Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 572 Pergi Minta Maaf


__ADS_3

Perkataan Vincent pun seperti berhasil memancing pria itu.



Pria itu menatap Vincent dengan tatapan dingin, dan mengatakan: “Nona sudah bilang, jika kamu tidak mau dengar, dia suruh aku langsung bawa kamu pulang, dan biarkan dia yang tangani kamu, kamu ikut aku pergi saja!”



Sesudah itu, pria itu mempercepat langkahnya, dia berjalan menghampiri Vincent dan Frank dengan cepat, seolah-olah seperti anak panah yang ditembakkan.



Tetapi pria itu sudah sampai di hadapannya, dan langsung meraih ponsel Frank.



Da!



Frank masih belum sempat menekan tombol di ponselnya, dan ponselnya pun sudah diraih oleh pria itu.



Nafas Frank tersendat, dia menatap ke sana, lalu dia pun melihat pria itu sedang menghancurkan ponselnya dengan satu tangan.



Krak!



Seketika ponselnya pun langsung dihancurkan.



“Apa?” Frank merasa ketakutan dan mundur ke belakang.



Itu adalah ponsel terbaru Nokia, tingkat kekerasannya adalah yang terbaik dari semua ponsel di pasaran.



Tetapi di tangan pria itu pun seolah-olah seperti tahu…



Seberapa besar kekuatan yang pria itu miliki?



“Berikan tanganmu ke aku!”



Pria itu mengangkat ponsel yang sudah dihancurkan oleh dia, lalu dia pun meraih pergelangan tangan Frank, dan hendak mematahkannya.



Tetapi pada saat itu…



Tch!



Suara yang sangat kecil terdengar.



Sekujur tubuh pria itu mulai bergemetaran, pria itu merasakan pergelangan tangannya seperti digigit oleh sesuatu, dan dia pun langsung mundur ke belakang.



Frank juga langsung berlari ke belakang.



“Um? Apa ini?” Pria itu menatap pergelangan tangannya, dia melihat di sana terdapat bekas suntikan yang kecil, sesudah itu dia pun langsung mengangkat kepalanya, dan menatap Vincent dengan Frank.



Pria itu pun melihat Frank tampak ketakutan, dan Vincent yang tak berekspresi.



“Jangan-jangan adalah kamu?”



Pria itu bergumam, lalu dia langsung menghampiri Vincent, dan mengarahkan pisaunya ke leher Vincent.



Tetapi ketika pisaunya hendak diserangkan…



Tch!



Suara kecil tadi terdengar lagi.



Tangan pria itu yang digunakan untuk memegang pisau pun bergemetaran, seolah-olah seperti digigit nyamuk, sekujur tubuhnya bergemetaran, dan dia mulai merasa gatal.



Pria itu mundur lagi, dan mulai menggaruk bekas gigitan itu.



Pria itu menatap Vincent dengan marah, lalu dia pun melihat Vincent tampak diam, dan tidak bergerak sama sekali.



Apa yang terjadi?

__ADS_1



“Apakah bukan kamu? Kalau gitu siapa? Siapa yang bersembunyi di sini? Segera keluar!” Pria itu berteriak dengan marah.



Tetapi di sekeliling sana tidak terdapat orang yang menjawabnya.



“Kurang ajar!”



Pria itu murka, dan terus menyerang Vincent.



Tetapi pria itu baru bergerak saja, rasa tusukan yang sakit kembali menyelimutinya, tangannya pun terdapat bintik merah yang sebesar bekas suntikan jarum…



Tubuh pria itu berkedut, dia berhenti di sana, dan melihat ke sekeliling.



Namun, di sekelilingnya tidak terdapat apa pun.



Pria itu menggertakkan giginya, dan maju ke depan lagi.



Tch!



“Bajingan!”



Pria itu maju lagi。



Tch!



Maju lagi。



Tch!



...



Setiap berjalan satu langkah, pria itu pun merasa sakit, seolah-olah seperti menginjak kabel listrik.




“Siapa, siapa! Jangan bersembunyi di belakang, segera keluar untuk bertarung denganku!”



Pria itu berteriak.



Tetapi di sekeliling sana tidak terdapat orang.



Pria itu lanjut melakukan serangan.



Sesudah itu, pria itu tidak bisa menahan lagi, dia berhenti dan mulai menggaruk tubuhnya, bahkan gerakannya menjadi semakin cepat dan kuat, bahkan sampai terluka, dia juga tidak berhenti.



“Ini…” Mulut Frank terbuka lebar, dan menatap pria itu dengan bengong.



“Kamu kenapa? Bukannya mau patahkan tangan kami? Kenapa kamu masih tidak beraksi?” Vincent menatap pria itu dengan tampak tenang.



“Kamu…aaa!!!”



Pria itu berteriak, dia berusaha untuk menahan rasa gatalnya.



Namun, endingnya tetap sama.



Tch!



Suara tusukan terdengar lagi.



Pria itu menjerit dengan penuh penderitaan, dan langsung berguling di bawah dengan sambil menggaruk kulitnya.



Tidak lama kemudian, sekujur tubuhnya sudah digaruk oleh dia sampai berluka dan berdarah, pria itu pun tampak sangat menderita.

__ADS_1



Frank merasa ketakutan sampai kedua kaki menjadi lemas.



“Jika hanya seperti ini, tampaknya masih tidak cukup.” Vinvent menggelengkan kepalanya.



“Tampaknya ada yang lindungi kamu…kamu…kamu tunggu saja!”



Pria itu berteriak dengan sambil bergemetaran, wajahnya tampak mengerikan, sesudah itu dia bangkit, dan langsung lari.



Dalam waktu yang singkat, pria itu pun hilang.



Awalnya Frank ingin mengejarnya, tetapi memikirkan pria itu bisa hancurkan ponsel dengan satu tangan, dan Frank pun menyerah.



Meskipun pria itu merasa gatal, tetapi dengan kekuatannya itu, jika ingin bereskan Frank juga merupakan hal yang mudah.



“CEO Bermoth, aku akan segera utus orang pergi tangkap pria itu! Di sini penuh dengan kamera cctv, dia pasti tidak bisa larikan diri dari Kota Izuno!” Frank berkata.



“Tidak perlu, biarkan dia pergi.”



Vincent berkata dengan datar: “Lagipula kita sudah tahu siapa orang ini! Setelah pria itu pulang, bosnya juga akan merasa ketakutan.”



“Terlalu kurang ajar!” Frank menggertakkan giginya: “Lupakan mereka sudah lukai orang kita, bahkan masih mau lukai kita, CEO Bermoth, orang Perusahaan Keamanan Panser juga terlalu kejam!”



“Iya, aku juga tidak sangka orang itu begitu berani. Tampaknya aku sudah remehkan Blady.” Vincent berkata dengan dingin.



“CEO Bermoth, sekarang kita harus lakukan apa?” Frank bertanya.



“Jika tidak tahu musuh kita di mana, kita harus khawatir, tetapi sekarang musuh kita sudah beraksi, kita juga tidak perlu buru-buru untuk pancing mereka! Aku tanya kamu satu pertanyaan.”



“CEO Bermoth, anda bilang saja.”



“Jika mau Perusahaan Keamanan Panser hilang di Kota Mistard, butuh berapa lama?” Vincent bertanya.



Frank berpikir sejenak, dan berkata dengan suara rendah: “Jika pailit, kita harus kumpulkan banyak kekuatan, kita harus mulai dari bagian internal mereka, setidaknya butuh seminggu, bagaimanapun juga terdapat orang dalam Keamanan Panser, tetapi jika mau akuisisi mereka, hanya butuh sehari saja!”



“Kalau gitu akuisisi saja.” Vincent merapikan pakaiannya, dan berkata dengan datar: “Besok pagi aku mau pergi ke Keamanan Panser itu, aku mau pergi temui Blady!”



Vincent bukanlah sosok yang suka melakukan seusatu karena terpaksa, jadi sekarang adalah waktunya dia untuk berinisiatif…



“Baik CEO Bermoth…oh ya, CEO Bermoth, jam dua sore nanti akan ada tamu yang datang! Apakah anda mau temui mereka.” Frank berkata dengan sopan.



“Tamu dari mana?” Vincent bertanya.



“Tamu dari Kota Azuka. Mereka adalah orang Keluarga Zigma.” Frank berkata.



“Oh?”



Vincent berpikir sejenak, dan mengatakan: “Kalau gitu kamu pergi atur.”



“Ok.”



Frank mengangguk.



Mereka berdua naik lift dan kembali ke kantor, Frank pun langsung pergi sibuk.



Jam dua sore, sekumpulan pria dan wanita yang mengenakan pakaian mewah berjalan menuju ke ruang tamu Grup Vallamor, mereka menunggu Vincent di sana dengan cemas.



Sesudah Vincent membuka pintu, dan masuk ke dalam, mereka semua pun langsung berdiri.



“Ramizez Zigma datang dengan sekeluarga Zigma untuk minta maaf kepada Dokter Jenius Bermoth!”


__ADS_1


Ramizez berseru, kemudian semua orang yang ada di ruangan tamu pun membungkuk ke arah Vincent…


__ADS_2