
Di dalam Taman bambu terdapat sebuah halaman kecil yang unik.
Halamannya sepi, terdengar suara burung dan aroma bunga, dan terdapat kolam kecil ditengahnya yang berisi beberapa ikan berwarna merah dan kuning berenang di dalamnya. Suasana seperti itu seharusnya tenang dan damai. Tetapi di dekat kolam, situasinya sangat berantakan.
Terdapat botol-botol pecah berserakan di lantai dan obat-obatan yang tersebar di seluruh lantai.
Di depan obat-obatan ini terdapat sebuah kursi yang diduduki seorang pria tua kurus yang dibungkus oleh selembar kain.
Rambutnya tergerai, tubuhnya mengenakan mantel militer, wajahnya sangat pucat dan seluruh tubuhnya menggigil seperti pria tua yang menunggu kematiannya.
Namun, siapa sangka bahwa "pria tua" ini baru berusia 50 tahun. Dan orang ini adalah Messi Gomez, Dewa Perang di ketetaraan Alhambra yang terkenal sepuluh tahun yang lalu.
Sebenarnya, ketika Vincent baru saja datang ke kota Izuno, dia sudah mengetahui bahwa Messi sudah diatur untuk menjalani pengobatan di Balai keselamatan ini.
Sepuluh tahun yang lalu, Messi terluka parah karena sebuah tindakan rahasia.
Mengandalkan tingkat medis profesional dan serangkaian pengobatan tradisional yang terkenal seperti Dai Anwen, hidup Messi pun berhasil diselamatkan, tetapi hanya dapat kembali hidup.
Kekuatannya dan bahkan tubuhnya sudah terluka parah sehingga kekuatannya sangat berkurang dan tidak sehebat dulu lagi.
Vincent mendengar dari Dai Anwen bahwa Messi telah diracuni dan merupakan racun yang aneh. Jika racunnya tidak dibersihkan, akan sulit baginya untuk pulih. Dan tubuh Messi sudah diracuni selama sepuluh tahun, racun itu bahkan sudah memasuki sumsum tulangnya sehingga sangat mustahil untuk menyembuhkannya.
Oleh karena itu, Dai Anwen sudah memutuskan untuk membiarkan Messi menjalani sisa hidupnya saja.
Tentu saja, sebagai Dewa Perang di ketentaraan, Messi termasuk seorang representatif. Kabar tentang cederanya ditutupi dan tempat perawatannya dipindah selama beberapa kali untuk menghindari ditemukan oleh musuh.
Lagipula, jika kabar tentang cederanya tersebar, hal ini tidak hanya akan menimbulkan kekacauan di militer, tetapi juga akan membuat mereka yang kuat di negara musuh merasa bahwa mereka memiliki peluang untuk menyerang Alhambra dan hal ini akan berdampak besar.
Namun, dalam sepuluh tahun ini, kabar tentang Messi pun perlahan menyebar. Ada yang mengatakan bahwa dia sudah meninggal. Dan juga ada yang mengatakan bahwa dia sebenarnya sedang melatih diri dalam pengasingan.
Ada berbagai macam rumor, tetapi berita paling benar adalah tentang dirinya yang keracunan.
Namun hal ini sudah tidak penting lagi. Messi sudah tidak muncul selama sepuluh tahun dan sudah banyak pahlawan muda yang muncul di ketentaraan, dan bahkan beberapa dari mereka dikenal sebagai keturunan Dewa Perang.
Namun, dampaknya tidak akan berubah menjadi kecil di ketentaraan.
Vincent dibawa masuk oleh kedua tentara itu. Messi yang lemah dan tidak berdaya menjadi lebih marah ketika dia melihat Vincent.
"Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak membutuhkan dokter! Keluar, keluar dari sini!"
Messi sangat kesal dan berusaha berdiri untuk menghancurkan semua barang di sekitarnya. Tetapi tubuhnya sangat lemah sehingga begitu dia bangun, dia tidak bisa berdiri dengan baik dan langsung terduduk lagi
"Komisioner! "
Seorang pemuda berseragam di sebelahnya bergegas mempapah Messi.
Tetapi Messi tiba-tiba melepaskan diri dan kemudian jatuh ke lantai.
"Komisioner!"
Semua orang terkejut dan bergegas membantu Messi untuk duduk di kursi. Kali ini, Messi terluka karena jatuh. Kedua kakinya yang kurus kering tidak bisa bergerak, dia hanya bisa memandang orang-orang di kedua sisinya untuk membantunya berdiri.
Dia memejamkan matanya untuk menahan air matanya. Apakah dia tidak bisa berdiri lagi?
Betapa menyedihkan! Sebenarnya dia tahu, dia tahu segalanya. Alasan kenapa dia bersikeras untuk menolak pengobatan karena dia ingin
mati. Lagipula, seorang pria yang dikenal sebagai Dewa Perang di ketentaraan telah menjadi seorang pria tua yang tidak memiliki kekuatan apapun lagi Bahkan dia sangat kesulitan untuk berjalan.
__ADS_1
Bagaimana dia dapat menerima kenyataan ini?
Messi menarik nafas dalam-dalam dan menenangkan hatinya. Kemudian, dia membuka matanya dan melihat orang-orang yang peduli di sekitarnya yang terlihat kelelahan.
"Sudahlah, panggil saja dokter... Baik Komisioner!" Kuga yang berdiri di sebelahnya mengangguk dan kemudian berkata kepada Vincent
"Dokter, cepat periksa tubuh Komisioner, lihatlah sebenarnya apa yang terjadi pada Komisioner!"
"Psikologi yang diakibatkan amarah sehingga tekanan darah naik dan membuat pembuluh darah tidak berfungsi hingga memuntahkan darah. Bukanlah masalah besar. " Vincent berkata sambil mengeluarkan jarumnya.
"Baguslah kalau begitu." Kuga menghela nafas lega.
"Dok, berapa lama lagi aku akan mati? " Messi bertanya dengan lemah.
Baginya, hidup semakin lama itu adalah siksaan. ..
"Tidak bisa mati. " Jawab Vincent.
Messi sangat putus asa. Vincent mengeluarkan jarum dan menusuk lengannya secara perlahan. Jarum itu sedikit bergetar, tetapi langsung menempel pada lengan Messi.
Messi gemetaran dan melihat ke arah lengannya. Tidak tahu kenapa, dia merasakan kehangatan di lengannya, seolah-olah ada aliran hangat yang mengalir di dalamnya.
Tetapi Vincent mengeluarkan sebuah jarum lagi dan menusuknya ke lengan Messi yang lain. Sangat nyaman. . . " Messi mengeluarkan suara.
Semua orang tampak heran.
Dulu, Komisioner selalu menolak untuk dilakukan perawatan, kenapa sekarang dia bisa begitu nurut?
Vincent memasukkan jarumnya dengan cermat dan tidak ada yang berani mengganggunya.
Semua ini berlangsung selama setengah jam.
tangan dan kaki Messi penuh dengan jarum.
"Anak muda, aku belum pernah melihatmu, apakah kamu adalah dokter baru?"
Messi bertanya dan menatap vincent dengan heran.
"Iya."
Vincent berkata dengan santai
"Dulu juga pernah ada dokter pengobatan tradisional yang datang mengobatiku, namun teknik dan efek dari tusukan jarum mereka sangat berbeda darimu. Aku tidak menyangka kamu memiliki pencapaian seperti ini dengan usiamu yang masih muda. Benar-benar sangat langka. " Kata Messi.
"Terima kasih atas pujiannya."
"Ini bukanlah pujian, ini adalah fakta. Sayangnya aku sudah menjadi seseorang yang tidak berguna. Tidak peduli seberapa hebat keahlian medismu, tidak peduli seberapa bagus jarumnya, semua ini tetap tidak dapat memulihkanku. " Messi menghela nafas.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan Vincent ini tidak ada artinya.
Sesaat kemudian, dia mengulurkan tangannya dan menekan anggota tubuh Messi.
"Ergh..." Seluruh tubuh Messi tiba-tiba gemetar, rasa sakit yang tajam membuatnya menggigil dan wajahnya berkeringat.
"Apa yang kamu lakukan? " Kuga panik dan segera menghentikan Vincent dengan mendorongnya ke samping.
"Aku memperingatimu, jangan keterlaluan. Jika terjadi sesuatu pada Komisioner, aku akan menghabisimu! " Kuga marah.
__ADS_1
"Apakah semua orang di sekitarmu bertemperamen
seperti ini? " Vincent menatap Kuga dengan tatapan aneh dan kemudian bertanya pada Messi.
"Pergi!" Messi memarahinya. Kuga tertegun dan mundur.
"Kalian yang mencarinya. Dan kalian malah membuat keributan ketika dia sedang mengobatiku. Apa yang kalian inginkan?" Messi mendengus.
"Komisioner, saya..." Kuga tidak tahu harus berkata apa.
Vincent melanjutkan memijat tangan dan kaki Messi. Messi masih menggigil
kesakitan. Sesaat kemudian, Vincent
berhenti.
"Dokter, apakah kamu sudah lelah? Jika kamu lelah, kamu bisa kembali dan beristirahat. Apa yang kamu lakukan sudah cukup, penyakitku ini... tidak dapat disembuhkan. Kamu tidak perlu menyia-nyiakan waktumu. " Messi tersenyum lemah.
Vincent masih tidak berbicara dan hanya mulai mencabut satu per satu jarum yang ada di tangan dan kaki Messi.
Ketika jarum dicabut, semua orang dapat melihat dengan jelas bahwa bagian tubuh yang ditusuk jarum berwarna hitam pekat...
Mata Messi terbuka lebar-lebar.
"Ini...
"Racun!
"Racun?"
"Silahkan coba berdiri!" Kata Vincent.
Messi terengah-engah.
Semua orang memandangi kedua tangannya. Dia mengangkatnya secara perlahan dan kemudian menggunakan tenaganya...
Pa pa pa...
Ketika dia mengepalkan seluruh jarinya, terdengar suara berderak.
Meskipun lengannya tampak hanya ada tulang yang dilapisi kulit, tetapi seperti sudah ada kekuatan di dalamnya.
"Aku... sudah sembuh? " Messi berdiri dan tercengang
Sesaat kemudian, ekspresinya langsung berubah dan berangsur-angsur semangat. Dia tampak sangat gembira.
"Aku sudah sembuh! Aku benar-benar sudah sembuh
kan? Hahahaha.. "
"Komisioner!" Kuga tampak sangat khawatir dan segera mendekati Messi untuk memeganginya.
Tetapi Messi tiba-tiba meraih tangan Kuga dengan kuat.
Kuga pun tercengang di tempat.
Ini adalah kekuatan Komisioner?
__ADS_1
Tetapi... bukankah Komisioner sudah tidak berdaya?
Kuga menatap lengannya yang kering dengan tidak percaya.