Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 499 Jamuan Makan Malam


__ADS_3

Vincent tidak menyangka ternyata Jane akan datang ke pesta malam seperti ini, selain itu, masih datang bersama seorang pria tampan.



Tidak peduli suami mana pun, sepertinya juga akan marah, bukan?



Tapi Vincent tidak bodoh, dia memahami Jane.



Jika sungguh ada pria yang disukai oleh Jane, sama sekali tidak perlu berselingkuh darinya, dia hanya perlu bercerai saja, sama sekali bisa terang-terangan bersama pria mana pun.



Malah melihat Jane maju beberapa langkah ke depan, bergegas menjelaskan: “Vincent, kamu jangan salah paham, aku dan Tuan Izmahad tidak ada apa-apa, dia hanya seorang klien dalam proyek bisnisku saja, tidak lebih dari itu!”



“Tapi tidak peduli bagaimanapun, istri sendiri menghadiri pesta malam dengan pria lain, serta tidak berkomunikasi dengan suami, ini memang sudah sebuah masalah.” Vincent berkata dengan tenang.



Jane menggigit bibir merahnya, tidak tahu harus bagaimana membantahnya, pada saat yang sama muncul kebingungan dalam hatinya.



Aku ini kenapa?



Mengapa setelah melihat Vincent dia kehilangan sikap seperti itu?



Sesuai logika, bukankah seharusnya aku tidak masalah?



Cepat atau lambat aku akan bercerai dengan orang ini, aku dan dia, hanya nama saja yang pasangan suami istri…



Jika dulu, Jane sama sekali tidak mungkin menjelaskan satu kata pun pada Vincent.



Tapi hari ini, dia bahkan mulai tegang tanpa sebab.



Apakah karena sebelumnya dia menyelamatkan dirinya tanpa mempedulikan apa pun, sehingga membuat dirinya memiliki rasa berterima kasih padanya?



Jane sedang berpikir dalam hati.



Tapi pada saat ini, pria yang ada di sebelah sana maju ke depan.



Dia memperhatikan Vincent sejenak, sambil tersenyum mengatakan: “Istri menghadiri jamuan makan malam bersama pria lain tanpa izin, suami yang tidak tahu, memang ini agak tidak peduli dengan keluarga, tapi jika suami ini hanyalah orang tidak berguna yang mengandalkan istri untuk bertahan hidup, maka hal ini dapat dimaafkan.”



“Ehmm?” Vincent mengerutkan kening sambil menatap orang itu.



“Tuan Vincent, aku pernah mendengarmu, kamu juga jangan marah, aku rasa istrimu berbuat seperti ini semuanya demi dirimu, bagaimanapun kamu tidak berguna, hanya bermalas-malasan, istrimu bersusah payah di luar juga demi dirimu, kamu memiliki hak apa untuk marah? Seharusnya kamu merasa senang, karena jika istrimu berhasil mencapai kesepakatan bisnis kali ini denganku, maka dia akan memiliki uang, kehidupanmu juga akan lebih baik, bukankah begitu?” Pria tersenyum mengatakannya.



Meskipun di dalam nada bicaranya sangat mengendalikan diri, tapi di dalam kata-katanya sama sekali tidak menunjukkan maksud sindiran.



“ Tuan Izmahad, tolong kamu lebih sopan saat bicara, bagaimanapun ini adalah suamiku.” Jane merasa tidak senang.


__ADS_1


Dirinya sendiri bisa meremehkan Vincent, tapi pasti tidak mengizinkan orang lain mengejek Vincent.



“Jane, kamu jangan marah, aku hanya mengucapkan kata jujur saja, jika kamu tidak suka mendengarnya, anggap saja kau tidak pernah mengatakannya.” Tuan Izmahad ini penuh rasa bersalah.



“Vincent, mengapa kamu bisa berada di sini?” Jane memandang Vincent sambil bertanya: “Apakah Jenice yang membawamu ke sini?”



Jenice ?



Vincent ingat, pesta malam kali ini Dong Min berencana membawa beberapa pemeran film ke sana agak lebih dikenal, bagaimanapun film ini menggunakan banyak pemeran baru, di dalam hati Dong Min tidak memiliki pegangan, lalu berpikir lebih awal membangun kekuatan. Seharusnya Jenice dan Elvina juga menerima undangan itu, kemungkinan orang dari Keluarga Dormantis juga datang ke sini untuk mendapat sedikit keuntungan.



Vincent sedang ingin bicara, Tuan Izmahad yang ada di sebelah segera tertawa sambil mengatakan: “Seharusnya memang seperti itu, namun, suamimu juga termasuk sudah memiliki kemajuan, masih tahu datang untuk melihat dunia luar, takutnya pesta seperti ini, seumur hidup dia belum pernah menghadirinya.”



“ Tuan Izmahad …” Jenice mengerutkan keningnya lagi, nada bicara sudah tidak baik lagi.



“Haha, bercanda, bercanda, Jane, kita jangan omong kosong lagi, cepat masuk ke dalam saja, pestanya sudah akan dimulai.” Tuan Izmahad sambil tertawa mengatakannya.



Begitu kata-kata ini terlontarkan, raut wajah Jane langsung mulai ragu-ragu.



Vincent sedang berdiri di sini, bagaimana dia bisa masuk ke dalam bersama pria lain? Bukankah ini sedang mempermalukan Vincent di hadapan semua orang?



Tapi jika tidak bisa masuk...Jane tahu apa akibatnya.



Ini adalah seorang klien besar!




Di sekeliling banyak tamu yang mengenal Vincent dan Jane, melihat pemandangan ini, semuanya malah tidak terburu-buru masuk ke dalam hotel, tetapi berdiri di tempat, menyaksikan dengan wajah penuh senyuman ejekan.



Tuan Izmahad itu juga menyipitkan mata, seperti memang sengaja seperti ini, melihat Jane ragu-ragu, segera mendesak berkata: “Jane, kita cepat masuk saja, bukankah kamu ingin membicarakan sebuah proyek denganku? Kita masuk dan pelan-pelan membicarakannya, bagaimana?”



Tangan kecil Jane menggenggam erat dan mengertakkan gigi, sangat bimbang sekali.



Tapi setelah beberapa saat kemudian, dia tetap menarik nafas dalam-dalam, agak menyamping berkata dengan suara pelan: “ Tuan Izmahad, bagaimana kalau anda masuk dulu, aku temani suamiku bicara beberapa kata dulu…”



“Apa?”



Ekspresi Tuan Izmahad terkejut, ada cahaya kekejaman yang melintas di mata, tapi cahaya ini sirna dalam sekejap, wajah tampan itu tetap penuh senyuman sambil berkata dengan lembut: “Kalau begitu, baiklah, Jane, aku akan menunggumu di dalam.”



Selesai bicara, lalu berbalik dan masuk ke dalam.



“Dia adalah seorang klien pentingku, Jenice juga mengundangku menghadiri pesta malam ini, awalnya aku ingin menolak, bagaimanapun, kerjaan di perusahaan sangat banyak sekali, aku sedikit terlalu sibuk, tapi klien ini juga mengundangku ke sini, mempertimbangkan masalah bisnis, aku menyetujuinya, hal ini terkait dengan masa depan perusahaan...” Jane ragu-ragu sejenak, lalu berkata dengan suara pelan.



“Kamu tidak perlu menjelaskannya padaku, lagipula dulu kamu tidak pernah menjelaskannya padaku.” Vincent berkata dengan datar.

__ADS_1



Seluruh tubuh Jane bergetar, memandang Vincent dengan rasa tak percaya, lalu agak mengangguk, tersenyum pahit: “Benar…”



“Jangan banyak pikir, aku bisa memahaminya, kamu lakukan yang seharusnya kamu lakukan.” Vincent melambaikan tangan, tersenyum datar.



Jane tidak banyak bicara, tapi di dalam hati ada rasa tidak enak.



“Kita masuk bersama saja.” Jane berkata.



“Baik.”



Vincent mengangguk, lalu berjalan ke dalam.



Pasangan lain berpegangan tangan, wajah penuh senyuman, Jane dan Vincent memiliki ekspresi yang berbeda, Vincent terlihat sangat tenang sekali, Jane malah terlihat penuh pikiran.



Sebenarnya hubungan mereka berdua sedikit demi sedikit sedang mengalami perubahan, jika dulu, Jane selalu merasa tidak senang dengan Vincent, kalau sekarang, dia sudah memiliki perubahan pandangan yang besar terhadap Vincent, setidaknya, sudah bisa berhubungan seperti seorang teman…



Pesta jamuan diadakan di aula hotel.



Saat ini, di sini sudah berpesta pora, penuh orang, sangat ramai.



Banyak wanita yang berpakaian glamor dan pria bersetelan jas yang keluar masuk dalam kerumunan orang.



Banyak tokok terkenal yang dikelilingi orang untuk diajak mengobrol.



“Jane, sebelah sini!”



Terdengar suara memanggil.



Lalu melihat Tuan Izmahad yang masuk duluan itu sedang duduk di depan sofa, melambaikan tangan pada Jane, di sebelahnya masih duduk beberapa pria dan wanita yang berpakaian mewah dan glamor, dilihat dari cara berpakaian mereka, jelasa bukan orang biasa.



“Jane, kamu pergi sibuk saja, aku pergi keliling ke tempat lain.” Vincent berkata dengan datar.



“Tidak, kamu ikut aku!”



Jane menarik tangan Vincent, berjalan ke arah Tuan Izmahad.



“Ehmm?”



Vincent tercengang.



Tuan Izmahad yang ada di sebelah sana langsung mengerutkan kening.

__ADS_1



“ Tuan Izmahad, maaf, sudah membuat anda menunggu lama.” Jane menarik Vincent ke sini, wajah penuh rasa bersalah mengatakannya.


__ADS_2