
Semua orang di meja itu tercengang.
Siapa sangka Sutradara Uus akan mengatakan hal seperti itu.
Tiga gelas?
Apakah ini ritme untuk memabukkan langsung Jenice ?
Harus diketahui, gadis-gadis ini tidak bisa banyak minum. Jika mereka hanya minum bir, tidak apa-apa.
Tetapi sesudah tiga gelas anggur luar negeri dengan alkohol tinggi, bukannya kamu koma di tempat?
Jenice mengangkat gelas anggurnya dan menatap Sutradara Uus dengan bingung.
Tiga wanita lainnya juga terkejut.
Wajah Vincent emosi, saat dia hendak berbicara, tangan kecil di sebelahnya diam-diam menarik lengan bajunya.
Dilihat sekilas, itu adalah tangan Jenice.
Dia diam-diam mengedipkan mata pada Vincent, tatapan memohon di matanya sangat jelas.
Vincent tidak mengatakan sepatah kata pun lagi ketika dia melihat ini.
“Tiga gelas? Sutradara Uus, ini…bukankah sedikit…Aku benar-benar tidak tahu cara minum.” Jenice berkata kepada Sutradara Uus dengan tidak nyaman.
"Jenice, aku sudah menghormatimu, apakah kamu pikir aku tidak dapat menemukan seseorang untuk menemaniku minum? Selama aku mau, cukup dengan panggilan telepon dapat membawa mahasiswa seusiamu, tahu kan?" Sutradara Uus dengan dingin mendengus.
"Tapi... Sutradara Uus..."
"Kamu tidak meminumnya! Kalau begitu drama ini... kita bisa membicarakannya nanti!" tambah Sutradara Uus.
Makna dalam kata-kata itu begitu jelas.
Pernyataan ini juga langsung mengenai kelemahan Jenice!
Dia sangat menginginkan peran ini.
Jurusannya terkait dengan akting.
Meskipun Universitas Izuno bukan universitas kelas dua, fakultas akting tidak begitu terkenal. Sebagian besar siswa yang lulus dari sini mengubah karier atau hanya dapat kerjaan seadanya. Jika mereka bisa mendapatkan dukungan dari sutradara terkenal seperti Sutradara Uus, itu adalah rahmat Tuhan.
Keluarga Dormantis sekarang menjadi keluarga yang miskin, apalagi sesudah perusahaannya bangkrut, Jenice juga harus mengkhawatirkan mata pencahariannya.
Jika dia bisa mendapatkan ketenaran dari peran ini dan memasuki lingkaran bisnis akting di masa depan, maka Jenice sudah sepenuhnya membalik nasib.
Hanya ada satu kesempatan!
Minum aja... masalah besarnya cuma pulang dalam mabuk!
__ADS_1
Sesudah pertentangan prinsip yang sengit, Jenice berencana untuk meresikokan segalanya.
Pada saat ini, Elvina berdiri, Elvina memiliki hubungan yang baik dengan Jenice, jadi dia tentu saja tidak akan duduk diam dan dengan cepat bangkit menemani dengan tertawa.
"Sutradara Uus, juga bos yang lain... Tiga gelas anggur dibagi kita berempat, kalau tidak Jenice minum tiga gelas sendirian, dia pasti langsung teler, nanti malah tidak makan makanan ini?"
Jenice sedikit tergerak.
Tapi detik berikutnya, Sutradara Uus mendengus dingin.
"Apakah kamu pikir itu dia sendirian? Ketika dia selesai minum, kalian masing-masing akan memberiku tiga minuman. Sesudah tiga minuman, duduklah bersamaku untuk makan!"
"apa?"
Keempat wanita itu tercengang.
"Sutradara Uus, ini..." Elvina cemas.
“Kenapa? Gak mau meminumnya?” Sutradara Uus mengerutkan kening.
Eskpresi wajah Elvina jelek.
"Elvina, sebenarnya, Sutradara Uus benar, kita yang tidak benar tentang masalah Vincent. Kita harus didenda tiga minuman, Tifani, bukan begitu?" Dessy tersenyum.
"Ya... Ya..." Tifani mengangguk keras dan memaksakan senyum.
"Ayo, mari kita hormati Sutradara Uus. Tiga gelas anggur ya tiga gelas. Kalian jangan lihat bau anggur ini, rasanya sebenernya gak terlalu keras. Kamu tidak akan mabuk sesudah tiga gelas," kata Dessy dengan berani, meminum habis segelas anggur untuk dirinya sendiri.
Tiga lainnya segera bertepuk tangan dan memuji.
Sutradara Uus juga mengangkat sudut mulutnya, memandang Dessy dan sedikit mengangguk, matanya memindai tubuh Dessy, tapi dia tidak terlihat tertarik.
Dessy memimpin, tiga wanita lainnya tidak sungkan.
Jenice mengertakkan gigi dan ingin minum, saat ini Vincent membuka mulutnya lagi.
"Jenice, minum aja kalau mau, lupakan jika kamu tidak bisa, jangan mabuk, kembalilah bersamaku lebih awal."
Pernyataan ini menyebabkan ketidakpuasan sekali lagi.
"Nak, kamu tidak mengerti bahasa manusia? Siapa sih kamu? Di sini kamu boleh berbicara? "Dessy minum segelas anggur, amarahnya muncul, menatap langsung ke Vincent dan mengutuk.
“Kalau kamu ingin minum, aku tidak peduli, tapi aku tidak mengizinkan Jenice minum seperti ini.” Vincent mengambil daging panggang dan mengunyahnya.
"apa katamu?"
"Nak, kamu pikir kamu ini siapa? Sutradara Uus ada di sini, kamu berani ngajarin aku di sini?"
"Keluar dari sini!"
__ADS_1
Kali ini Produser Joko berdiri dan menatap Vincent dengan serius.
"Kakak ipar..." Jenice hampir menangis.
"Jenice, ayo kembali." Vincent berbisik persuasif.
"Kembali? Ini adalah kesempatan yang diperoleh dengan susah payah, tidak ada kesempatan jika aku kembali." Jenice menginjakkan kaki dengan cemas.
"Tidak apa-apa, kesempatan selalu ada, apa yang kamu takutkan?" Kata Vincent.
Tetapi begitu kata-kata itu terdengar, Sutradara Uus segera memotong kata-kata itu.
"keempatan? tidak banyak bos."
Nada suaranya memang sengaja dinaikkan beberapa opktaf.
Vincent menatapnya.
Melihat Sutradara Uus menyesap anggur untuk dirinya sendiri, dia berkata dengan acuh tak acuh: "Jenice, jangan bilang aku tidak memberimu kesempatan. Kamu tidak minum tiga gelas anggur ini berturut-turut hari ini. Yang hilang darimu, bukan hanya peran itu!"
"Sutradara Uus!" Jenice buru-buru berteriak.
"Jenice, jangan khawatir, kakak ipar akan membantumu memberikan peran lain. Jika kamu ingin memasuki industri hiburan, kakak ipar pasti akan mendukungmu," kata Vincent.
"Masuk industri hiburan? Haha, naif, Nak, apakah kamu mengerti? Kamu menyinggung Sutradara Uus hari ini, sudah pasti diblokir dari industri hiburan. Jenice ini bibit bagus, tapi selama Sutradara Uus tidak mau, audisi untuk dapat peran satu saja seumur hidup pasti tidak akan pernah dia dapatkan, kamu tidak percaya?" Pria berperut buncit itu mencibir.
“Apakah kamu tahu siapa di belakang Sutradara Uus? Apakah kamu tahu posisi Sutradara Uus di industri hiburan?” Produser Joko berkata dengan dingin.
Keempat gadis itu tercengang.
takutnya mereka tidak menyangka kekuatan Sutradara Uus begitu besar.
"Jenice, aku tahu alkohol kamu tidak baik. Faktanya, aku juga niat baik untuk kamu. Aku hanya ingin menguji kamu untuk melihat apakah kamu cocok untuk bercampur di industri hiburan. Kamu juga mengerti pusaran di industri hiburan sangat dalam, ada ratusan ribu orang yang bersaing untuk sebuah peran, mengapa aku harus memilih kamu? Karena aku lihat kamu memang ada bibit bagus, tapi penampilan kamu hari ini mengecewakan aku! aku tanya terakhir kali, kamu mau minum anggur ini? Jika kamu selesai meminumnya, kita bisa kembali ke kamar dan membicarakan detail pertunjukannya. Kita bahkan bisa menandatangani kontrak malam ini. Jika kamu tidak meminumnya... pintunya ada di sini!" Sutradara Uus berkata sekaligus, menutup matanya selesai bicara.
Ini benar-benar memaksa Jenice.
"Jenice, apakah kamu gila? Kenapa kamu tidak cepat minum?"
"Apakah kamu benar-benar ingin menghancurkan masa depanmu?"
"Sutradara Uus, jangan marah, dia hanya diganggu oleh kakak iparnya, dia pasti akan meminumnya."
Dessy dan Tifani dengan cepat membujuk.
Jenice sangat sakit hati.
Tetapi pada saat ini, Vincent meraih tangannya dan berkata dengan tenang: "Ayo pergi, kembali, kakak ipar akan membantumu melakukan debut film!"
“Kakak ipar?” Jenice menatapnya dengan lemah.
__ADS_1
“Percayalah, besok aku akan meminta seseorang membuat naskah untukmu, kamu akan menjadi tokoh utama wanita!” Vincent berkata dengan serius tidak seperti sebelumnya.