
Setelah mendengar kata-kata Vincent, napas Celine menjadi cepat.
Dia melebarkan matanya dan menatap Vincent, kemudian wajahnya yang halus itu menjadi galak, marah dan menderita.
"Kamu. kamu diam! Keluar! Keluar!" Dia berteriak histeris.
Jika dia bisa bergerak, dia pasti akan melompat dari ranjang, mengambil sesuatu yang berada di sebelahnya, dan melemparkan ke arah Vincent dengan kuat.
Sayang sekali, sekarang dia tidak dapat bergerak sama sekali kecuali mulut .
Vincent tidak berbicara, dan terus menatapnya.
Dia juga hanya bisa menatap Vincent dengan pasrah.
Pada akhirnya, Celine mengeluarkan suara "wu" langsung menangis. Air mata terus menetes keluar dari sudut matanya. Meskipun dia telah menangis berkali-kali dalam beberapa hari ini, tetapi dia tidak pernah menangis begitu histeris seperti saat ini.
Karena tidak ada yang berani menanyakan pertanyaan Vincent ini.
Menyesal? Celine sangat menyesal.
Pada dasarnya, dia memang mengidap penyakit tersembunyi, tetapi untuk menjaga wajah temannya dan untuk menstabilkan hubungan antar teman, dia minum segelas alkohol itu dengan paksa sehingga menyebabkan dia menjadi seperti ini. Jika bisa mengulangi, dia akan menumpahkan segelas alkohol itu ke wajah teman yang membujuknya untuk minum itu.
Sejak kejadian itu, sebagian besar teman yang membujuknya untuk minum itu tidak pernah datang menjengguknya karena takut disalahkan olehnya.
Pada saat inilah Celine baru mengerti apa itu watak manusia, dan mengerti apa itu teman palsu..
Celine menangis histeris di dalam kamar pasien, Vincent tetap makan apel dan mengabaikannya.
Tidak tahu telah berlangsung berapa lama, Celine akhinya berhenti menangis.
Dia tersedak: "Apa gunanya menyesal sekarang? Aku sudah seperti ini, jika kamu mau ketawa, ketawa saja.."
"Aku bukan orang yang suka tertawakan orang. Kali ini aku datang karena permintaan pamanmu. Celine, aku tanya padamu, jika kamu bisa sembuh, bisa turun dari tempat tidur dan jalan, lalu bisa hidup seperti orang normal, apakah kamu bersedia berubah demi hal ini?".
"Aku bersedia, tapi apa yang bisa aku lakukan? Hidupku sudah tidak ada harapan lagi." Celine berkata dengan suara yang serak, menutup mata untuk tidak menatap Vincent lagi.
Beberapa saat kemudian, Celine tiba-tiba merasakan sedikit sensasi kesemutan di lehernya seperti digigit nyamuk, kemudian rasa kantuk melanda, dia langsung terjerumus ke dalam mimpi.
Keesokan paginya, suara kicauan burung muncul dari luar jendela.
Celine membuka matanya dan meregangkan otot seperti biasa.
Semalam Mungkin merupakan malam paling nyenyak yang pernah dia rasakan selama satu tahun ini.
Dia turun dari tempat tidur dan membuka tirai jendela. Dia tidak menyadari apa-apa sampai matahari bersinar di kamarnya. Dia melihat tangan dan kaki dirinya dengan gemetar, kemudian berteriak kegirangan.
…
…
Setelah meninggalkan rumah sakit, Vincent kembali ke pusat layanan kesehatan untuk tidur.
__ADS_1
Namun, pusat layanan kesehatan saat ini membuatnya merasa tidak nyaman. Bagaimanapun, Via telah pindah dari Keluarga Melken dan tinggal di pusat layanan kesehatan. Pintu kamar mereka berdua berhadapan, seorang pria dan seorang wanita berada di pusat layanan kesehatan.
Vincent sendiri tidak merasakan apa-apa, tapi dia takut gadis ini akan mengalami banyak ketidaknyamanan, jadi dia terus berpikir dan akhirnya dia memutuskan untuk menyuruh Frank mengatur sebuah rumah untuk dirinya sendiri. Atau, saatnya dia harus membeli sebuah rumah sendiri.
Seiring dengan kepergian keluarga Mirz, pada dasarnya Armint telah mengintegrasikan area terlarang di kota Izuno.
Hotman dan Umagi juga sudah memberikan semua bukti kriminal yang telah dilakukan Deku ke atasan. Kali ini, jika Deku tidak mati, dia juga harus menanggung resiko yang berat dan serangkaian metode yang hendak di lakukan pihak Kaisen untuk menyerang Vallamor semuanya telah gagal.
Frank juga mulai menyerang Shawty Grup sesuai dengan perintah Vincent.
Shawty Grup sangat sengsara, nilai pasarnya telah menyusut drastis. Selain itu, terjadi serangkaian masalah manajemen internal dalam beberapa hari ini. Empat dari staf inti sudah dieliminasi, dan berbagai departemen juga mengalami banyak tekanan dan telah melakukan integrasi besar.
Tentu saja, jika Shawty Grup mengalami krisis, maka Vallamor juga demikian.
Bagaimanapun, Shawty Grup merupakan kepala raksasa, tidak mudah jika ingin mematahkan pergelangan tangan mereka. Sekarang Vallamor telah menyakiti delapan ratus musuh, tetapi dirinya telah rugi seribu. Namun, semua ini merupakan perintah dari Vincent, sehingga Frank hanya bisa menuruti saja.
Perang bisnis antara Vallamor dan Shawty Grup telah menarik perhatian banyak pemilik modal baik dalam maupun luar negeri. Tidak ada yang menduga bahwa Vallamor begitu gila, kemungkinan sekarang CEO dari Shawty Grup sedang stres! Jika mereka mengetahui bahwa pikiran Grup Vallamor begitu sempit, maka mereka tidak akan menyinggung orang gila ini.
Keesokan paginya, Via membuka pintu pusat layanan kesehatan dan melanjutkan usaha bisnis.
Awalnya ingin memanggil Vincent untuk duduk dan berkonsultasi dengan pasien, tetapi pagi-pagi Vincent sudah menyelinap keluar dan pergi ke area vila di tepi danau kota Izuno.
Di sini adalah industri properti yang baru dibuka, bernama Century Home, menjual semua vila dengan pemandangan sungai. Harga tanahnya sangat mahal, ini adalah tempat berkumpulnya orang-orang kaya di Kota Izuno. Frank juga membeli satu unit vila di sini, tetapi vila yang dia beli itu harga paling murah. Jangan melihat Frank saat ini sangat sukses dan merupakan tokoh yang terkenal di seluruh kota Izuno, tetapi sebenarnya dia bukanlah orang terkaya di kota Izuno.
Jangankan dia, empat keluarga besar juga demikian.
Bagaimanapun, kota Izuno merupakan kota yang besar, di sini terdapat banyak orang berbakat yang tersembunyi, bos yang rendah hati
Tokoh yang berada di atas panggung bukan merupakan orang yang terkuat.
Vincent memgeluarkan sebuah kartu dari sakunya, kartu ini diberikan oleh Messi padanya. Di dalamnya adalah dana yang dikeluarkan dari atasan. Frank tidak menghabiskan seluruh uang tersebut dalam melawan Shawty Grup, di dalamnya masih ada tabungan sekitar 2
triliun lebih.
"Tuan, apakah kamu mau lihat rumah?"
Seorang wiraniaga berdiri di depan pintu tersenyum sambil berkata kepada Vincent yang baru datang.
Meskipun pakaian Vincent sangat lusuh, tetapi sikap profesionalisme tidak membuatnya meremehkan orang lain.
"Ya, apakah ada rumah bagus yang bisa rekomendasi padaku?" Tanya Vincent.
"Tuan, silakan." Wiraniaga itu tersenyum, tetapi masih terdapat sikap ketidakberdayaan dan rasa jijik yang melintas di dalam matanya.
Sejak pembukaan Century Home, tempat ini menjadi populer di internet karena harganya yang tinggi. Tempat ini merupakan properti perumahan termahal di Kota Izuno, bahkan jumlahnya juga sangat sedikit di dalam negeri.
Tujuan pemilik menciptakan properti perumahan ini adalah untuk mengubah tempat ini menjadi kawasan tempat tinggal termewah di dalam negeri, sehingga setiap hari terdapat banyak penyiar atau beberapa orang biasa yang datang berkunjung ke sini. Pada awalnya, para sales ini tidak mengetahui tujuan dari orang-orang tersebut, sehingga mereka menjelaskan pada mereka satu persatu.
Tetapi karena semakin banyak orang yang datang hanya ingin mengunjungi dan menyaksikan saja, sehingga para wiraniaga ini telah kehilangan kesabaran. Oleh karena itu, pada saat memperkenalkan pada Vincent, dia hanya menjelaskan sesederhana mungkin dan dari awal langsung menyebutkan harganya, setiap unit sekitar 40 miliaran.
Vincent mendengarkan dengan cermat, pandangannya terus memperhatikan model dan skala tersebut.
__ADS_1
Tetapi pada saat ini, terdengar suara yang kasar.
"Eh? Apakah kamu itu ... suami Jane?"
Setelah mendengar kata-kata ini, Vincent menoleh sedikit, kemudian melihat seorang wanita dengan riasantebal menggandeng seorang pria berambut rapi yang sedang berdiri di sampingnya.
"Aku ingat kamu... Kamu itu teman Jane, Robin, kan? Halo!" Vincent menyapanya.
"Hentikan, jangan sok kenal, aku sama Jane itu teman, tapi sama kamu bukan!" Robin mencibir.
Vincent bukanlah orang bodoh, karena pihak tersebut telah mengatakan demikian, maka dia juga tidak perlu peduli dia lagi.
"Robin, siapa dia?" Pria tampan yang berada di sebelahnya itu bertanya sambil tersenyum.
"Suamiku, apakah kamu tidak tahu? Vincent Bermoth! Suami Jane dari Keluarga Dormantis di Kota Izuno, Vincent yang menikah ke keluarga Domantis! " Robin sengaja meninggikan nada suaranya.
Orang-orang yang berada di sekitar melihat kemari.
Vincent mengerutkan kening.
Pria tampan itu menepuk kepalanya, tiba-tiba mengingatnya: "Oh... aku ingat! Lelaki tak becus itu? Kudengar dia harus dinafkahi oleh istrinya, tak berguna sekali!"
Wajah wiraniaga langsung berubah setelah mendengar kata-kata ini.
Seorang lelaki yang mengandalkan wanita ingin membeli rumah di tempat seperti ini? Apakah dia sedang membuang waktu...
"Hei, kamu datang ke sini untuk apa? Beli rumah? Apakah orang miskin yang dinafkahi wanita itu sanggup beli?" Robin menutupi bibirnya dan tertawa sambil menatap Vincent dengan pandangan meremehkan.
Tetapi Vincent mengabaikannya dan terus melihat model properti tersebut.
Setelah melihat adegan ini, Robin sangat marah dan tiba-tiba berteriak: "Vincent Bermoth, aku sedang bicara denganmu! Apakah kamu tidak dengar?
"Kita bukan teman. Mengapa aku harus hiraukan kamu ketika kamu berbicara?" Vincent berkata dengan santai tanpa menoleh ke belakang.
"Kamu... apa yang kamu katakan?" Robin sangat marah, dia meragukan pendengaran dirinya.
Suami Jane yang tidak berguna itu berani membantah dirinya seperti ini?
"Suamiku, aku dibully, kamu kok tidak bantu aku?" Robin segera berbalik, meraih lengan pria berambut rapi itu, dan berkata dengan genit.
"Jangan khawatir, sayang, aku pasti bantu kamu!" Pria berambut rapi itu tersenyum, lalu menoleh ke wiraniaga dan berkata: "Kamu, segera panggil orang usir orang miskin ini, aku segera beli satu unit rumah!"
"Tuan, hal ini... tidak terlalu baik loh?" Wiraniaga itu sedikit gembira, tetapi dia juga sangat ragu-ragu.
Jika dia dapat menjual satu unit, maka dia akan mendapatkan komisi yang banyak, tetapi dia juga tidak memiliki hak untuk mengusir tamu..
"Tenang, tidak perlu khawatir masalah opini publik, bibiku orang stasiun TV, hal sepele seperti ini tidak akan masuk berita! Jika kamu turuti, aku bisa tambah satu unit lagi. Hari ini langsung bayar uang muka dua unit rumah! "Pria berambut rapi itu tersenyum lagi.
Ucapan ini langsung membuat orang-orang yang berada di sekitar terkejut dan berseru.
Wiraniaga tersebut sudah tidak tahan lagi, dia langsung menoleh dan berkata dengan Vincent sambil tersenyum:
__ADS_1
"Tuan.. aku sudah jelaskan semua padamu. Jika kamu tidak mau beli rumah, bisakah kamu pergi? Kamu telah ganggu tamu lain!".