
Pembunuh?
Setelah melihat orang-orang ini yang berpakaian hitam dengan kacamata hitam, nafas Vincent pun menjadi cepat.
Vincent tidak menyangka bahwa, akan terdapat pembunuh di tempat seperti ini!
Harus diketahui bahwa, sini adalah Kota Azuka! Bukan Izuno!
Siapakah yang begitu berani untuk melakukan hal seperti ini dengan terang-terangan?
Wajah Vincent terlihat dingin, dan dia pun langsung keluar dari mobil.
Kemudian, orang-orang itu pun langsung menembak pistol mereka ke arah Vincent.
Boom! Boom! Boom! Boom..
Moncong pistol itu pun mengeluarkan cahaya api.
Mobil yang dinaik oleh Vincent seketika pun penuh dengan lubang bekas tembakan dalam waktu yang singkat.
Pengguna jalan yang ada di sekeliling sana pun mengeluarkan suara jeritan, dan langsung melarikan diri.
Vincent bersembunyi di samping mobil, setelah suara tembakan hilang, tatapannya menjadi dingin, dia langsung mengangkat tangannya, dan melemparkan sejumlah jarum baja.
Sou sou sou sou...
Sejumlah jarum baja pun terbang ke sana, dan langsung menusuk ke tubuh mereka.
Seketika, mereka pun tidak bisa bergerak lagi.
Vincent mengambil jarum baja lagi, dan menusuknya ke bagian dada Violet.
Bekas luka tembakannya pun berhenti mengeluarkan darah.
Setelah selesai mengobati Violet,
Vincent pun memeluk Violet menuju ke dalam mobil, lalu dia pun langsung berjalan mendekati orang-orang berpakaian hitam yang sudah menjadi patung, dia memeriksa tubuh mnereka, dan menemukan secarik kertas kecil.
Kertas itu baru siap ditulis, di kertas itu juga terdapat nomor.
Nomor itu adalah nomor plat mobil Violet.
Dapat diketahui bahwa, sekumpulan pembunuh ini baru mendapatkan tugas ini, bahkan sengaja dicari untuk membunuh Vincent.
Apalagi mencari pembunuh dalam waktu yang begitu singkat untuk membunuh
Vincent. Tampaknya hanya terdapat satu Keluarga yang bisa melakukannya!
“Apakah ini dilakukan oleh Keluarga Bermoth”
Seketika pun terdapat api membara di dalam mata Vincent.
Setelah Voodo pergi, dia pun langsung menyuruh orang untuk membunuh Vincent!
__ADS_1
Sungguh tidak bisa bersabar!
Vincent menyimpan kertas itu ke dalam saku orang yang berpakaian hitam lagi, kemudian dia langsung kembali ke dalam mobil, dan bergegas menuju ke rumah sakit terdekat di sana.
Setelah sampai di rumah sakit, dan mengantar Violet ke ruang gawat darurat, polisi juga sudah sampai, Vincent tentu saja dibawa pergi interogasi.
Sedangkan orang yang mengamati semua ini dengan diam-diam pun mengeluarkan ponselnya.
“Kakek, gagal!”
“Oh...kalau gitu, apakah sudah tahu identitas orang itu?”
“Hanya tahu orang itu harusnya berhubungan dengan Armint di Kota Izuno! Kakek, apakah mau suruh orang pergi ke Kota Izuno, untuk terus ikuti orang itu?”
“Kota Izuno? Ini tampaknya agak sulit, saat ini orang-orang keluarga sangat tertarik dengan Dokter Jenius Bermoth di Kota Izuno, mereka ingin bekerja sama dengannya, jika aku lakukan sesuatu di sana, dan secara tidak sengaja singgung Dokter Jenius Bermoth, maka aku akan jadi orang bersalah di keluarga.” Voodo berkata dengan ragu.
“Kakek. Jika orang itu bawa surat perjanjian anda datang, maka apa yang harus kita lakukan?”
“Itu hanya merupakan sebuah cek kosong, jika dia bawa surat itu, aku juga tidak akan akui, apakah terdapat orang yang berani permalukan orang Keluarga Bermoth demi pria itu?”
“Kalau gitu...maksud anda..”
“Jangan peduli orang itu dulu, saat ini orang-orang keluarga sedang sibuk masalah konferensi, aku juga tidak bisa abaikan itu, apalagi juga tidak tahu kenapa, Keluarga Mint di Kota Prontera tiba-tiba bermusuhan dengan kita, aku harus tangani masalah ini dulu, karena masalah pria itu juga tidak bisa diselesaikan dengan cepat, kalau gitu abaikan pria itu dulu, sisanya kamu yang urus saja, ngerti?”
“Tenang saja Kakek, aku akan bereskan itu.” Voodo pun mengakhiri panggilannya.
Sedangkan pada saat itu, Vincent juga sudah keluar dari kantor polisi.
Vincent sekarang sangat ingin pergi ke Keluarga Bermoth untuk memperhitungkan semua masalah selama beberapa tahun ini.
Tetapi Vincent tahu, sekarang dirinya tidak boleh terlalu agresif, jika tidak semuanya akan hancur.
Tunggu konferensi dimulai saja!
Hanya dengan seperti itu, baru bisa mempermalukan Keluarga Bermoth!!
Vincent menarik nafas, dia mengepalkan kedua tangannya dengan erat, dan bergegas menuju ke Bandara.
Di perjalanan, Vincent pun menelepon Joakim.
Pada saat itu juga, Joakim baru selesai menerima pengobatan, dan dia pun duduk di atas kursi roda.
Joakim berada di ruangan gelap.
Pada detik ini, di dalam ruangan itu sudah terdapat banyak petinggi Dojo Silop, sedangkan kedua tangan Judos pun sudah dikat di atas kasur, di sampingnya masih terdapat seorang pria kekar yang sedang memegang pisau.
Judas berteriak: “Ayah! Jangan! Lepaskan aku! Ayah! Aku mohon padamu, berikan satu kesempatan kepadaku lagi, aku adalah putramu!”
Tetapi Joakim tidak melayaninya.
Terdapat seseorang yang berikan ponsel kepada Joakim.
“Tuan Bermoth...” Suara Joakim terdengar bergemetaran.
__ADS_1
“Kaki putramu aku tidak mau lagi.” Vincent berkata dengan tidak berekspresi.
Setelah itu, Joakim pun merasa sangat senang
“Tuan Bermoth, apakah...apakah yang anda bilang benar?” Joakim bertanya padanya.
Joakim juga merupakan seorang ayah, mana mungkin dia mau putranya jadi cacat?
Tetapi jika tidak melakukannya, satu Keluarga Solip akan hancur!
Joakim adalah pemimpin Dojo Silop, bagaimana mungkin dia tidak pandai mempertimbangkannya?
Awalnya Joakim sudah tidak berharapan lagi, tetapi perkataan Vincent pun membuatnya kembali melihat secercah harapan!
“Bantu aku.” Vincent berkata dengan suara serak.
“Tuan Bermoth langsung bilang saja, tidak peduli itu apa, Keluarga Silop pasti siap untuk bantu anda!” Joakim berkata dengan semangat.
“Bantu aku awasi gerak-gerik Keluarga Bermoth, jika ada sesuatu yang dilakukan oleh mereka, langsung lapor ke aku.”
“Awasi Keluarga Bermoth?” Nafas Joakim pun menjadi bergemetaran.
“Apakah bermasalah?” Vincent berkata dengan sambil mengerutkan keningnya.
Sekujur tubuh Joakim bergemetaran, dan dia pun langsung menggelengkan kepalanya: “Tidak...tidak ada! Sama sekali tidak!”
“Bagus kalau gitu, aku akan tunggu laporan kamu.”
Setelah selesai berkata, Vincent pun langsung mengakhiri panggilannya.
Setelah meletakkan ponselnya, Joakim pun menghela nafas.
“Tuan, kenapa?” Orang di sampingnya bertanya.
“Lepaskan Judas.” Joakim berkata dengan tampak lelah.
“Pria itu tidak mau kaki Judas lagi?” Orang-orang di sana berkata dengan kaget.
“Tidak mau lagi, tetapi. Pria itu mau suruh aku lakukan sesuatu yang sangat rumit.”
“Apa?”
“Awasi Keluarga Bermoth!” Joakim berkata dengan suara yang serak.
“Apa?”
Orang-orang di sana seperti disambar petir, mereka semua menatap Joakim dengan tampak kaget.
“Tuan, ini...ini tidak boleh, kekuatan Keluarga Bermoth begitu kuat, satu Kota Azuka ini penuh dengan orang-orang mereka, jika kita awasi mereka, dan diketahui oleh mereka, tampaknya keluarga kita akan dihancurkan!” Seorang orang tua Keluarga Silop berkata dengan cemas.
“Tetapi pada saat ini, apakah aku masih punya pilihan lain?” Joakim menggertakkan giginya dan berkata: “Segera suruh orang pergi, ingat, harus gunakan pasukan Keluarga Silop, jangan sampai diketahui oleh Keluarga Bermoth, jika tidak..di Kota Azuka tidak akan terdapat Dojo Silop lagi..”
Setelah itu, wajah mereka semua pun menjadi pucat.
__ADS_1