Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
bab 116 dragon neck


__ADS_3

Tingkah laku Vincent berhasil mengagetkan Whizy dan semua orang. Sampai Ezra yang diikat di kursi dan disiksa sampai setengah sadar diri pun membesarkan matanya dengan tatapan kosong.


"Sepertinya kita terlalu pandang rendah CEO Bermoth ini. Aku sudah bilang, orang yang berani sendirian datang menjumpai aku, mana mungkin tidak memiliki kemampuan sendiri?"


Yang bisa bereaksi duluan adalah Whizy, dia menjentikkan abu di rokoknya, kemudian melambaikan tangan.


Sekitar 7 atau 8 pria gagah masuk ke dalam ruangan.


Mereka semua mengenakan baju tidak berlengan, tubuhnya dipenuhi tato, tangannya memegang parang yang berkilauan. Ekpresinya tampak galak dan ganas.


"Lihat ujung-ujungnya yang lebih kuat itu tinjumu atau pisauku" Whizy berkata dengan santai. Suara kerusuhan berdering.


Semua pria berotot menebaskan pisau ke Vincent dengan kasar. Sama sekali tidak ada belas kasihan.


Apakah mereka bermaksud mau memotong Vincent menjadi daging hancur? Vincent tentu saja tidak duduk diam saja!


Bereaksi dengan cepat, Vincent menghindari beberapa pisau yang mengarah ke arahnya, kemudian berputar balik badan dan melompat ke belakang sofa.


"Lari. Kamu kira bisa? Kelilingi dia! Potong jadi daging yang hancur!"


Salah satu pria berteriak, Semuanya segera mengelilingi Vincent. Vincent sudah hampir tidak ada tempat bisa melarikan diri!


Sementara pada detik selanjutnya, adegan yang mengagetkan terjadi!


Vincent tiba-tiba mengangkat sofa kayu dengan satu tangan, kemudian melempar ke orang-orang yang menghampirinya.


Sofa itu dibuat dengan kayu murni, setidaknya memiliki berat 300kg sampai 500kg.


Tapi Vincent bisa mengangkatnya dengan satu tangan. Mata semua orang hampir saja jatuh ke atas lantai.


Beberapa preman itu mana mungkin pernah berpikir tentang situasi seperti ini, melihat sofa yang terbang ke arahnya, semuanya tercengang di tempat kemudian terlempar ke tengah udara.


Pong! Pong! Pong.


Sekelompok orang jatuh ke lantai.


Vincent menggerakkan tangannya lagi, melempar sofa di samping ke arah seorang pria berotot.


Pria itu ketakutan sampai pisaunya jatuh ke lantai, bermaksud untuk berlari. Tapi tidak berguna, sofa jatuh dan membanting ke punggungnya dengan kuat.


Pong!


Yang lain tampak seperti bulu tangkis yang dipukul oleh raket, membentur ke tembok dengan keras, kemudian berguling ke lantai dan tidak bergerak lagi.


Sebagian besar belakang punggungnya tampak tenggelam, takutnya tulang punggung pun sudah patah. Penampilannya tampak sedih sampai agak mengerikan.


Dalam waktu singkat, 7 sampai 8 preman yang masuk ke dalam ruangan semuanya jatuh ke atas lantai, ada yang berteriak dengan kesakitan, ada yang langsung pingsan di tempat.


Beberapa bawahan Whizy yang tersisa sudah tidak tahu harus bagaimana.


Vincent meletakkan sofa kayu ke atas lantai dengan santai, kemudian berjalan menghampiri Whizy.


Semuanya mundur ke belakang dengan ketakutan.


Detik selanjutnya, Whizy mengeluarkan sebuah pistol hitam dari sakunya dan menunjuk ke Vincent.

__ADS_1


Langkah Vincent berhenti.


"Hebat! Hebat! Kamu ada berlatih ya? Berusia begitu muda tapi begitu hebat! Sepertinya aku beneran sudah tua" Whizy menarik kembali kekagetan di matanya, berkata dengan senyuman. Whizy pernah dengar, orang-orang yang telah berlatih seni bela diri selama beberapa puluh tahun memiliki tenaga yang mengejutkan, bisa mengangkat barang ratusan kg dengan satu tangan.


Tapi hal itu juga membutuhkan latihan puluhan tahun, Vincent masih begitu muda, mana mungkin memiliki kemampuan seperti itu?


Dari dalam hati, Whizy merasa sangat kaget. Tapi dia tidak akan menunjukkannya.


Lagian, seberapa hebatnya tinju pun tidak bisa berbanding dengan pistol.


Sekarang sudah zaman apa? Seni bela diri? Lucu!


Namun, pada saat ini, Vincent lanjut berjalan menghampiri Whizy.


"Aku sudah beri kamu kesempatan. Kalau kamu memilih untuk menyerah, kamu akan merasa jauh lebih baikan. Tapi kamu tidak, kamu malah terus membantah.


Hal ini membuat aku sangat kecewa, kalau begitu, aku juga tidak perlu berpikir banyak lagi" Vincent berkata dengan tenang.


"Haha, brengsek yang tidak tahu diri. Aku sudah 2 tahun tidak pernah membunuh orang, bisa mati di tanganku, kamu harus bangga kepada dirimu. Tapi hanya melihat tingkah lakumu hari ini, meskipun aku membunuhmu, aku juga tidak akan lepas tangan begitu saja. Keluargamu, temanmu, pacarmu, semuanya akan membayar atas tingkah lakumu yang bodoh!" Whizy tersenyum dengan licik dan ganas.


Tidak pernah ada orang yang bersikap begitu sombong di depannya.


Orang ini memaksa dia untuk beraksi, kalau Whizy tidak memusnahkan seluruh keluarga dan kerabat Vincent, bagaimana dia mau mempertahankan posisinya di kota Izuno?


Alasan Whizy bisa berdiri di tingkat yang sama dengan Paman Umogaru dan Armint di kota Izuno adalah, dia kejam.


Jumlah orang yang seluruh keluarganya dibunuh oleh Whizy sudah tidak bisa terhitung.


Biasanya orang bilang dosa pribadi tidak berhubungan dengan istri dan anak.


Tapi Whizy tidak merasa begitu, menghadapi manusia ataupun masalah, tidak menangkap kelemahan mereka adalah tindakan yang sangat bodoh. Jadi, seluruh keluarga Vincent, Whizy sudah pasti mau memusnahkan mereka.


Whizy menyipitkan matanya, ingin menekan tombol menembak.


Tapi pada detik mau menekan tombol, Whizy baru sadar mau seberapa berusaha pun dia tidak bisa menggerakan jarinya. Seolah-olah seluruh lengannya membeku.


"Kenapa bisa begitu?" Whizy kaget.


"Bos, kenapa?"


"Cepat tembak Bos" Bawahan Whizy semuanya bingung. Mata Whizy membesar, dia berusaha untuk bergerak.


Tapi mau seberapa kuat pun dia berusaha, tubuhnya hanya bisa menghasilkan getaran yang sangat kecil, bagian bawah lehernya semuanya tampak mermbeku.


"Aku tidak bisa bergerak lagi! Cepat datang bantu! Cepat!" Whizy berteriak. Bawahan Whizy segera bergegas kemari.


Tapi begitu mereka baru saja mendekat, Vincent langsung menggerakan tubuhnya, memberi mereka masing-masing setinju dan semuanya pun jatuh ke atas lantai.


Ada beberapa dari mereka yang ingin mengeluarkan pistolnya, tapi begitu mereka mengeluarkan pistolnya, tubuhnya sama sekali tidak bisa bergerak lagi.


Pupil mata Whizy mengecil. "Kamu yang membuat semua ini?" Whizy akhinya mengerti, berteriak dengan emosional.


"Benar" Vincent berjalan kemari, mencabut sebuah jarum yang menusuk di tangan Whizy.


Pada saat itu Whizy baru sadar tangannya tertusuk jarum. Sementara pada detik jarum tercabut, Whizy langsung menjadi lemas, sama sekali tidak ada tenaga.

__ADS_1


"Ini. Apa? Apa ini?" Whizy berteriak. Seolah-olah menjadi lumpuh, Whizy berbaring di atas lantai, hanya bisa menggerakan mata dan bibirnya.


"Segel Jarum Baja! Pernah dengar? Bukannya kamu memandang rendah seni bela diri? Tadi aku mengunci titik akupunkturmu dengan jarum, membuat kamu tidak bisa bergerak. Hanya itu saja!" Vincent berkata. Mata Whizy langsung membesar.


Sejak kapan dia pernah mendengar hal seperti ini? Apakah lagi tayang drama? Tidakkah terlalu konyol? Tapi saat ini bukan waktu memikirkan hal ini.


"Ampun! CEO Bermoth, aku minta ampun selamatkan hidupku. Aku bersedia melakukan apa pun untukmu! Aku bisa membantu kamu menyatukan kota Izuno!" Whizy memohon ampun dengan panik.


Meskipun Whizy adalah seorang pemimpin yang kuat, di saat kritis seperti ini, dia juga sanggup merendahkan diri. Meminta ampun dengan wajah yang sangat natural dan wajar.


Hanya saja, Vincent bukan orang yang baik hati. Dia tidak tersentuh dengan hal seperti ini.


"Tidak perlu. Aku sudah bilang tadi, aku sudah beri kamu kesempatan, kamu sendiri yang tidak memanfaatkan dengan baik, jadi hal ini bukan salahku. Aku tidak akan mengubah sikapku hanya karena orang lain minta ampun"


"Kamu.. kamu buat apa?" Whizy berteriak dengan gemetar.


"Tahu Dragon.Dragon Neck?" Whizy memanah nafasnya.


"Di bagian belakang leher ada titik akupunktur Dragon Neck. Asal menusuk jarum ke titik itu.."


Waktu Vincent berkata sampai sini, bagian belakang leher Whizy terasa sakit, seperti baru saja digigit nyamuk. Kemudian Vincent pun mencabut jarum keluar.


Whizy melihatnya dengan tatapan kosong.


"Apa yang telah kamu lakukan?"


"Tidak ada, sampai jumpa" Vincent berkata.


Jantung Whizy berdebar dengan kencang, kepalanya sudah hampir meledak.


Pada saat itu, tubuh Whizy baru pulih ke kondisi semula. Whizy buru-buru berdiri untuk mengambil pistol dan menembak Vincent.


Tapi baru saja merangkak dua langkah, tubuh Whizy tiba-tiba bergetar dengan cepat, matanya juga membesar.


Darah segar mengalir keluar dari 7 lubang inderanya, dia tampak keracunan. Kemudian tergeletak di atas lantai, mati begitu saja.


Pahlawan kota Izuno Whizy, mati dengan kondisi seperti ini.


Takutnya tidak ada yang pernah sangka kehidupan Whizy akan berakhir seperti ini.


Mata Ezra yang masih duduk di kursi samping membesar, dia merasa sangat kaget dan tidak bisa menenangkan diri untuk waktu yang sangat lama.


Pada saat itu juga Ezra baru mengerti kenapa Vincent berani mengatakan kata-kata arogan seperti itu.


Orang yang memiliki kemampuan medis luar biasa ini... bukanlah dokter baik hati yang menolong orang sakit dan mati.


Dia tidak hanya bisa menyelamatkan orang.. tapi juga bisa membunuh orang! Ikatan kali terbuka, Ezra langsung jatuh ke lantai, menarik nafas dengan kuat.


"Masih oke?" Vincent memberi Ezra dua jarum.


"Masih belum mati..." Ezra berkata dengan lemah.


"Bagus kalau begitu" Vincent berkata dengan tenang, untuk


"Telpon minta orang datang mengambil tempat Whizy, sekalian mengurus semuanya. Ayo kita pergi, ke tempat selanjutnya"

__ADS_1


Kulit kepala mati rasa, setelah waktu yang sangat lama dia baru pulih kembali dan buru-buru mengikuti Vincent.


Pada saat itu, Ezra baru sadar, bahwa malam ini kota Izuno akan mengalami hujan dan badai yang berdarah.


__ADS_2