Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 496 Aku Mengalah


__ADS_3

“Kamu adalah Dokter Jenius Bermoth?”


Pria Botak meratapi Vincent dengan tatapan linglung, pikirannya terasa kacau…


Teringat tinjuan tadi tidak berhasil mengalahkannya, dia langsung menyadari sesuatu, sehingga Pria Botak tidak berani merasa ragu lagi, langsung menarik pelatuk pistol.


Namun, pada saat dia menggerakkan jarinya…


“Ah!”


Pria Botak itu menjerit, tiba-tiba lengannya bergetar, kemudian pistol yang di tangannya jatuh di atas lantai.


Pria Botak mengangkat tangannya, melihat jari tangan yang menarik pelatuk pistol ditusuk sebuah jarum baja.


“Kamu yang melakukan?” Pria Botak itu menatap Vincent sambil menggertakkan gigi.


“Siapa yang menyuruhmu ke sini? Apa tujuannya?” Vincent menepuk-nepuk debu yang di bajunya, bertanya dengan nada datar.


“Hehehe, mengapa kamu bertanya begitu banyak pertanyaan? Apakah orang yang akan mati perlu tahu begitu banyak?" Pria Botak tersenyum sinis, kemudian berjalan menuju ke arah Vincent.


“Diluar sana sudah dikepung polisi, apakah kamu tidak takut?” Vincent mengerutkan alisnya dan bertanya.


Bukankah Pria Botak sungguh berani sekali? Di siang hari bolong, langsung menahan Vincent untuk dijadikan sandera, dan ingin membunuhnya…


Benar-benar keterlaluan sekali!


Tidak menyangka Pria Botak itu tertawa terbahak-bahak, dia tidak memperdulikan: “Kamu pasti tidak ngerti, meskipun aku tertangkap, pasti ada yang selamatkan aku! Apa yang perlu ditakuti? Sebaliknya dengan nyawamu, hari ini aku harus cabut nyawamu!”


Pria Botak tidak langsung menyerang Vincent, tetapi menarik tirai jendela, kemudian berjalan menuju ke arah pintu, menutup pintu, dan mengunci pintu tersebut…


Di luar ruangan, polisi mencoba untuk melakukan persuasif.


Akan tetapi Pria Botak itu sudah tidak memperdulikan itu.


Pria Botak mengeluarkan sebuah pisau dari pinggangnya, berjalan menuju ke arah Vincent dengan senyuman di wajahnya.


Wajah yang penuh dengan lemak itu terlihat mengerikan sekali.


“Aku menyarankan kamu untuk menjawab pertanyaan ku.” Vincent berkata.


“Di kehidupan selanjutnya saja, jika di kehidupan selanjutnya kita masih bisa bertemu, aku pasti akan menjawab semua pertanyaan mu.” Pria Botak berkata sambil tertawa, tiba-tiba dia mempercepat langkahnya, bergerak seperti ular berbisa, mendekati Vincent, mengarahkan pisau dan menikam tubuhnya.


Ujung pisau yang tajam itu diarahkan ke jantung Vincent.


Ini merupakan serangan yang mematikan.


Tidak menyangka, kecepatan Pria Botak ini, bukanlah kecepatan yang dimiliki oleh manusia biasa.


Master!


Ekspresi wajah Vincent terlihat dingin, dan bergegas melangkah mundur ke belakang.


Pria Botak menebas angin.


Namun… Vincent menyadari kemeja yang di bagian dadanya terdapat sebuah celah kecil, terdapat sedikit darah segar.


“Cakra?”


Vincent merasa sangat kaget.

__ADS_1


“Dengar-dengar kamu adalah seorang ahli jurus medis.” Pria Botak berkata sambil menyipitkan matanya: “Jangan mengira tanpa pistol, aku adalah sebuah sampah, aku juga pernah membunuh ahli jurus medis ! Tidak tahu ahli jurus medis yang seperti kamu, dapat menerima berapa serangan dariku!”


Begitu selesai berkata, Pria Botak melangkah maju ke depan, kemudian mengangkat pisau dan menikam ke arah Vincent.


Gerakannya sangat lincah, sangat sadis!


Itu bukan sebuah pisau biasa, tetapi pisau tersebut sudah dilapisi oleh Cakra.


Vincent tidak menyangka, tenaga dalam Pria Botak itu sudah sampai di tingkat mengeluarkan dari dalam tubuh, sungguh mengerikan sekali.


Tampaknya pembelajaran jurus Pria Botak itu berada di atas Cadre!


Sebenarnya siapa yang mengirim master ini kesini untuk menyerang dirinya?


Tatapan mata Vincent terlihat dingin, tiba-tiba mengangkat tangannya.


Wus wus wus...


Sejumlah jarum baja terbang keluar dari ujung jarinya, menusuk ke arah Pria Botak.


Akan tetapi, tampaknya Pria Botak itu sudah ada persiapan, menggerakkan pisau yang ditangannya dengan lincah.


Duang! Duang! Duang! Duang…


Sejumlah jarum baja tersebut dipatahkan oleh Pria Botak.


Pupil mata Vincent membesar.


Pria Botak menggunakan seluruh tenaganya, menikam ke arah Vincent lagi.


Vincent mengangkat tangannya, menangkap pergelangan Pria Botak, mencegah pisau tersebut menusuk tubuhnya.


Akan tetapi pisau itu bergemeteran, ujung pisau hampir menusuk ke dalam bahu Vincent.


Kekuatan Pria Botak itu diluar dugaan semua orang!


Pria Botak ini bukan hanya seorang master, dia bukanlah seorang master biasa, kecepatan dan kekuatannya, sudah mencapai tingkat pengendali Cakra!


Dia pasti bukan seorang pembunuh biasa!


Ekspresi wajah Vincent terlihat suram, dia menggunakan seluruh tenaganya, tetap tidak bisa mendorong Pria Botak.


Berada di kondisi kritis yang seperti ini! Tiba-tiba Vincent mengeluarkan sebuah jarum baja, langsung menuju ke bagian bahunya.


Dalam waktu sekejap mata, Pria Botak itu langsung terlempar, menabrak tembok dengan kuat.


Bam!


Tembok retak akibat tabrakan itu.


Pria Botak itu terkena serangan kuat, terlihat sangat menyedihkan.


“Katakan, siapa yang menyuruhmu ke sini?


Vincent mencabut jarum baja tersebut, dan menusuk jarum ke beberapa titik tubuhnya, kemudian melangkah maju ke depan, berjalan menuju ke arah Pria Botak.


“Nenekmu yang menyuruhku datang ke sini!” Pria Botak meraung, dan menyerang ke arah Vincent, pisau tersebut terlihat seperti taring ular berbisa, terlihat mengerikan sekali.


Wus…

__ADS_1


Begitu jarum dilempar keluar, apabila tidak ada kendala, pasti akan ditebas oleh Pria Botak lagi.


Pisau tersebut belum berhenti, Vincent memberikan satu tinjuan lagi.


Pria Botak menarik nafas, kemudian langsung menyilang kan kedua tangannya, berusaha untuk menangkis serangan itu.


Akan tetapi di detik berikutnya, tinjuan tersebut berubah menjadi telapak tangan, mencengkram lengan Pria Botak, mengerahkan seluruh kekuatannya.


Crack.


Terdengar suara retakan tulang.


“Ahh!!!”


Pria Botak menjerit histeris.


“Katakan, jika tidak, kamu tidak punya kesempatan lagi!” Ekspresi wajah Vincent terlihat dingin, dan bertanya dengan nada serak.


“Ternyata… keterampilan medis Dokter Jenius Bermoth ternyata begitu hebat, hehehe, sungguh menarik sekali, tampaknya Cadre dikalahkan olehmu, sama sekali tidak rugi!” Keringat Pria Botak itu bercucuran, tetapi dia tetap berkata sambil tersenyum.


“Cadre? Apakah keluarga Zigma yang menyuruhmu datang?” Vincent menggerakkan matanya, bertanya dengan nada serius.


Akan tetapi kali ini, Pria Botak tidak bersuara lagi.


Ekspresi wajah Vincent terlihat suram, pada saat dia hendak memaksa Pria Botak untuk menjawab, tetapi Pria Botak itu berteriak: “Aku menyerah! Aku menyerah! Aku akan lepaskan sandera!:


Suara teriakan ini telah menghabiskan seluruh tenaganya.


Akan tetapi, begitu selesai berkata…


Bam!


Pintu terbuka, sekumpulan polisi bergegas masuk ke dalam, mereka semua menodong pistol ke arah sini.


Vincent tertegun, secara spontan langsung melepaskan tangannya.


polisi bergegas melangkah maju, menangkap Pria Botak itu, dan menahan Vincent.


Melihat sampai sini, tiba-tiba Vincent menyadari.


Ternyata, alasan Pria Botak itu bertingkah heboh, membiarkan polisi datang ke sini, agar polisi dapat menangkapnya, supaya dirinya tidak dibunuh oleh Vincent!


Bukan karena dia ceroboh, tetapi dia ingin menyisakan jalan hidup untuk dirinya!


Apabila dirinya dibunuh oleh Vincent, maka nasib Cadre adalah nasib Pria Botak ini.


Namun, Pria Botak bukanlah seorang idiot, dia mengetahui bahwa tidak mudah untuk berurusan dengan Dokter Jenius Bermoth, sehingga dia menyisakan jalan hidup ini!


Pria Botak itu berharap polisi dapat menyelamatkan dia!


Tatapan mata Vincent terlihat dingin.


Pria Botak itu tertawa terbahak-bahak.


“Dokter Jenius Bermoth, lihat saja nanti ! Drama ini belum selesai, kita masih bisa lanjut bermain, hahaha…” Pria Botak tertawa terbahak-bahak, kemudian dibawa keluar.


Vincent tidak menjawab, tetapi tatapan matanya penuh dengan keganasan.


Tidak perlu diragukan lagi, klan Zigma yang menyuruh Pria Botak datang ke sini!

__ADS_1


Tampaknya, keluarga Zigma ingin membunuhnya.


“Kali ini kalian yang mulai duluan, jangan salahkan aku!” Vincent mengepalkan tangannya, bergumam…


__ADS_2