Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 594 Dia Adalah Adik Perempuanku


__ADS_3

Begitu kata-kata ini diucapkan, semua orang melayangkan pandangan ke arah sumber suara.



Ternyata Vincent!



Movic berhenti, dan mengerutkan keningnya: “Tuan Bermoth, apakah ada masalah?”



“Lepaskan dia!”



Vincent berdiri dari kursinya, lalu mengeluarkan sebungkus tisu dan berjalan ke arah Kitana.



Orang-orang sangat terkejut.



Karena Vincent adalah tamu VIP Overwatch, maka para murid tidak berani menghalanginya.



“Tuan Bermoth, ini adalah urusan Overwatch kami, apalagi perempuan ini sebelumnya telah menjebakmu, kenapa kamu sekarang malah kasihan padanya?” Recca merasa aneh dan bertanya.



Namun Vincent tidak memperdulikan Recca, dia malah mendorong Senior Kilgra lalu membantu Kitana berdiri, dan menggunakan tisu untuk mengelap kesalahpahaman di tubuhnya.



Senior Kilgra marah besar.



Bahkan orang-orang di sekelilingnya pun tercengang.



Termasuk Kitana sendiri, dia menatap Vincent dengan tatapan tidak percaya.



Sama sekali tidak terpikirkan olehnya, kalau orang yang bersedia membantunya adalah orang ini… Vincent, orang yang telah dijebak oleh dirinya!



“Apakah kamu sedang mengasihani diriku?” Kitana bertanya dengan nada serak.



“Tidak.” Vincent menggeleng.



“Kalau begitu kenapa kamu mau membantuku?” Kitanaterus bertanya dengan heran, tiba-tiba dia seperti teringat akan sesuatu, lalu tersenyum dingin: “Aku kira kamu berbeda dengan orang-orang yang ada disini, tapi kelihatannya kamu malah seperti Kratos, semuanya sama, hanya ingin mempermainkan diriku!”



“Kamu salah paham, bukan itu penyebabnya.” Sekali lagi Vincent menggelengkan kepala.



Kitana tertegun : “Lalu apa yang kamu lakukan?”



Vincent tidak menjawab, dia malah berdiri lalu menatap Pemimpin Pulau, dan berkata dengan nada datar: “Pemimpin Pulau, biarkan aku membawa pergi Kitana.”



Seketika semua menjadi gempar.



Mata Kitana pun terbelalak lebar!



Vincent, dia malah berniat menolongnya…



“Kenapa? Tuan Bermoth, apakah kamu jatuh cinta dengan pemberontak ini?” Pemimpin Pulau sudah tidak tahan lagi dan berdiri, lalu berjalan ke arah panggung, dan menatap Vincent dengan sorot mata dingin.



“Bisa dibilang begitu.”



Pemimpin Pulau memikirkan jawaban itu.



Namun saat ini, ada bayangan seseorang yang berjalan ke arah mereka.



“Apakah kamu adalah Vincent yang menyembuhkan Bibi?”



Mendengar suara itu, Vincent menoleh, ternyata Kratos!



“Benar!”


__ADS_1


“Kamu juga jatuh cinta dengan gadis ini?” Kratos bertanya dengan ekspresi datar.



Vincent menghembuskan napas lalu menggelengkan kepala: “Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik padanya.”



“Oh? Lalu kenapa kamu ingin membawanya pergi?” tanya Kratos.



“Karena dia adalah adik angkatku, Nycta.” Vincent menjawab dengan tenang.



“Apa?”



Dalam sekejap suasana menjadi ramai.



Semua orang tidak percaya dengan apa yang mereka dengar…



Kitana bahkan seperti disambar petir, dia hanya melongo.



Pemimpin Pulau mengerutkan keningnya, sepertinya dia ingat kejadian semalam ketika Vincent meminta tolong dirinya untuk mencari Nycta.



“Kamu… apa katamu? Kamu adalah… kakak angkatku?” Kitana terbata-bata, tiba-tiba dia teringat sesuatu lalu buru-buru berkata: “Aku ingat, ibu pernah bilang kalau dia pernah punya anak angkat, sepertinya bermarga Bermoth… apakah itu kamu?”



“Benar sekali.” Vincent menganggukkan kepala lalu berkata: “Nycta, aku akan membawamu pulang, ibu angkat sangat merindukan dirimu.”



Mendengar ucapannya, tiba-tiba Kitana merasa galau, bibirnya terkatup erat.



Kenapa dia malah merasa tidak ingin pulang?



Tapi status keluarganya yang miskin tidak sebanding dengan keluarga Lavore? Ayahnya lemah dan tidak punya kuasa untuk menyuarakan pendapat, ibunya juga bahkan sering ditindas.



Dia berencana belajar ilmu silat yang bagus di Overwatch, lalu pulang ke keluarga Lavore, dan melindungi adik perempuan serta ibunya sehingga tidak lagi ditindas orang.



Namun saat ini dia masih belum belajar ilmu silat itu, dan dia harus pulang dengan rasa malu…




Kitana diam.



“Pemimpin Pulau, adik perempuan saya telah terluka, jadi dia tidak bisa mengikuti latihan lagi, mohon supaya anda mengizinkan adik saya mengundurkan diri!” Vincent berkata sambil menarik tangan Kitana pergi.



“Berhenti!”



Kratos berkata dengan nada rendah.



Sekelompok murid langsung menghadang Vincent.



Vincent mengerutkan keningnya, lalu memandang Pemimpin Pulau.



“Pemimpin Pulau, apa maksudnya ini?”



“Tuan Bermoth, Pemimpin Pulau sama sekali tidak berniat menghalangi niat kamu, yang sekarang berniat menghalangimu adalah Kratos, kamu adalah tamu VIP Overwatch, tapi Kratos adalah murid kesayanganku, kalau dia ingin menghalangimu maka aku sebagai Pemimpin Pulau… sulit untuk membuat keputusan…” Pimpinan Overwatch menghela napas berat.



Kratos adalah kebanggaan dan harapan Overwatch, sekarang rapat umum sedang digelar, dan Pimpinan Overwatch tidak ingin disaat seperti ini mempersulit Kratos.



Vincent lagi-lagi mengerutkan keningnya.



Kitana berkata dengan suara kecil : Vincent, kamu pergi saja, kalau Kratos tidak mengizinkan kamu tidak akan bisa membawaku pergi dari Overwatch ini.”



“Kalau begitu, maka aku tidak punya muka untuk bertemu dengan ibu angkat.” Vincent menjawab.



Sorot mata Kitana menggelap, dia diam saja.

__ADS_1



“Vincent, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mau melawan kakak seperguruanku demi wanita murahan ini? Apa kamu sudah gila? Cepat kemari!” Blady panik dan bergegas menyeret Vincent.



Akan tetapi meskipun dia telah berusaha sekuat tenaga tetap saja tidak bisa memisahkan Vincent dari Kitana.



“Vincent…”Blady berteriak terpana.



“Nycta adalah putri dari ibu angkatku.”



Vincent menarik napas dalam-dalam, lalu berkata dengan datar: “Setelah ibuku meninggal, ibu angkatku adalah orang yang paling dekat denganku, aku harus membawa putrinya pulang dengan keadaan selamat, dan siapapun tidak ada yang bisa menghalangiku!”



Orang di sekeliling mereka langsung tertawa mendengar ucapan ini.



Pemimpin Pulau saja tidak mau ikut campur, tapi orang ini malah berani berkata seperti itu.



Lantas, apakah dia mengira dirinya lebih hebat dari Kratos?



Tak perlu diragukan lagi, Kratos mengerutkan keningnya, dan sorot matanya sedingin es.



“Tuan Bermoth, kalau kamu bersikap seperti ini maka akan menyusahkan Pemimpin Pulau.” Pimpinan Overwatch menghela napas, nada bicaranya seperti tidak berdaya: “Kamu telah menyembuhkan nona, jadi kamu adalah penyelamat Pemimpin Pulau, akan tetapi masalah seperti ini kami tidak bisa ikut campur dengan mudah, Tuan Bermoth, apa yang kamu inginkan kami akan menyanggupi dan melaksanakannya untukmu, akan tetapi mengenai Kratos dan Kitana… Aku berharap kamu tidak usah bertanya lebih lanjut, serahkan saja Kitana pada Kratos, dan kamu tetap adalah tamu kehormatan Overwatch!”



“Bagaimana kalau aku tetap berkeras untuk membawa Nycta pergi?” Vincent bertanya dengan tenang.



“Kalau begitu maka kami tidak bisa melakukan apa-apa, kami tidak akan ikut campur mengenai urusanmu dengan Kratos!” Pemimpin Pulau menggelengkan kepala, lalu duduk kembali di tempatnya dan memalingkan wajahnya.



Para tetua tidak berani bersuara, mereka semua duduk dan tidak berani ikut campur.



Blady sangat panik.



“Vincent!” Dia berteriak.



Tapi Vincent malah tetap menggandeng tangan Kitana dan berjalan pergi.



Kitana hanya melongo.



Matanya menatap Vincent dengan tatapan tidak percaya.



Dia sama sekali tidak mengerti kenapa ada orang sebodoh ini.



Dia rela menyinggung Kratos… apakah pantas?



Dan lagi.. apakah dia mengira dia bisa pergi dari Overwatch ini?



Sama saja dengan mimpi di siang bolong!



“Dasar bodoh!”



Kitana tidak tahan untuk memaki.



“Kakak seperguruan!” Orang disamping menatap Kratos.



Kratos mengganguk pelan sebagai pertanda.



Movic dan yang lainnya tidak ragu lagi, mereka bersiap menyerang.



“Maju, singkirkan wanita dan pria tidak berguna ini!”



“Baik!”

__ADS_1



Para murid di segenap penjuru segera mendekat….


__ADS_2