
Ini adalah sebuah kesempatan!
Para guru yang berada di panggung semuanya sepemikiran.
Awalnya karena Vincent yang berkeras tidak mau mengalah dan bekerja sama, inilah yang membuat posisi Umbrella Pharmacy menjadi serba sulit.
Apabila Raven mengalahkannya, maka biarkan dia mundur dengan kemauan sendiri, bukankah begitu lebih baik? Dan kandidat dari Umbrella Pharmacy tidak perlu lomba ulang, jadi biarkan Raven yang menjadi juara satu, bukankah masalah selesai? Bukankah dengan demikian ini semua sesuai dengan perkembangan yang ingin dilihat orang-orang dari Umbrella Pharmacy?
Dan pada saat itu, orang-orang pun tidak akan mempermasalahkan apakah Ryuken berbuat curang atau tidak, serta apakah terjadi kecurangan dan ketidakadilan di Umbrella Pharmacy?
Apalagi disini skill yang berbicara!
Raven menggunakan kemampuannya untuk mengalahkan Ryuken, ini sudah cukup untuk membuktikan segalanya!
Para guru pun tidak berani bersuara.
“Apakah yang kamu katakan itu benar?” Napas Raven tertahan, dia bertanya dengan tegang.
“Kenapa? Apa kau kira aku sedang bercanda?” Vincent berkata dengan tenang: “Lebih baik kita berdua bertanding satu sama lain sekarang di hadapan para penonton, kalau kamu bisa menang dariku, maka aku, Ryuken akan menghormati dirimu dan trofi juara pertama ini akan kuberikan padamu! Kamu pantas mendapatkannya!”
“Baik! Kita tetapkan begitu!” Raven langsung bergairah dan buru-buru berbicara: “Katakan, kita mau lomba apa? Cepat siapkan!”
“Jangan terburu-buru, aku kan belum bilang kalau aku yang menang harus bagaimana!” Ujar Vincent.
Raven tertegun sejenak, kemudian berkata dengan dingin: “Tenang saja, aku tidak mungkin kalah, jadi kamu tidak mungkin menang dariku.”
“Bagaimana kalau seandainya aku yang menang?”
“Tidak ada kata seandainya.”
“Kalau begitu berikan jawabanmu.” Vincent berkata dengan acuh.
Alis Raven berkedut, dan tatapannya tidak lepas dari Vincent: “Katakan, apa yang kamu inginkan kalau kamu menang?”
“Oh, permintaanku biasa saja, aku ingin kamu mengakui kalau akulah si juara pertama, lalu di hadapan semua orang aku ingin kamu menampar dirimu sendiri, itu saja!” jawab Vincent.
Orang-orang di belakang Guru Ferreira semuanya terkesiap mendengar ucapan ini.
Menampar diri sendiri?
Menampar diri sendiri berarti secara simbolis juga menampar Umbrella Pharmacy!
Tujuan utama Ryuken sebenarnya adalah membalas dendam pada Umbrella Pharmacy!
Tatapan para penceramah semuanya terpaku pada Ryuken, sorot mata mereka penuh dengan kebencian. Sedangkan suasana di antara para penonton malah ramai dengan sorak sorai.
“Haha, bagus anak muda, kamu sangat berkarakter, aku suka!”
__ADS_1
“Hei hei, ini bagaimana permainannya!”
“Bertanding, bertanding, hahhaha.”
Orang-orang mulai bertepuk tangan menyemangati.
Para siswa juga mulai berharap.
Pertandingan ini sudah tidak bisa dihindari lagi.
Dan pertandingan ini juga menjadi ajang pertarungan antara Ryuken dengan seluruh Umbrella Pharmacy!
Perubahan dramatis seperti ini jauh dari yang diperkirakan setiap orang.
Satan berdeham, ekspresi wajahnya dingin.
“panitia, sekarang kita harus bagaimana?” Guru Ferreira mendekat dan buru-buru bertanya.
“Apakah kamu merasa Raven akan kalah?” Satan menoleh melirik ke arahnya.
Tubuh Guru Ferreira langsung gemetar.
Benar, Raven tidak mungkin kalah bukan? Orang itu hanyalah Ryuken, sehebat apapun dia bagaimana bisa menang melawan Raven? Tidak mungkin!
Hanya saja,... tingkah Ryuken hari ini sangat aneh!
“Baik, aku setuju dengan persyaratanmu, cepat katakan, apa yang akan kita lombakan?” Raven merasa diremehkan oleh kata-kata Vincent, jadi dia mau tidak mau harus menyetujuinya.
Sekarang ini dia hanya ingin segera menyelesaikan pertandingan ini, lalu menampar muka bajingan ini dengan keras, serta bertanya apakah lain kali dia masih berani bersikap sombong lagi atau tidak.
“Lomba apa? Tentu saja terserah padamu, kamu yang menentukan, aku akan menerima apa saja.” Vincent menjawab dengan ringan.
“Waahhh!x
Sekali lagi suasana mulai ramai.
“Benar-benar gila! Padahal itu Raven Iho!”
“Bocah itu benar-benar gila! Sangat sombong!”
“Benar-benar diluar kendali!”
“Bagaimana orang picik dan sombong seperti dirimu bisa muncul di sekolah Umbrella Pharmacy ini?”
“Sebenarnya dia ini kenal dengan Raven atau tidak? Apakah dia tahu makna dari istilah sepuluh orang berbakat? Apakah dia tahu kalau posisi3 terdepan di sepuluh orang jenius ini bahkan tidak bisa ditandingi oleh para penceramah?”
“Kepalaku pusing, di dunia ini masih ada orang bodoh ya?”
__ADS_1
Para penonton, siswa dan para penceramah semuanya terkejut dan memaki, mereka semua tersentil oleh ucapan Vincent.
Mereka berpikir Ryuken ini pasti otaknya sudah rusak karena berani lancang terhadap3 orang jenius.
Akan tetapi kebalikannya Juliet malah tidak berkomentar, dia malah menatap ke Varita di sampingnya dan bertanya: “Nona Varita, seingatku Ryuken ada hubungan dengan keluarga kalian ya?”
“Iya, hanya saja tidak terlalu akrab, tenang saja Nona Mingyu, kami tidak akan ikut campur dalam urusan Ryuken, kami juga tidak bisa ikut campur, apapun yang terjadi dia sendiri yang akan menanggung akibatnya!” Varita tertawa kecil.
“Benarkah?”
Juliet sedikit terkejut, jadi dengan demikian Varita telah menarik garis batas dengan Ryuken?
Seingat dia Ryuken direkomendasikan oleh Varita ketika masuk kesini.. lantas sekarang dibuang begitu saja?
Kata-kata Vincent memicu kemarahan para penonton, tadinya Raven ingin menolak, namun setelah batas kesabarannya diinjak berkali-kali dia pun sudah tidak tahan lagi, dia tertawa sadis, kemudian mengangguk: “Baik, baik! Baiklah! Ryuken! Karena kamu yang menyuruhku memilih, kalau begitu terserah aku! Mari kita bertanding...”
“Bertanding jarum baja!”
Raven belum menyelesaikan ucapannya tapi sudah dipotong oleh Satan.
Mendengar ini, kata-kata yang tadi sudah sampai di tenggorokan Raven, harus ditelan kembali..
Sebagian orang memandang ke arah Satan.
“panitia, ini...” Raven menjadi tidak tahu harus berbuat apa, tadinya dia berencana meneruskan pertandingan identifikasi jenis obat, akan tetapi panitia telah berbicara dan ini membuatnya tidak tahu harus berkata apa.
“Raven, tentang masalah Ryuken ini, dia baru saja menjawab sebuah pertanyaan yang sangat sulit dari sisi identifikasi jenis obat, tebakanku dia sepertinya telah membaca beberapa catatan medis kuno, jadi pengetahuan dia tentang identifikasi jenis obat jauh melampaui orang lain, kalau kamu ingin bertanding dengannya di bidang ini maka kamu bukanlah tandingannya, jadi lebih baik kamu bertanding di bidang jarum baja! Dengarkan saranku, ilmu jarum bajamu tidak kalah dengan Darkey! Jadi lebih baik kamu bertanding ilmu jarum baja saja! Bagaimanapun kamu tidak boleh gegabah!”
Orang-orang di sekitar terenyak mendengarnya.
Raven pun menenangkan diri.
Benar juga, selain kemampuan identifikasi obat, dirinya juga jago dalam ilmu jarum baja!
Sedangkan dia tadi melihat ilmu identifikasi obat Ryuken sudah pasti tingkat atas.
Kalau begitu, kenapa tidak bertanding ilmu jarum baja saja?
Raven pun berbalik dan berteriak: “Ryuken, ayo kita bertanding jarum baja!”
“Aii!”
Varita yang duduk di bagian VIP langsung menghembuskan napas, kelihatannya dia sangat kecewa.
Melihat situasi tersebut, Juliet tertegun, rasanya ada sebentuk perasaan tidak enak yang menjalar ke pikirannya.
Sedangkan ‘Ryuken’ pelan-pelan menggelengkan kepala, dia tertawa di balik topeng yang dia kenakan tanpa ada orang yang tahu.
__ADS_1
“Kamu telah membuat sebuah keputusan yang salah... baiklah, kalau memang kamu mau bertanding ilmu jarum baja, ayo! Sisi mana yang ingin dipertandingkan?” Dia bertanya dengan datar.