
Maaf?
Nafas orang-orang di tempat kejadian bergetar serempak.
Bagaimana hal seperti itu bisa dilakukan?
Bagaimanapun, Barka adalah salah satu dari sepuluh orang jenius teratas, pilar masa depan Umbrella Pharmacy, dan dia adalah salah satu perwakilan Umbrella Pharmacy.
Kalau dia asal minta maaf kepada orang lain, yang rugi adalah reputasi Umbrella Pharmacy sendiri.
Terlebih lagi, dampak macam apa yang akan terjadi pada seorang jenius?
Instruktur Gasria paling benci dengan siswa yang memiliki bakat biasa, dan dia sangat menghargai orang-orang berbakat.
Kalau Barka meminta maaf kepada Ryuken, bukankah itu sama dengan mempermalukannya?
“Apa katamu? Ryuken! Be-beraninya kamu memintaku minta maaf? Kamu pikir kamu siapa? Tidak lihat dirimu sendiri! Pantaskah kamu?” Barka sangat marah dan menunjuk Vincent.
“Iya, Ryuken, kamu keterlaluan!”
“Ini bukan masalah besar, kenapa harus buat masalahnya jadi besar?”
“Ryuken, sudahlah, jangan buat masalah lagi, belum tentu kamu dapat untung!”
Orang-orang di sekitar bersuara, dan menatap Ryuken dengan dingin.
Begitu juga dengan Instruktur Gasria.
Dia menarik nafas dalam-dalam, melirik Vincent dan berkata: “Ryuken, sudah kukatakan masalah ini berakhir sampai di sini! Jangan diperbesar lagi, kalau kamu buat masalah lagi, jangan salahkan aku tidak segan!”
Sikap tegas Instruktur Gasria sangat jelas!
Orang-orang di kedua sisi mencibir diam-diam. Terutama Barka.
__ADS_1
Dia mengarahkan pandangannya ke Vincent dan tersenyum diam-diam: Kamu hanyalah seorang pria dengan bakat biasa-biasa saja, jangankan Instruktur Gasria yang tidak membantumu, seluruh murid di sekitar juga tidak akan membantumu, karena mereka tahu, siapa yang memiliki masa depan! Dan siapa yang akan berdiri lebih tinggi!”
“Ryuken, jangan pikir kamu dapat lakukan apa pun yang kamu inginkan dengan sebuah video, aku bisa katakan videomu itu hanya pertengkaran antar siswa. Aku bisa menekannya, kalau aku ingin menekannya, mengerti?”
Vincent menatap Instruktur Gasria dengan kosong, kemudian menarik nafas, dan tidak mengatakan apa-apa.
“Cukup, kontes penilaian obat segera dimulai, ayo bersiap-siap! Jangan buat masalah lagi, kalau terjadi sesuatu di sini, semua yang ada di sini akan dihukum! “ Kata Instruktur Gasria, berbalik tinggalkan ruang peserta.
Begitu dia pergi, orang-orang merasa tenang dan lega.
Begitu juga dengan Barka.
Tetapi hati mereka sangat marah, satu per satu dari merelka menatap Vincent dengan tatapan dingin.
“Tampaknya Ryuken ini tidak ingin berada di Umbrella Pharmacy lagi!”
“Bang Barka, cari waktu beri anak ini pelajaran.”
Bisik beberapa orang.
“Siapa? Siapa Bang Barka?” Orang-orang di sekitar terkejut dan bertanya.
“Hmph, siapa lagi? Sudah sentuh Beverly, masih pikir bisa hidup baik?” Barka tersenyum dingin.
Ketika orang-orang di sekitar mendengarnya, mereka semua gemetar.
“Bang Barka, di-dia benar sentuh kak Beverly?” Seorang pria membuka mulutnya dan menatap Barka dengan penuh semangat.
Semua orang mengira ini hanya alasan Barka.
“Memang bisa bohong? Sekarang, ada banyak orang mencari Ryuken, aku tidak menghajarnya, akan ada orang yang menghajarnya.” Kata Barka tersenyum santai.
Ketika orang-orang mendengarnya, mereka semua menyipitkan mata dan tertawa.
__ADS_1
“Tampaknya pertunjukkan seru akan segera dimulai!”
Banyak pasang mata memandang
Vincent, semua orang menatapnya dengan tatapan simpatik.
Vincent mengerutkan kening, tidak berkata apa-apa, berjalan keluar dari ruang kontes, menuju ruang tunggu tempat Varita berada.
“Apa yang terjadi? Adikmu tidak disukai di Umbrella Pharmacy?”Tanya Vincent.
“Maaf Tuan Vincent, aku baru menelepon adikku, sepertinya .. dia melakukan hal yang mengerikan baru-baru ini.” Varita menggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada meminta maaf.
“Hal yang mengerikan?” Tanya Vincent.
“Masalah ini bermula dari tiga hari yang lalu, adikku Ryuken adalah remaja muda dan belum dewasa, dan Beverly adalah wanita paling berbakat ke-6 dalam sepuluh jenius teratas Umbrella Pharmacy, wanita brilian seperti itu adalah idaman banyak orang, tidak kecuali Barka yang memiliki perasaan pada Beverly. Tiga hari yang lalu, Ryuken mengikuti kegiatan memetik obat yang diselenggarakan oleh Umbrella Pharmacy, Beverly dan Ryuken berada di grup yang sama. Kamu tidak tahu betapa senangnya Ryuken, tetapi ... kesalahannya di sini! Dewi impiannya sudah dekat, Ryuken tidak tahan, jadi memeluk Beverly dengan paksa, siapa sangka Beverly melawan dengan keras, tidak hanya menampar Ryuken, bahkan ingin menuntutnya melakukan pemerkosaan! Namun Beverly mengurungkan niatnya. Bagaimanapun, dia tidak ingin perburuk masalah, kalau Ryuken dipecat, reputasinya juga akan hancur, tetapi dia tidak pernah berpikir masalah ini akan tersebar keluar ... aissh ... aku khawatir sekarang Ryuken dipukuli orang-orang .”
Berbicara tentang ini, wajah Varita dipenuhi dengan ketidakberdayaan dan permintaan maaf.
“Kalau itu masalahnya, hari ini aku tidak akan hidup damai?” Kata Vincent mengerutkan kening.
“Tuan Vincent, maaf terjadi hal seperti ini, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa.” Varita mengangkat bahunya dan berkata: “Kalau tidak bisa, kamu bisa meninggalkan Umbrella Pharmacy, itu juga bisa mengurangi masalah.”
Vincent meliriknya dalam-dalam, dan berkata dengan acuh tidak acuh: “Aku datang ke sini untuk mengambil Bunga Lotus Soul, setelah itu akan pergi. Aku tidak peduli dengan hal lain dan tidak akan menanggung beban ini.”bSetelah itu, Vincent berbalik pergi.
Varita menatapnya dengan samar, disertai senyum tipis di wajahnya
Setelah Vincent pergi, Varita mengeluarkan hp, menelepon seseorang.
“Varita, apa Barka sudah cari masalah dengannya?”
“Sudah, tetapi orang ini punya banyak trik untuk lepas dari Barka.”
“Benarkah ... Hehe, seorang Barka tidak cukup, Ryuken menyinggung Beverly, sermua orang di Umbrella Pharmacy tahu, siapa pria yang berada di belakang Beverly. Aku sangat berharap bisa berada di lokasi, menantikan apa yang bisa dilakukan CEO Bermoth!”
__ADS_1
“Tujuanku adalah menunggu CEO Bermoth mengambil lima belas titik Blood Soul, dan bukan datang bermain denganmu, tetapi aku bisa mengambil beberapa gambar untuk kamu lihat.”
“Hahaha, terima kasih banyak!”