
Ada sebelas orang di dalam ruangan ini.
Namun, mereka pada dasarnya sudah mengelilingi Vincent, setelah salah satu dari mereka selesai bersulang dengannya, kemudian yang lain juga segera mengikuti.
Pada dasarnya, Vincent tidak akan pernah berhenti minum.
Setelah satu putaran selesai, Vincent sudah meminum sepuluh gelas anggur putih, masing-masing gelas tersebut, kandungan alkoholnya jelas tidaklah kecil.
Doni tampak sedikit terkejut.
Jika dia dalam posisi tersebut, pasti dirinya sudah tumbang.
Dia tidak pernah menyangka bahwa suami Jane bisa minum sebanyak itu.
Untungnya, setelah gelas anggur kesepuluh, Vincent terlihat seperti sudah tidak bisa menahannya lagi, ketika gelas anggur di tangannya habis, tubuhnya langsung terbaring diatas meja, seolah-olah tertidur tak sadarkan diri.
"Sialan, akhirnya tumbang juga! Jika aku harus minum lagi, aku pasti akan muntah!"
Seorang pria berkacamata berkata, lalu menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri dan meneguknya.
"Bocah ini jelas sangat kuat minum… dia jelas sudah main-main dengan kita… aku terlalu meremehkannya, kukira dia hanya pria tidak berguna!" Kata seorang wanita.
"Yah, kalau bocah ini tidak tumbang juga, bisa dibilang dia sudah bukan manusia!"
"Oke, berhenti bicara omong kosong lagi, sekarang cepat bawa bocah ini ke kamar, Mirna, cepat bersiap!" Kata Doni sambil menyeringai.
“Sangat tidak beruntung bagiku harus mengambil keuntungan dari pria brengsek ini!” Wanita bernama Mirna memaki, lalu mengangkat tas di kursinya dan hendak pergi.
Tetapi saat ini, Vincent, yang sedang berbaring di atas meja, tiba-tiba mengangkat kepalanya dengan mata yang sudah terlihat sangat mabuk.
"Kamu … ke mana kamu mau pergi..." Kata Vincent tergagap.
Mendengar suara ini, semua orang terkejut dan menatapnya tidak percaya.
Mirna juga langsung terdiam.
Doni menatap Vincent dengan linglung.
Setelah sepuluh gelas anggur putih, orang masih bisa bangun?
__ADS_1
Orang ini… makhluk apa dia ini sebenarnya?
"Jangan pergi kemana-mana… ayo… terus minum! Aku belum bersulang untuk kalian!"
Vincent bicara agak tidak jelas, mengisi gelasnya dengan anggur, kemudian berjalan menuju Doni.
"Ayo, Tuan Kayaraya, kita minum dulu!"
Setelah selesai bicara, Vincent langsung meminumnya dalam satu tarikan nafas.
Doni sangat terkejut.
Apakah orang ini mabuk atau tidak...
"Tuan Kayaraya, kenapa? Kamu.… kenapa kamu tidak meminumnya? Apakah ini artinya kamu tidak mau menghormatiku? Kalau begitu aku mau pergi saja..." Kata Vincent mabuk.
“Kenapa begitu? Tuan Bermoth sudah minum, bagaimana mungkin aku tidak meminumnya?” Doni tersenyum dan meminumnya.
Tingkat alkohol anggur ini tidak rendah, Doni merasa sedikit tidak enak badan setelah minum segelas lagi.
"Kalian selanjutnya!"
Doni menatapnya dengan bingung.
Melihat Vincent, minum gelas demi gelas, dia terus bersulang dengan yang lain.
Setelah sepuluh menit, Vincent sudah menyelesaikan satu putaran lagi, 10 gelas anggur lainnya...
Tapi...pria itu masih belum tumbang sama sekali...
Semua orang mulai sedikit bingung...
"Ini masih belum cukup! Pelayan, tolong bawakan sebelas botol anggur, 1 botol untuk tiap orang! Kami akan langsung minum dari botolnya!" Vincent melambaikan tangannya.
"Apa?"
Semua orang tercengang.
"Ini..."
__ADS_1
"Tuan Bermoth, tidak … tidak perlu sampai sejauh itu..."
"Kami tidak memiliki tingkat kekuatan untuk minum yang sama denganmu..."
"Betul, betul..."
Semua orang segera melambaikan tangan.
Vincent menatap mereka satu persatu: "Jadi kalian tidak mau menghormati keputusanku? Kalau begitu … kita sudahi saja acara minum ini, aku akan kembali untuk menemani istriku dulu!"
Setelah selesai bicara, Vincent meletakkan gelasnya dan bersiap untuk pergi.
“Tunggu, Tuan Bermoth!” Doni berteriak cemas.
"Tuan Kayaraya, ada ada lagi?"
"Sepertinya Tuan Bermoth memang sangat suka minum… kalau sudah seperti itu, jika kamu keluar dari pintu ini, sama saja kita tidak menghormati satu sama lain! Karena Tuan Bermoth memang ingin minum! Ayo kita minum lagi!" Doni sepertinya sudah mengambil keputusan, dia membulatkan tekadnya dan melambaikan tangannya: "Pelayan, bawa kesini minumannya! Satu krat anggur!!"
"Siap Tuan Kayaraya!"
Pelayan di luar segera berlari keluar.
“Tuan Kayaraya, apakah kamu sudah gila? Satu botol untuk satu orang? Apakah kamu mencoba untuk membuat kami minum sampai mati?” Satu orang sudah cemas, dia buru-buru menarik tangan Doni.
"Jika kita tidak mengalahkan bocah ini, bukankah kita akan dikeluarkan dari proyek besar itu? Kurasa dia sudah cukup mabuk, dia berani menantang kita minum satu botol penuh? Ayo kita ladeni saja! Jangan khawatir, bocah ini pasti sudah akan tumbang sebelum bisa menghabiskan satu botol, jangan terlalu dipikirkan!" Doni menjelaskan.
"Tapi… aku tidak kuat minum terlalu banyak..."
"Biarkan yang kuat minum dulu yang mengambil alih, tidak lama lagi dia pasti sudah tumbang, jadi kamu tidak perlu minum kan?"
"Betul juga..." Pria itu ragu-ragu dan mengangguk.
Saat ini, pelayan datang dengan sekotak penuh anggur putih.
“Guys, ayo minum, jangan sampai kalah dengan Tuan Bermoth!” Teriak Doni, dia mulai membongkar anggur, lalu mulai memberikan tiap botol pada masing-masing orang.
Setelah dorongan dari Vincent, semua orang mulai minum.
Sekitar setengah jam kemudian, beberapa ambulans sudah sampai di depan pintu hotel...
__ADS_1
Minos Kudos, yang sedang menikmati alunan suara dari piano, sedikit terkejut, menatap para petugas medis yang memasuki hotel dengan cepat …