Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 630 Aku Tidak Kenal Denganmu


__ADS_3

Anna memiliki semangat dan keterbukaan yang biasa dilakukan oleh orang luar negeri.



Vincent sudah lama mengetahui hal ini, tetapi dia tidak pernah menyangka bahwa Anna akan sangat terbuka sampai ke tingkat seperti ini.



Melihat bentuk tubuh Anna dan wajah cantik yang berbeda dari orang kulit putih biasa, Vincent tidak bisa menahan perasaan dalam dirinya.



Mungkin temperamen Anna dibanding dengan Jane memang jauh lebih buruk, tetapi dari segi bentuk tubuh, Jane jelas tidak ada saingannya.



Jenis kecantikan seperti ini sangat mematikan bagi pria.



Jenis tingkatan sempurna Jane sudah setara dengan tingkat dewi!



Dan untuk Anna pada dasarnya seperti wanita cantik jahat yang akan membawa masalah!



Vincent menarikl napas dalam-dalam, memiringkan kepalanya sedikit, dia berkata perlahan: "Anna, kamu tidak seharusnya sampai bertindak seperti ini! Kenapa kamu harus memperlakukan dirimu seperti ini? Kami orang Alhambra tidak menyukai tingkah lakumu ini, kuharap kamu bisa lebih menghargai dirimu sendiri."



“Kalau begitu, guru, apa yang seharusnya kulakukan agar kamu memaafkanku? Apakah kamu ingin aku melompat dari sini agar kamu bisa memaafkanku?” Mata Anna sudah memerah, dia terdengar sangat sedih.



Vincent menghela nafas pasrah dan menggelengkan kepalanya: "Tidak perlu, kamu turun dulu!"



"Guru, tidakkah kamu mau mencobanya?" Anna membungkuk sedikit.



Tiba-tiba, godaan kuat melanda, ada juga aroma mawar yang sangat memabukkan.



Vincent sedikit terkejut, lalu menoleh dan bicara dengan suara pelan: "Bukannya aku tidak mau, tetapi karena aku adalah orang dengan prinsip kuat, bagaimanapun, kamu adalah muridku, aku bukan seekor binatang yang hanya menggunakan tubuh bagian bawahnya untuk berpikir dan bertindak!"



“Prinsip? Guru… Kamu tidak masih perjaka kan?” Anna tiba-tiba menatapnya sambil tersenyum menggoda.



“Bukannya kamu juga masih sama?” Vincent menjawabnya dengan tenang.



“WTH!! Aku sudah pernah berkencan dengan ratusan pria!” Anna langsung bersikap aneh, pipinya memerah.



“Mungkin pengobatan barat tidak bisa mendiagnosis sebuah penyakit secara sekilas, tetapi Pengobatan Tradisional dapat dengan mudah menentukan apakah seseorang telah memiliki pengalaman seksual atau belum, kamu jelas sama sekali belum pernah disetubuhi, tapi kamu bilang padaku bahwa kamu sudah pernah berkencan dengan ratusan pria? Apa mungkin kamu menganggap semua teman pria dari kampusmu sebagai kekasihmu?" Kata Vincent.



Anna tiba-tiba merasa malu, tetapi matanya langsung berbinar.



“OMG, guru, kamu sangat luar biasa! Kamu bisa langsung mengetahui seluk-beluk diriku hanya dengan sekali lihat! Pengobatan Tradisional memang sangat luar biasa!” Kata Anna dengan penuh semangat.



"Kamu sangat polos!"



Vincent bangkit berdiri, berjalan ke jendela dan melihat pemandangan kota Izuno, dia berkata dengan tenang: "Lupakan saja, karena kamu sangat menyukai dunia medis, aku akan memaafkanmu karena kamu sangat tulus, tapi kamu harus berjanji, bahwa kamu tidak boleh melakukan hal seperti ini lagi kedepannya, kamu harus introspeksi diri!! Seorang dokter harus memiliki kualitas medis yang kuat! paham?"



"Guru, apa sebenarnya kualitas medis itu?" Anna bertanya karena bingung.



"Untuk membantu semua orang di dunia, untuk menyelamatkan nyawa banyak orang, untuk menolong yang terkua, semua orang punya derajat yang sama, kamu harus punya hati nurani yang bersih! Itu dia kualitas medis!"



"Meskipun aku tidak begitu mengerti, Anna pasti akan menjadi seorang dokter yang hebat … guru, kamu pasti sudah melakukan semua itu ya?"



"Aku? Tidak...aku tidak, aku tidak layak untuk menjadi dokter!"



Vincent berkata dengan tenang, tapi ada tatapan dingin dan ganas dari matanya.


__ADS_1


"Aku … tidak pernah bisa menjadi seseorang dengan kualitas medis seperti itu!"



....



Setelah menerima penjelasan dari Vincent, Anna meninggalkan Grup Vallamor dengan perasaan gembira.



Tetapi selain itu, dia juga merasa sedikit sedih di hatinya.



“Aku sudah bertindak seperti itu, mungkinkah… pesonaku tidak cukup?” Anna bicara pada dirinya sendiri.



Jika itu orang lain, pasti dia langsung menggila daritadi kan?



"Betul, pasti pesonaku masih kurang kuat!"



Anna marah dalam hatinya.



"Nona Anna!"



Saat ini, sebuah mobil berhenti di depan di Grup Vallamor, ada seorang pria berkacamata berlari turun dari mobil.



Pria itu memakai setelan yang bagus dan tidak terlihat seperti orang biasa.



"Siapa kamu?"



Anna menatap pria itu dengan bingung.



"Nona Anna, halo, aku Bandrec dari kepolisian Izuno, aku dengar bahwa kamu berada di Izuno, perlindungan kami sangatlah penting, sekarang semua orang sudah menunggumu di rumah sakit, Nona Anna, jika tidak keberatan, tolong segera ikut denganku, masuk ke mobil dan pergi ke rumah sakit!" Pria itu tersenyum.




"Tentu saja untuk menyelamatkan nyawa seseorang..." Pria itu tertegun.



"Menyelamatkan siapa?"



"Itu..." Pria itu langsung terdiam, tidak tahu harus berkata apa.



"Aku datang ke Izuno hanya untuk menemui guruku, aku tidak pernah bilang akan menyembuhkan siapapun! Tolong jangan ganggu aku!"



Anna tertawa kecil, berbalik dan pergi.



"Nona Anna, Nona Anna!"



Bandrec bergegas untuk mengejarnya, pada saat yang sama, dia mengeluarkan ponselnya dan buru-buru menelepon nomor rumah sakit untuk menyampaikan kata-kata Anna.



“Nona Anna tidak akan datang ke rumah sakit kita?” Dekan Edwin, yang berdiri di dalam kamar pasien, tercengang.



Keluarga Dormantis di sampingnya juga mendengar suara itu, semuanya terkejut.



Kiluwa tersenyum kaku dan menatap Dekan Edwin dengan cemas.



Dekan Edwin mau tidak mau meletakkan teleponnya dan menatap Kiluwa.



Sudah membuat penyambutan besar disini, tetapi yang disambut tidak akan datang? ?

__ADS_1



Lalu untuk apa semua ini?



“Dekan, berikan padaku teleponnya!” Kiluwa berkata dengan cemas.



"Oke..." Kata Dekan Edwin, dia menyerahkan teleponnya, ekspresinya sudah terlihat tidak biasa.



Jika semua acara ini kacau, bukankah seluruh rumah sakit ini akan jadi lelucon besar?



Asal tahu saja, masih banyak orang dari media besar yang menunggu di luar rumah sakit.



"Halo!"



Kiluwa berteriak ke telepon.



“Tuan Grev!” Bandrec menjawab dengan panik di ujung telepon.



“Segera berikan teleponnya ke Anna, aku yang akan bicara dengannya sendiri!” Kiluwa masih berusaha menekan amarahnya dan berkata dengan dingin.



"Oke Tuan Grev!"



Bandrec mengangguk dengan cepat, kemudian buru-buru menyerahkan teleponnya pada Anna.



"Nona Anna, Tuan Grev ingin bicara denganmu di telepon!"



“Tuan Grev? Tuan Grev yang mana?” Anna menatapnya dengan aneh.



“Tuan Kiluwa Grev, bukankah dia temanmu?” Bandrec berkata dengan cepat.



"Masa iya?"



Anna tersenyum dengan tatapan ingin main-main, dia mengambil teleponnya.



"Halo!" Katanya dalam bahasa lokal setempat.



"Anna...apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak menjawab panggilan teleponku? Kamu juga memblokirku? Apa yang sudah kamu lakukan? Cepat segera datang ke rumah sakit kota sekarang! Dengar tidak? Aku akan menunggumu di sini!!" Kiluwa berteriak dengan keras di telepon.



Dia sudah tidak bisa menahannya lagi.



Anna tidak marah, dia hanya tersenyum dan bertanya "Bisakah kamu menyalakan speaker teleponmu?"



“Untuk apa menyalakan speaker?” Kiluwa bertanya dengan bingung.



"Sudah cepat nyalakan saja!" Anna memaksa.



Kiluwa tidak mengerti, tetapi dia pikir panjang lagi dan langsung menyalakan panggilan speaker.



“Oke, cepat katakan padaku, kapan kamu akan tiba disini?” Kiluwa bertanya.



Namun, di detik berikutnya, Anna langsung berkata.



"Siapa ini, aku bahkan tidak kenal denganmu!"

__ADS_1



Kata-kata itu terucap, kamar pasien langsung jadi hening.


__ADS_2