Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 599 Menghancurkan Musuh Dalam Satu Serangan


__ADS_3

Semua orang kaget seperti disambar petir, mereka hanya melongo dan terdiam di tempat masing-masing.



Dan mata mereka terbelalak lebar.



Tidak ada pergerakan sama sekali di arena, yang terdengar hanyalah suara napas memburu dan suara detak jantung.



Entah sudah berapa lama barulah orang-orang mulai sadar kembali.



“Apa..apa yang dia katakan? Tiga orang.. dia.. dia ingin bertarung dengan tiga orang sekaligus?”



“Orang ini… sudah gila ya?”



“Kemampuan kakak seperguruanVentley sudah sangat luar biasa, ditambah dengan kakak seperguruan Psyko, kalau mereka berdua menyatukan kekuatan maka sudah pasti bisa mengalahkan Emperor, apalagi kalau ditambah dengan kakak Kratos, bisa dibilang setara dengan kekuatan dua orang Emperor!”



“Meskipun Dokter Jenius Bermoth adalah seorangEmperor, akan tetapi urutan peringkatnya sangat rendah! Apakah dia mampu mengalahkan dua orang Emperor?”



“Sangat konyol!”



“Ada berapa orang yang berani mengatakan dirinya sendiri bisa menantang bertarung dua orang Tianjiao di negeri ini? Bukankah ini sudah gila?”



“Menurutku si Dokter Jenius Bermoth ini terlalu sombong! Dia mengira dirinya telah mengalahkan Cadre dan menganggap dirinya tidak terkalahkan, sungguh orang yang tidak menyadari kalau diatas langit masih ada langit!”



“Kulihat anak muda ini belum pernah diberi pelajaran!”



“Iya! Aku berharap kakak seperguruan Kratos, bisa menghajarnya hingga babak belur, dengan begitu dia bisa melihat kehebatan Overwatch!”



Suasana memanas, orang-orang saling bergumam dan berkomentar, tidak henti-hentinya menunjuk Vincent.



Sekarang ini semua orang tanpa terkecuali memandang Vincentdengan tatapan menghina.



Dan pada saat ini Nycta memekik panik.



Dia menahan lengan Vincent dan berseru: “Vincent! Kamu sudah gila! Kamu ini ingin menantang mereka bertiga bersama-sama? Apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan?”



“Aku tahu.”



Vincent menjawab dengan tenang: “Tidak usah terlalu khawatir, aku tahu kemampuanku, kamu tunggu saja disamping, aku akan mengakhirinya dengan cepat.”



“Apakah kamu tidak mendengar apa yang aku katakan?” Saking paniknya Nycta hingga dia seperti mau meledak.



Bertarung dengan tiga orang disaat yang bersamaan?



Tak diragukan lagi ini namanya bunuh diri!



Tapi Vincent malah tersenyum, dan tidak merespon.



Nycta hampir gila dibuatnya.



“Dokter Jenius Bermoth! Apakah kamu serius?”



Pimpinan Pulau juga baru tersadar dan langsung bertanya pada Vincent.



“Apakah menurutmu aku sedang bercanda?” Vincent malah balik bertanya.



Pimpinan Pulau tertegun sejenak lalu tertawa terbahak-bahak dan bertepuk tangan: “Bagus! Bagus sekali! Dokter Jenius Bermoth memang pantas disebut pahlawan, semangat kepahlawanannya sangat tinggi! Aku salut padamu! Kalau begitu, silakan! Namun aku berharap kalau kamu kalah, kamu harus mengaku!”



“Bagaimana mungkin? Kalau aku kalah, maka plakat Emperor Order akan menjadi milik kalian!” ujar Vincent.



“Bagus sekali!”



Pimpinan Pulau sangat gembira.



Beberapa tetua pun mulai merasa senang.



“Emperor Bermoth, apakah kamu sedang memandang rendah kami?” Ekspresi wajah Kratos, datar, tapi kedua matanya terlihat sangat dingin.



“Tidak kok.”


__ADS_1


“Kalau begitu kenapa kamu menantang kami bertiga sekaligus?”



“Aku hanya tidak ingin buang-buang waktu, kalau kalian bertiga bertarung bersama bukankah akan menghemat waktu dan tenaga?”



“Kamu…”



Ventley dan Psyko sangat marah hingga tidak bisa berkata-kata.



Kratos, mengangguk, sorot matanya sedingin es: “Bagus! Bagus sekali! Dokter Jenius Bermoth, perlu kamu ketahui kalau hingga sekarang ini belum pernah ada orang yang mempermainkan aku, Kratos,, kamu adalah yang pertama, kalau hari ini aku tidak meladenimu beradu jurus, akan sangat disayangkan bukan??”



Selesai bicara, Kratos, langsung menarik pedangnya dari pinggang dan menyerang Vincent.



Ventley dan Psyko beradu pandang dan tanpa ragu-ragu lagi mereka juga berlari menyerang Vincent.



“Emperor Bermoth, hati-hati!”



Hanya terdengar suara Ventley, tiba-tiba sorot matanya penuh dengan niat membunuh, dia menyerang dengan ganas sambil mengeluarkan pedang dari pinggangnya, pedangnya bagaikan ular berbisa yang langsung mengarah ke tenggorokan Vincent.



Ini adalah tusukan pedang dengan niat membunuh Vincent!



Cepat bagaikan kilat, hingga sulit untuk diterka!



Para penonton dibuat ternganga.



Napas Nycta tertahan, matanya terpaku pada ujung pedang tersebut.



Sebenarnya dia tidak merasa terlalu khawatir, meskipun serangan pedang Ventley ini cepat dan ganas serta mematikan, akan tetapi tidak mudah untuk melukai Vincent.



Seperti yang sudah diperkirakan begitu ujung pedang tersebut sampai di depan Vincent, dia langsung membalas, serangan tanpa bayangan, kedua jarinya bagaikan gunting yang menjepit ujung pedang tersebut.



Ujung pedang tersebut berhenti dengan jarak hanya 1 inci dari lehernya.



Tidak bisa masuk lebih dalam lagi.



Napas orang-orang disekitarnya langsung tersentak.




Nycta berteriak girang didalam hati.



Namun disela-sela kilatan cahaya, ada cahaya perak lain dari pedang yang tiba-tiba muncul dari samping dan langsung menusuk tepat ke arah jantung Vincent.



Tanpa peringatan sama sekali!



Entah dari mana datangnya!



“Apa?”



Nycta terkejut.



Para penonton di keempat penjuru juga melotot memandangi pedang tersebut seperti melihat hantu!



Ternyata Psyko!



Orang-orang pun mulai tersadar.



Psyko turun tangan!



Tapi..



Bagaimana Psyko bisa muncul diposisi itu? Dan bagaimana dia bisa mendekati Vincent tanpa terdeteksi?



Kapan pedang itu mendekati Vincent?



Tidak ada yang tahu.



Bahkan Nycta pun tidak bisa menebak.



Atau mungkin, ini adalah maksud Ventley.

__ADS_1



Jadi ini adalah rencana Psyko.



Ventley hanya menarik perhatian, dan Psyko yang mengeksekusi!



Jantung para penonton berdetak kencang, mereka menatap ujung pisau yang mengarah ke jantung Vincent seperti ular berbisa dengan rasa tidak percaya.



Saat ini Vincent sama sekali tidak punya kesempatan untuk menghindar!



Menangkis? Juga tidak keburu!



Meskipun tangannya yang lain punya kekuatan yang cukup besar untuk menangkis serangan Psyko, akan tetapi saat ini sudah tidak ada waktu lagi untuk menangkap ujung pedang tersebut!



Ini adalah searangan yang mematikan!



Serangan dari murid kedua dan ketiga ini, sangat sulit dipercaya.



“Aarghhh!”



Blady terkejut hingga memejamkan kedua matanya.



Jantung pada tetua juga seperti digantung di udara.



Sedangkan Pimpinan Pulau hanya tertawa kecil, sorot matanya penuh dengan senyum kemenangan yang tersirat.



Sedangkan Kratos, hanya berdiri diam ditempatnya.



Kalau saat ini dia juga melancarkan serangan padanya, maka bisa jadi Vincent akan kehilangan nyawanya bukan?



Akan tetapi kelihatannya, dia sepertinya sudah mati!



Dia dikalahkan begitu saja



Jadi kemampuan si Emperor Bermoth ini hanya begitu saja!



Banyak orang yang berpikir begitu.



Namun disaat kritis seperti ini.,..



Bang!



Terdengar sebuah suara tangkisan yang sangat jelas.



Kemudian Vincent mematahkan ujung pedang yang tadi ditangkap dengan kedua jarinya.



“Apa?”



Sekelompok tetua termangu melihatnya.



Kemudian Vincent berbalik badan dengan cepat dan menyerang balik Psyko dengan pedang patah tersebut.



Brakk!



Lagi-lagi terdengar sebuah suara denting yang sangat jelas!



Dalam sekejap pedang itu patah menjadi dua bagian, dan ketika Psyko menghujamkan pedangnya, yang tersisa hanyalah setengah bagian pedang yang sudah patah.



“Hah?”



Psyko seperti kehilangan jiwanya.



Ventley juga melongo.



Semua penonton di arena pun tersentak kaget.



Dalam sekejap Vincent bahkan mematahkan dua buah pedang! Mematahkan serangan mematikan kedua orang jenius dari Overwatch!



Dan dari awal sampai akhir..dia hanya menggunakan kedua jarinya..

__ADS_1



Apakah dia ini seorang manusia?


__ADS_2