Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 711 Menuangkan Wine


__ADS_3

Melihat hadiah di atas meja dan mendengarkan kata-kata penuh kasih sayang dari Minos, Jane terdiam.



Sudah bisa dibilang bahwa Minos sangat sempurna.



Wajah tampan, kata-katanya manis, matanya penuh dengan kasih sayang, ditambah dengan latar belakang yang sangat baik dan kekayaan yang melimpah, sudah pasti cukup untuk mendapatkan wanita mana pun.



Minos juga percaya bahwa jika dia tidak bisa mendatpan Jane kali ini, dia setidaknya akan mendapatkan poin lebih.



“ Tuan Kudos, kita sepertinya jarang bertemu kan?” Jane memalingkan muka dari hadiah itu dan berkata dengan tenang.



Tidak ada yang pernah mengingat hari ulang tahunnya, bahkan Katrina dan Jackson berhenti memperhatikan masalah ini setelah dia berusia 20 tahun, dia sendiri juga perlahan sudah melupakannya, tetapi dia tidak pernah berpikir bahwa Tuan Kudos sangat memperhatikannya.



Meskipun Jane tahu bahwa Minos memiliki tujuan tersendiri dalam hatinya.



"Kita memang jarang bertemu satu sama lain, tetapi Jane, ada satu hal yang disebut takdir di dunia ini, pernah ada cerita, ada pasangan yang bertahan selama puluhan ribu tahun, tapi hidup mereka tidak harmonis, mereka hidup di bawah atap yang sama dan masih berjalan di jalan yang sama, sampai akhirnya jatuh cinta satu sama lain, tapi ketika aku pertama kali melihatmu, aku merasa seolah-olah kita sudah saling kenal untuk waktu yang lama, Jane, apakah kamu merasakan hal yang sama juga? " Minos berkata dengan lembut.



“Maaf, aku tidak merasakan hal seperti itu.” Jane menggelengkan kepalanya.



Minos tertegun, kemudian tersenyum meminta maaf: "Maaf Jane, mungkin ini sedikit tiba-tiba, jika kamu merasa tidak nyaman denganku, tolong terima permintaan maafku, aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin merayakan ulang tahunmu, selain itu, kita ini sudah jadi partner bisnis, setidaknya kita bisa berteman baik."



“Jika memang hanya ingin berteman, tentu saja tidak apa-apa.” Jane mengangguk.



“Kalau begitu sebagai teman baik, tidak masalah harusnya untukmu menerima hadiah ini.” Minos tersenyum.



Jane tidak berharap Minos bisa membalikkan topik dengan sangat mudah, dia membuka mulutnya, tapi dia tidak punya apa-apa untuk dikatakan, akhirnya hanya bisa mengangguk perlahan.



Minos diam-diam menarik napas lega.



Saat ini, pelayan membawa sebotol anggur merah.



“Selamat ulang tahun untukmu, Cheers!” Minos mengangkat gelas miliknya.



“Terima kasih.” Jane juga mengangkat gelas miliknya, mendekatkannya ke dalam bibirnya, tetapi tidak meminumnya.



Tiba-tiba lampu di tempat ini mati.



Jane terkejut.



Sampai akhirnya terlihat lampu sorot menyinari sebuah piano di tengah.



Saat ini, Tuan Mateo sudah duduk disana.



“Tuan-tuan dan nyonya-nyonya sekalian, hari ini adalah hari ulang tahun seorang wanita cantik, aku akan menggantikan teman baikku dan mempersembahkan sebuah lagu “ Fur Elise ” untuk wanita cantik ini, kuharap kalian semua bisa menyukainya dan kuharap wanita cantik ini juga merasa lebih baik!"

__ADS_1



Mateo tersenyum kemudian langsung mulai memainkan piano di depannya.



Semua orang di tempat kejadian mendengarkan dengan tenang.



Hal yang sama juga berlaku untuk Jane.



Dia tidak terlalu sering mendengarkan piano, tetapi bisa dibilang bahwa level permainan Mateo sangat bagus, bahkan jika dia adalah orang yang tidak tertarik pada piano, dia mau tidak mau akan mendengarkan dengan serius.



Ketika Minos di sisi yang berlawanan melihat hal ini, sudut mulutnya langsung tersenyum lebar.



Dia telah membaca beberapa buku psikologi dan berkonsultasi dengan beberapa psikolog terkenal.



Menurutnya, cinta adalah sebuah permainan psikologis, jika kamu ingin seorang wanita jatuh cinta pada dirimu, kamu hanya perlu mendekatkan dirinya dengan apa yang kamu bisa.



Ketika dia sudah menyukai suatu hal dalam kategori tertentu, lalu kamu melakukan hal tersebut untuknya, maka dia tidak akan bisa berpaling lagi.



Sekarang tampaknya Jane sudah memiliki minat pada piano.



Selanjutnya, dia hanya perlu mulai bicara dengan Jane tentang piano, maka wanita ini juga akan tertarik pada dirinya secara tidak langsung!



Jane sama sekali tidak tahu pikiran Minos.




Itu adalah Vincent.



Saat ini, dia duduk diam di sudut, orang-orang di sekitarnya adalah pria dan wanita yang datang bersama Minos di acara siang tadi, mendengarkan suara piano di aula, semua orang sudah mengerti situasinya...



“Bro Bermoth, cepat sini, aku akan menuangkan segelas anggur untukmu!” Saat ini, Doni yang gemuk datang dengan segelas anggur putih sambil tersenyum, dia mengangkat gelasnya untuk Vincent.



" Tuan Kayaraya, aku tidak terlalu hebat dalam urusan minum." Kata Vincent ringan.



“Bro Bermoth, jika kamu berkata seperti itu, bukankah itu sama saja tidak menghormatiku?” Doni terlihat kesal.



“Lalu bagaimana kamu ingin aku menghormatimu?” Vincent meliriknya.



“Mudah saja, tenggak habis anggur ini sampai bersih!” Doni menjawabnya.



"Itu..." Vincent terlihat canggung, kemudian mengangguk: "Okelah, karena Tuan Kayaraya sangat bersemangat, aku juga bukan orang yang munafik, ayo kita minum!"



"Bagus, itu dia, ayo! Minum terus!"



Doni tersenyum dan meminum anggur di gelas bersama Vincent.

__ADS_1



Segelas anggur ini setidaknya lumayan berat, tapi Doni meminumnya dalam satu tarikan napas, tetapi wajahnya bahkan tidak memerah sedikitpun, Vincent melihat sedikit ke atas, kepalanya sudah agak pusing.



Pria dan wanita di atas meja saling bertukar pandang secara diam-diam.



Kemudian ada yang lainnya lagi bangkit berdiri dan berjalan menuju Vincent dengan membawa segelas penuh anggur putih.



"Kak Bermoth, kamu sudah minum dengan Bang Doni, jika kamu tidak minum denganku, itu berarti kamu memandang rendah diriku, ayo, minum denganku juga, satu teguk saja, itu sudah cukup!" Pria itu berkata sambil tersenyum.



"Aku...aku baru saja selesai minum...pelan-pelan, pelan-pelan..."



“Kenapa harus pelan-pelan, kamu punya banyak waktu… ayo, minum!” Pria itu tersenyum.



"Ini...."



"Kenapa? Apakah kamu sedang merendahkan kami?"



"Aku tidak bermaksud begitu..."



"Kalau begitu minum..."



"Ini...yah, tapi aku punya satu syarat!"



"Syarat apa, coba katan!"



“Kalian semua terus bersulang denganku, aku pasti akan membalas ini! Kalian semua juga harus minum.” Vincent berpura-pura mabuk.



Ketika kata-kata itu diucapkan, semua orang tercengang.



"Sepertinya aku sudah terlalu banyak minum."



"Apakah kamu benar-benar meminumnya? Tidak apa-apa, beberapa gelas lagi pasti masih kuat, Mirna, kamu pergi ke kamar bersamanya, kamu lepaskan pakaianmu saat bersamanya, ambilah beberapa gambar, kemudian kirimkan ke istrinya, kali ini sudah pasti merka akan bercerai!" Doni diam-diam tersenyum.



"Sudah jelas kita membantu Tuan Kudos cukup banyak kali ini, Tuan Kudos pasti akan membalas perbuatan kita dengan hadiah besar kan?"



"Itu sudah pasti!"



"Aku tidak peduli, Tuan Kudos harus memberi aku proyek itu, aku telah membuat pengorbanan yang begitu besar, jika dia tidak memberiku keuntungan sama sekali, lalu kerja kerasku untuk membantunya dianggap percuma? "Wanita bernama Mirna itu bicara.



“Jangan khawatir, semuanya pasti akan baik-baik saja! Percayalah padaku, si gendut Doni, tidakkah kamu percaya padaku?” Doni tersenyum.



"Tentu saja, ayo segera laksanakan, ada begitu banyak dari kita, bocah ini pasti tamat hari ini!"


__ADS_1


Semua orang berbisik satu sama lain, lalu mengisi gelas anggur mereka satu per satu dan berjalan menuju Vincent.


__ADS_2