
Semua orang disekitarnya terdiam.
Semua orang melihat situasi ini dalam hening, detak jantung mereka berdetak lebih cepat dari biasanya.
Apakah orang ini benar-benar hanya seorang dokter pengobatan tradisional?
Tidak, jelas dia bukan hanya seorang dokter biasa! !
Dokter Jenius Bermoth saat ini jelas tidak bisa dikategorikan sebagai dokter saja.
Dia adalah seorang Emperor!
Terlebih lagi … dia punya dua Emperor Order!
Mishima dipaksa untuk turun dari jabatannya, Asosiasi Wushu akan mengalami perubahan besar setelah kejadian ini.
Ini adalah sesuatu yang tidak ingin dilihat banyak orang dan juga sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang.
Setelah kejadian ini, Asosiasi Wushu pasti akan hancur.
"Apakah ini kekuatan sebenarnya dari Dokter Jenius Bermoth?"
Orang-orang yang berdiri di gedung-gedung tinggi menghela nafas penuh emosi dan tatapan mata mereka terlihat berapi-api.
“Memang benar banyak orang berbakat dari tiap generasi yang ada, bintang yang sedang naik daun ini telah mengejutkan dunia seni bela diri saat ini!” Pria paruh baya di sebelahnya tiba-tiba berkata.
"Dan dia masih sangat muda… OMG, aku tidak bisa membayangkan tingkatan seperti apa yang akan dikuasai Dokter Jenius Bermoth dalam sepuluh tahun kedepan!"
"Betul … tapi seperti apa yang banyak orang bilang, dia sudah mempertunjukan kemampuannya, jelas sangat mudah untuk dipatahkan setelah ini! Sepuluh tahun kemudian, itu sudah pasti akan jadi eranya, tetapi apakah dia bisa bertahan sampai sepuluh tahun kedepan, itu tidak ada yang tahu."
Banyak orang besar yang hadir saling memberikan opini mereka.
Namun, Anggito, yang berdiri di lantai atas di seberang halaman, menampar pergelangan tangannya sendiri dengan keras, dia sangat marah.
“Bajingan, Garou hanyalah sampah tidak berguna! Sangat tidak bisa diandalkan!” Anggito memaki.
"Dokter Jenius Bermoth yang menang! Selesai sudah! Semuanya sekarang sudah berakhir!"
"Bahkan Presiden Colux dipaksa untuk mengundurkan diri… Jeez, bagaimana Keluarga Lavore kita akan menghadapi amarah darinya?"
"Semuanya sudah berakhir sekarang!"
Terdengar suara gaduh dari kerumunan.
“Cepat, pangil Elva sekarang! Panggil Zoldyc juga! Cepat!” Setya berkata dengan tergesa-gesa di sebelahnya.
"Untuk apa mencari mereka? Tuan ketiga, apakah kamu masih mengharapkan mereka untuk membujuk Dokter Jenius Bermoth?? Mereka tidak ada hubungannya dengan Dokter Jenius Bermoth! Yang paling penting untuk dicari sekarang adalah Nycta!" Anggito berkata dengan dingin.
__ADS_1
"Kakak tertua, kamu tidak mengerti! Nycta sedang tidak sadarkan diri sekarang, hanya Elva yang bisa menyelamatkan Keluarga Lavore!"
Setya terdengar sangat cemas.
Dia ingin memberi tahu identitas sebenarnya dari Dokter Jenius Bermoth, tetapi dia tidak berani.
Jika dia benar-benar mengatakannya, takutnya Dokter Jenius Bermoth akan semakin marah!
Uhukk! !
Saat ini, Novanto yang berdiri sebelahnya tiba-tiba terbatuk dan memuntahkan seteguk darah.
"Tuan kedua! Tuan kedua! Ada apa denganmu?"
"Pengawal, tuan kedua terluka !!"
"Cepat segera kirim bantuan!"
Keluarga Lavore di lantai atas di luar halaman juga jadi kacau.
Anggito sibuk berpegangan pada Novanto, matanya melebar dan wajahnya penuh dengan ekpresi luar biasa yang tidak bisa dijelaskan.
"Kakak kedua, kamu … kamu..." Anggito gemetar.
"Kakak, aku..."
"Itu serangan jarum dari Dokter Jenius Bermoth!"
Setya di sebelahnya bergumam.
Kata-kata ini terdengar, ekspresi semua orang langsung memucat.
"Dokter Jenius Bermoth … benarkah … dia bisa sekuat ini?"
Tatapan mata Anggito kosong, dia terlihat seperti kehilangan kesadarannya.
Satu serangan memakai jarumnya sudah bisa membunuh seseorang?
Cara yang dipakainya ini benar-benar tidak dapat diprediksi!
Saat ini, Setya,menekan bahunya, menggertakkan giginya, tubuhnya gemetar lalu berkata: "Kakak… turunkan! Kepalamu! Cepat!"
"Apa maksudmu?"
Anggito menatapnya bingung.
Sebuah kalimat sederhana langsung menusuk hatinya!
__ADS_1
"Situasi sudah sampai di titik ini, kita tidak punya pilihan lain! Cepat tundukkan kepalamu! Jadi Keluarga Lavore bisa diselamatkan! Jika kamu terus keras kepala, bukan hanya nyawa kakak kedua yang hilang! Riwayat Keluarga Lavore yang sudah ratusan tahun juga akan hancur!” Kata Setya lirih.
"Menundukkan kepala? Apakah kamu tahu apa yang sedang kamu bicarakan? Ada banyak orang besar disini! Kamu menyuruhku untuk menundukkan kepala? Mau taruh dimana derajat Keluarga Lavore? Bagaimana bisa aku, Anggito Lavore, akan dihormati lagi kedepannya? Bukankah aku sudah terlalu tua untuk menundukan kepalaku pada seorang bocah? Lebih baik bunuh saja aku sekalian!" Anggito berteriak penuh emosi, wajahnya memerah.
Banyak orang di luar halaman melihat kearah mereka.
“Lalu apakah kamu ingin Keluarga Lavore dihancurkan di sini hari ini?” Setya membalas.
Setelah kata itu terucap, Anggito langsung merinding dari ujung kepala sampai ujung kaki, dia tidak bisa bergerak sama sekali, hanya berdiri diam di tempat...
Dia menatap Setya dengan tatapan kosong, dia melihat Novanto, napasnya sudah semakin lemah.
Betul...
Jika hal ini terus berlanjut, Keluarga Lavore benar-benar akan hancur!
Tatanan Keluarga Lavore tidak boleh hancur di tanganku!
Novanto perlahan sudah kehilangan kesadarannya.
Lagi pula, dirinya sudah semakin tua, bagaimana bisa dia menahan situasi seperti itu terus menerus.
Anggito menutup matanya.
Butuh sekitar empat atau lima detik untuk akhirnya mulai bergerak.
Dia menepuk punggung tangan Novanto, menatap Setya, lalu berkata dengan suara rendah: "Dulu aku berpikir bahwa apa yang aku lakukan adalah untuk kebaikan Keluarga Lavore dan untuk kebaikan anak-anak Keluarga Lavore, aku baru tahu hari ini, ternyata semua itu hanya untuk diriku sendiri, untuk apa yang disebut sebagai ‘kehormatan’… ya sudahlah, Setya, temani aku menundukan kepala ini..."
Dia akhirnya sadar.
Bahkan jika belum sepenuhnya menyadari apa arti dari semua ini, dia tetap harus melakukannya.
"Bagus!"
Mata Setya sudah memerah, dia bangkit berdiri.
Keluarga Lavore meninggalkan bangunan tinggi itu dan berjalan ke sisi Vincent.
Banyak pasang mata yang tak terhitung jumlahnya di sekitar menatap mereka.
Beberapa orang sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Dokter Jenius Bermoth, aku, Anggito Lavore … aku mengaku salah, tolong ampuni kami dan lepaskan Novatnto!" Anggito berkata dengan suara serak, ekspresinya sudah sangat rumit untuk dijelaskan.
Setelah selesai bicara, dia membungkuk 90 derajat penuh ke Vincent.
Semua orang tercengang.
__ADS_1
Kejadian ini akan selalu tercetak dalam pikiran semua orang, tidak akan terlupakan untuk waktu yang lama…