Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 127 Ikut Aku Pergi


__ADS_3

Setelah Vincent dan Frank sampai di Pabrik Farmasi Grup Vallamor yang berlokasi di Distrik 13, pintu utamanya pun sudah dipenuhi oleh orang-orang.


Beberapa mobil yang digunakan untuk mengantar barang sama sekali tidak bisa masuk.


Karangan bunga duka cita dengan jumlah yang banyak, dan mobil Van pun sudah menutupi akses keluar masuk, di bawah sana pun penuh dengan kertas sembahyang, bahkan terdapat sekumpulan orang yang mengenakan pakaian berkabung, dan sedang membakar kertas sembahyang di dalam tong bakar.


Berbagai jenis tangisan, dan kutukan pun terdengar, bahkan masih terdapat spanduk yang ditulis dengan menggunakan darah.


"Perusahaan tidak bermoral, tidak hati nurani, satu nyawa ganti satu nyawa!"


Kata-kata itu pun dipajang di luar gerbang pabrik.


"Pasti adalah Keluarga Joko Santoso datang buat onar!"


Wajah Frank terlihat tidak senang.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Vincent bertanya.


"Obat kita pasti aman, karena sudah dapatkan pengakuan dari WHO, mereka tidak berani isukan obat kita, jika tidak, mereka akan jadi malu, tetapi mereka pun isukan lingkungan pabrik kita, Joko dipastikan kena kanker lambung stadium lanjut pada seminggu yang lalu, sudah tidak bisa diobati, tetapi tadi pagi dia pun tiba-tiba mati di dalam pabrik kita, hasil otopsi adalah gagal jantung, aku juga sudah suruh orang untuk berikan santunan, dan kompensasi kepada keluarganya, tetapi keluarganya masih tetap datang."


Frank tidak bodoh, dia tentu saja tahu penyebab kematian Joko, mengenai keluarganya, setelah menerima santunan yang diberikan oleh Frank, tampaknya pun menerima uang dari orang lain lagi, jadi mereka datang untuk membuat onar di sini lagi.


Vincent mengerutkan keningnya, ketika dia ingin berjalan ke sana, sekumpulan wartawan muncul dari kerumunan itu, mereka sepertinya melihat Vincent dan Frank keluar dari mobil, jadi sekumpulan wartawan itu pun langsung mengepung mereka berdua.


"Ceo Bermoth sudah datang! Direktur Saul juga!"


Tidak tahu siapa yang bersuara, jadi semua orang pun bergegas menghampiri mereka berdua.


Direktur Bermoth, katanya Pabrik Farmasi Grup Vallamor adalah pabrik pemeras, setiap pekerja harus kerja melebihi dua belas jam di dalam pabrik, apakah ini benar?"


Hari ini pekerja yang mati, Joko, apakah mati karena tidak bisa menahan tekanan di pabrik anda?"


"Direktur Saul, bagaimana pendapat anda terhadap sistem di pabrik pada saat ini?"


"Keluarganya bilang setelah Joko mati, anda tolak untuk akui kematian Joko berhubungan dengan pabrik, dan ingin tutupi masalah ini, apakah hal ini benar?"


"Direktur Saul..."


"Ceo Bermoth..."


Para wartawan mulai bertanya, pertanyaan mereka juga sangat tajam.


Frank merasa sangat marah!


Tidak tahu malu!


Keluarganya jelas-jelas sedang memutar balikkan fakta.


Tetapi Frank percaya, jika dirinya mengklarifikasi semuanya juga tidak akan berguna lagi, begitu rumor disebarkan, dan jika kebenaran sudah disampaikan, tetap saja sudah ternodai.


Frank juga percaya, ini pasti berhubungan dengan Sekolah Kaisen.


Sekolah Kaisen tidak hanya ingin Vallamor bangkrut, bahkan masih ingin mencemari nama baik Vallamor!


Frank marah hingga sekujur tubuhnya bergemetaran, dan lupa untuk menjawab pertanyaan dari wartawan. Melihat ini, para wartawan pun langsung membuat catatan, dan mengambil foto.


"Frank Bingung dan Jengkel, Hingga Terdiam, Mungkin Pabrik Pemeras itu Benar!"


"Breaking news, Grup Vallamor adalah pemeras, Fakta dibalik Kapitalisme?"

__ADS_1


Para wartawan sudah selesai memikirkan headline yang akan ditulis. Keluarga Joko pun datang, untuk memukul Frank dan Vincent, tetapi Frank sudah menyuruh security untuk kendalikan suasana di sana. Tetapi kondisi di sana tetap kacau balau, dan sangat berisik.


"Semuanya berhentil!" Pada saat ini, sebuah jeritan terdengar.


Semua orang merasa suara ini masuk ke pikiran mereka, dan menyentuh hati mereka, suasana yang berisik seketika pun menjadi tenang. Kemudian, mereka semua melihat ke Vincent yang sedang berdiri di atas mobil.


Vincent mengenakan jas hitam, dan topi bowler, di bawah topi itu pun terlihat wajah tampannya, tetapi pada detik ini wajahnya terlihat sangat serius. Setelah wartawan-wartawan sadar, mereka pun langsung mengambil foto. Mereka pun melihat Vincent berkata dengan tenang: "Frank, aku nanya kamu! Setelah Joko mati, apakah kamu sudah berikan santunan kepada keluarga almarhum, dan berikan kompensasi yang sesuai?"


"Semuanya sudah, kontraknya masih ditanganku!" Frank berkata dengan marah.


"Baik!" Vincent mengangguk:


"Simpan semua bukti dengan baik, nanti akan digunakan untuk ajukan gugatan!


"Baik." Frank berkata dengan tidak berdaya.


Ajukan gugatan Jika menang gugatan akan dapatkan apa? Juga masih akan terdapat orang yang menganggap Grup Vallamor kaya, membuat kontrak palsu dengan uang, untuk selesaikan masalah ini dengan almarhum keluarga!


Air kotor ini sudah membasahi tubuh, jika mencucinya, juga tidak akan bersih lagi. Tetapi Vincent pun lanjut berkata lagi.


"Kamu tenang saja, akan akan usulkan gugatan ini dilakukan secara terbuka! Bahkan masih akan ada live streaming, akan akan undang dewan juri terbaik di Alhambra, setiap detailnya akan disajikan dengan jelas, apakah mereka sedang fitnah kita! Semua kebenaran pun akan terungkap!"


Setelah perkataannya selesai dikatakan, orang-orang di sana tercengang.


Raut wajah keluarga almarhunm pun seketika berubah.


"Live streaming?" Frank memukul kepalanya, dan merasa sangat gembira. Kenapa dirinya tidak pernah memikirkan ini?


Selain itu, kami juga akan tunjukkan rekaman kamera


CCTV pembuatan obat di pabrik kami, mengenai apakah


Perkataannya ini, pun lebih mengejutkan dari perkataan sebelumnya.


" Ceo Bermoth, tidak boleh"! Frank merasa cemas, dan berteriak: "Jika seperti itu, proses pembuatan obat kita bukannya akan tersebar? Itu adalah rahasia kita! Jika seperti itu, pabrik kita akan habis!"


Tunjukkan proses pembuatan obat untuk buktikan jam kerja karyawan? Ini lebih bodoh dari bunuh ayam untuk dapatkan telur!


Semua orang di sana tercengang, para wartawan menjadi sangat gembira, mereka percaya, berita ini akan menghebohkan dalam negeri.. tidak, melainkan seluruh dunia.


Pada detik berikutnya, Vincent masih mengatakan sesuatu yang mengejutkan!


"Tidak, itu bukan rahasia, jika diumumkan juga tidak masalah! Aku sudah tidak peduli terhadap obat stroke otak dan obat rhinitis, karena aku sudah temukan sesuatu yang lebih bagus dari obat


stroke otak dan obat rhinitis, dua resep obat itu sudah dieliminasi! Grup Vallamor akan luncurkan sejenis obat baru yang lebih luar biasa! Jadi, aku tidak peduli jika tersebar!"


Wooow!!!


Seketika suasana di sana menjadi ribut!


Sekujur tubuh orang-orang yang ada di sana bergemetaran. Tangan wartawan yang memegang kamera pun bergemetaran.


Ini adalah berita booming!


Grup Vallamor masilh ada obat baru?


Direktur Bermoth yang ajaib ini masih bisa luncurkan obat yang lebih hebat dari obat stroke otak dan obat rhinitis?


Apakah dua penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini, gejalanya akan berubah menjadi lebih ringan dari flu dan demam?

__ADS_1


"Frank." Vincent berteriak.


Frank yang tercengang pun kembali sadar: "Tuan Bermoth."


"Lapor ke polisi saja! Lalu pabrik tetap dibuka, jangan terpengaruh oleh orang-orang ini."


"Baik."


Frank mengangguk, lalu dia pun menelepon. Sejenak kemudian, beberapa mobil polisi pun datang, polisi membubarkan semua orang yang membuat onar, dan membawa beberapa orang pergi.


Setelah masalah ini diselesaikan, Frank dan Vincent pun kembali ke Perusahaan.


Tetapi Frank pun tampak khawatir, dia percaya bahwa, yang dilakukan oleh Sekolah Kaisen tidak hanya sebatas ini.


Dalam waktu dua jam, masalah Pabrik Farmasi Grup Vallamor pun sudah menyebar di internet.


Seketika, Pabrik Vallamor pun menjadi penelusuran trending.


Mengenai janji Vincent di atas mobil juga menjadi penelusuran trending, tetapi dalam waktu yang singkat pun digantikan oleh topik lain.


Vincent mengetahui bahwa, terdapat orang yang sedang melakukan sesuatu di belakang, dan ini pasti merupakan ulah dari Sekolah Kaisen.


Vincent mengerutkan keningnya, dan sedang


memikirkan tindakan apa yang harus dilakukan. Kemudian, Hotman masuk ke dalam kantor.


"Ceo Bermoth."


"Gimana?"


"Agak sulit, dan kami masih dapatkan satu informasi!"


"Informasi apa?"


"Deku sudah mau beraksi, besok dia mungkin akan bawa orang untuk periksa pabrik anda, dia sudah siapkan segala caranya" Hotman berkata dengan serius.


Vincent memejamkan kedua matanya, dan tidak mengatalkan apa pun. Sejenak kemudian, Vincent menarik nafas: "Tampaknya aku harus gunakan kekuatan itu."


"Direktur Bermoth, masih ada cara lain?"


"Ada."


"Cara apa?"


Frank dan Hotman langsung menatap Vincent. Ketika Vincent hendak berkata...


Boom!


Pintu tiba-tiba dibuka,


kemudian Kuga berjalan masuk ke dalam, dan memberikan penghormatan kepada Vincent!


Semua orang di kantor tercengang.


"Siapa kamu?" Frank bertanya dengan tampak bingung


"Kuga?" Vincent tertegun sejenak, lalu dia pun menghela nafas.


Lalu Kuga pun berkata dengan serius: "Tuan Bermoth, mohon anda untuk abaikan semua pekerjaanmu dulu, dan ikut aku pergi!"

__ADS_1


"Baik!" Tatapan Vincent terlihat tegas.


__ADS_2