Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 656 Dua Puluh Miliar!


__ADS_3

Melihat mereka bertiga berjalan masuk ke dalam, semua orang tertegun.


“Lawcy? Okto Kaligis? Yusril Mahendra?” Tiba-tiba Hotman berdiri tegak, membuka lebar kedua matanya, meratapi mereka bertiga dengan tatapan luar biasa.


“Tiga pengacara besar Kota Azuka, Kenapa mereka datang ke sini?” Umagi bergumam.


Mereka bertiga, merupakan pengacara terhebat di dalam negeri!


Meskipun pertarungan antara Hotman dan Umagi mereka berdua bersama Lawcy, mereka berdua memenangkan pertarungan tersebut, namun itu adalah umpan dari Vincent, jika tidak, mereka tidak mungkin akan memenangkan gugatan Lawcy.


Sedangkan pada saat ini, Lawcy datang bersama dua pengacara besar.


Bukankah itu merupakan sebuah adegan yang sangat langkah?


Harus mengetahui bahwa, meskipun mereka bertiga memiliki derajat yang sama, tetapi mereka jarang berinteraksi, biasa hari mereka sama sekali tidak ada gangguan.


Apabila ingin mengundang mereka bertiga, bagi siapapun itu merupakan sebuah hal yang mustahil.


Akan tetapi, hari ini mereka bertiga datang ke sini.


“CEO Bermoth…yang mengundang kalian datang ke sini?” Secara spontan Hotman bertanya.


“Benar.” Lawcy berjalan masuk ke dalam, melihat ke sekeliling, berkata dengan nada datar: “Baiklah, Hotman, waktu kita tidak banyak lagi, segera bereskan sini, sesudah itu kita mulai rapat, ceritakan semua kepada kami!”


“Baik… baiklah! Pengacara Lawcy, Pengacara Okto, Pengacara Yusril, silahkan ke sini!”


Setelah sadar kembali, Hotman bergegas melayani mereka.


Sekumpulan orang berjalan masuk ke dalam ruang rapat.


.....


Di dalam ruangan kantor Grup Vallamor.


Vincent berdiri di depan jendela, meratapi mereka bertiga yang berjalan masuk ke dalam Firma Hukum Fritz.


Pada saat ini, ponselnya berdering


“Vincent, aku sudah membawa mereka ke sini, bagaimana? Aku tidak mengikari janji?” Terdengar suara tawaan dari ponsel.

__ADS_1


“Komandan Gomez, kata-kata yang sudah diucapkan, tidak bisa ditarik balik lagi, apabila kamu sudah berkata seperti ini, bagaimana mungkin mereka tidak datang ke sini? Kali ini harus berterima kasih kepadamu, apabila tidak ada kamu, bagaimana mungkin mereka akan datang ke Firma Hukum Fritz!” Vincent tersenyum simpul.


“Eits, tidaklah! Kamu telah berikan banyak kontribusi kepada negeri kita, aku harus berterima kasih kepadamu! Beberapa resep obat yang kamu berikan, telah meningkat efektivitas tempur tim! Hahaha. Sekarang tim kita berada di luar negeri dapat dibilang tidak ada taranya, membuat beberapa negara yang disekeliling kita tidak akan kalah! Semua ini karena kontribusimu!”


“Ketua, kamu terlalu baik.”


“Baik, sudahlah, aku tahu kamu masih punya banyak kerjaan yang harus dikerjakan, kamu sibuk dulu, jika ada masalah langsung hubungiku.”


“Terima kasih.”


Setelah memutuskan panggilan, Vincent menghelakan nafas.


Sedangkan pada saat ini, Frank membuka pintu.


“CEO Bermoth.”


“Apa yang terjadi?”


“Neji dan Melly datang ke sini, mereka… ingin berbicara denganmu.” Frank berkata dengan penuh hormat.


“Baiklah, menyuruh mereka masuk ke sini.”


Frank berjalan keluar.


Beberapa saat kemudian, Neji yang mengenakan trench coat dan kacamata hitam, merangkul Melly berjalan masuk ke dalam ruangan dengan arogan.


Melihat Vincent yang mengenakan stelan jas berdiri di depan meja, sudut mulut Neji sedikit terangkat ke atas, langsung duduk di atas sofa dengan angkuh.


Arogan dan sombong… …


Mungkin kalimat itu digunakan untuk mendeskripsi orang yang seperti ini!


“CEO Bermoth… mantap sekali, perusahaanmu benar-benar terlihat sangat mewah! Apakah telah menghasilkan banyak uang?” Neji melihat ke sekeliling, berkata sambil tersenyum simpul.


“Tuan Neji, ada apa?” Vincent bertanya dengan nada datar.


“Ada apa?”


Neji mengangkat alisnya, tiba-tiba merendahkan nadanya, sudut mulut terangkat: “CEO Bermoth, kita tidak melakukan hal ilegal, hari ini aku datang ke sini untuk membicarakan sesuatu dengan CEO Bermoth!”

__ADS_1


“Membicara apa?” Vincent bertanya.


“Tentu saja masalah kompensasi.” Neji berkata sambil tersenyum simpul: “Besok sudah waktunya persidangan, CEO Bermoth, jika kita sampai ke pengadilan, maka masalah ini sulit untuk bicarakan lagi, apabila hari ini kita dapat selesaikan masalah ini, bukankah itu baik untuk kamu dan baik untuk aku juga?”


Begitu selesai berkata, seketika Vincent menyadari sesuatu.


“Ternyata kalian datang ke sini untuk memeras uang?”


“Memeras uang? Tidak enak didengar! Aku hanya ingin membuat masalah besar menjadi masalah kecil saja.”


“Berapa banyak yang kamu inginkan?” Ekspresi wajah Vincent tidak berubah, berkata dengan nada datar.


“CEO Bermoth benar-benar adalah orang yang santai! Aku suka berbicara dengan orang yang seperti kamu! Hehehe… begini, aku bukan orang yang serakah, ini saja, bagaimana menurutmu?” Neji mengangkat tangan, merentangkan lima jari tangannya.


“Sepuluh miliar?” Vincent bertanya.


“CEO Bermoth, kenapa menurutmu aku bukan meminta uang satu miliar?” Neji meratapi Vincent sambil tersenyum.


“Apabila kamu hanya ingin meminta satu miliar saja, itu tandanya kamu sedang menghina aku.” Vincent menggelengkan kepala.


“Hahaha, CEO Bermoth ternyata adalah CEO Bermoth, benar sekali! Benar juga, orang yang seperti anda, bagaimana mungkin hanya seharga satu miliar? Masalah ini sudah sampai di titik ini, aku tidak akan banyak berbicara lagi! CEO Bermoth, berikan aku sebuah keputusan! Jika kamu setuju, maka aku akan langsung cabut gugatan ini, aku tidak akan menggunakan masalah kontrak mengganggu kru 《The Penthouse》, aku bisa menjaminkan bahwa, proses syuting film The Penthouse akan berjalan dengan lancar, dan aman, bagaimana menurutmu?” Neji berkata sambil tersenyum simpul.


Vincent berpikir sejenak, tampaknya merasa sedikit sulit.


Melly yang berdiri disamping merasa sedikit cemas, berkata dengan nada rendah: “Neji, apakah itu terlalu banyak? Bukankah awalnya kita hanya ingin minta enam miliar?”


“Apa yang kamu khawatirkan? Dia pasti akan nego harga, jadi kita harus sebut nominal yang lebih besar, kemudian melihat bagaimana dia negosiasinya!” Neji berkata dengan nada rendah.


Melly menganggukan kepala, kemudian berjalan berjalan menuju ke arah vincent.


Sedangkan pada saat ini, tiba-tiba Vincent mendongak.


“Sepuluh miliar tidak mungkin!”


“Apakah terlalu banyak?” Neji mengernyit.


“Bukan!”


Vincent menggelengkan kepala, berkata dengan ekspresi wajah datar:

__ADS_1


“Aku merasa terlalu sedikit, begini saja, Neji, Melly, aku akan memberikan kalian dua puluh miliar!”


__ADS_2