
"Apakah itu teman sekelasmu?"
Anna langsung terkejut.
“Betul, dia teman sekelasku… Nona Anna, tolong jangan marah, teman sekelasku akan segera bercerai dengan suaminya, suaminya mungkin memang agak unik dan omongannya juga agak menyinggung, kuharap kamu bisa memaafkannya, adapun untuk masalah pengobatan tadi….kuharap kamu bisa membantuku untuk menyelesaikannya, adapun syarat yang kamu sebutkan tadi … lupakan saja, jangan mempersulit teman sekelasku ini. "Kata Kiluwa sambil tersenyum.
Meskipun dia sangat berharap Jane dapat menyetujui persyaratan yang dibuat Anna ini, dia mengerti bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan, Jane sendiri sudah menunjukkan ketidakmauannya untuk hal itu, jika terus dipaksa, maka akan merugikan diri sendiri.
Jadi dia memutuskan untuk mengendalikan situasinya saat ini terlebih dulu, menunggu Jane dan Vincent bercerai, lalu dia akan mengambil keuntungan dari kekosongan hatinya untuk segera masuk dan menguasai Jane sepenuhnya.
Hanya saja Anna di yang ada telepon sepertinya tidak terlalu peduli dengan hal ini.
"Kiluwa, teman sekelasmu … apakah dia dari Azuka?"
“Betul, Nona Anna, kenapa kamu menanyakan hal ini?” Kiluwa sedikit bingung.
“Akan kutanya padamu, siapa nama teman sekelasmu…?” Suara di telepon terdengar sangat gugup dan berhati-hati.
“Nona Anna, ada masalah apa?” Kiluwa merasa ada yang tidak beres dan bertanya dengan sedikit cemberut.
“Tolong jawab pertanyaanku secepatnya!” Kata Anna buru-buru.
Ekspresi Kiluwa langsung muram, dia sedikit tidak puas dengan sikap Anna.
Tapi di lain sisi, Jane langsung menjawabnya: "Halo, Dokter Anna, namaku Jane Dormantis! Aku teman sekelas Kiluwa."
"Dor...Jane Dormantis?"
Anna berteriak hampir menghabiskan semua napas dalam paru-parunya.
Kiluwa dan Jane terkejut.
“Nona Anna, ada apa denganmu?” Kiluwa buru-buru menutup telinganya dan langsung bertanya.
Namun, dia baru saja bertanya tapi telepon sudah langsung dimatikan.
"Nona Anna? Nona Anna!"
Kiluwa berteriak dua kali, tetapi telepon sudah ditutup.
“Kiluwa, ada apa dengan temanmu?” Jane bertanya dengan bingung.
“Aku tidak tahu, mungkin ada masalah, aku akan segera meneleponnya lagi untuk bertanya.” Kiluwa mengambil ponselnya dan meneleponnya lagi.
__ADS_1
Yang menjawab adalah jawaban ototmatis.
"Maaf, panggilan yang kamu tuju sedang dalam panggilam lain..."
“WTFF?” Kiluwa langsung marah dan memaki.
"Kiluwa, aku minta maaf..." Jane ragu-ragu, tetapi dia tidak tahu harus berkata apa.
Tatapan mata Kiluwa penuh dengan api amarah.
Anna sudah membuat permintaan seperti itu, dia sudah hampir mengungkapkan seluruh isi hatinya kepada Jane.
Tapi wanita \*\*\*\*\*\* ini bahkan tidak menghargainya?
Dia sangat tidak senang dalam hatinya, tetapi wajahnya masih tetap mengeluarkan senyum manis: "Jane, kamu tidak usah meminta maaf, ini memang terlalu mendadak, Nona Anna ini tahu bahwa aku datang ke Azuka untuk mencarimu, dia juga tahu perasaanku untukmu, jadi dia memberikan syarat seperti itu, meskipun aku sendiri juga sangat menantikan hal seperti itu, tetapi setelah memikirkannya lagi, aku juga merasa bahwa ini sangat tidak pantas, bagaimanapun juga, kamu masih belum bercerai dan masih jadi seorang wanita yang sudah menikat, jika kamu pergi berbelanja denganku dan juga menonton film, akan ada banyak orang yang tahu, pasti akan ada banyak gosip yang keluar, aku tidak ingin hal seperti itu terjadi, aku yang seharusnya minta maaf padamu, maafkan aku..."
Selagi bicara, Kiluwa perlahan membungkuk sedikit ke Jane.
Jane terkejut lalu melambaikan tangannya dengan cepat: "Kiluwa, tidak usah sampai seperti itu … aku tidak bermaksud seperti itu..."
“Apakah itu artinya …. kamu setuju?" Kiluwa bertanya dengan mata penuh harapan.
"Tidak… tidak juga..." Jane menundukkan kepala dan menggelengkan kepalanya.
“Kiluwa, terima kasih!” Kata Jane tersentuh.
“Kenapa kamu bersikap sangat sopan padaku?” Kiluwa tersenyum.
Panggilan dilakukan dan masih ada nada sambung dari jawaban otomatis...
Kiluwa menjadi semakin bingung.
Yang tidak dia tahu adalah Anna sedang menelepon Vincent sekarang.
Vincent, yang barusan sedang berjalan turun tangga, melirik id penelepon, dia ingin menutup teleponnya, tetapi setelah memikirkannya lagi, dia mengangkatnya.
"Guru, aku harus menjelaskan kepadamu, aku … aku tidak tahu bahwa itu adalah istrimu!" Kata Anna dengan cemas, seluruh tubuhnya sedikit gemetar.
"Aku tidak pernah tahu kamu punya hobi menjadi mak comblang untuk orang lain." Kata Vincent datar.
"Guru, aku … aku tidak ingin melakukan hal ini aslinya, itu semua karena Asosiasi Medis dan Grup Grev sedang bekerja sama dalam sebuah projek akhir-akhir ini, Grup Grev berjanji untuk menyumbangkan sejumlah peralatan medis senilai 200 miliar untuk asosiasi medis kami, oleh karena itu aku membantu Kiluwa, guru, jika aku tahu itu adalah istrimu, aku pasti tidak akan menjawab panggilan ini, aku berani bersumpah..." Anna sudah ingin menangis dan terus memohon.
“Apakah itu berarti jika wanita itu bukan istriku dan suaminya bukan aku, kamu akan membantu Kiluwa mengambil istri orang lain?” Vincent bertanya lagi.
__ADS_1
"Kalau itu..." Anna terdiam.
“Anna, aku sangat kecewa padamu!” Vincent berkata dengan tenang dan langsung menutup telepon.
"Guru! Guru!"
Anna di telepon berteriak dengan penuh semangat, tetapi dia tidak bisa mendapatkan jawaban dari Vincent lagi.
Anna sangat cemas dan bergegas keluar dari kantor.
"Presiden Anna, kamu mau pergi kemana?"
Orang-orang di kantor menatapnya dengan bingung.
“Cepat, segera atur penerbangan ke Azuka, Alhambra untukku secepatnya!” Kata Anna cemas.
“Oke presiden Anna, untuk kapan penerbangan ini?” Sekretaris wanita itu buru-buru menghampirinya dan bertanya.
"Sekarang, secepatnya, sekarang juga!" Anna berteriak.
...
Kiluwa terus menelepon telepon Anna, tetapi tetap tidak dapat tersambung, ketika dia sudah menunggu sepuluh menit untuk meneleponnya lagi, dia terkejut bahwa nomornya sudah diblokir oleh Anna.
"Ada apa dengan wanita \*\*\*\*\*\* ini? Dia berani tidak menjawab panggilanku? Bahkan berani memblokirku? Sialan, sepertinya dia sudah tidak memerlukan peralatan medis itu lagi ya?"
Kiluwa diam-diam mecacinya, setelah itu dia menelepon sekretarisnya.
Bagaimanapun, dia tetap harus menanyakan kepastiannya!
Meskipun Anna adalah wakil presiden Asosiasi Medis, Kiluwa tidak takut.
Grup Grev adalah perusahaan internasional, dengan sumber daya keuangan yang kuat dan koneksi yang luas, dia tidak akan takut pada seorang dokter.
"Tuan Grev, apa kabar! Apa ada yang bisa dibantu?"
Sekretaris wanita itu segera menjawab telepon Kiluwa.
“Tanyakan pada Nona Anna, kenapa dia tidak mau menjawab telepon dariku?” Kiluwa bertanya dengan marah.
“Presiden Anna sedang ada di pesawat, mungkin tidak bisa menjawab panggilanmu, tuan Grev, tolong jangan marah, aku akan segera menanyakannya pada Presiden Anna!” Sekretaris wanita itu menjawab dengan ramah.
“Oh? Dia sudah berangkat ke Azuka?” Kiluwa terkejut dan bertanya dengan cepat.
__ADS_1
"Ya, Nona Anna sudah memesan penerbangan, dia seharusnya akan tiba di Azuka malam ini." Kata sekretaris wanita itu.