
RS Siloam, Kota Izuno.
Fluke beserta beberapa teman sekelas yang memiliki hubungan baik dengan Celine berkumpul di luar ruang UGD.
Semua orang mengerutkan kening dengan panik.
"Apa yang kalian lakukan?" Seorang wanita paruh baya berkacamata berjalan kemari dan menatap Fluke mereka sambil berkata dengan marah
"Mengapa pesta ulang tahun bisa sampai renggut nyawa! Kalian hebat juga ya! Sekarang pihak sekolah berusaha terbaik untuk tangani berita dan media, kepala sekolah minta aku sampaikan pada kalian untuk tidak sembarangan ngomong. Siapa pun yang berani omong kosong akan dikeluarkan dari sekolah! "
Setelah mendengar kata-kata ini, beberapa siswi ketakutan hingga buru-buru menutup mulut dan tidak berani berbicara lagi.
Fluke mencibir diam-diam.
Keluar? Pihak sekolah akan mengeluarkan siapa pun, tetapi tidak akan mengeluarkan Tuan Muda Fluke!
Siapa pun mengetahui bahwa kakak angkatnya adalah Whizy tokoh hebat di kota Izuno!
Siapa yang tidak tahu bahwa Keluarga Fluke adalah konsorsium terkenal di Kota Izuno. Siapa berani mengeluarkannya?.
"Huh, aku tidak nyangka gadis ini tidak tahan minum, sepertinya paksa dia minum bir itu tidak akan berhasil. Nanti minta kakak angkat cari solusi lain untukku saja, tidak usah putar-putar lagi, langsung ikat di tempat tidurku, lihat saja apakah dia tetap akan pura-pura suci!" Fluke bersenandung dengan kejam.
Pada saat ini, telepon berdering. Fluke tercengang sejenak, lalu mengeluarkan ponselnya untuk menerima panggilan tersebut.
"Gendut, ada apa? Bukannya kalian pergi karaoke di Izuno?"
"Bos, kami.. kami diusir oleh bawahan kakak angkatmu!" Terdengar suara Gendut yang meratap melalui telepon.
"Apa?" Fluke tercengang.
"Bos, kami juga tidak buat tindakan yang menyinggung Kak Whizy. Mengapa Kak Whizy tiba-tiba marah besar dan mau lempar kami ke jalan? Lebih baik kamu telepon Kak Whizy, mungkin kamu melakukan apa yang buat dia marah sehingga melibatkan kami. " Kata Gendut sambil menangis.
"Bacot, aku sudah satu minggu tidak cari dia, hanya malam ini cari dia minta satu kamar." Kata Fluke dengan marah.
"Lalu, masalah ini."
"Jangan khawatir, aku telepon Kak Whizy dulu."
Fluke merasa sedikit bingung, lalu menutup panggilan Gendut dan menelepon ke Whizy.
Namun ... dia telah menelepon beberapa kali, tetapi tidak tersambung.
"Apa yang terjadi? Mengapa Kak Whizy tidak jawab panggilanku? "
Fluke merasa aneh, akhirnya dia memilih untuk pergi ke Karoke mencari Kak Whizy secara langsung.
Begitu dia pergi, lampu di ruang UGD langsung padam. Celine didorong keluar. Sekelompok teman sekelas dan guru maju mengelilinginya.
"Dokter, bagaimana kondisi Celine?"
"Dokter, apakah Celine baik-baik saja?"
"Dokter, apakah operasinya sukses?"
Sekelompok orang terus bertanya dengan berbagai pertanyaan yang berbeda. Untungnya, dokter sudah terbiasa mengadapi hal ini. Dia menggelengkan kepala dan menjawab : "Operasi itu sangat sukses, tetapi kondisi Celine tidak begitu baik. Dia tidak hanya alergi alkohol, tetapi punya sindrom yang sangat langka. Saat ini, kondisinya dia sudah tidak bahaya, besok sudah bisa sadar. "
"Benarkah? Bagus sekali!"
"Besok akan sadar? Tuhan memberkati!"
__ADS_1
"Kaget aku!"
Terdapat banyak siswa yang menepuk dada mereka sendiri, batu besar yang berada di hati akhirnya jatuh, wajah mereka kembali tersenyum.
Mereka khawatir jika masalah ini menjadi besar, mereka harus tanggung jawab.
Namun, sekarang tampaknya tidak perlu lagi. Nona Fuw yang datang bersama mereka itu juga merasa gembira.
Tetapi saat ini, dokter menambahkan : "Meskipun dia bisa sadar, tapi saat ini dia tidak bisa gerak dan perlu baring di tempat tidur untuk pemulihannya."
Setelah mendengar kata-kata itu, suara yang berisik itu langsung menjadi diam. Beberapa saat kemudian, seseorang bertanya dengan cemas,
"Dokter, apa maksudnya?"
"Kalau begitu aku terus terang saja, saat ini seluruh badannya lumpuh!"
"Apa?" Wajah semua orang menjadi pucat, mata membelalak dan menatap dokter itu dengan kaget.
"Ba ... ba ... ba.. Bagaimana? Dokter, apakah kamu punya solusi? Tolong pikirkan solusinya, kamu harus selamatkan Celine !" Nona Fuw sudah panik.
Jika masalah ini tersebar pasti akan berdampak negatif pada sekolah.
Selain itu, latar belakang keluarga Celine bukanlah orang biasa, sepertinya ayah dan pamannya adalah tokoh yang luar biasa di kota Silason.
Jika Celine terjadi apa-apa, apakah Keluarga Gabrial tidak akan memanfaatkan orang-orang yang berkaitan dengan masalah ini? Kemungkinan, guru ini merupakan orang pertama yang akan menderita.
"Kami tidak akan menyerah, tetapi gejala Celine saat ini tidak terlalu jelas. Ini merupakan penyakit langka, dan kami hanya bisa melakukan yang terbaik." Dokter menghela nafas, lalu berbalik dan pergi, meninggalkan guru dan sekelompok siswa yang bingung dan panik.
Tetua Gabrial tiba di rumah sakit ditemani oleh kepala pelayan, mereka juga telah mengetahui kondisi Celine dari dokter.
Ketika mendengar bahwa lumpuh tidak bisa bergerak, air mata orang tua itu hampir menetes keluar.
"Panggil Nona Fuw."
"Baik, Tetua." Pengurus rumah tangga langsung pergi.
Beberapa saat kemudian, Nona Fuw memasuki kamar. Dia buru-buru melambaikan tangannya untuk menunjukkan bahwa dia tidak mengetahui masalah itu.
Tetua Gabrial bukanlah orang yang tidak pengertian. Dia mengetahui bahwa pesta ulang tahun semacam ini tidak ada hubungannya dengan guru, kemudian dia memanggil para siswa untuk masuk.
"Siapa yang paksa Celine minum bir?" Tetua Gabrial bertanya dengan marah. Sekelompok siswa itu menggigil ketakutan dan gemetaran.
Seseorang tidak tahan lagi dan ingin mengatakan bahwa orang itu adalah Fluke, tetapi dia langsung dihentikan oleh teman yang berada di sebelahnya.
"Apakah kamu mau mati? Kamu mau bilang Kak Fluke? Jika ketahuan Kak Fluke, kamu akan mati dibuatnya".
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
"Serahkan padaku!" Orang itu maju dan berkata dengan tergesa-gesa : "Kakek Gabrial, seorang pria marga Bermoth, dia yang paksa Celine minum bir!"
"Marga Bermoth?" Tetua Gabrial tercengang sejenak. Dia langsung teringat nama Vincent Bermoth, tetapi dia langsung menggelengkan kepala dan diam-diam berpikir : “Mana mungkin Dokter jenius Bermoth? Tapi Dokter Bermoth belum pernah ketemu Celine, keduanya juga tidak ada hubungan. "
"Tahu dia siapa tak?" Tanya Tetua Gabrial.
"Sepertinya Vincent Bermoth!" Orang itu berpikir sejenak kemudian mengatakannya. Apakah orang itu benar-benar Dokter jenius Bermoth? Mata Tetua Gabrial membelalak.
"Tetua, tidak mungkin Dokter Jenius Bermoth. Dokter Jenius Bermoth pasti tahu kondisi Nona. Dia tidak akan minta Nona minum bir." Kepala pelayan yang berada di sebelahnya berbisik padanya.
"Aku tahu, bocah kecil ini bohong. Kurasa masalah Celine pasti ada hubungan dengan mereka!"
__ADS_1
"Apa rencana Tetua?"
"Kamu atur saja, berikan sedikit pelajaran, jangan keterlaluan!"
"Baik."
"Atur orang untuk jaga malam, aku mau pergi bicara dengan Whizy, apakah kamu sudah hubungi dia?" Tetua Gabrial berkata dengan tenang.
"Belum bisa." Orang yang berada di sebelahnya memegang telepon sambil menggelengkan kepala
"Aku sudah telepon puluhan kali, tapi tidak dapat hubungi Whizy."
"Apakah dia tidak mau ketemu aku?" Tetua Gabrial menunjukkan mata yang serius, kemudian menghembuskan nafas dan berkata dengan tegas "Biarin saja, kita pergi Karoke dulu. Jika tidak ketemu Whizy di sana, aku tunggu di sana saja. Bagaimanapun, jika hari ini dia tidak serahkan Ezra padaku, aku tidak akan pergi! ".
"Baik, Tetua!"
Tidak lama kemudian, mobil Keluarga Gabrial berhenti di depan pintu Karoke.
Pada saat yang sama, sebuah taksi juga melaju pergi dari Karoke. Orang yang berada di dalam mobil tersebut adalah Vincent Bermoth dan Ezra Gabrial dengan hidung memar dan wajah bengkak.
"Tuan, apakah kamu yakin tidak mau pergi ke rumah sakit?" Sopir itu melirik Ezra yang memprihatinkan itu melalui kaca spion, tidak tahan kemudian bertanya.
"Tidak perlu, tolong kendarai lebih cepat lagi!" Kata Vincent sambil melirik waktu di telepon.
"Baik."
Sekitar 40 menit kemudian, taksi berhenti di depan sebuah club mewah. Vincent dan Ezra keluar dari mobil kemudian berjalan menuju ke dalam.
"Tuan ini ..." Pelayan itu melihat Ezra dan bertanya dengan heran.
"Maaf, apakah bos Armint ada di sini?" Vincent bertanya sambil tersenyum.
"Bos?" Pelayan ketakutan, diam-diam mengawasinya, lalu bertanya dengan hati-hati
"Anda siapa ."
"Aku Direktur Bermoth dari Grup Vallamor, ini Ezra dari kota Silason. Tolong sampaikan pada bos kalian, minta dia temui aku secepat mungkin!"
Setelah mendengar kata-kata itu, pelayan itu tidak berani curiga.
Dia segera berbalik, menekan portofon yang berada di depan dadanya dan mengucapkan beberapa patah kata, kemudian pergi. Seketika itu, pintu Club mewah ditutup, dan bergantung sebuah tanda penghentian bisnis.
Sekelompok pria yang mengenakan jas dan berbadan tinggi seperti model itu berjalan menuruni tangga.
Di depan mereka, terdapat seorang wanita seksi dengan pakaian terbuka.
Dia mengedipkan mata dan menatap ke arah Vincent dan Ezra, berjalan kemari sambil tersenyum.
"Apakah kamu Direktur Bermoth?" Dia berdiri di depan Vincent Bermoth, tangan kecilnya meletakkan di leher Vincent, tubuhnya hampir menempel pada tubuh Vincent, kemudian bertanya pada Vincent.
"Iya."
"Hehe, Direktur Bermoth ternyata ganteng seperti rumor yang beredar.
Sayang, tidak peduli kamu datang ke sini untuk apa atau apa yang ingin kamu lakukan hari ini, aku bisa setuju dan kerja sama denganmu.
Tapi sebelum itu, bisakah kamu buat aku bahagia?"
Wanita itu tersenyum, dan bertanya dengan mata yang mempesona.
__ADS_1