kita, bahkan kakek juga takut pada Sekolah Kaisen, Vincent, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Perlukah kita melakukan pencegahan?"


"Pencegahan? Tidak perlu, di sini adalah Kota Izuno, orang-orang dari Sekolah Kaisen seharusnya tidak berani melakukannya sewenang-wenang, emangnya mereka berani membunuh orang di siang bolong? Tenanglah, tidak akan terjadi apapun." Vincent tersenyum menghiburnya.


"Maksudmu."


"Pusat layanan kesehatan tetap buka, tapi jangan kembali ke keluarga Melken lagi, langsung tinggal di sini saja, aku akan pindah keluar, dan serahkan hal lainnya padaku." Vincent berkata.


Via mengangguk, tapi menundukkan kepala dan mengomel dengan malu-malu


"Sebenarnya kamu tidak perlu pindah keluar."


"Apa? Vincent tidak mendengar jelas.


"Tidak ada apa-apa." Via segera melambaikan tangannya, sangat cemas. Vincent agak bingung


"Via, kamu agak aneh."


"Ada.. Adakah? Hahaha, kamu berpikir terlalu banyak, itu.. aku agak lelah, aku pergi istirahat dulu."


Via tersenyum canggung, dan langsung bergegas ke dalam kamar. Syla yang sedang menggemas juga bingung.


"Ada apa dengan kak Via?"


"Aku juga tidak tahu."


Vincent menyentuh hidungnya, tersenyum menggelengkan kepalanya hendak pergi.


Umagi tiba-tiba berkata : "Tuan Vincent, apakah kamu sibuk saat ini?"


"Ada apa?" Vincent menatapnya dengan aneh.


Terlihat Umagi tertegun sejenak, lalu berkata : "Aku ingin.. ingin meminta Tuan Bermoth menyelamatkan seseorang."


"Siapa?"

__ADS_1


"Hotman!"


__ADS_2