Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 132 Kamu Tidak Akan Memasuki Gerbang Ini


__ADS_3

Melihat Deku keluar dari mobil, mata orang-orang tertuju padanya.


"Tuan Deku datang"


Kamera wartawan memotretnya.


Orang-orang di sekitar terkejut.


"Kenapa Deku datang kemari?"


Melihat Deku membawa dua orang berjalan kemari.


"Ceo Bermoth, akhirmya aku menemukanmu!" Deku


menghampiri Vincent dan berkata dengan dingin.


"Apakah ada masalah Tuan Deku?" Ekspresi Vincent tidak berubah.


"Masalah? Tentu saja ada, dan masalah besar! Ayo! Naik, ikut aku kembali untuk penyelidikan!" Kata Deku.


"Penyelidikan apa?"


"Ee, tentu saja masalah


pabrikmu!"


"Tuan Deku, Ceo Bermoth kami sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian membuat catatan. Jika tidak ada panggilan dari sana, Ceo Bermoth menolak diinterogasi siapa pun." Kata Frank dengan serius.


"Aku tidak interogasi Hanya memastikan! Aku curiga pabrik farmasi Grup Vallamor adalah pabrik illegal. Sekarang aku tidak hanya ingin menutup pabrikmu, tetapi juga ingin meminta pertanggung jawabanmu!" Kata Deku dengan


serius.


"Apa?" Frank tercengang.


"Ceo Bermoth, silahkan, apakah harus aku yang mengundangmu naik mobil?"


"Jangan naik Ceo Bermoth, aku hubungi Firma Hukum Fritz sekarang" Kata Frank.


"Tidak ada gunanya kamu menarik Hotman dan Umagi keluar dari dalam!" Kata Deku.


"Kamu..." Frank marah sampai tidak bisa berkata apa-apa.


Namun saat ini, Vincent tiba-tiba berbicara.


"Deku, kamu yakin ingin tutup pabrikku?"


"Kenapa? Apakah aku harus berdiskusi denganmu?" Alis Deku miring.


"Kamu pikir kamu siapa? Apakah kamu pikir Tuan Deku tidak bisa menyentuh pabrikmu?" Kata Jonas tidak bisa menahan tawa.


"Benar katamu, kamu memang tidak bisa menyentuh pabrikku!" Vincent mengangguk.


Begitu kata-kata ini diucapkan, ledakan tawa keluar lagi.


Deku mengangguk dengan marah, sambil menarik lengan Vincent: "Aku ingin lihat apa yang kamu miliki sampai aku tidak bisa menyentuhmu!"


Setelah itu, Vincent ditarik masuk ke mobil.


"Tuan Deku, apa yang kamu lakukan?" Frank bergegas menghentikan.


"Minggir, kalau tidak aku tuntut kamu menghalangi tugas resmi!" Orang di belakang menghentikan Frank.


Frank tidak punya pilihan selain melihat Deku membawa Vincent pergi.


Tetapi saat ini...


Ciiiitt!


Sebuah jip militer berhenti di pinggir jalan.


Pintu dibuka dan beberapa orang berseragam militer keluar dari mobil.


"Siapa yang bernama Deku? Seseorang bertanya.


"Siapa kalian?" Tanya Deku dengan bingung.


"Bawa pergi!" Orang itu langsung melambaikan tangannya.


Kedua pria di belakangnya segera melangkah maju untuk membawa Deku pergi


"Apa yang kamu lakukan?" Deku berteriak dan mendorong orang itu menjauh.


"Siapa kalian?" Orang di belakang yang menarik Frank bergegas berteriak.


Pengawal itu tidak berkata apa-apa, hanya mengeluarkan sertifikat dan menyerahkannya kepada Deku. Ekspresi Deku berubah dingin.


"Ayo jalan, apakah aku perlu menggunakan kekerasan?" Tanya pengawal tanpa ekspresi.


Deku membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu


"Ada masalah apa, nanti katakan di mobil."


Pria itu meraih lengan Deku dan menyeretnya masuk ke jip. Seperti badai! Meninggalkan kerumunan yang bingung.


"Bro, kesalahan apa yang

__ADS_1


aku lakukan? Kenapa ketua


ingin memeriksaku?"


Setelah duduk di jip, Deku tidak tahan untuk bertanya.


"Kesalahan apa? Sudah seperti ini kamu masih tidak tahu kesalahan apa yang kamu lakukan?


Supir itu mencibir dan berkata: "Tahukah kamu pabrik siapa yang ingin kamu tutup?"


"Bukankah itu pabrik Grup Vallamor?" Tanya Deku.


Itu dulu, sekarang pabrik farmasi itu langsung berada di komando Distrik Tiga"


"Apa?" Deku terkejut.


"Pabrik farmasi ini akan mengirimkan obat-obatan paling canggih kepada pasukan untuk memastikan efektivitas tempur dan vitalitas para prajurit! Karena kamu menutupnya, tidak tangkap kamu tangkap siapa? Kamu Deku, kan? Meskipun aku tidak tahu siapa yang memanfaatkanmu, kali ini


kamu yang bertanggung jawab!"


Orang itu menerobos jalan dan melaju kencang


Ketika mobil dinyalakan, para wartawan memotret wajah pucat Deku dari jendela...


Pembalikan ini mengejutkan semua orang. Termasuk Jonas, Christi dan Holland, yang sangat sombong Ketiganya kaget dan berkeringat.


"Kenapa Deku pergi?


"Apa yang terjadi?"


"Kenapa Tuan Deku tiba-tiba dibawa pergi?"


"Siapa mereka?"


Ada banyak diskusi di sekitar, dan para wartawan mulai mengarang bebas.


Tidak lama kemudian, banyak wartawan menerima


panggilan telepon tentang masalah ini tidak dapat


disebarluaskan atau dipublikasikan.


Orang-orang itu pucat, dan mengetahui keseriusan masalah ini.


Holland menatap Vincent dengan bingung.


"A-apakah kamu yang melakukan ini?" Tanya Jonas


gemetar.


"Bagaimana mungkin?" Christi berteriak cemas: "Itu tidak ada hubungannya dengan Bermoth,


"Be-benar juga!"Jonas menarik nafas dan ekspresinya kembali normal.


Tetapi detik berikutnya, Vincent berkata.


"Memang aku yang melakukannya!"


Begitu kata-kata ini diucapkan, jantung Jonas dan


Holland seakan ingin melompat keluar dari tenggorokan mereka.


"A-aku tidak percaya! Aku tidak percaya!" Teriak Jonas dengan gemetar.


Christi berteriak : "Kamu bohong, siapa yang percaya, kamu bohong!"


Vincent menggelengkan kepala dan malas menjelaskan.


"Lihat, siapa itu?"


Saat ini, terdengar suara teriakan.


Tatapan semua orang tertuju ke sana.


Orang-orang melihat sekumpulan orang berjas dan tas kerja mendekat.


Orang-orang ini berjalan dengan rapi, ekspresi mereka serius, dan memakai kacamata bingkai kuning, mereka terlihat heroik dan kuat.


Melihat orang-orang ini, Holland sangat gembira.


Para wartawan sibuk memotret.


Banyak orang yang terlihat bingung hingga ada yang berteriak.


"Ini pengacara Lawcy dari Kota Azuka!"


Suara ini meledak seperti guntur.


Seluruh lokasi langsung memanas.


"Apa? Tim pengacara Lawcy sudah datang?"


Ya Tuhan, apakah tim pengacara Lawcy akan menuntut Grup Vallamor?"


"Salah satu dari tiga pengacara terhebat di Kota

__ADS_1


Azuka, pengacara terhebat di negeri."


"Tingkat kemenangan mereka setara 95%!"


Teriakan semakin keras, dan orang-orang menatap


mereka dengan linglung.


Lihat ini Bermoth! Kamu kalah! Kamu kalah!" Christi


menunjuk hidung Vincent dan berteriak.


"Memang hebat, kamu memiliki Hotman, tetapi


dibandingkan dengan pengacara dari Kota Azuka,


Hotman masih terlalu lemah." Christi tersenyum


dingin.


Holland tidak berkata apa-apa, hanya diam menatap Vincent, dan ingin lihat


ekspresi indah Vincent saat ini.


Hanya saja... Vincent tampak tenang.


"Kenapa? Apakah menurutmu Hotman bisa


menang?" Holland tidak tahan untuk bertanya lagi.


"Aku yakin gugatan ini tidak akan dilanjutkan, dan


Gusron akan mencabut gugatan tersebut." Kata Vincent.


Begitu kata-kata ini diucapkan, seluruh tempat


kejadian menjadi diam.


Lawcy yang hendak berjalan menuju pengadilan, langsung berhenti melihat ke arah Vincent.


"Apakah kamu Ceo Bermoth? Kenapa kamu begitu yakin? Apakah Gusron sudah kalian beli?" Tanya Lawcy.


"Beberapa hari ini aku tidak bertemu dengan Gusron, dan juga tidak menghubunginya, bahkan tidak tahu bukti apa yang dia miliki untuk membuktikan resepku menjiplak Klinik Tongfang mereka." Vincent menggelengkan kepala.


"Kenapa kamu berkata begitu?Tanya Lawcy dengan marah.


"Alasannya sangat sederhana, karena kamu tidak


akan memasuki gerbang ini!" Kata Vincent.


Begitu kata-kata ini diucapkan, pengacara serius ini tidak bisa menahan tawa.


"Omong kosong, kan?"


"Tidak masuk gerbang ini?"


Semua orang tahu Lawcy paling tegas, dan selalu


menepati janji! Kali ini dia sudah berjanji untuk memenangkan gugatan untuk Gusron, bagaimana mungkin ingkar janji? Itu akan menjadi pukulan yang sangat serius bagi reputasinya. Dia sangat memperhatikan reputasinya!


"Hmph, karena kamu berkata begitu, baiklah, aku


akan masuk dan menunjukkannya padamu sekarang!" Lawcy kesal dan menyeringai.


Semua orang di sekitar tertawa.


Vincent tidak berkata apa-apa.


Lawcy membawa tas kerjanya dan berjalan menuju


gerbang Tetapi pada saat Lawcy hendak melangkah ke pintu ..


Zzz!Zzz.


Saku Lawcy tiba-tiba bergetar.


Panggilan telepon?


Semua orang di tempat kejadian terkejut!


"Lawcy!" Orang di belakang dengan hati-hati mengingatkannya.


Ekspresi Lawcy tampak tidak senang, dia menatap Vincent dengan kesal : "Tidak


jawab, aku tidak jawab telepon siapa pun! Masuk dan menangkan gugatan dulu!"


Setelah itu, dia berjalan ke dalam.


Hati Holland dan lainnya segera menghela nafas lega. Tetapi tepat ketika Lawcy melangkah, raungan marah datang dari belakang.


"Lawcy! berhenti!"


Begitu kata-kata ini diucapkan, Lawcy gemetar, tiba-tiba menoleh, melihat seorang pria tua keluar dari mobil dan berjalan ke arahnya dengan marah.


Lawcy terkejut dan berkata : "Ayah!"

__ADS_1


"Apaaa?"


Orang-orang di depan gerbang tercengang..


__ADS_2