
Sekarang masalah ini juga sudah sangat darurat, orang keluarga Yuga juga tidak punya pilihan lain lagi.
Mereka semua pun mulai merapikan pakaian mereka, ekspresi mereka juga menjadi serius.
Awalnya Vincent sudah mau pergi, tetapi dia pun ditahan oleh Quina.
“Kak Vincent, bantu aku, setidaknya harus buktikan ke mereka bahwa aku itu benar, kita tidak perlu andalkan Tuan Caven untuk hadapi mereka!” Quina berkata dengan berlinang air mata.
Mendengarkan itu, Vincent pun mengangguk.
Jika dirinya bisa tangani orang-orang itu, Quina juga tidak perlu dipaksa oleh keluarganya untuk menikah dengan Tuan Caven.
Jika Vincent tidak bisa membantunya, kalau gitu nasib Quina akan menjadi sangat sengsara.
Karena sudah berjanji dengan Jane, Vincent juga tidak ingin melarikan diri.
Vincent merapikan kerah bajunya, duduk tenang di atas kursi dengan sambil meminum teh.
Vincent yang terlihat tenang dan tidak panik, pun membuat orang bisa mengetahui bahwa dia bukanlah sosok yang biasa.
“Oh? Hebat sekali dan terlihat sangat natural.” Almen yang sedang make up pun menatap Vincent, mengatakannya dengan sambil tertawa.
“Orang yang tidak tahu pun akan merasa dia adalah sosok yang hebat! Hanya saja dia adalah seorang pecundang.” Efta tersenyum sinis.
“Sudah Almen, Efta, jangan ngomong lagi, nanti kalian jangan asal ngomong, biarkan Vincent mereka yang hadapi orang-orang itu dulu, kita tunggu Tuan Caven datang saja.” Tamao berkata dengan serius.
“Paman pertama, kenapa tidak langsung bilang ke mereka bahwa Tuan Caven sudah mau datang? Jika mereka tahu kita sedang bohong mereka, tampaknya mereka akan jadi semakin marah.” Seseorang dari keluarga Yuga berkata.
“Cafei, apa kamu tidak tahu, meskipun mereka takut Tuan Caven, tetapi Tuan Caven sekarang tidak di sini, jadi mereka sama sekali tidak merasa terancam, apalagi sifat Quina yang seperti itu, jika kita bilang Tuan Caven, dia bantah, apa yang harus kita lakukan? Intinya nanti kalian diam saja, jangan asal ngomong, paman pertama akan ngomong ke mereka!” Tamao berkata dengan suara rendah.
“Ok!”
Sesudah orang keluarga Yuga selesai berdiskusi, mereka pun menyuruh pelayan untuk mulai menghidangkan makanan.
Pada saat itu juga, pintu pun didorong, terdapat sekumpulan orang yang masuk ke dalam.
“Hahahaha, Bos Octo, Bos Holma, kalian akhirnya datang! Sini sini, duduk dulu!” Tamao dan Lebron menunjukkan senyuman mereka, lalu mereka berdua pun langsung pergi menyambut mereka.
Tetapi sekumpulan orang ini pun tetap tidak peduli.
__ADS_1
Sesudah Hosna Octo duduk di atas kursi, dia pun menuang secangkir teh, berkata dengan tidak berekspresi: “ Tuan Yuga, kita tidak perlu bertele-tele lagi, hari ini tujuan aku datang adalah untuk tagih uang, aku sudah berikan waktu ke keluarga Yuga, sekarang apakah kalian sudah mau bayar uangnya ke aku?”
“Punyaku juga sama! Jangan bilang aku tidak berikan waktu ke kalian, kemarin kita juga sudah sepakati!” Ringgo Holma yang berdiri di samping pun berkata.
Orang-orang yang ikut mereka datang juga mulai ribut, seketika suasana di ruangan pribadi pun menjadi sangat ramai.
Tamao menunjukkan senyumannya: “ Bos Octo, Bos Holma, kalian jangan khawatir dulu, mengenai uangnya, apakah boleh berikan waktu satu bulan ke kami lagi? Satu bulan lagi, sesudah barang kami berhasil dijual, kami pasti akan langsung bayar semua, gimana?”
“ Bos Yuga, kamu jangan anggap kami adalah orang bodoh! Bisnis keluarga Yuga kami juga tahu dikit, aku merasa resikonya terlalu besar! Apakah bisa berhasil atau tidak, siapa pun tidak tahu, satu bulan? Tampaknya aku tidak bisa tunggu selama itu, hari ini kamu harus bayar uangnya, kalau tidak jangan salahkan aku, kamu pikirkan baik-baik!”
Selesai ngomong, Bos Octo pun melempar cangkir teh itu ke atas meja.
Peng!
Orang-orang yang ada di sana pun merasa kaget.
Ringgo hanya diam saja, tetapi semua orang pun sudah mengetahui tujuannya.
Wajah Tamao terlihat agak kaku, sesudah menatap Lebron sejenak, dia pun menatap Quina.
“ Paman Octo, Paman Holma, kalian jangan marah, mengenai uangnya, keluarga Yuga pasti akan bayar, tetapi mohon kalian berikan dikit waktu ke kami lagi, jika kamu tidak percaya, aku boleh suruh pacarku untuk berikan jaminan!” Quina berdiri dan mengatakannya.
“Pacar kamu?”
Mereka pun menatap Quina, sesudah itu mereka pun menatap Vincent yang sedang duduk diam di samping Quina.
“Siapa dia? Apakah dia bisa jamin uang sebesar puluhan miliar?” Ringgo berkata dengan sambil mengerutkan keningnya.
“Namanya adalah Wenzel Bermoth, dia buka pabrik di luar negeri, kalian pernah dengar PT Nogo Sosro ? Pacarku adalah pemegang saham, jika paman tidak percaya, kalian boleh suruh orang pergi cek.” Quina berkata dengan hati-hati, sesuai dengan yang sudah mereka bahas tadi.
Memang ada PT Nogo Sosro, di dalamnya juga terdapat seorang pemegang saham muda yang bernama Wenzel.
Tetapi Wenzel adalah orang yang rendah hati, di medsos juga tidak terdapat fotonya, orang yang pernah bertemu dengannya juga tidak banyak, Quina berpacaran dengan Wenzel, mereka juga tidak bisa membuktikannya.
“Oh? Jadi tujuan acara makan ini adalah dia?” Hosna berkata dengan sambil melirik Vincent.
“ Bos Octo, apakah boleh karena aku, kamu berikan satu bulan ke keluarga Yuga lagi, satu bulan lagi keluarga Yuga pasti akan melunasinya.” Vincent berkata pada waktu yang cocok.
__ADS_1
Perkataannya terdengar tenang, ekspresinya juga terlihat datar, sama sekali tidak terlihat panik.
Hati Quina pun berdebar kencang, telapak tangannya juga sudah berkeringatan.
“ Pak Bermoth, PT Nogo Sosro adalah perusahaan multinasional yang besar, asetnya juga puluhan triliun, pemegang-pemegang sahamnya juga sangat kaya, sebenarnya kami juga berharap bisa bekerja sama dengan PT Nogo Sosro, bisa berkenalan dengan orang muda seperti Pak Bermoth, kami juga merasa sangat senang, tetapi…ini adalah dua hal yang berbeda, ini adalah masalah kami dengan keluarga Yuga, jika Pak Bermoth mau ikut campur, tampaknya juga tidak terlalu baik?” Hosna berkata dengan suara rendah.
“Iya, apalagi Pak Bermoth adalah pemegang saham PT Nogo Sosro, uang sebesar puluhan miliar juga bukan apa-apa bagi kamu, kenapa kamu tidak mau langsung bantu keluarga Yuga bayar? Jika tidak kamu bantu mereka bayar dulu, sebulan lagi, mereka baru bayar ke kamu, bukannya seperti ini lebih bagus?” Ringgo juga berkata.
Pertanyaan ini sangat bagus.
Tetapi Quina juga sudah menyiapkan jawabannya.
“Pacarku akhir-akhir ini sedang ada proyek besar, sebagian besar uangnya diinvestasikan ke sana, jadi dia sekarang juga tidak punya uang tunai sebanyak ini, jika tidak, sejak kemarin kami pun sudah bisa bayar semua uangnya, hari ini tujuan kami adalah untuk berikan penjelaskan ke Paman, aku juga harap para Paman bisa berikan satu kesempatan ke kami lagi…” Quina menjelaskannya dengan sambil tersenyum.
Sesudah perkataan itu dikatakan, Hosna dan Ringgo saling menatap, lalu mereka pun seperti sedang mendiskusikan sesuatu.
Sejenak kemudian, Hosna pun berkata.
“Jika Tuan ini memang adalah Tuan Wenzel, tidak peduli apa pun, kita juga tetap harus hormati dia, bagaimanapun kita adalah pebisnis, bertambah satu teman lebih bagus daripada bertambah satu musuh!”
“Terima kasih.” Vincent mengangguk.
Seketika orang keluarga Yuga pun merasa lega.
“Hanya saja, kami semua tidak pernah melihat Tuan Wenzel, jadi kami juga tidak bisa pastikan bahwa apakah orang ini adalah Wenzel atau bukan!” Ringgo tiba-tiba mengatakan ini.
Sesudah itu, hati orang-orang keluarga Yuga pun berdebar kencang.
“Apa maksud kalian?” Vincent berpura-pura terlihat marah.
Ini juga yang diminta oleh Quina pada sebelumnya.
“ Pak Bermoth jangan marah, kami tidak punya maksud lain, bagaimanapun kami tidak pernah bertemu dengan Pak Bermoth, kami merasa ragu juga sangat wajar.” Hosna langsung menjelaskannya.
“Kalau gitu, apa yang kalian inginkan?” Vincent bergumam dengan dingin.
“Gini, aku mohon Pak Bermoth tunggu sejenak, aku minta temanku datang dulu, temanku itu pernah bertemu dengan Wenzel !” Hosna berkata dengan sambil tersenyum.
__ADS_1
Sesudah perkataan ini dikatakan, semua orang keluarga Yuga pun tercengang.