Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 275 terkecoh


__ADS_3

Begitu jarum ini di tusukkan, Vincent menarik nafas dengan dalam dan kuat, dirinya juga menjadi begitu tenang.


Siapapun yang saat ini melihat ke arahnya, akan muncul sebuah perasaan tenang yang entah datang dari mana, dan entah mengapa, setiap orang merasa


Vincent yang sekarang seolah begitu berbeda.


Dan tepat pada saat ini, Cukong sudah mendekat.


Dia tidak menggunakan pukulan, melainkan mengeluarkan sebuah kipas lipat, dan memukulkannya ke kepala Vincent.


Jangan memandang rendah kipas lipat yang ringan dan renyah, karena begitu dipukulkan, terasa bagaikan memiliki berat sampai berton-ton, ketika dilayangkan terdengar suara yang menderu, sangat menakutkan.


Kalau sampai terkena tubuh, meskipun tidak mati juga cacat.


Namun ketika hampir mengenai bagian kepala Vincent, sebuah tangan secepat kilat menahan kipas itu lalu menekuknya dengan kuat.


Plakkk!


Terdengar suara yang begitu renyah.


Kipas lipat itu dipatahkan dengan mudah.


“Apa?” Cukong tercengang.


Tiba-tiba muncul sebilah pedang kayu yang menuju jantung Vincent.


Raja Pedang maju lagi!


Yang terdengar hanya teriakan Raja Pedang, “Cukong, segera mundur, orang ini sangat berbeda dengan biasanya!”


Teriakan ini membuat ekspresi Cukong seketika menjadi tegang. Namun detik berikutnya, pukulan Vincent sudah menyerang.


Dia tidak berani menunda, segera bersalto kebelakang.


Bisa dikatakan dia cukup gesit, ditambah pedang kayu Raja Pedang yang memblokir serangan yang datang dari


Vincent, membuat Cukong bisa menghindari dengan selamat dan menjauh.


Raja Pedang juga tidak menyerang lebih jauh, melainkan meletakkan pedang di hadapannya dan menatap Vincent dengan ekspresi datar.


Wajah tuanya dipenuhi kewaspadaan saat ini.


Melihat kondisi ini, semua orang sekali berseru kaget.


“Senior Raja Pedang saja sampai maju?”


“Dan... barusan apa yang terjadi pada orang itu? Sepertinya dia langsung mematahkan serangan Tuan Muda Rich?”


Semua orang begitu terkejut, mata membelalak dengan besar.


Cukong melirik ke arah Raja Pedang, lalu berkata dengan datar: “Ada apa dengan orang ini?”


“Jurus Medis!” ucap Raja Pedang dengan tegas: “Kita semua sampai dibuat terkecoh, dirinya sejak awal bukanlah Jurus Medis biasa! Kita sudah memandang rendah orang ini!”


“Bukan Jurus Medis biasa? Raja Pedang, apakah kamu tidak terlalu memandang tinggi orang ini? Jurus Medis yang sangat kuat aku juga pernah melihatnya, bukankah Keluarga Bermoth yang ada di Kota Azuka punya seseorang yang berkemampuan sangat kuat? Meskipun orang ini hebat, apakah bisa melampaui orang itu?” Ucap Cukong sambil menggeleng, tatapannya penuh dengan perasaan tidak senang: “Biar aku coba lagi kemampuannya!”


Setelah mengatakannya, dia melangkah maju dan menyerang kembali.


Namun kali ini Cukong tidak menyerang dengan pukulan atau dengan barang, dia mengelilinginya tanpa menyerang, seolah sedang mencari titik terlemah Vincent.


Raja Pedang menatap Vincent lekat, bersiap siaga, seolah kalau Vincent akan menyerang Cukong, dia akan langsung mencegahnya segera.


Jika mengatakan ini pertarungan antara Cukong dan Vincent, sebenarnya Raja Pedang-lah yang turun ke arena.

__ADS_1


“Curang sekali!”


“Bukankah ini sama dengan dua lawan Satu? Seorang Raja Pedang yang tersohor, apakah hanya sebatas ini?”


Murid Master Yozoka yang ada di sebelah sini tidak dapat menahan diri untuk tidak berseru.


Dan ada banyak orang yang berpikir demikian.


Namun karena ini adalah Raja Pedang dan Cukong, mereka tidak berani mengatakannya, pihak Yozoka juga sudah kepalang tanggung, tentu saja tidak perlu ragu.


Lalu kenapa kalau dua lawan satu?


Siapa yang berani ikut campur?


Semua orang melihat ke arah Cukong, menunggunya bertindak.


Namun ketika Cukong berputar sampai ke belakang Vincent, Vincent tiba-tiba bergerak.


Dia tiba-tiba mengulurkan tangan, jarinya mencengkram kearah depan dengan cepat, dan yang ada di depan... ternyata adalah Raja Pedang!


Vincent .. ternyata dia menyerang Raja Pedang terlebih dahulu!


“Apa?”


Semua orang yang ada disana begitu terkejut.


Namun beberapa ahli ilmu bela diri disana langsung paham maksud Vincent.


Kalau ingin meringkus pencuri harus meringkus pimpinannya terlebih dahulu!


Karena Raja Pedang sudah masuk ke pertarungan ini, meskipun dia tidak menyerang Vincent terlebih dahulu, namun kalau tidak menyingkirkannya, maka Vincent akan kesulitan untuk menyerang Cukong, kalau begitu, lebih baik dia bereskan Raja Pedang terlebih dahulu!


Harus diakui pemikiran Vincent ini sangat bagus, namun bagaimana mungkin Raja Pedang bisa diringkus semudah itu?


Tak tak tak tak..


Pedang kayu seketika berputar cepat bagaikan kipas angin bertenaga turbo, bagian kepala pedang menimbulkan suara yang begitu mengerikan, kalau tangan sampai mendekat, bukankah akan langsung terpotong habis.


Namun.. Vincent sama sekali tidak merasa takut, telapak tangannya mendorong dengan cepat dan keras juga tepat.


Tsk tsk!


Terdengar suara yang begitu keras.


Tangan Vincent seketika teriris sampai bersimbah darah, terlihat begitu mengerikan.


Namun pedang kayu itu langsung terhenti!


Setelah melihatnya dengan seksama baru menyadari kalau tangan Vincent langsung menahan pedang kayu itu!


“Bosan hidup, kalau begitu, alku akan membuat kelima jarimu putus!” Raja Pedang mendengus dingin lalu melakukan jurus yang sama sekali lagi.


Tok!


Lengan Vincent tiba- tiba tergetar oleh sebuah tenaga yang begitu kuat, membuatnya mundur beberapa langkah, telapak tangannya tercabik dipenuhi darah dan daging yang terkoyak, kedua jarinya hampir putus, hanya tersisa sedikit kulit dan daging yang menahannya.


“Bodoh, itu adalah pedang Raja Pedang, kamu malah menangkapnya dengan tangan, kebodohan yang tidak tertandingi lagi!”


Cukong tersenyum tipis, sorot matanya terlihat begitu dingin, dan dengan cekatan memanfaatkan celah ini, dia membalikkan telapak tangannya dan menyerang bagian kepala Vincent dengan cepat.


Tenaga yang kuat menjalar sama sekali tidak tertahankan!


Namun serangan yang awalnya disangka akan mengalahkan Vincent ini, pada detik- detik terpenting ini Vincent malah dengan tenang mencengkram Cukong dengan tangannya yang lain.

__ADS_1


“Cukong! Segera mundur! Tenaganya jauh lebih kuat dari sebelumnya! Kamu jangan menghadapinya secara langsung, kalau tidak kamu akan rugi sendiri!” ekspresi Raja Pedang seketika menjadi serius dan berteriak segera.


Namun sudah terlambat.


Tangan Vincent secepat kilat, begitu menyentuh lengan Cukong, langsung memutarnya. Cukong dipelintir olehnya.


Namun tangannya kembali terangkat dan menyerang bagian leher Vincent dengan kejam.


“Satu tanganmu sudah hancur, hanya satu tangan saja ingin mengalahkanku? Mati saja kamu!”


Suara hentakan yang pelan namun menggetarkan membahana.


Serangan Cukong ini merupakan serangan pasti!


Namun pada saat paling menentukan ini, kedua mata Vincent tiba-tiba terbuka, lalu kepalanya dihantamkan ke arah lengan Cukong dengan kuat.


“Apa?”


Nafas Cukong bergetar, namun dia tidak menghindar, melainkan tersirat rasa benci dan amarah dalam sorot matanya.


Beraninya menghantamku dengan kepala? Huh, kamu pikir tubuhmu terbuat dari besi? Kalau begitu kita lihat lebih keras kepalamu, atau kepalan tanganku.


Memikirkan ini, Cukong sama sekali tidak merasa ragu.


Raja Pedang yang ada disamping malah terlihat begitu tegang dan segera menghunuskan pedangnya.


“Cukong, mundur!”


Dia berteriak, pedang kayunya bagaikan memancarkan cahaya.


Cukong tercengang.


Raja Pedang maju, itu artinya dia akan dalam masalah!


Ada apa ini?


Apakah kepala Vincent sekeras itu?


Cukong tidak percaya akan hal itu. Dan detik berikutnya... dia merasakan ada yang tidak beres.


Boom..


Terdengar suara yang begitu renyah.


Kepalan tangan Cukong seketika terpental kembali, dan kelima jarinya remuk pada saat ini, kulit tercabik dengan daging yang terkoyak, bahkan tulang saja terlihat jelas, sungguh menakutkan.


Dan pada saat ini Cukong baru sadar kenapa Raja Pedang turun tangan!


Karena... tenaga Vincent sudah membesar sampai tahap yang tidak bisa dibayangkan lagi! Sudah sampai di luar nalarnya.


Menarik!


Cukong diam-diam menggertakkan rahangnya, matanya memicing tajam.


Ini pertama kalinya dia berduel dengan orang yang seumuran dengannya dan terluka seperti ini.


Dokter Bermoth ini sungguh tidak bisa diganggu, mundur dulu baru memikirkan langkah berikutnya, lagipula satu tangan Vincent sudah dibuat cacat, tidak perlu tergesa-gesa!


Cukong berpikir demikian kemudian bersiap untuk mundur.


Namun tepat pada saat ini, sebuah tenaga yang begitu besar menjalar dari lengan yang dicengkeram oleh Vincent, dan langsung menariknya ke arah Raja Pedang yang berada disampingnya lalu menabraknya..


“Hmm?”

__ADS_1


Nafas Cukong bergetar.


__ADS_2