
Katrina sama sekali tidak memprediksinya. Mengapa bisa bertemu desainer baju Armani ketika dia datang ke reuni kecil?
Kebetulan?
Apa ini kebetulan?
Mengapa Tuhan sampai bisa tidak di pihaknya?
Katrina meratap histeris di dalam hatinya.
Jackson juga lemas dan duduk di kursi, menatap Danmore dengan tercengang.
Vincent menatap orang di depannya.
Baru saat itulah dia menyadari bahwa ada beberapa orang di samping Danmore, itu adalah Fefe dan Agung.
Mungkin, kedatangan Danmore ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan sebuah kesengajaan.
Mungkin, semua ini dari awal drama melawan Katrina.
Vincent tidak tahu bagaimana hubungan Katrina dengan yang disebut teman sekelas bisa sangat buruk, saat ini, keluarga mereka telah dipaksa ke dalam situasi yang sangat memalukan.
“Apa?Kw? Ya Tuhan, CEO Bermoth, bagaimana kamu bisa memakai KW sebagai wakil direktur sebuah perusahaan besar?” Agung adalah yang pertama mengaum, membuat tampilan yang sangat berlebihan.
“Haha, Agung, aku baru saja mengatakan bahwa keluarga ini adalah sekelompok orang miskin, mereka sengaja berpura-pura kaya. Sekarang mereka telah terungkap kan? Kamu bahkan mengangguk dan membungkuk kepada mereka sebelumnya!” Fefe mencibir..
“Bu, aku tahu aku salah, hei, murahan, orang-orang kere ini!” Agung tertawa.
Teman sekelas lainnya juga mulai memberikan dukungan.
“Apa ini? Dari tadi keluarga ini masih sengaja berbohong?”
“apa ini master of tipu-tipu?”
“Kubilangi, bahwa Vincent adalah menantu keluarga Dormantis, yang boros dan numpang makan. Bagaimana bisa begitu hebat?”
“Hah, Katrina benar-benar masih orang yang sama. Jika tidak ada uang ya tidak ada uang, kenapa masih ditahan? Lucu sekali.!”
“Ya, ini terlalu memalukan, kan?”
Tidak ada akhir bagus dalam diskusi ini.
Wajah Katrina langsung memerah.
Sekarang dia tidak sabar untuk sembunyi di dalam lubang karena malu.
Memalukan sekali ini!
“Jackson, aku... Ayo... Ayo pergi...”
Katrina menundukkan kepalanya, menarik baju suaminya, ingin pergi. La hanya ingin pulang sekarang.
__ADS_1
Vincent menghela nafas, tidak berbicara, berencana untuk pergi.
Tetapi pada saat ini, pintu tiba-tiba tertutup.
Katrina terkejut sejenak, lalu menoleh, melihat Shireen mendekat dengan wajah serius.
“Katrina, kamu tidak bisa pergi begitu saja!”
“Shireen, apa yang kamu lakukan?”
Katrina menatap teman sekelasnya yang telah mengenalnya selama beberapa dekade.
Dia ingat bahwa Shireen adalah ketua kelas di SMP. Shireen pintar dan cerdas. Jadi dia juga sangat menyukainya, mendekatinya. Tapi dia secara bertahap menemukan bahwa Shireen ini memiliki ambisi yang sangat besar dan selalu mendambakan untuk menjadi lebih tinggi, mendambakan yang lebih baik, meskipun dia sudah sangat baik sekarang, entah bagaimana Katrina menemukan bahwa dia dan Shireen ini sudah menjadi orang di dua dunia berbeda.
Mungkin sejak awal, Shireen tidak memperlakukannya sebagai teman sejati.
Betapa Katrina berharap Shireen bisa membantunya di depan teman-teman sekelasnya, biarkan dia meninggalkan tempat ini sesegera mungkin, sehingga harga dirinya yang sudah hancur bisa dipertahankan sedikit utuh.
Tapi jelas... Shireen tidak berencana untuk melakukan ini...
“Katrina, kamu buat masalah di perjamuanku tidak apa. Kamu masih memanjakan menantumu untuk menyakiti Tuan Danmore, bahkan membiarkan menantumu berjalan-jalan di sini dengan pakaian KW. Jas KW biasa, aku tidak peduli tentang itu. Demi teman sekelas, aku menutup mata, tapi kamu bahkan mengenakan pakaian KW Tuan Danmore. Tahukah kamu apa artinya ini? Artinya, kamu menghina Tuan Danmore dan Keluarga kamu tidak menghormati Tuan Danmore, Tuan Danmore adalah tamu terhormat aku. Jika kamu tidak menghormatinya, kamu sama dengan tidak menghormati aku! Aku ingin kamu dengan sungguh-sungguh meminta maaf kepada aku dan Tuan Danmore sekarang! Kalau tidak... apa kamu ingin berjalan keluar dari gerbang ini dengan seenaknya!” Shireen berteriak.
Begitu kata-kata itu terdengar, wajah Katrina benar-benar pucat.
Dia mundur lagi dan lagi, menatap Shireen dengan mata terbelalak.
Pada saat yang sama, siswa lain juga angkat bicara.
“Kita juga bukan orang sombong, kenapa kamu bohong sampai segitunya!”
“Katrina, setelah bertahun-tahun, kamu belum menyingkirkan masalah gengsimu? Haha, itu konyol.”
“Memalukan, Katrina, apa kamu pikir kamu hanya malu sendiri? Kamu mempermalukan semua orang, jadi cepat minta maaf, kalau tidak masalah ini tidak ada habisnya!”
“Ya, cepat minta maaf!”
“minta maaf!”
“Katrina, apa kamu mendengar? Maaf!”
Berbagai suara terdengar di dalam ruang.
Orang-orang dipenuhi dengan kemarahan, sangat bersemangat.
Katrina langsung muram dengan tuduhan orang.
Dia menggigit bibirnya erat-erat, air matanya berlinang, meremas erat kepalan tangannya.
Namun, pada saat ini, dia tidak punya pilihan.
Teman-teman sekelas ini terlalu menekannya.
__ADS_1
Dia akhirnya tidak tahan!
Dia merasa hampir tidak bisa bernapas.
Terlihat dia berjalan dua langkah ke depan...
“Katrina...” Jackson memanggil dengan tergesa-gesa.
Katrina tidak berbicara, berjalan di depan Danmore dan Shireen. Dia memberi mereka pandangan lelah, mengambil napas dalam-dalam, mulai akan berbicara.
Tapi detik berikutnya..
plak!
Suara renyah keluar.
Katrina mundur lagi dan lagi, ketika dia sadar, dia merasa pipinya panas dan sakit,
Shireen di sana mengangkat telapak tangannya dan menatapnya dengan bangga.
“Shireen, kamu... kamu benar-benar memukulku?” Katrina berkata dengan terkejut.
“ini hukuman, sekarang, kamu bisa minta maaf!” Shireen berkata dengan datar.
“kamu..” Tubuh Katrina gemetar.
Jika ini waktu biasa, dia akan bergegas untuk bertarung dengan Shireen.
Tapi mereka yang berdiri di sini hari ini semuanya adalah teman sekelas, dia tahu bahwa dia sudah cukup malu, tidak bisa malu lagi, tidak bisa...
Dia menahan air mata dan rasa sakit, perlahan-lahan menundukkan kepalanya yang bangga.
“Katrina!” Jackson berteriak kesakitan.
Tapi itu tidak berguna.
Terdengar suara serak Katrina. “Tuan Danmore, Saz... Nona Sazkia, aku... Aku katakan...”
“Bu, kamu tidak perlu meminta maaf kepada mereka!”
Tepat ketika Katrina hendak mengucapkan permintaan maaf, Vincent yang berada di sebelahnya, tiba-tiba berjalan mendekat dan memotongnya secara langsung-
Begitu kata-kata itu terdengar, semua orang tercengang.
“apaan?” Katrina menatapnya dengan kaget.
“aku tidak salah, Bu, kamu tidak perlu meminta maaf, sebaliknya, mereka harus meminta maaf kepada anda!” Kata Vincent lagi.
“Kenapa?” Katrina bertanya tanpa sadar.
“Alasannya sangat sederhana, karena pakaianku ini. Bukan Kw!” Kata Vincent ringan.
__ADS_1
Begitu kata-kata ini keluar, Katrina dan Jackson tersentak ...