
Para tamu di sekitar tidak berani bersuara saat melihat tindakan aneh Tetua. Christo juga mengernyit tanpa sadar.
"Mungkinkah Jackson benar-benar mendapatkan barang asli?" Jantung Voila mulai berdegup kencang.
"Bagaimana mungkin? Jika punya mereka asli, lalu apakah punya adik Yosua palsu? Adik Yosua sendiri pergi mengambilnya di kota Izuno, tidak mungkin palsu!"
"Barang aslinya di Kota Izuno?"
"Benar, tapi tidak banyak orang yang tahu informasi ini, kamu kira adik Yosua pergi ke Kota Izuno hanya untuk membahas rencana kerja sama dengan Farmasi Vallamor? Sebenarnya juga demi mencari lukisan asli ini untuk diberikan kepada Tetua!" Galac berkata sambil tersenyum.
"Ternyata begitu, lalu lukisan Jackson ini."
"Seharusnya hanya sebuah lukisan yang terlihat lebih bagus dari lukisan asli saja, jangan khawatir, Tetua ahli dalam bidang ini, dia seharusnya bisa melihat."
"Baguslah." Voila merasa lega. Beberapa waktu kemudian, Tetua mendongak.
"Christo."
"Pa, "
"Buka lukisan milikimu." Tetua terlihat serius.
"Baik." Christo tidak berani mengabaikan, dia segera membuka gulungan lukisan. Kedua lukisan jika dibandingkan, sekilas terlihat sangat mirip, tidak ada perbedaan, tapi jika dilihat lebih teliti, lukisan Christo terlihat lebih halus, gambarnya terlihat lebih bagus. Tapi dalam pesona. Sepertinya lukisan Jackson lebih unggul. Para tamu menjadi kebingungan.
"Kakek, yang mana lukisan asli." Jerry berkata sambil tertawa. Tetua Avricon merasa ragu sesaat, lalu dia menggulung kembali kedua lukisan itu dan memberikannya kepada seorang anggota Keluarga Avricon di sampingnya sambil berkata serius
"Letakkan di ruang bacaku, simpan baik-baik, ingat, bawa dan letakkan dengan hati-hati, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun, tahu tidak!"
"Baik, tuan." Orang itu pergi dengan membawa lukisan. Para tamu sekarang sangat kebingungan.
"Ini."
"Kenapa dibawa pergi?"
"Tetua juga tidak bisa bedakan?" Mereka semua berdiskusi.
"Kakek, kamu belum katakan yang mana asli dan palsu." Jerry tersadarkan lalu segera bertanya.
"Tidak penting lagi, tidak peduli asli atau palsu, semuanya adalah bakti kalian, aku sangat senang." Tetua Avricon berkata sambil tertawa. Jerry tercengang.
Semua orang akhirnya mengerti Tetua Avricon berencana tidak memperpanjang masalah ini lagi.
__ADS_1
"Hah, sepertinya Tetua tidak tega membuat Jackson malu di depan semua orang, jadi memilih untuk tidak mengatakannya." Ada orang yang berteriak keras.
"Apa kamu tahu maksud dari tidak membocorkan sesuatu? Harus berikan wajah untuk orang lain." Seorang pria botak paruh baya berkata sambil tertawa.
"Tetua baik hati sekali, jika itu aku, aku pasti akan mengusir bocah yang membodohiku dengan barang palsu keluar dari rumah." Seorang pria berumur 50 tahunan berkata dingin.
"Benar, keluarga Jackson ini terlalu mengecewakan."
"Benar-benar konyol!" Para tamu terus berdiskusi dan mengkritik, ataupun menghela napas, menyalahkan dan juga memaki dengan suara rendah. Kata-kata yang tidak pantas untuk di dengar ini langsung membuat Jackson kebingungan.
Emosi Katrina juga sudah kehilangan kesabaran, hanya bisa menatap Vincent dengan kejam. Jika bukan karena Vincent yang bersikeras ingin Jackson membawa lukisan, mereka satu keluarga tidak akan menjadi seperti sekarang. Jane tidak berbicara, dia menunduk dan berdiri di sana. Dia sudah terbiasa dengan semua ini,
Bagaimanapun saat dia mengikuti ibunya kembali ke rumah Keluarga Avricon, dia sudah memiliki persiapan dalam hatinya. Satu keluarga sebagai bahan tertawaan. Christo dan yang lainnya terus menerus mencibir. Yosua yang duduk di kursi roda menyipitkan matanya dan menatap mereka, terutama Vincent, tatapan matanya penuh dengan kebencian.
Dia tahu identitas Vincent, tapi walau begitu dia juga tidak takut, karena ini adalah rumah Keluarga Avricon, di sini adalah wilayahnya!
Dia ingin mengembalikan semua hinaan yang pernah diterimanya di sini!
Dan pada waktu bersamaan, sebuah suara tawa hangat terdengar dari luar, diikuti dengan sekumpulan orang yang berjalan masuk.
"Hahahaha, Bro, hari ini adalah ulang tahunmu, aku dengan tidak tahu malunya datang meminta sedikit alkohol, tidak tahu apakah diterima atau tidak!"
Siapa yang begitu lancang? Beraninya memanggil Tetua Avricon sebagai layaknya seorang teman? Status yang sangat besar!
"Master Torini!" Ada orang yang langsung mengenalinya.
"Astaga, Master Torini datang!"
"Tetua Avricon hebat sekali." Para tamu sangat terkejut. Suasana langsung menjadi heboh. Dia bukanlah orang biasa!
"Kakek Torini! " Jerry, Voila, Galac dan beberapa generasi junior sudah mengenali orang ini, mereka langsung menyambut dengan mata berbinar.
Orang yang datang adalah Hugh Torini seorang ahli di Alhambra, dia sangat ahli dalam penilaian harta karun, sudah lama kenal dengan Tetua Avricon.
"Tetua Torini, kamu sudah datang? Ayo ayo, duduk!" Tetua Avricon segera berdiri untuk menyambut. Dia bukanlah tamu biasa, orang lain mengira dia hanya bisa menilai harta karun tanpa tahu kemampuannya di belakang sangat luar biasa.
"Paman Torini!!"
"Parnan Torini, apa kabarmu belakangan ini?"
"Paman Torini, silahkan di sini, " Beberapa anak Tetua Avricon buru-buru menyapa dan menyenangkan Master Torini.
__ADS_1
"Kamu juga cepat ke sana! "Katrina berkata sambil menyenggol Jackson dengan lengannya. Jika bisa memiliki hubungan pertemanan dengan Master Torini, bukankah semua orang juga akan memiliki kesempatan untuk menunjukkan diri sendiri di depan Tetua?
Jackson merasa ragu sesaat, lalu dia mengangguk dan berjalan maju. Tapi dia baru saja berjalan maju, malah ditahan oleh Rinai.
"Menyingkir sana, masih tidak merasa malu?" Rinai memakinya.
Jackson membuka mulutnya lalu menghela napas, dia akhirnya memilih untuk mundur. Katrina menatap Rinai dengan tatapan marah, tapi dia tidak bisa berkata apapun. Dan di saat itu, Master Torini seperti melihat sesuatu.
"Kamu??" Dia mengangkat tangannya, menunjuk ke arah Jackson. Seluruh tubuh Jackson gemetaran.
"Ka... Kamu kenal dengan Master Torini?" Wajah Rinai memucat. Kuni dan yang lainnya juga kebingungan, mereka menatap Jackson dengan serentak, ekspresi wajah mereka terlihat tidak bisa percaya.
Master Torini lalu tiba-tiba berbalik dan berjalan menuju Jackson, dia mengabaikan semua orang Keluarga Avricon yang mengelilinginya.
"Apa?" Bahkan para tamu juga kebingungan. Jackson sangat gugup, dia menelan ludah beberapa kali, saat melihat Master Torini berjalan kemari dia segera merapikan pakaiannya dan menyambut dengan senyum. Dan saat dia akan menyambut, Master Torini tenyata melewatinya, dia berjalan ke arah Vincent yang ada di belakang, lalu memegang tangan Vincent dan berkata dengan penuh semangat
"Saudara, kita berjodoh ya, tidak disangka bisa bertemu di sini?" Semua orang langsung terdiam saat melihat adegan ini.
Christo, Kuni dan yang lainnya tercengang, seperti disambar petir. Semua orang tidak berani percaya, Master Torini ternyata kenal dengan Vincent?
Ini lebih mengejutkan dibandingkan kenal dengan Jackson.
"Oh, tuan, kamu ya." Vincent terlihat tidak begitu senang saat mengenalinya.
"Saudara, aku mohon, bisakah biarkan aku lihat lagi Lukisan Previous Month itu? Aku hanya lihat sekali, sekali saja, aku tidak akan menawar harga lagi!" Master Torini berkata dengan ekspresi wajah cemas dan berharap.
Semua orang tercengang lagi saat mendengar ucapannya. Melihat Lukisan Previous Month? Kenapa mencari bocah ini? Galac yang di samping akhirnya tidak tahan mendengar ini lagi.
"Tuan Torini, kamu ingin lihat Lukisan Previous Month? Kamu harusnya cari ayahku, ayahku punya yang asli, dan yang ada di tangan bocah ini adalah barang palsu, apa yang mau dilihat dari barang palsu?"
"Barang palsu?"
Master Torini dengan heran menatap Galac, lalu mengernyit sambil berkata : "Barang palsu apanya? Yang ada di tangan saudara ini jelas-jelas barang asli, aku sendiri yang memeriksanya, sejak kapan menjadi barang palsu?"
Suasana langsung menjadi hening. Semua orang melotot menatap Vincent. Jackson dan Katrina juga segera menoleh, menatapnya dengan tidak percaya. Tidak ada yang percaya jika kata-kata ini diucapkan oleh orang lain, tapi .. ini dikatakan oleh Master Torini!
Siapa yang berani meragukan kata-katanya? Siapa yang memiliki hak meragukan kata-katanya? Vincent lalu berjalan maju
"Tuan, maaf sekali, lukisan itu sudah aku berikan pada ayah mertuaku untuk dihadiahkan kepada kakekku, takutnya kamu tidak bisa melihatnya lagi!
"Apa? Sudah diberikan padanya?" Master Torini tertegun.
__ADS_1
"Benar, tapi semuanya merasa lukisan itu palsu, yang mereka katakan benar, Vincent adalah junior, tidak boleh memberikan senior barang palsu, itu terlihat sangat tidak tulus, jadi kakek, bisakah kembalikan lukisan itu, kami sekeluarga akan berikan hadiah lain untukmu, jangan khawatir, hadiah kali ini tidak termasuk berharga, juga pasti bukan barang palsu! Pasti bisa memperlihatkan ketulusan dari kami sekeluarga!" Vincent berkata pada Tetua.
Saat mendengar itu, ekspresi wajah Tetua Avricon langsung berubah menjadi sangat jelek.