Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 119 Goyangkan Gunung Untuk Mengejutkan Harimau


__ADS_3

Setelah Zovac meletakkan telepon, dia sudah berkeringat dingin, dan sebagian besar punggungnya telah basah.


"Fadli!"


"Zovac! Ada apa?"


"Pergi cek kondisi Whizy! Cepat!"


"Ok!" Setelah beberapa saat...


"Zovac, Whizy . Whizy, dia .. sudah mati!"


Setelah mendengar berita ini, Zovac tumbang di atas sofa, tangan yang memegang rokok itu sedikit gemetar.


Whizy benar-benar sudah mati? Hal ini terlalu mendadak. Dia itu preman Kota Izuno!


"Tetua, apa yang harus kita lakukan? Apakah kamu akan berlutut dan sujud pada bocah itu?"


Seorang pria yang berada di sebelahnya bertanya sambil mengerutkan kening.


"Berlutut dan sujud? Tahukah kamu apa arti dari berlutut dan sujud? Itu artinya aku, Zovac akan tunduk pada pemuda itu, dan mengakui dia sebagai bosku! Aku sudah tua, tapi harus sujud pada seorang pemuda berusia 20-an? Jika hal ini menyebar, apa reputasi aku? Bagaimana aku bertindak di masa depan?" Zovac menepuk meja dengan marah.


Manusia harus punya reputasi dan pepohonan harus punya kulit.


Pada usia Zovac ini, dia sudah tidak kekurangan uang lagi, yang dia butuhkan adalah ketenaran!


"Tapi tetua, Whizy sudah mati, dan pelacur Armint itu juga sudah menyerah. Dalam waktu satu malam, tiga pasukan di kota Izuno hanya sisa kamu sendirian. Jika mereka mau serang, kita tidak bisa tahan. Jika kita tidak menyerah, maka kita pasti akan mati! "Pria itu berkata dengan wajah sengsara.


"Aku tahu, aku tahu... tapi kalau sujud, lebih baik aku mati!" Zovac menggertakkan gigi!


"Tetua."


"Tidak perlu bujuk lagi! Aku beritahu kamu nak, aku bukan Whizy! Aku juga bukan Armint. Ketika aku berjuang di kota Izuno, mereka masih belum ada. Mereka takut! Aku tidak takut! Pergi, siapkan mobil, aku mau pergi ke Sekolah Kaisen! "


"Ok, Tetua!"


Karoke.


Tetua Gabrial masih duduk di dalam ruangan dengan mata tertutup.


Beberapa pengawal yang mengikutinya itu berdiri di depan pintu.


Kepala pelayan itu berlari dengan tergesa-gesa, tetapi ekspresinya tampak sedih.


"Bagaimana? Apakah Whizy mau ketemu aku?" Tanya Verden.


"Itu, Tetua, aku tidak ketemu Whizy," Kata kepala pelayan dengan pasrah.


"Dia tidak ada di sini?" Verden tertegun.


"Aku tidak tahu, tapi aku baru dapat kabar bahwa Tuan kedua sepertinya sudah pergi!"


"Apa?" Verden tiba-tiba berdiri : "Kapan perginya?"


"Tadi malam jam 10, kamu datang tak lama!"

__ADS_1


"Apakah orang Whizy yang bawa dia pergi?"


"Tidak, sepertinya dia pergi dengan seorang pemuda." Pemuda? Verden segera menelepon Ezra, tetapi tetap tidak bisa menghubunginya.


"Tuan, mungkin Whizy tidak berniat menyulitkan Tuan kedua. Mungkin sekarang dia sudah pulang. Ayo kita pulang ke kota Silason dulu. Aku suruh orang jaga di sini, tunggu sampai lihat Whizy langsung buat janji untuk ketemu dengannya! "


"Boleh juga!" Verden mengangguk dengan berat, kemudian bangkit dan hendak pergi.


Namun, pada saat ini telepon yang berada di pinggang kepala pelayan itu berdering lagi. Setelah terhubung, wajahnya berubah menjadi suram.


"Apa yang terjadi?" Verden bertanya dengan tegas.


"Kakek, disana ada masalah ." Kata kepala pelayan dengan gemetar. Verden menarik napas dan buru-buru berteriak


"Cepat, langsung balik kota Silason!"


"Oke!" Setelah kembali ke perusahaan, Vincent duduk di kursi bos sedang menikmati pemandangan melalui jendela. Ezra sudah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan, dan sisanya akan diurus oleh Frank Saul.


Hotman Fritz dan Umagi sepenuhnya berkerja sama dalam akuisisi semua bisnis yang dimiliki oleh kedua perusahaan. Maksud dari Vincent adalah dalam satu hari harus menelan semua bisnis yang dimiliki Whizy dan Armint, Bagaimanapun, keduanya adalah karakter di antara dunia hitam putih, terdapat banyak barang ilegal di tangan mereka, sehingga tidak mudah bagi Vincent untuk mengambilnya.


Setelah membereskan Whizy dan Armint, sekarang hanya sisa Zovac sehingga hal ini jauh lebih mudah.


"Direktur Bermoth!" Frank masuk ke dalam kantor.


"Bagaimana prosesnya?"


"Sudah hampir selesai. Kita sudah berhasil akuisisi semua bar, klub, hotel, KTV, dan tempat hiburan lainnya milik Whizy dan Armint melalui jalur resmi, hanya sisa serah terima saja."


"Bagus. Setelah Zovac dapat kabar ini, dia pasti tahu harus buat apa." Tujuan Vincent Bermoth adalah sengaja goyangkan gunung untuk mengejutkan harimau, karena kekuatan Zovac berada di atas Whizy dan Armint.


Untuk membereskan Zovac tidak bisa langsung menyerang di tempat, Zovac punya banyak orang yang setia.


"Direktur Bermoth, saat ini kita masih punya satu masalah yaitu bagian manajemen!" Frank mendadak mengatakan hal ini.


"Mengapa?"


"Para pengelola tempat hiburan ini semuanya adalah gangster. Meskipun mereka tidak paham sopan santun, tapi mereka juga termasuk berpengalaman selama bertahun-tahun. Jika kita ganti orang baru untuk kelola, agak repot dan adaptasinya akan makan waktu yang lama."


"Maksud kamu apa?"


"Kurasa, Armint lebih cocok untuk atur orang-orang ini."


"Kalau begitu minta dia yang ngurus saja, tapi ada satu hal yang harus ubah, yaitu kebiasaan nakal mereka. Aku bukan orang preman, aku tidak main hal semacam itu. Jika ada yang tidak terima, bawa dia hadapi aku!" Kata Vincent Bermoth dengan cuek.


Frank terkejut, dan segera berkata dengan hormat : "Baik, Tuan Bermoth."


Setelah Frank pergi, Vincent juga keluar dari perusahaan. Dia berkeliaran, akhirnya memutuskan untuk mengunjungi klinik Via.


Meskipun telah mengalami kejadian kemarin, tetapi Via pulih dengan cepat dan klinik masih buka. Namun, hal yang tidak terpikir olehnya adalah Jane juga berada di sini. Ketika melihat kedatangan Vincent, wajah Jane langsung berubah, dengan mata bersalah dan sedih, dia segera bangkit dan buru-buru keluar.


Tidak berani mengatakan sepatah kata pun kepadanya.


Vincent mengerutkan kening, tidak berbicara dan juga tidak berani menghentikannya.


Tetapi ketika sampai di depan pintu, Jane berhenti.

__ADS_1


"Beberapa hari lagi pergi tanda tangan perjanjian cerai ya".


"Ya." Vincent langsung mengangguk.


Mata Jane sedikit memerah, dia menggigit bibirnya, lalu berbalik dan naik taksi yang berada di luar.


"Apakah kamu benar-benar mau cerai dengan dia?" Via berjalan kemari dan bertanya dengan bingung.


"Aku sudah bilang dengan dia, aku akan hormati pilihannya. Meskipun aku tidak tahu mengapa dia mau cerai denganku, tapi karena ini permintaannya, aku akan dukung."


"Ini tandanya kamu tidak terlalu cinta dia!"


"Ikatan kami hanyalah permintaan para tetua. Selama tiga tahun, kami saja jarang gandeng tangan. Jika mau bilang suka? Ada, tetapi kalau cinta? Aku tidak tahu! "


Vincent menggelengkan kepala dan duduk, kemudian berkata dengan santai


"Selain itu, aku tidak akan tinggal lama di kota Izuno." Via sedikit tertegun


"Kamu mau kemana?"


"Kota Azuka." Vincent menarik napas dalam-dalam : "Bagaimanapun, aku berasal dari sana."


Kebingungan yang mendalam muncul di mata Via. Pada saat ini, dia tiba-tiba menyadari bahwa dirinya tidak tahu apa-apa tentang suami dari teman baiknya ini.


Krek krek ...


Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa di luar, kemudian terdapat beberapa orang yang mengenakan seragam bergegas masuk ke dalam klinik.


"Penanggung jawabnya sini siapa?" Salah satu dari mereka bertanya dengan tegas.


Via sedikit gemetar, berdiri dan bertanya dengan kaget : "Aku, ada apa ya?"


"Kami telah periksa bahwa fasilitas pemadam kebakaran tempat kalian ini tidak lengkap dan ada potensi bahaya keselamatan. Klinik perlu ditutup untuk perbaikan, harap segera tutup!".


Setelah mengatakan demikian, pihak tersebut menunjukkan serangkaian dokumen. Via tercengang.


"Hmm, Pak, kok bisa terjadi hal ini?" Via ingin menjelaskan, tetapi tidak berguna. Sekitar sepuluh menit, klinik disegel.


"Apa yang terjadi?" Syla dan Via tercengang. Vincent mengerutkan kening.


Pada saat ini, Frank tiba-tiba menelepon Vincent.


"Direktur Bermoth, ada masalah di pabrik farmasi!"


"Apa?" Vincent menarik nafas dengan tegang.


"Dua pabrik farmasi baru kita telah ditutup! Alasannya adalah ada resiko keselamatan. Selain itu, pabrik farmasi kita yang baru itu belum punya izin produksi, produksi obat baru telah disegel, dan semua bahan obat yang kita beli tertimbun. Akibatnya, tidak bisa kerja sama sekali sehingga muncul masalah dalam pemutaran modal.. " Frank berkata dengan suara yang berat.


Ketika mendengar hal ini, wajah Vincent menjadi suram, dia juga telah merasakan terdapat sesuatu yang tidak beres.


Kejadian ini pasti bukan kebetulan!


"Ada orang yang sedang lawan kita, pergi cari tahu siapa yang melakukannya!"


"Baik, Direktur Bermoth." Frank mengangguk.

__ADS_1


Tetapi pada saat ini, terdengar suara ketawa yang dingin.


"Direktur Bermoth, tidak perlu cari tahu lagi, aku yang lakukan semua ini!" Pada saat mendengar suara ini, Vincent langsung memiringkan kepalanya dan melihat Zovac memimpin sekelompok orang berjalan kemari sambil tertawa ...


__ADS_2