Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 507 Anak Tak Berbakti


__ADS_3

Meskipun Quina berada di luar negeri, tetapi sebagai sahabat Jane, dia juga sudah pernah mendengar hal mengenai Vincent.



Quina adalah sosok yang sopan, dia mengetahui apa yang perlu dikatakan sekarang, jadi dia pun hanya memberi tahu Vincent hal-hal yang harus diperhatikan nanti.



Sesudah berinteraksi dengan Quina, kesan Vincent terhadap Quina juga lumayan bagus.



Gedung Lokafuds berada di distrik, meskipun bukan restoran kelas atas, tetapi juga tidak terlalu buruk.



Mereka berdua turun dari mobil, Quina mengeluarkan uang sebanyak dua ratus ribu, lalu dia pun memberikannya ke supir, menunggu uang kembalian dari supir.



Dari dompetnya bisa diketahui bahwa keluarga Yuga saat ini sedang mengalami krisis.



Sesudah mengambil uang kembalian, Quina menunjukkan senyumannya dengan tampak malu, lalu dia pun membawa Vincent menuju ke ruangan pribadi yang ada di lantai dua.



Saat ini, sudah terdapat banyak orang yang duduk di dalam ruangan pribadi.



Semuanya adalah Paman dan Bibi Quina, selain itu juga terdapat beberapa orang yang sederajat dengan Quina.



Mereka semua terlihat cemberut.



Melihat Quina membawa seorang pria datang, tatapan semua orang pun ditujukan pada Vincent.



“ Quina, siapa dia?” Paman pertama Quina yang bernama Tamao Yuga langsung menanyakannya.



“Dia adalah suami Jane, namanya Vincent, paman pertama, nanti dia akan berpura-pura untuk jadi pacarku yang baru kembali dari luar negeri!” Quina langsung mengatakannya.



Tamao menatap Vincent dari atas sampai bawah, lalu dia pun mengangguk, berkata: “Penampilannya ok, gini saja, Vincent, harusnya Quina sudah beri tahu kamu? Nanti pandai-pandai saja, keluarga Yuga tidak akan rugikan kamu.”



“Um.” Vincent mengangguk.



“Bentar!”



Pada saat ini, seorang wanita yang mengenakan gaun slip merah tiba-tiba berdiri, menatap Vincent: “ Quina, kamu bilang dia itu siapa? Suami Jane? Vincent?”



“Iya.” Quina berkata dan tertegun.



“Suami Jane CEO Lavishta International?”



“Iya, kenapa?”



“Ya Tuhan, beneran adalah Vincent! Quina, kenapa kamu bawa sampah ini ke sini?” Seorang pria muda yang mengenakan jas berteriak dengan aneh, dia berkata dengan sambil memelototi Quina dengan tampak melebih-lebihkan.



“Efta! Almen ! Ada apa?” Tamao bertanya.



“Paman pertama, apakah kamu tidak tahu? Vincent adalah sampah yang terkenal di Kota Izuno, dia adalah menantu Keluarga Dormantis, setiap harinya hanya pandai bersantai-santai saja, hidup dengan andalkan istrinya! Orang seperti ini, gimana berpura-pura jadi pacar Quina ?”



“Gimana kalau orang-orang itu pernah bertemu dengan sampah ini!”



Mereka berdua berkata.



Sesudah perkataan itu dikatakan, wajah senior-senior keluarga Yuga pun langsung berubah.



“ Quina, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu pergi cari orang tak berguna seperti dia?”



“ Quina, apakah kamu mau hancurkan keluarga Yuga ?”



“Apakah kamu merasa masalah kita belum cukup banyak?”

__ADS_1



Para Paman dan Bibinya berkata secara bergantian, mereka semua pun menyalahkan Quina.



Quina menundukkan kepalanya, dia juga merasa tidak berdaya.



“ Quina baru pulang dari luar negeri, dia tidak kenal dengan Vincent, juga sangat wajar, kalian jangan ngomong lagi.” Pada saat ini, salah satu Bibi Quina berkata.



Lalu mereka pun mulai diam.



“ Quina, Tuan Caven juga suka kamu, dia juga bersedia untuk bantu keluarga Yuga lewati krisis ini, identitas Tuan Caven itu apa? Tuan keluarga kaya dengan harta triliunan, jika kamu setuju, apakah kita masih perlu cari aktor? Jika adalah Tuan Caven yang duduk di sini, siapa yang berani minta uang dengan kita lagi?” Pria berambut pendek yang bernama Efta Yuga berkata dengan sambil tersenyum dingin.



“Iya, awalnya keluarga Yuga masih punya sebuah jalan yang lebar, tetapi karena ada yang keras kepala, jalan itu pun ditutup, tampaknya keluarga Yuga tidak bisa lewati krisis ini!” Wanita yang mengenakan gaun slip merah, Almen Yuga pun berkata dengan sinis.



Orang-orang keluarga Yuga merasa marah.



“ Almen, pergi telepon, segera minta Tuan Caven datang ke sini! Beri tahu dia, kita sudah setuju, pilih satu hari di bulan ini, untuk adakan pernikahan dia dengan Quina !” Tamao berkata dengan emosi.



“Paman pertama, kamu mau lakukan apa? Aku sudah pernah bilang, aku tidak suka Misha ! Masalah ini aku tidak akan setuju!”



“Tidak setuju juga harus setuju, aku adalah Paman kamu!” Tamao berteriak.



“Kalian…kalian hanya mikirin keuntungan kalian sendiri, bahkan tidak pernah pikirkan apakah aku akan bahagia, aku sudah bilang, aku tidak suka Misha, jika aku harus mati, atau jadi seorang pengemis, aku juga tidak akan menikah dengan Misha !” Quina berteriak dengan suara yang keras.



Tetapi sesudah perkataan itu dikatakan, pintu ruangan pribadi pun tiba-tiba dibuka, kemudian terdapat seorang pria yang tampak berusia lebih dari empat puluh masuk bersama dengan seorang wanita.



Pria itu tidak mengatakan apa pun, dia pun langsung berdiri di hadapan Quina.



“Ayah, Bu?” Quina tertegun.



Detik berikutnya.




Suara tamparan.



Quina duduk di atas kursi, dia memegang pipinya, menatap Ayahnya dengan kaget.



“Aku pukul kamu sampai mati saja, dasar anak tak berbakti!” Lebron Yuga merasa marah, lalu dia pun mengangkat tangannya, ingin menampar Quina lagi.



“ Lebron ! Apa yang mau kamu lakukan? Berhenti!” Wanita itu pun menarik Lebron.



Orang-orang di sekeliling juga langsung menghampiri mereka untuk menarik Lebron yang sedang marah besar, juga agar dia tidak asal melakukan sesuatu.



“Lepaskan aku! Lepaskan aku! Biarkan aku pukul anak tak berbakti ini sampai mati saja! Siapa suruh dia tidak mau menikah dengan Tuan Caven ! Pukul dia sampai mati!” Lebron merasa sangat marah, dia pun berteriak.



Quina merasa sangat sedih, air matanya pun terus mengalir.



Setiap keluarga pasti terdapat masalah mereka sendiri.



Vincent yang ada di samping pun menghela nafas.



“Cukup!”



Pada saat ini, Tamao berteriak dengan keras.



Sesudah itu, mereka semua pun terdiam.



“Kak pertama, ini adalah salahku karena sudah didik anak tak berbakti ini, hari ini, aku adalah orang yang bersalah di keluarga Yuga !” Lebron berkata dengan sambil menggertakkan giginya.

__ADS_1



“Ini bukan salah kamu, melainkan Quina yang keras kepala.” Tamao berkata dengan wajah yang tampak tidak senang.



“Aku kasih tahu kamu! Jika kamu tidak mau menikah dengan Tuan Caven, ke depannya kamu juga jangan berharap untuk masuk ke pintu keluarga Yuga lagi, aku Lebron, tidak punya anak seperti kamu!” Lebron berteriak.



“ Quina, dengarkan ayahmu, jangan keras kepala lagi, apakah Tuan Caven kurang baik? Usianya muda dan kaya, dia juga sangat suka kamu, dia juga sangat hormati kami berdua, jika bisa menikah dengannya, ini juga adalah keberuntunganmu, untuk apa kamu seperti ini? Apakah kamu senang lihat Ayah dan Ibu mati?” Ibu Quina yang bernama Jenifer membujuknya dengan pelan, selesai ngomong, dia pun menyeka air matanya.



Melihat ini, kerabat-kerabat lainnya pun membujuknya.



“Iya Quina, kamu juga tidak muda lagi, kamu harus jadi lebih dewasa.”



“Menikah saja, jangan bertingkah lagi.”



“Jika bukan untuk keluarga Yuga, kamu juga harus pikirkan kamu sendiri.”



Mendengarkan semua ini, Quina pun sudah tidak bisa menahan lagi.



Quina memegang kepalanya, merasa sangat menderita.



“Gimana, sudah telepon Tuan Caven belum?” Tamao bertanya.



“Jangan khawatir paman pertama, Tuan Caven sudah di perjalanan.”



“Bagus kalau gitu.” Tamao mengangguk dengan puas.



Mereka semua juga menghela nafas.



“ Tuan Caven sudah mau datang, kalau gitu, sampah ini juga tak berguna lagi, pergi saja, dasar pecundang!” Almen menatap Vincent, berkata dengan sinis.



“ Almen, kamu bilang apa?”



Quina menggertakkan giginya.



Vincent diundang oleh dirinya ke sini, Quina mana mungkin akan membiarkan Vincent diperlakukan dengan seperti ini.



“Oh? Quina, kamu lindungi dia untuk apa? Jangan-jangan, kamu suka dia?” Almen mencibir.



“Kamu…kurang ajar!” Quina merasa emosi, dia pun ingin langsung merobek mulut Almen.



Vincent juga tahu di sini tampaknya juga tidak membutuh dirinya lagi, jadi dia pun bangkit, berkata: “ Quina, aku pulang dulu.”



“Vincent, kamu tidak perlu pergi! Kamu tetap di sini saja, hari ini kamu adalah pacarku, siapa pun tidak bisa merubahnya!” Quina meraih lengan Vincent, berkata dengan tegas.



“Kamu…”



“Anak tak berbakti! Anak tak berbakti!”



Mereka semua pun merasa marah, bahkan sampai menghentakkan kedua kaki mereka.



Pada saat itu juga, terdapat satu orang keluarga Yuga yang masuk dari luar.



“Paman pertama, Bos Octo, Bos Holma sudah datang!”



Sesudah itu, wajah orang-orang keluarga Yuga pun langsung berubah.



“Paman pertama, gimana? Tuan Caven masih belum datang…”


__ADS_1


“Tidak ada pilihan lain lagi! Biarkan Vincent saja!” Wajah Tamao terlihat serius, dia menatap Quina dengan dingin, mengatakan: “ Quina, kamu dengan Vincent tangani mereka dulu, selebihnya tunggu Tuan Caven datang saja, ngerti?”


__ADS_2