Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 235 Kelemahan Keluarga Bermoth


__ADS_3

“Baik! Kalau gitu buat surat perjanjian saja! Ambil pena sama kertas!” Pria paruh baya itu pun langsung menyetujuinya, dia sama sekali tidak terlihat ragu.


“Jangan, jangan tulis pakai pena, pakai darahmu!” Vincent berkata.


“Oh?” Pria paruh baya itu mengerutkan keningnya.


Menulis dengan darah dan pena mempunyai arti yang berbeda.


Jika ditulis dengan darah, di sisi hukum tampaknya tidak terlalu diakui, tetapi di dunia bela diri dan dunia medis sangat diakui.


Pria paruh baya itu merasa ragu. Orang-orang Keluarga Bermnoth pun masuk ke dalam.


“Kakek! Jangan!”


“Tidak boleh buat surat perjanjian ini!” Semua orang membujuknya.


Tetapi pria paruh baya itu pun berkata dengan suara rendah: “Aku sudah tidak peduli lagi, selamatkan Selvin dulu lebih penting!”


“Tetapi. Kakek tampaknya Fukasaku..” Mereka pun berhenti berkata.


Pria paruh baya itu sudah memutuskannya.


Seseorang membawa sapu tangan, pria paruh baya itu pun menggigit jarinya, dan mulai menulis.


Tetapi pada saat itu, pria paruh baya itu pun berhenti sejenak, dia menatap Vincent, dan berkata: “Setelah aku selesai buat surat perjanjian, kamu harus langsung lepaskan putriku, apakah kamu ngerti?”


“Boleh, aku juga tidak mungkin akan bawa orang hidup ini pergi?” Vincent berkata dengan data.


“Bagus sekali!”


Pria paruh baya itu menggigit jarinya sampai berdarah, dan mulai menulis di atas sapu tangan itu.


Pria paruh baya itu tampaknya pernah melatih kaligrafi, meskipun ditulis dengan menggunakan darah, tulisannya tetap terlihat sangat indah, dan cantik.


Setelah selesai menulis, pria paruh baya pun memberikannya kepada Vincent,


Vincent pun tidak merasa ragu sama sekali, dia langsung melepaskan gadis itu, dan menerima sapu tangan itu.


Vincent melihatnya dengan teliti, lalu dia pun menyimpannya dengan gembira.


“Selvin, apakah kamu baik-baik saja?”


Orang-orang Keluarga Bermoth bergegas menuju ke sana.


Gadis itu duduk di atas lantai, dia berbatuk, dan menggelengkan kepalanya dengan pelan: “Ayah, semuanya, aku baik-baik saja.”


“Bagus sekali!” Pria paruh baya itu pun menghela nafas, kemudian dia pun menatap


Vincent, dan berkata dengan gembira: “Tuan sungguh adalah sosok yang tepati janji, tenang saja, aku juga akan tepati janjiku. “


“Aku juga berharap seperti itu.” Vincent berkata dengan datar.


“Sudah, ayo kita pergi! Tuan, sampai jumpa.” Pria paruh baya itu sama sekali tidak ingin berada di sana lagi, setelah selamatkan putrinya, dia pun langsung pergi bersama dengan Older dan gadis itu. Sama sekali tidak ingin berada di sana.


Mengenai Joakim mereka, pria paruh baya itu sama sekali tidak melihat mereka.


Vincent melihat mereka pergi dengan diam, kemudian dia pun menatap ke arah Joakim.

__ADS_1


“Bro, apakah boleh...bantu aku lapor ke polisi.” Joakim menatap Rhino dengan tampak putus asa.


Rhino menghela nafas: “Sudah ada yang lapor, tetapi terdapat orang Keluarga Silop yang menahannya, sekarang kamu suruh aku telepon lagi, apakah berguna?”


Joakim memejamkan kedua matanya, dia berbaring di atas lantai dengan lemas.


Pada saat itu, Vincent pun berjalan ke sana.


Orang Keluarga Silop pun mulai bergemetaran.


Rhino dan putrinya juga tidak berani mengeluarkan suara.


Pada saat itu, suasana di sana pun sudah dikendalikan oleh Vincent. “Tuan, kenapa kamu mau berunding dengan Voodo Bermoth, dan tidak ingin lepaskan Keluarga Silop? Apakah...Keluarga Silop tidak punya kesempatan apa pun?”


Joakim tidak putus asa, dia membuka kedua matanya untuk menatap Vincent, dan berkata kepada Vincent dengan suara yang serak.


“Bagi aku, surat perjanjian ini lebih penting dari gadis itu.” Vincent berkata dengan datar.


“Hehe, Tuan, sejujurnya, aku rasa Voodo pasti tidak mungkin akan berikan Fukasaku kepada kamu, dia sendiri saja belum tentu bisa lihat, Fukasaku dianggap oleh Keluarga Bermoth sebagai harta, dia tidak mungkin bisa tepati janji itu, yang kamu dapatkan hanyalah sebuah cek kosong, hanya begitu saja!” Joakim berkata dengan sambil tersenyum.


“Tetapi yang aku mau adalah cek kosong itu.” Vincent menggelengkan kepalanya.


Joakim pun tertegun.


Vincent jelas-jelas mengetahui itu adalah cek kosong, kenapa dia masih mau?


Apa yang dia pikirkan?


“Tetapi kamu juga sudah bilang dengan seperti ini, ok, aku juga berikan satu kesempatan untuk kamu! Hanya saja harus lihat kamu mau gunakan kesempatan ini atau tidak”


Vincent mengeluarkan sebiji manik-manik berwarna hitam, dia memegangnya, dan meletakkan tangannya di atas kepala Joakim.


“Aku hitung sampai tiga detik.” Vincent berkata dengan datar: “Tiga! Dua! Satu!”


“Aku makan! Aku makan!” Joakim tidak bisa menahan lagi, dia pun langsung membuka mulutnya.


Vincent melepaskannya, manik-manik berwarna hitam itu pun langsung masuk ke dalam mulut Joakim, dan ditelan langsung oleh dia ke dalam perut.


“Bagus sekali!” Vincent mengangguk, dan berkata dengan datar: “Aku akan hubungi kamu lagi, selain itu, dalam tiga hari ke depan, kamu harus kirim sepasang kaki Judas Silop ke Kota Izuno, jika tidak, aku akan datang langsung ke Dojo Silop lagi!”


Setelah itu, Vincent bangkit, dan berjalan menuju ke pintu Dojo Silop.


Orang-orang di samping pun merasa ketakutan.


Wajah Joakim juga terlihat sangat pucat.


Tetapi pada saat seperti ini, Joakim juga tidak mempunyai pilihan lain lagi.


Kali ini, putranya hampir menghancurkan Dojo Silop.


“Tuan, apa...apa yang harus dilakukan?” Ada yang bertanya dengan sambil bergemetaran.


“Masih bisa lakukan apa? Pergi, pergi potong kaki anak tidak berbakti itu, dan langsung kirim ke Kota Izuno.”


Semua ini juga karena ulah Judas Silop.


“Kakek, anda...anda serius?”

__ADS_1


“Jika tidak? Segera pergi!” Joakim berteriak, kemudian dia pun berbatuk, dan memuntahkan darah.


Orang Keluarga Silop juga tidak mempunyai pilihan lain lagi.


Rhino tidak berani berada di sana terlalu lama, jadi dia pun langsung pergi dari Dojo Silop bersama dengan putrinya.


Mengenai masalah bersemenda, Rhino sudah tidak berencana untuk mengungkitnya lagi.


Setelah keluar dari Dojo Silop, Rhino melihat ke sana-sini, dia sedang mencari keberadaan Vincent, tampaknya seperti ingin sampaikan sesuatu kepada Vincent, tetapi Vincent sudah naik ke dalam mobil yang dikendarai oleh Violet, untuk menuju ke Bandara, dan kembali ke Kota Izuno.


Di perjalanan, Vincent tidak bisa menahan diri, jadi dia pun mengeluarkan surat perjanjian itu, dan melihatnya dengan kedua matanya yang terlihat berbinar-binar.


“Tuan Vermoth, apa itu?” Violet yang sedang mengendarai mobil pun tidak bisa menahan rasa penasarannya.


“Durian runtuh.” Vincent tersenyum.


“Durian runtuh?”


“Iya, setelah punya ini! Lain kali, aku bisa pergi ke Keluarga Bermoth dengan terang-terangan!” Vincent menyipitkan matanya.


Violet tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Vincent, dan dia juga tidak memikirkannya lagi.


Violet tidak mengetahui apa arti dari surat perjanjian ini.


Sebenarnya tidak hanya Violet, bahkan Voodo yang menuliskan surat ini juga tidak mengetahuinya.


“Keluarga Bermoth, kelemahan kalian ada di tanganku!” Vincent berkata dengan suara yang lembut.


Tetapi pada saat itu juga..


Tiiiinnnn!!!


Suara klakson terdengar, kemudian...


Boom!


Suara tabrakan pun terdengar.


Mobil yang Vincent naik seketika pun ditabrak oleh seunit mobil mewah hitam.


Tubuh Vincent dan Violet terdorong ke depan, untungnya mereka berdua mengenakan sabuk pengaman, jadi mereka berdua pun tidak terluka.


“Sial! Siapa yang bawa mobil itu!”


Violet menjadi emosi, dia langsung turun dari mobil, untuk pergi mencari supir mobil yang menabrak mereka.


Tetapi ketika Violet turun dari mobil, juga terdapat seseorang yang turun dari mobil itu, tangan orang itu memegang sebuah pistol hitam, lalu orang itu pun langsung menodong pistolnya ke arah Violet, dan menembaknya.


Ekspresi Vincent menjadi serius, dia langsung mengulurkan tangannya untuk menarik Violet yang baru keluar dari mobil, tetapi semuanya sudah terlambat..


Boom!


Peluru itu ditembak, dan melesat ke dada Violet.


“Violet!”


Vincent berteriak.

__ADS_1


Kemudian, terdapat beberapa pria yang mengenakan kacamata hitam turun dari mobil itu lagi, dan mereka pun berjalan mendekati mobil Vincent.


__ADS_2