Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 133 Bagaimana Caraku


__ADS_3

Lawcy gemetar, wajahnya penuh ketakutan, dan


menundukkan kepalanya dengan tergesa-gesa.


Tampangnya... Seperti anak kecil yang melakukan kesalahan.


Pria tua itu berbaju putih. Tatapannya tegas, matanya penuh kemarahan, menatap Lawcy dan segera menghampiri.


Ketika berdiri di depan Lawcy, dia berteriak : "Angkat kepala."


Lawcy perlahan-lahan mengangkat kepalanya, sikapnya sama sekali tidak seperti pengacara terkenal.


Plaak!


Tamparan ini membuat wajah Lawcy memar.


Lawcy ditampar hingga mundur, sambil menutupi wajahnya, telapak tangan merah membekas di pipi


kanannya.


"Hah?"


Orang-orang di sekitar tercengang


Para wartawan tercengang semua memegang mikrofon dan kamera, menatap pemandangan mengerikan dengan linglung.


Vincent memperhatikan dengan tenang.


Dia sudah menebak akan ada kejadian ini.


Karena pria tua ini adalah Rudie! Ayah Lawcy!


Ketika pertama kali bertemu dengan Rudie dia merasa familiar, kemudian ketika keluar dari Balai Keselamatan, dia menyadari sepertinya Rudie berasal dari Kota Azuka. Setelah dipikir-pikir, bukan kebetulan Lawcy datang kemari.


Lawcy sangat kagum pada ayahnya, Rudie mendidik anaknya dengan ketat, kalau Rudie muncul, Lawcy pasti berhenti.


Jadi, Vincent memberi tahu Rudie niat Lawcy mewakili Gusron menuntut Vallamor.


Setelah Rudie mengetahuinya, ia sangat marah, bergegas keluar dari Balai Keselamatan dan datang kemari.


"Ayah, bukankah kamu pergi menemui Tuan Gomez? Kenapa ada di sini?" Lawcy tidak berani marah, hanya bisa menundukkan kepala.


"Kalau aku tidak ada di sini, kamu akan membuat kesalahan besar! Dengar, sekarang juga ikut aku pulang, aku tidak akan membiarkanmu ikut campur dalam kasus ini!" Wajah Rudie merah.


Mendengar ini, wajah Lawcy menjadi pucat, dia menatap dengan kejam, lalu mengertakkan gigi dan berkata: "Ayah, aku seorang pengacara, aku sudah menerima kasus klien, aku harus memenuhi kewajiban dan tanggung jawabku, aku tidak bisa pergi! Kecuali kasus ini sudah selesai!"


"Ka-kamu berani melawanku?" Kata Rudie gemetar.


"Ayah, sejak kecil aku selalu mendengarmu, tetapi kali ini tidak bisa, kalau aku mundur, reputasiku akan hancur! Masih pantaskah aku menjadi pengacara? Aku tahu, pasti Vincent yang berbuat ulah, undang kamu kemari untuk hentikan aku, tetapi aku harus tunjukkan sikapku di sini! Aku, Lawcy tidak akan pergi!" Lawcy menundukkan kepalanya dan berkata dengan tegas.


Sejak kecil, dia tidak pernah melawan Rudie, tetapi hari ini tidak bisa!


Hari ini, di depan publik, kalau dia mundur, masih bisakah dia menjadi pengacara?


"Ka-ka-kamu.."


Seluruh tubuh Rudie gemetar, dan membelalak mata besar, seolah hendak jatuh keluar.


"Kamu benar tidak ingin mendengar ucapan Ayah? "Ok! Ok! Ok! Kalau begitu, aku tidak ada anak sepertimu!"


"Ayah!"

__ADS_1


Lawcy meneteskan air mata, dan ekspresinya sangat kusam.


Melihat tubuh Rudie tiba-tiba bergerak, dan membenturkan kepalanya ke pintu besi


Lawcy terkejut dan dengan cepat meraih Rudie.


"Ayah, apa yang kamu lakukan?" Dia menangis dengan histeris.


"Daripada melihatmu melakukan hal bodoh, lebih


baik aku mati saja! Kamu pikir dengan melindungi reputasimu, kamu akan baik-baik saja?" Kamu membuat malu seluruh Keluarga kita, kamu ingin aku mati!" Rudie sangat emosional, dan meneteskan air mata.


Lawcy tercengang. Dia tidak pernah menyangka masalah ini akan begitu serius ? Dan tidak pernah melihat ayahnya begitu menderita, dan menyalahkan diri.


Iya.


Dia tidak menyalahkan Lawcy, melainkan menyalahkan dirinya sendiri, seolah semua ini salahnya.


Ada apa dengan ayah? Kenapa dia lebih memilih mati untuk menghentikanku?


Lawcy tidak mengerti, tetapi dia tahu, dengan Vincent seorang tidak mungkin ayahnya berbuat hal ini. Pasti...ada sesuatu dibalik ini!!


Lawcy diam-diam mengepalkan tinjunya dan menatap wajah ayahnya yang tua, lalu menggertakkan gigi, dan menangis di tempat. Dia berkata dengan sedih : "Ayah, a-aku turuti kamu, mundur dari gugatan ini!"


"Apa?"


Semua orang di lokasi terkejut. Pikiran semua orang langsung kosong Jeritan dan teriakan terus terdengar.


Para wartawan terheran-heran sambil memotret. Ini berita yang cukup menggegerkan!


Lawcy, salah satu dari tiga pengacara hebat di Kota Azuka, mundur dalam gugatan ini!


"Maaf, aku akan menanggung ganti rugi dan tanggung jawab hukum terkait pelanggaran kontrak. Maaf..." Kata Lawcy dengan suara serak.


Holland langsung terbodoh.


Siapa mau ganti rugimu?" Christi tiba-tiba


teriak dan langsung menggigit Lawcy.


Orang di sebelah buru-buru menghentikannya.


Melihat dia menggoyangkan kedua tangan, dan berteriak dengan keras: "Kamu sudah menerima uangku, seharusnya bantu aku menangkan gugatan ini! Kenapa kamu ingkar janji? Dasar brengsek! Keparat, mati saja! Mati sana dengan si Bermoth." Christi terus mengutuk tanpa henti.


Dia tidak bisa menerima kenyataaan ini, termasuk Jonas.


Jonas menatap Lawcy dengan kesal lalu menatap Vincent.


Tiba-tiba, hawa dingin muncul, dia merinding dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Seperti yang dikatakan Vincent, Lawcy tidak akan masuk gerbang."


"Meskipun Gusron memiliki bukti yang cukup kuat, dan bukti seperti ini tidak dapat dipalsukan, tanpa Lawcy yang melawan gugatan ini, apa yang akan Gusron gunakan untuk melawan Hotman? Mungkin gugatan ini akan hilang"


"Ceo Bermoth cara apa yang kamu gunakan untuk membuat Lawcy menyerah?"


"Sungguh menakutkan!"


Orang-orang di sekitar bergosip, satu per satu menatap Direktur Bermoth penuh takut.


"Bocah tengik, untung kamu masih punya belas kasihan, cepat ikut aku pulang!"

__ADS_1


Rudie tahu hati putranya hancur, ia menarik tangan Lawcy dengan gemetar berjalan menuju mobil di pinggir jalan.


Lawcy pergi meninggalkan lokasi.


Orang-orang di tempat kejadian tercengang


Ada yang menggunakan hp memposting peristiwa ini ke Internet, dan langsung trending di Internet.


Tidak ada yang mengira akan ada perubahan seperti ini.


Ada yang memarahi Vincent, mengatakan Vincent menyogok Rudie, dan meminta Rudie memaksa Lawcy mundur.


Tetapi dugaan ini dengan cepat dibantah.


Karena Ayah Lawcy, Rudie Bukan orang sembarangan yang bisa disogok.


Sebelum ini terjadi, orang tidak tahu siapa Rudie, hanya tahu dia bekerja di Kota Azuka dan sangat rendah hati.


Setelah kejadian ini, banyak orang


terdiam.


Mantan Komisioner Kota Azuka, setia kepada partai dan patriotik.


Bagaimana orang seperti itu bisa dibeli dengan uang?


Bahkan jika Ceo Bermoth sangat hebat, juga tidak bisa menyentuh orang seperti ini!


Sejak itu, alur cerita menjadi membingungkan. Dan Gusron yang kehilangan Lawcy, seperti kehilangan pendukung besar dan langsung stress.


Setelah mengetahui Lawcy mundur dari persidangan, Gusron menghela nafas dan memilih untuk menunda pengadilan, tetapi dia tahu tidak ada peluang untuk menang


Akhir cerita sudah ditentukan. Janos dan Christi putus asa.


"Bagaimana caraku?"


Vincent menatap orang-orang ini dengan santai.


"Ka-kamu jangan sombong! Holland menggertakkan gigi, dan berkata dengan dingin: "Meskipun kalian menangkan gugatan, penipuan dan pemerasan karyawan Grup Vallamor belum berakhir, pasar saham kalian bergejolak, dan Shawty kami sudah mulai lakukan upaya, sekalipun kalian tidak bangkrut, vitalitas kalian pasti terluka!"


"Jadi, kamu pikir Grup Vallamor milikku takut dengan Shawty kalian?"


Holland tertegun: "Kalian perusahaan baru, seberapa besar asset kalian? Bagaimana bertarung dengan kami?"


"Meskipun kami baru berdiri, aku tidak setuju kamu katakan skala asset kami kecil!"


Vincent mengeluarkan hp dan menelepon.


"Bocah tengik, aku mengerti, jangan khawatir, biarkan aku selesaikan ini!"' Kata Messi dengan marah.


Vincent tersenyum santai, berkata: "Aku lega mendengar kata-kata senior Messi, tetapi ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Apa, katakanlah!"


"Masalah subsidi yang aku tolak kemarin, aku ingin tanya kira-kira berapa?"


"Ee... mungkin aku hanya bisa bantu mengajukan sampai


70M"


"Aku mau." Kata Vincent dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2