Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 97 Keluarga Lanister Dari Kota Azuka


__ADS_3

"Vincent ?" Mendengar suara ini semua orang langsung menoleh kearah asal suara.


"Jangan hiraukan dia!" Ucap Dakota.


"Kak Carn , Vincent ini lebih tidak ada hubungan lagi dengan keluarga kami, untuk dia, terserah mau kalian apakan." Ucap Nyonya Besar Avricon dengan datar, lalu dia melambaikan tangannya : "Lempar orang ini keluar! Jangan mengotori pintu Keluarga Avricon kita karena membereskan manusia ini!"


"Baik nenek." Galac dan beberapa orang lainnya mendekat dengan wajah tersenyum.


Namun ketika mereka baru mendekati Vincent.


Plakk!


Dua tamparan mendarat dengan suara yang kencang. Galac dipukul sampai mundur beberapa langkah, menatap orang yang menamparnya dengan wajah tidak percaya sambil memegangi wajahnya.


"Paman? Anda ini?" Galac bertanya dengan mata nanar.


Orang disekeliling juga terkejut. Kenapa Master Yokai tiba-tiba turun tangan?


Bahkan. orang yang dia lawan adalah orang Keluarga Avricon?


Apakah dia tidak salah?


Orang Keluarga Avricon adalah orang yang berada dipihaknya.


"Kendhiz, apa yang kamu lakukan?" Dakota bertanya dengan penuh amarah. Namun dia nalah mendengar Master Yokai berkata dengan tegas


"Negara punya hukum, keluarga punya aturan, tidak ada yang boleh sembarangan, apakah kalian ingin menantang hukum?"


"Haa?" Semua orang disekitar langsung tercengang. Dakota, Migu dan yang lainnya juga kebingungan. Master Yokai ini. sebenarnya ada diposisi mana?


"Adik ketiga, ada apa denganmu?" Kendhiz bertanya dengan alis mengkerut. Kendra diam-diam melirik Vincent, lalu berkata dengan tegas


"Masalah ini masih harus aku selidiki lebih jauh lagi, untuk sementara bukti dari masing-masing pihak masih belum cukup kuat! Masih belum bisa dikasuskan, Kakak kedua, kalian kembalilah dulu, masalah ini biar aku selidiki lagi."


"Apa?" Kendhiz bagaikan tersambar petir. Dakota juga mermbelalakkan matanya dan terkejut sesaat.


Siapapun tidak ada yang berani percaya apa yang mereka dengar.


Kendra .. Dia berencana menyerah? Semua orang yang ada dilokasi langsung terkejut tanpa sanggup mempercayainya.


Apakah Kendra dan Vincent membicarakan sesuatu didalam?


Atau Vincent ini. Bukan tokoh yang bisa diremehkan?


Kendhiz bukan orang bodoh, dia melirik Vincent, lalu melihat kearah Kendra, samar-samar menyadari sesuatu. Namun Dakota sama sekali tidak memperdulikannya.


"Kendhiz, aku tidak tahu cecunguk ini mencekokimu apa, kamu bisa menyingkir, kalau kamu tidak ingin mengurus masalah ini, kamu menonton saja."


l"Paman Carn!" Kendra masih ingin mengatakan sesuatu, Dakota sama sekali tidak memberinya kesempatan.


Namun, Vincent sudah tidak bisa menunggunya lagi. Dia berjalan mendekat, lalu memapah Jane yang tersungkur di lantai, tangannya yang besar mengusap wajah Jane dengan lembut. Cap tangan yang begitu merah terlihat begitu menusuk mata di atas kulitnya yang putih bersih. Mata Jane dipenuhi airmata, namun dia tidak membiarkan air mata itu jatuh.


Namun ketika Vincent memeluknya, dia tidak bisa menahannya lagi, dia menangis dengan tersedu-sedu didalam pelukan Vincent.

__ADS_1


"Sudahlah Jane, tenang saja, ada aku disini, tidak ada yang bisa menyentuhmu." Vincent menenangkannya dengan suara lirih.


"Vincent, aku ingin pulang." ucap Jane terisak.


"Baiklah, aku akan membawamu kembali ke Kota Izuno." Vincent berkata dengan lirih, namun tatapannya penuh dengan aura membunuh


"Namun sebelumnya, aku harus menyelesaikan beberapa masalah." Jane tidak bicara, hanya mencengkram erat lengan baju Vincent. Vincent berdiri dan melihat orang-orang dihadapannya dengan datar.


"Siapa yang memukulnya?"


"Aku yang memukulnya, kenapa? Kamu ingin membalas memukul?" Sangsung berkata dengan wajah tersenyum.


Wajah Vincent dingin bagaikan es dan langsung berjalan menghampirinya.


"Vincent ! Apa yang ingin kamu lakukan?"


"Kurang ajar!"


Nyonya Besar Avricon dan anggota Keluarga Avricon langsung berseru. Dakota juga orang keluarga Borland tidak menghentikannya. Mereka tidak percaya, Vincent ini punya keberanian sebesar itu. Sangsung juga tidak bergerak, hanya menatap dengan wajah tersenyum.


Yang paling ditakutkan Nyonya Besar Avricon adalah menyulut amarah. Kalau Vincent berani turun tangan hari ini, maka tidak perlu dia, anggota Keluarga Avricon yang akan menggantikannya menghajar Vincent , meskipun orang ini tidak ada hubungannya dengan Keluarga Avricon, takutnya keluarga Borland juga akan marah pada Keluarga Avricon.


Kemudian! Vincent berdiri dihadapan Sangsung tidak sampai satu detik. Sebuah tamparan melayang kencang kearahnya.


Plakk!


Terdengar suara tamparan yang begitu renyah. Tubuh Sangsung langsung berputar, lalu terkapar di lantai. Seluruh ruanga seketika menjadi hening. Mata semua orang membelalak besar.


"Kamu berani memukulku?" Sangsung tersadar dan berkata dengan wajah penuh amarah : "Pukul dia! Pukul bedebah ini sampai mati dihadapanku!" Semua orang keluarga Borland marah besar dan mengepung Vincent.


Frank Saul melihat ini segera membawa beberapa orang menghadang di depan.


"Tuan Saul, sebaiknya kamu jangan sembarangan memilih tim, aku tahu kamu ingin melindungi Nona Jane, namun Vincent ini hanya sampah, kamu melindunginya? Apakah otakmu rusak? Jangan membuat masalah untuk dirimu sendiri!" Migu berkata dengan dingin, lalu ikut membawa orangnya maju. Tekanan Frank Saul menjadi berlipat ganda.


"Aku ingin lihat siapa yang berani sembarangan bergerak!" Tuan Besar Avricon mendorong semua anggota Keluarga Avricon yang ada di sekelilingnya dengan kuat, dia berkata dengan penuh amarah : "Ini adalah kediaman Avricon-ku, kalau kalian ingin turun tangan! Lewati dulu Keluarga Avricon kami!"


"Dasar pak tua bau tanah! Kamu ingin menarik semua anggota Keluarga Avricon mati bersama? Kamu ingin menjadikan pesta ulang tahunmu menjadi pemakamanmu?" bentak Nyonya Besar Avricon.


"Kamu hanya seorang wanita, tidak ada hubungannya denganmu!"


"Ada istri dan anak disini, aku ingin lihat apa yang ingin kamu lakukan!"


"Kau..."


"Ayah dengarkanlah ucapan ibu."


"Nenek juga untuk kebaikan Keluarga Avricon." Seluruh anggota Keluarga Avricon mulai membujuk.


"Kalian. kalia.. bagus! Bagus! Bagus sekali! Sepertinya Keluarga Avricon ini sudah tidak membutuhkan pak tua ini lagi! Kalau begitu, aku juga tidak membutuhkan kalian, mulai hari ini, aku tidak lagi punya hubungan dengan kalian!" Agil marah sampai wajahnya memerah.


"Ayah!"


"Kakek." Seluruh anggota Keluarga Avricon panik.

__ADS_1


"Bawa orang ini keluar dari sini!" Dakota malas meladeni Agil, langsung memerintah dan menunjuk kearah Vincent.


Keluarga Avricon langsung maju. Frank Saul menghadang, namun orangnya yang hanya beberapa orang bukanlah lawan mereka, para bos lainnya juga tidak berani bergerak, dan dalam waktu singkat sekelompok pengawal langsung mendekati Vincent.


Vincent sama sekali tidak bergerak. Hanya melihat dengan dingin.


Tepat pada saat ini, sekelompok orang mendekat, menghadang di depan Vincent, itu adalah orang Kendra.


"Tangkap semua dan bawa ke mobil, bawa ke kantor!" hanya terdengar suara bentakan dari Kendra


"Baik, kapten!" Sekelompok petugas langsung maju dan menangkap pengawal keluarga Borland ke dalam mobil yang ada di luar, dalam sekejap mata pengawal keluarga Borland langsung ditangkap sampai bersih.


"Haa?" Semua orang bingung apa yang sedang terjadi sebenarnya.


Kendhiz melihat kearah Kendra , namun melihat bola mata Kendra yang tertunduk, dia langsung mengerti, dia berkata dengan suara pelan : "Ayah angkat, sepertinya Vincent ini bukan orang biasa! Sepertinya adik ketiga punya pertimbangan, sehingga tidak membiarkan kita menyentuhnya."


"Aku bisa melihatnya!" Dakota berkata dengan dingin


"Namun sekarang sudah bukan berurusan dengan harga diri keluarga Borland kalian saja, tetapi harga diriku juga! Kalau aku mundur, bagaimana karirku kelak?"


“Maksud ayah angkat adalah.."


"Perduli amat dia siapa, buat perhitungan dulu, masalah lainnya bicarakan lagi nanti."


Setelah mengatakannya, Dakota berkata sambil menunjuk Kendra : "Kendra, kamu menghadangku lagi, maka hubungan kita putus sampai disini, minggir!!" Setelah mengatakannya, orang dibelakang Dakota langsung maju untuk menyeret Vincent.


Tubuh Kendra bergetar, melihat tatapan tuan besar yang begitu tegas, dia tahu kali ini dia benar-benar murka. Dia tidak ingin melepaskan Vincent, namun apakah dia siap menyinggung Dakota?


Seketika Kendra menjadi serba salah, Kelihatannya mau tidak mau dia harus bergerak. Vincent mendengus dingin, tatapannya begitu dingin. Sampai tahap ini, dia tidak keberatan untuk menghabisi orang-orang ini!


Namun pada saat paling menentukan, terdengar sebuah suara yang begitu jernih dan kencang.


"Waw! Ramai sekali! Kalian sedang apa?"


Suara ini terdengar begitu tiba-tiba. Semua orang menoleh ke asal suara, terlihat seorang gadis yang begitu imut dan cantik berjalan masuk, dibelakangnya juga ada seorang pria tua yang mengenakan setelan jas.


Gadis darimana ini? Tidak tahu aturan sekali! Ada orang yang mengkerutkan alis. Lalu gadis ini mengabaikan semua orang yang ada di sana, masuk ke dalam aula dan mengedipkan mata kearah Vincent, lalu berjalan kearah Jane.


"Kamu pasti Kakak Jane bukan? Hai!" ucap gadis itu sambil tersenyum.


"Kamu adalah." Jane terlihat bingung.


"Oh, panggil saja aku Renata, aku datang untuk mewakili seseorang mengucapkan selamat ulang tahun pada Kakek Avricon!" gadis itu tersenyum dengan misterius, lalu bertanya dengan keras : "Permisi, yang manakah Kakek Agil ?"


"Akulah orangnya." Agil menatap gadis itu dengan heran : "Gadis kecil, siapa kamu?"


"Hallo Kakek Avricon, aku adalah Renata Lanister, sengaja datang dari Kota Azuka untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada anda, semoga anda panjang umur, sehat selalu, banyak rejeki!" ucap gadis ini sambil tersenyum. Mendengar ucapan ini, Dakota terlihat begitu terkejut.


"Renata ? Kamu... jangan-jangan kamu adalah orang dari keluarga Lanister yang ada di Kota Azuka ?"


Keluarga Lanister dari Kota Azuka ?


Semua yang hadir terlihat bagaikan tersihir dan membatu....

__ADS_1


__ADS_2