Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 152 Kamu Selama Ini Membohongiku?


__ADS_3

Begitu perawat mendengar suara ini, dia langsung berkata dengan wajah bersalah: “Maaf sekali Nona Dormantis, kami juga baru tahu siapa orang yang membayar, dan uang ini memang benar suami anda Vincent yang membayarkannya, mohon tanda tangannya.”


Begitu dia mendengar ucapan ini, Jane sudah membatu disana bagaikan habis tersambar petir. Jackson yang disampingnya juga bingung dan menatap perawat dengan ekspresi tidak paham.


Vincent yang membayar?


Bisa-bisanya itu Vincent?


Bagaimana mungkin?


Menantu tidak berguna itu.. bagaimana mungkin sanggup membayar biaya berjumlah miliaran?


Dia mendapat uang sebanyak itu dari mana?


Jane sulit mempercayainya, Jackson juga tidak bisa menerimanya. Ini sungguh diluar dugaan.


Jane melihat kearah Warren dengan bingung: “Kak Mint, ini... ini ada apa sebenarnya?”


“Apanya yang ada apa? Aku... aku juga tidak tahu. “ Warren juga bingung dan berkata dengan terbata.


“Bukankah kamu yang membayarnya? Kenapa menjadi Vincent yang membayarnya?” tanya Jane


Mendengar ini, Vincent langsung paham. Mungkin Warren menjadikan kejadian ini menjadi jasanya seorang, dan mengatakan pada Jane kalau ini semua perbuatannya seorang.


Wajah Vincent langsung menjadi tegas, amarah memenuhi hatinya.


Warren ini benar-benar tidak tahu malu!


Wajah Jane juga dipenuhi dengan amarah, dia paling benci dibohongi.


“Kak Mint, bagaimana kamu bisa seperti ini?” Jane bertanya dengan penuh amarah.


Warren langsung bercucuran keringat dan terbata, tiba-tiba dia teringat sesuatu dan segera berkata: “Uang ini memang aku yang membayarkannya, namun aku menyuruh supirku Rigen yang membayarkannya! Tunggu dulu, aku tanya Rigen dulu ya!”


Setelah mengatakannya, Warren segera menelepon, dan Rigen supirnya segera datang dengan tergesa-gesa.


“Bukankah aku menyuruhmu membayarkan uang operasi bibi? Kenapa uangnya tidak kamu bayarkan, malah si idiot Vincent itu yang membayarkannya?” Tanya Warren


“Tuan muda, itu... aku... ketika aku pergi membayar pihak rumah sakit bilang kalau sudah dibayar, aku mengira tuan muda yang sudah membayarnya, jadi... jadi aku tidak paham...” supirnya Rigen juga berpura-pura bodoh.


“Tidak paham kepalamu! Katakan, apakah kamu memakan uang itu? Uang yang kuberikan itu 8 miliar loh?” Warren langsung melayangkan tamparan ke wajah supirnya Rigen.


Plakkk!


Rigen ditampar sampai terjatuh di lantai, lalu menangis meraung: “Maaf tuan muda, uangnya memang aku pakai, kumohon maafkan aku, maafkan aku!”


Begitu ucapan ini terucap, orang sekeliling langsung paham.


Mungkin supir ini yang sudah menelan uang 8 miliar itu.


Namun kalau ingin dipikir-pikir lagi, ini terlalu dipaksakan, apakah supir ini bodoh? Masalah seperti ini pasti akan ketahuan.


Jane juga agak tidak percaya, namun

__ADS_1


Warren saja sudah memukul orangnya, dia ingin bertanya juga tidak enak hati.


Hanya ekspresi Vincent yang terlihat begitu dingin.


Dia tahu, kedua orang ini hanya sedang berakting, meskipun supir ini punya nyali yang besar pun tidak mungkin memakan uang sebesar itu, bagaimana pun dia yang diperintahkan untuk membayarkan uang itu, bagaimana pun pasti ada struknya, apakah Warren bodoh sampai tidak melihat struk? Mungkinkah tingkat kepercayaannya pada supir ini sampai seperti itu?


Warren memang Warren, dia memerankan drama seperti ini, membiarkan supirnya yang menanggung semuanya, maka Warren tidak perlu bertanggungjawab sekarang.


Namun Vincent sudah tidak memedulikan ini.


“Tuan Mint, saatnya anda manjalankan janjimu, sana cepat bersujud di depan pintu rumah sakit?” ucap Vincent dengan tegas.


Ekspresi wajah Warren juga langsung berubah banyak.


Dia melirik Vincent, lalu berkata dengan dingin: “Kelihatannya hubungan Ceo Bermoth dengan Vincent lumayan sekali ya? Bahkan sampai taruhan diantara aku dan Vincent pun tahu?”


“Kalau begitu kamu mau melakukannya atau tidak?” tanya Vincent.


“Hehe, aku hanya sedang menggoda orang bodoh itu, bagaimana mungkin benar-benar melakukannya?” dengus Warren.


Akhirnya dia tahu kalau Ceo Bermoth dan Vincent bersama, kalau begitu dia tidak perlu menghormati Ceo Bermoth lebih jauh lagi.


Lagi pula kedua belah pihak tidak memiliki perjanjian apapun, tidak masalah berubah pikiran.


“Direktur Bermoth, ucapan itu hanya bercanda, anda jangan menganggapnya serius.” Jane berkata sambil tersenyum.


Baginya, Warren melakukan taruhan seperti ini karena ingin membantunya, kalaupun benar harus menyuruh Warren berlutut didepan rumah sakit, dia akan merasa bersalah.


Dan ketika kata-kata ini diucapkan,


“Vincent kalah... kalau begitu.. kalau begitu tentu saja tidak perlu dianggap serius juga.. bagaimana pun masalah seperti ini aku merasa tidak pantas ada, bersujud apa... tidak ada yang akan diuntungkan..” Jane berkata dengan suara lirih.


“Kamu pikir kalau Vincent tidak mau bersujud maka dia bisa tidak bersujud? Kamu pikir suamimu itu sama dengan tuan muda kaya seperti Warren ? Kalau Vincent tidak ingin bersujud, takutnya Warren akan memaksa Vincent bersujud di depan rumah sakit!” dengus Vincent dengan dingin.


Nafas Jane gemetar lalu menggeleng: “Tidak akan, Kak Mint bukan orang seperti itu, apalagi aku tidak akan membiarkannya melakukan itu.”


“Apa gunanya kamu tidak mengijinkan? Kamu pikir dia akan mendengarkanmu? Kalau kamu ingin dia mendengarkan ucapanmu, sangat mudah, dia pasti akan meminta sesuatu darimu untuk menukar kebebasan Vincent ! Dia sama sekali tidak perduli Vincent berlutut atau tidak, yang dia perdulikan adalah dirimu yang memohon untuk Vincent atau tidak!” ucap Vincent dingin.


Ekspresi Jane langsung berubah.


“Ceo Bermoth, kamu jangan memfitnah orang! Aku... apakah aku Warren orang yang seperti itu?” ekspresi Warren begitu penuh amarah, namun nyatanya dia malah begitu terkejut.


Karena apa yang dikatakan Vincent sama sekali tidak salah.


Kalau Vincent kalah dalam taruhan, dia pasti akan menyuruh bawahannya untuk memaksa Vincent berlutut di depan rumah sakit, kalau Jane memohon, dia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar syarat dengan Jane. Karena apa yang dia pikirkan sudah terbaca oleh Ceo Bermoth.


Namun meskipun demikian, Warren juga tidak akan mengakuinya.


Jane juga tidak bisa bicara, dia sudah dibuat bingung oleh ucapan mereka berdua. “Ceo Bermoth, aku tahu kamu tidak terlalu menyukaiku, namun aku tidak berharap anda memfitnahku seperti ini, aku Warren tidak sejahat dan sepicik yang kamu bayangkan!” Warren berkata dengan penuh amarah.


Lagi pula Ceo Bermoth tidak punya bukti sekarang, dia tidak mengakuinya maka tidak akan ada masalah, dan Ceo Bermoth juga tidak bisa melakukan apapun padanya.


Dan tepat pada saat ini, ada sebuah usungan yang didorong kearah mereka.

__ADS_1


“Cepat minggir, cepat minggir!” Dokter dan perawat berteriak.


Semua orang terkejut, seluruh mata tertuju kearah usungan yang mendekat, terlihat seorang pria sedang berbaring di atas usungan sambil memegangi pergelangan tangan dengan wajah menderita.


Beberapa orang segera menyingkir.


Namun ekspresi Warren malah begitu terkejut. Karena orang ini adalah Bang Mitu yang dia utus. Dan entah tenaga yang datang darimana, ketika Bang Mitu melewati Warren dia langsung mencengkram tangannya dengan kuat.


“Tuan muda, tuan muda, kamu harus mengobatiku, aku sudah menghadang Dokter Jenius Bermoth sesuai permintaanmu, sudah pergi menghajarnya, sekarang aku menjadi seperti ini, kamu harus mengobatiku...” teriak Bang Mitu.


Begitu dia mengatakannya, ekspresi Warren langsung berubah. Jane dan Jackson juga begitu terkejut.


“Kamu. Apa yang kamu katakan? Aku tidak kenal denganmu! Cepat lepaskan aku!” Warren memberontak dengan sekuat tenaga, dan karena tenaganya terlalu kuat.


Brakk!


Pergelangan tangan Bang Mitu langsung patah.


“Aaaa!!”


Bang Mitu mengerang kesakitan. “Apa yang kamu lakukan?”


Dokter yang ada disamping langsung membentaknya, kemudian segera mendorongnya masuk ke ruang gawat darurat.


“Oh? Ternyata orang yang menyuruhnya menghadangku adalah kamu?” Vincent berpura-pura kaget lalu berkata: “Pantas saja mobilku tiba-tiba ditabrak, juga ada segerombolan berandal yang ingin menghajarku, untungnya aku memiliki banyak pengawal di samping, kalau tidak aku tidak akan sempat untuk datang dan mengobati Katrina !”


“Kamu... sedang bicara sembarangan apa kamu? Orang itu aku sama sekali tidak kenal.” Ucap Warren dengan kesal.


“Kak Mint, ada apa ini sebenarnya?” Jane juga merasa ada yang tidak beres, sehingga bertanya sekali lagi.


“Orang itu pasti di suruh Ceo Bermoth untuk berakting, Jane, kamu jangan percaya padanya!” Warren saat ini sudah dipenuhi keringat.


Dia sama sekali tidak menyangka Ceo Bermoth memiliki jurus ini, bisa-bisanya menghasut anak buahnya yang setia.


“Ada riwayat panggilan juga pesan.” Ucap Vincent dengan ekspresi datar: “Ditangan orang itu masih ada pesan yang kamu kirimkan, perlukah kita cocokkan?”


Nafas Warren bergetar, seketika kehabisan kata-kata. “Ada lagi, kamu bilang supirmu pergi membayar tagihan Katrina , aku tanya padamu, kapan kamu menyuruh supirmu datang membayar?” tanya Vincent lagi.


Warren terbata lalu berkata dengan marah: “A...apa urusannya denganmu?


“Tidak ada urusannya denganku tidak boleh tanya?” ucap Vincent datar.


Begitu Jane mendengarnya, dia juga langsung menatap Warren, tatapannya penuh penantian, dia menunggu jawaban Warren “Aku... pagi ini aku... menyuruh supirku pergi membayarnya..”


“Tetapi selama tiga hari ini tidak ada rekaman CCTV rumah sakit yang menangkap kedatangan supirmu ke poli mana pun, ada apa ini?” ucap Vincent lagi.


Begitu ucapan ini dilontarkan, Warren langsung mundur beberapa langkah dan menatap Direktur Bermoth dengan wajah tercengang, sama sekali tidak bisa mengatakan apapun.


Jane juga langsung paham.


Supirnya bahkan tidak datang ke poli pemeriksaan, maka itu membuktikan apa?


Membuktikan bahwa Warren sudah tahu kalau uang itu sudah dibayar oleh Vincent sejak awal, namun Warren masih mengatakan kalau uang itu dia yang membayarnya.. bukankah ini sudah menipu Jane?

__ADS_1


Ternyata semua ini adalah rekayasa Warren ! “Kak Mint, apakah yang dikatakan Ceo Bermoth benar? Kamu... selama ini membohongiku?” Jane menggigit bibir, bertanya dengan mata merah.


__ADS_2