
Apa yang diucapkan Vincent adalah perkataan yang murni dari lubuk hatinya.
Namun begitu Zoldyc mendengarnya, yang terasa hanyalah hatinya seperti ditusuk jarum, dia bergegas berdiri dan sepasang sorot matanya yang memerah seperti mata harimau menatap Vincent: “Vincent! Kamu mau apa? Lantas apakah kamu tidak mau mendengarkan perkataanku?”
“Paman Zoldyc..”
“Aku ini adalah ayah asuhmu! Kecuali kalau kamu tidak mengakui Elva sebagai ibu asuh!” Zoldyc memukul meja dengan garang dia berteriak marah.
Vincent tertegun dan menggigit bibir bawahnya, dia tidak tahu harus berkata apa.
“Aku tahu kalau istriku telah menerima penderitaan, Elva juga sama, tapi kamu tidak bisa menggunakan hal ini sebagai alasan untuk bertindak sembrono! Ini adalah Keluarga Lavore! Keluarga Lavore dari Azuka! Keluarga besar seperti ini bisa mengatasi orang tanpa meninggalkan jejak, kalau terjadi sesuatu pada dirimu! Bagaimana dengan istrimu? Ibu angkatmu harus bagaimana? Apakah kamu tidak pernah memikirkan hal itu?” Zoldyc berkata dengan menggebu-gebu.
“Zo... ayah angkat, kamu tidak mengerti diriku, aku punya kemampuan untuk menghadapi Keluarga Lavore, paling tidak aku punya kekuatan untuk menghadapi Keluarga Lavore dan meminta keadilan.” Vincent berkata dengan suara serak.
“Aku tidak mengizinkan dirimu pergi!” Zoldyc menggeram.
Vincent dibuat terkejut olehnya.
Dia malah melihat mata Zoldyc memerah dan bola matanya melotot seperti hampir keluar sambil menatap Vincent dan berteriak ke arahnya: “Vincent, kalau kamu masih berniat pergi, maka aku ayah asuhmu ini akan...aku akan menabrakkan kepalaku ke tembok sampai mati!”
Wajah Vincent memucat, dia buru-buru berkata :“Ayah asuh, kamu jangan ceroboh!”
“Ceroboh? Tidak! Aku tidak ceroboh, kalau memang aku ceroboh maka dari awal aku harusnya tidak diam saja melihat Elva berdiri dan melindungi Nycta, seharusnya aku keluar dan melindungi mereka, akan tetapi waktu itu aku hanya berdiri disamping dan memandangi mereka dengan tatapan dingin! Anakku, aku melihatmu tumbuh besar, sekarang Nycta sudah pergi, apakah dia masih hidup atau sudah mati aku pun tidak tahu, aku tidak bisa melihatmu kena masalah, kalau aku sendiri tidak bisa melindungi dirimu, maka bagaimana aku bisa mempertanggungjawabkan hal ini pada Elva? Bagaimana aku bisa punya muka untuk pergi bertemu dengannya!” Zoldyc terduduk di atas tanah dengan putus asa, tangannya mengepal dan terus meninju tanah, ekspresi wajahnya penuh dengan penderitaan dan keputusasaan.
Vincent menarik napas dalam-dalam, dia tidak berkata sepatah kata pun.
Dia tidak bisa mengerti penderitaan yang dialami oleh Zoldyc karena dia tidak berada di posisinya.
Tapi tidak pernah terpikir olehnya, kalau Zoldyc ternyata sangat memperhatikan dirinya.
Kalau dibandingkan dengan lelaki itu, tanggung jawab yang diemban oleh Zoldyc.. terlalu banyak.
Akan tetapi Vincent memiliki kemarahannya sendiri, dendam di hatinya tidak akan bisa dipadamkan hanya dengan beberapa perkataan dari Zoldyc.
Sedangkan... penderitaan dan ketidakadilan yang diterima oleh Zoldyc di
__ADS_1
Keluarga Lavore, apakah dia bisa mengabaikannya?
Vincent terus mengepalkan tinjunya dengan erat, tapi raut wajahnya terlihat datar, dia tidak menunjukkan emosinya, dia memapah Zoldyc berdiri, lalu berkata dengan pelan: “Ayah asuh, lantas apakah kamu berharap aku berdiam diri disini dan melihat saja, diam-diam menahan diri? Bagaimana aku bisa mengabaikan ketidakadilan yang dialami oleh ibu angkat dan istriku?”
“Aku mengerti, tapi.. ini juga sudah mencapai batas kesabaranku, Vincent, berikan ayah asuh satu kesempatan, aku akan menyelesaikan masalah ini, tiga hari, paling lama tiga hari, aku pasti akan membuat Sasha meminta maaf pada ibu angkat dan istrimu.. “ Zoldyc berkata dengan serak.
Ini adalah permohonannya yang terakhir.
Ketika mendengarnya, seketika muncul amarah membara di sorot matanya, akan tetapi dia tidak marah kepada Zoldyc, melainkan pada Sasha.
Dia menarik napas dalam-dalam, lalu mengangguk, dengan terpaksa menjawab: “Karena ayah asuh telah berkata seperti itu, maka sekali ini aku percaya! Tapi, ayah asuh, harus ingat hanya 3 hari, kalau dalam 3 hari ini masalah belum terselesaikan.. maka ayah asuh harus pergi dari Keluarga Lavore, dan sisanya biarkan aku yang urus...”
Kalau bukan karena Zoldyc, maka Vincent tidak mungkin berbuat seperti ini.
Kalau disaat seperti ini sembarangan bertindak, dan begitu Zoldyc melakukan sesuatu yang kelewat batas, maka Vincent pasti akan menyesal seumur hidup.
“Baik, Baiklah, Vincent, kamu tenang saja, ayah asuh pasti akan memberimu sebuah penjelasan, aku tidak akan membiarkan mereka berdua menderita.” Zoldyc mengangguk-anggukan kepala, akhirnya di wajahnya terlihat sebuah senyuman yang telah lama hilang.
“Ayah asuh, kalau begitu, aku pulang dulu,”
“Apakah ibu angkatmu baik-baik saja?”
“Pergilah, sana bawa ibu angkat dan istrimu kemari, bawa mereka ke sini, ke rumah Keluarga Lavore.” Kata Zoldyc.
“Ini...?” Vincent terpana mendengarnya: “Ayah asuh, apakah yang kamu katakan itu benar?”
“Kalau hari ini Elva tidak bisa memasuki pintu rumah keluarga ini, maka berarti Keluarga Lavore tidak bersedia memberikan sebuah keadilan untuk aku Zoldyc!” Zoldyc berkata dengan penuh kemarahan.
Kelihatannya Zoldyc telah membuat keputusan, dia mau menyelesaikan masalah ini sendiri!
Vincent sedikit ragu, tapi akhirnya dia mengangguk juga: “Baiklah, aku akan segera pergi ke hotel dan membawa mereka kemari.”
“Bagus, aku akan menemui pimpinan! Pergi bertemu dengan yang lainnya!” Zoldyc berdiri dan langsung berjalan keluar dari pintu.
Vincent juga mengikutinya pergi keluar.
__ADS_1
“Paman Zoldyc!” Estinen yang sedari tadi menunggu diluar dengan khawatir langsung menghampiri.
“Kamu pergi, temani Vincent lalu jemput bibi dan kakak iparmu pulang, aku akan pergi menemui kakak tertua!” Zoldyc berkata dengan nada berat.
“Oh...baik, baiklah!” Estinen agak tergagap tapi akhirnya dia mengiyakan.
Saat ini dari luar pintu terdengar suara tua terdengar. “Zoldyc! Aku ikut denganmu!”
Orang-orang memandang tapi malah melihat seorang tua yang dipapah oleh seorang perempuan berjalan masuk ke dalam.
Ternyata itu benar-benar Estela dan Setya.
“Paman ketiga?” Sorot mata Zoldyc langsung berbinar, dan dia bergegas menyambutnya.
Setya mengangguk, lalu berjalan ke hadapan Vincent dan berkata: “Tuan Bermoth, kamu jangan marah, tenang aja, masalah ini akan aku selesaikan, serahkan padaku si tua ini, aku pasti akan memberikanmu sebuah keadilan! Berikan aku sedikit waktu.”
“Tuan Lavore sudah berkata seperti itu, Vincent akan memberi dia sedikit waktu, namun untuk masalah ini aku bukan memandang dirimu, akan tetapi memandang pada ayah asuhku, kalau memang tidak berhasil, maka beritahu aku secepatnya. ”Vincent berkata dengan wajah datar.
Zoldyc adalah ayah asuhnya, dia pasti bersikap sopan, akan tetapi anggota Keluarga Lavore yang lainnya tidak ada hubungannya dengan dia, jadi dia tidak perlu menjaga sikap.
Setya juga mengetahuinya, dia mengangguk samar: “Kamu tenang aja, aku akan berusaha memberimu jawaban.”
Begitu dia mengucapkan kata-katanya, Setya menjawab: “Zoldyc, ayo kita pergi!”
“Baik, paman ketiga!” Zoldyc menjawab, lalu mengikuti Setya berjalan masuk ke dalam.
Vincent tidak bersuara, kemudian dia menelepon sekretaris hotel.
Kurang lebih setengah jam kemudian, Jane, Elva dan yang lainnya tiba di kediaman Keluarga Lavore dengan perlindungan tentara.
“Atur kamar untuk istriku dan ibu angkatku!” Vincent berkata pada Estinen.
“Masih belum cepat pergi aturkan?” Estinen berteriak pada orang Keluarga Lavore di sampingnya.
“Kak Estinen, ini..” Orang Keluarga Lavore yang berada disampingnya terlihat bingung.
__ADS_1
“Masih tunggu apa lagi? Cepat pergi!” Estinen langsung menendang bokong orang itu.
Orang itu tentu saja langsung lari tunggang langgang.