Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 806 Kalian Ingin Menjadi Keluarga Zigma Ke 2 ?


__ADS_3

Kelembutan Elena semakin membuat orang-orang sombong ini yakin.


Satu demi satu, mereka mengangkat kepala mereka tinggi-tinggi, merasa dirinya paling benar.


"Sudah kubilang kan, dia palsu!"


"Betul, meskipun dia tampan, dia masih tidak sebanding dengan Dokter Jenius Bermoth."


"Wanita ****** sialan, mau coba menipu kami? Kamu masih terlalu cepat untuk melakukan itu!"


Ada tawa menghina terdengar.


Elena menunduk dan terus menyeka air matanya, dia merasa sedih dan takut.


"Yang paling kubenci adalah saat ada orang yang berbohong padaku! Elena, kamu harusnya sudah tahu bagaimana sifatku! Dalam situasi seperti ini, apa yang harusnya akan kulakukan?" Mauren berjalan mendekat, tangan kecilnya membelai wajah halus Elena yang sudah basah karena air mata, dia tersenyum dan berkata.


"Senior, tolong … lepaskan aku..." Kata Elena gemetar.


"Hmm, tapi terakhir kali sudah kukatakan padamu, jika aku masih melihatmu lagi atau jika kamu masih tidak mau pindah sekolah, akan kubuat 7 lubang di lenganmu yang lainnya! Bisakah kita mulai sekarang?"


Mauren berkata sambil tersenyum, lalu menyalakan sebatang rokok lalu menyedotnya, puntung rokok itu merah menyala dan bergoyang di depan mata Elena.


Elena melangkah mundur lagi dan lagi karena takut.


Tetapi orang di belakang sudah langsung menahannya agar dia tidak bisa kemana-mana.


Eric tidak mengatakan sepatah kata pun, dia hanya diam dan menonton.


Dia masih menunggu.


Jika Elena masih menolak untuk meminta bantuan saat ini, maka sudah sepantasnya Elena menerima semua ini, dengan cara ini, dia tidak akan mempedulikan Elena lagi.


"Jangan! Jangan! "


Elena sangat ketakutan sehingga dia gemetar, tapi dia masih tidak meminta bantuan Eric.


Eric sedikit marah.


"Pegang wanita ****** ini untukku!” Kata Mauren tegas.


"Oke Senior Mauren."


Kemudian ada dua orang datang dan segera menahan lengan Elena.


"Lepaskan aku! Lepaskan aku! Apa yang akan kamu lakukan? Lepaskan aku!"


Elena berjuang mati-matian.


Tapi tidak peduli sekuat apa dia berjuang, itu tidak ada hasilnya.


Dia hanya bisa membuka matanya lebar-lebar, melihat Mauren sedikit condong ke arahnya dengan puntung rokok di tangannya.


Keputusasaan dan kepanikan memenuhi tubuhnya.

__ADS_1


Sampai akhirnya… ada sebuah suara terdengar.


"Hei, apakah kalian masih ingin aku menelepon Frank atau tidak!"


Semua orang terkejut.


Baru saat itulah mereka semua sadar 'Dokter Jenius Bermoth' berdiri di samping mereka dengan ponselnya.


“Ada apa? Pertunjukannya sudah selesai, apakah kamu pikir kamu masih harus berakting?” Seorang gadis tidak senang.


"Apakah orang ini punya gangguan otak?"


"Sepertinya sih begitu"


Yang lain juga mengeluarkan cacian dari mulut mereka.


"Jadi, kalian ingin aku menelepon atau tidak?" Vincent bertanya.


"Siapa yang akan kamu telepon?"


"Frank!"


"Frank? Hahaha, oke, oke, aku akan memberimu kesempatan, cepat segera telpon Frank, jika kamu benar-benar bisa menelepon Frank, kami akan segera melepaskanmu! Akan kulihat cara seperti apa lagi yang akan kamu pakai!" Mauren tersenyum main-main.


Vincent mengangguk, langsung menekan tombol ‘telepon’, lalu dia menyalakan ‘loud speaker’.


Elena sudah putus asa, tapi disaat yang sama, dia merasa malu dan tidak mengerti situasinya.


Apakah dia memperlakukan orang-orang ini sebagai orang bodoh?


Elena tidak bisa mengerti.


Semua orang tidak terlalu terburu-buru, menatap Vincent bersama-sama.


Telepon berbunyi dua kali lalu akhirnya terhubung.


Kemudian, terdengar suara penuh hormat dan tegas dari speaker telepon.


"Halo, CEO Bermoth, ada perintah apa?"


"Oh, benar-benar ada yang menjawab?"


"Apakah ini suara Frank?"


"Kedengarannya sih begitu!"


"Kurasa dia sudah menyiapkan aktor lainnya!"


Semua orang langsung mulai berdiskusi, mengomentari suara barusan.


Mauren juga tercengang, dia mencibir: "Aku masih tidak yakin, sepertinya kamu sudah menyiapkan rencana ini sampai akhir ya? Lumayan juga!"


Vincent tidak mengatakan apa-apa.

__ADS_1


Tapi cacian dari orang-orang ini terdengar oleh Frank di ujung telepon lain.


“CEO Bermoth, sepertinya kamu sedang dalam masalah?” Frank berkata dengan cukup serius.


"Ada sekumpulan anak-anak yang mempermalukan adik perempuanku, sepertinya mereka tidak cukup percaya bahwa aku adalah CEO Bermoth, jadi cukup sulit untuk meyakinkan mereka." Kata Vincent dengan tenang.


"CEO Bermoth, dari mana mereka berasal?"


"Ada satu yang berasal dari Keluarga Torax, ada juga seorang gadis bernama Mauren Eman, aku tidak tahu sisanya." Kata Vincent dengan tenang.


“Oke, CEO Bermoth, seberapa jauh masalah ini harus di selesaikan?” Frank bertanya dengan cukup serius.


"Beri peringatan kecil dulu saja."


"Oke CEO Bermoth, tolong tunggu sebentar!"


Frank segera menutup telepon.


Orang-orang di ruangan itu menatap Vincent.


"Sudah selesai?"


"Begitu saja!"


"Terus kenapa?"


Mauren menyipitkan matanya dan bertanya.


Vincent tidak mengatakan apa-apa.


“Konyol! Sangat konyol!” Eric menggelengkan kepalanya lagi dan lagi, ekspresinya terlihat sangat mengerikan: “Aku sudah tidak kuat menonton drama yang kamu buat, aku tidak punya banyak waktu! Hajar dan pukuli sampai mati!”


"Siap!"


Para preman langsung bereaksi dan bergegas.


Tapi tiba-tiba, ponsel Eric bergetar.


Eric terkejut, dia buru-buru mengeluarkan ponselnya untuk memeriksa, ketika dia melihat nama penelepon, wajahnya langsung memucat.


Dia segera mengangkatnya.


"Ayah, ada apa?"


"Apakah kamu sudah cari masalah dengan Dokter Jenius Bermoth?" Ada suara tegas di sisi lain telepon.


“Bermoth … Dokter Jenius Bermoth? Bagaimana mungkin? Aku … aku … aku baru saja ingin memperi pelajaran pada orang yang sedang berpura-pura menjadi Dokter Jenius Bermoth!” Kata Eric dengan linglung.


"Berpura-pura? Frank Saul dari Grup Vallamor sudah menelepon ke keluarga kita! Bocah sialan, apakah kamu sudah gila? Secara langsung cari masalah dengan Dokter Jenius Bermoth! Apakah kamu ingin keluarga kita menjadi Keluarga Zigma ke 2?" Terdengar teriakan dari telepon saat ini.


Kerasnya suara ini membuat semua orang di sekitarnya bisa mendengar dengan jelas.


Semua orang langsung tercengang …

__ADS_1


__ADS_2