Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 362 Melambung Tinggi


__ADS_3

Azkaban?


Tempat apa itu, orang Keluarga Bermoth tahu dengan jelas.


Itu merupakan sebuah penjara yang gelap tanpa cahaya! Juga merupakan hukuman terberat Keluarga Bermoth terhadap anggota clannya.


Begitu masuk tempat itu, maka jangan harap bisa keluar lagi, dan hampir semua anggota Keluarga Bermoth yang dimasukkan ke dalam Azkaban tidak akan bisa keluar hidup-hidup.


Tidak ada yang tahu bagaimana matinya, intinya itu sama dengan hukuman mati.


Varamir dan yang lainnya langsung membelalakkan mata dengan besar dan melihat kearah Velmor dengan wajah terkejut, kemudian satu per satu diantara mereka menjadi seperti orang gila yang mulai berteriak dan meronta.


Namun itu sama sekali tidak berguna.


Pria berbaju hitam itu lebih tidak berperasaan lagi, dan langsung melayangkan pukulan dengan keras ke kaki dan tangan Varamir juga yang lainnya.


Krekk! Krekkk!


Suara tulang yang patah terdengar begitu renyah.


Varamir dan yang lainnya terkapar di lantai, selain nafas yang memburu, sudah tidak ada lagi.


Kemudian pria berbaju hitam ini langsung menyeret keluar Varamir dan yang lainnya bagaikan bangkai anjing.


Ini adalah kekejaman clan besar!


Vodo masih berlutut di lantai, tidak berani mengangkat kepalanya, namun terlihat jelas kalau tubuhnya bergetar.


Vodo , meskipun kamu sempat membuat kesalahan besar, namun memandang kamu masih mengaku salah dan bersedia berubah, kami tidak akan menghukummu terlalu berat, bagaimana pun hukuman merupakan hal yang sudah ditentukan, hukumanmu nanti akan diumumkan pada seluruh clan, apakah kamu bisa menerimanya?” Velmor melirik Vodo dan berkata dengan datar. “Aku menerima semua keputusan yang diberikan oleh clan.” Vodo sekali lagi bersujud.


Velmor mengangguk, lalu melambaikan tangan berniat membubarkan semua orang.


Tujuan datang ke Castlevania kali ini bukan untuk menyalahkan para junior Keluarga Bermoth ini, melainkan untuk memberikan sebuah penjelasan dan memastikan siapa yang akan bertanggungjawab.

__ADS_1


Sekarang orang yang menanggung semua tanggung jawab sudah ditentukan, semua yang perlu dilakukan juga sudah dikerjakan.


Dan tepat ketika Velmor berniat untuk membubarkan orang-orang, Selvin tiba-tiba berseru.


“Paman, tunggu sebentar!”


“Ada apa?” langkah Velmor terhenti dan menoleh kearahnya.


Selvin ragu sejenak, lalu berkata dengan lirih: “Paman, ada hal yang ingin aku katakan padamu!”


“Hal apa?”


“Itu.. sebelumnya kami sempat bertemu dengan Dokter Jenius Bermoth, ketika meninggalkan Izuno, Dokter Jenius Bermoth berkali-kali berkata pada kami: obat baru sama sekali tidak sempurna!” ucap Selvin dengan lirih. Tentu saja tidak sempurna, bahkan suplemen tidak ada, bagaimana bisa sempurna?” ucap tetua sambil menggeleng.


“Namun... pasien yang mengalami gejala setelah mengkonsumsi obat baru ini, dia adalah orang pertama yang muncul dihadapan pasien, dan.. aku melihatnya membawa banyak ambulance datang ke lokasi, dan ambulance-ambulance itu, sepertinya mobil MPV Grup Vallamor yang sudah dimodifikasi! “ ucap Selvin lagi.


Begitu ucapan ini dilontarkan, semua orang menghentikan langkahnya.


Bahkan Vodo yang berlutut dilantai saja menatapnya dengan wajah tidak percaya.


“Maksudmu adalah.. Dokter Jenius Bermoth mungkin sekali tahu kalau obat kita akan menimbulkan gejala, sehingga sudah mempersiapkannya lebih awal?” Tetua melangkah maju dan bertanya sambil menatap Selvin.


“Aku khawatir, mungkin dia tahu kalau obat kita akan bermasalah... “ setelah Selvin ragu sejenak lalu berkata.


Semua orang diruangan langsung menarik nafas dalam.


“Aku rasa kamu pasti sudah gila!”


Tetua langsung menggeleng dan berkata dengan dingin: “Dia bisa menyimpulkan kalau obat kita bermasalah, ini sudah pasti bisa dilakukan, namun kalau kamu mengatakan dimana masalah obat kita saja tahu.. bagaimana mungkin? Apakah kamu tahu apa maksudnya itu? Itu artinya dia bahkan tahu Keluarga Bermoth menggunakan suplemen apapun dia tahu! Apakah kamu pikir Dokter Jenius Bermoth itu memiliki ilmu yang jauh lebih hebat dari Keluarga Bermoth kita? Ini tidak mungkin! Sama sekali tidak mungkin!”


“Tetua, jangankan kamu, aku saja tidak percaya, tetapi.. apakah kamu tidak merasa ini terlalu kebetulan? Bagaimana bisa Ceo Bermoth menjadi orang yang pertama tiba untuk menolong orang dilokasi? Bukankah ini sudah cukup membuktikan kalau dia tahu pasien akan mengalami gejala apa, akan mengalami masalah apa? Bahkan... apakah kalian pernah memikirkan sebelumnya, kenapa Ceo Bermoth bisa menjadi yang pertama datang menolong pasien? Kenapa dia melakukan ini? Meskipun dia punya julukan Dokter Jenius, namun tidak bukanlah ilmu medis yang sebenarnya, dan dia juga tidak punya kewajiban untuk mengobati pasien Keluarga Bermoth kita, aku khawatir... sejak awal, ini hanya sebuah rekayasa, sebuah rekayasa yang disiapkan Dokter Jenius Bermoth untuk Keluarga Bermoth kita!” ucap Selvin dengan serak.


Nafas anggota Keluarga Bermoth yang ada disana langsung tercekat.

__ADS_1


Eskpresi wajah Velmor juga langsung berubah serius.


“Selvin, jadi maksudmu adalah...”


“Dokter Jenius Bermoth... mungkin sejak awal dia sudah menduga kita akan datang untuk merebut resep obat.” Ucap Selvin dengan serak: “Atau mungkin, ditangan dia ada suplemen yang tepat untuk resep ini, namun dia sengaja menyembunyikannya, asal tahu saja, dia memberikan dua lembar resep pada kami, satu yang benar, satu yang salah, mungkin dia sudah menduga kita akan menggunakan ‘Perilla’ sebagai suplemen dari kedua resep ini, dia juga tahu mengkonsumsi obat baru kita akan menimbulkan efek apa pada pasien, kalau dia melakukan persiapan sejak awal untuk mengatasi reaksi ini, dan mempersiapkan lebih awal untuk menolong para pasien ini... maka, menurutmu bagaimana kondisi di dalam negeri?”


Begitu mendengar ini, jantung semua orang hampir melompat keluar dari mulut mereka.


“Pada saat itu, berbagai aspek juga bidang di dalam negeri, seluruh dunia media... semua akan memandang Dokter Jenius Bermoth sebagai penolong, ketenaran Grup Vallamor juga pasti akan langsung melambung tinggi..” Vodo yang berlutut di lantai bergumam.


“Dokter Jenius Bermoth... ingin menjadikan Keluarga Bermoth kita sebagai batu loncatan! Lalu naik keposisi paling tinggi??


Seorang petinggi Keluarga Bermoth berkata dengan tidak percaya.


“Omong kosong! Sungguh omong kosong! Dokter Jenius Bermoth ini baru berusia berapa tahun, dia memiliki usia yang tidak jauh denganmu, bagaimana mungkin dia memiliki kemampuan sehebat itu? Aku tidak percaya! Aku tidak akan percaya!”


Tetua membelalakkan matanya dan berkata dengan wajah merah, bahkan kumis panjangnya terhembus karena kesal.


Namun Velmor adalah orang yang menggunakan akal sehat, dia berjalan maju dan berkata dengan dingin: “Selvin, apakah dugaanmu ini memiliki bukti yang bisa dipercaya?”


“Pertama, Dokter Jenius Bermoth berkali-kali mengatakan kalau obat baru ini tidak sempurna, seharusnya dia berniat mengingatkan kita, kedua, kemunculan dia dihadapan pasien sungguh terlalu cepat, persiapan dan juga kesigapannya begitu sempurna...” ucap Selvin.


Velmor tersentak sesaat, lalu kembali terdiam.


“Masalah ini harus dilaporkan pada pimpinan, kalau Grup Vallamor muncul pada saat ini dan menyembuhkan semua pasien, maka nama baik kita tidak akan bisa tertolong lagi, kita hanya akan berakhir sebagai orang jahat, sementara Vallamor, akan menjadi pahlawan bagi semua orang, Keluarga Bermoth kita akan dipermalukan oleh Dokter Jenius Bermoth!’” seorang nyonya yang berada disamping berkata dengan tegas.


“Aku akan langsung memberitahu pimpinan!” Velmor mengangguk, lalu hendak beranjak, namun sepertinya teringat sesuatu, dia segera menoleh dan berkata pada Selvin: “Selvin, kamu segera ikut Vodo pergi ke Izuno, wakili aku menemui Dokter Jenius Bermoth!”


“Paman, setelah aku bertemu dengannya, apa yang harus kukatakan padanya?”


“Dapatkan bocoran darinya, lihat apakah kesimpulan yang dia dapatkan tepat atau tidak, kalau tepat... langsung bawa dia ke Keluarga Bermoth! Aku akan menemuinya langsung!” ucap Velmor dengan dingin.


Tubuh Selvin bergetar, lalu segera mengangguk: “Paman, aku akan segera berangkat!”

__ADS_1


__ADS_2