
Tidak pernah ada orang yang meragukan Mako dihadapannya langsung.
Siapa dia?
Dia adalah salah satu orang penting di Sekolah Kaisen yang akan dipromosikan. Dia adalah pakar professional ilmu kedokteran tradisional di dalam negeri!
Sekarang, dia malah dipandang rendah oleh seorang anak muda berusia 20 tahunan, bahkan mengatakan kalau dia tidak pantas mengajarinya..
Bagaimana mungkin Mako bisa menahannya? Dia kesal sampai sekujur tubuhnya gemetar.
“Kau... apa yang kau katakan? Katakan sekali lagi??” Mako berkata dengan wajah merah dan rahang mengetat.
Beberapa orang yang diutus oleh Calvin juga langsung tertawa senang diam- diam.
“Awalnya mengira cecunguk ini hanya anak tengil, tidak menyangka dia ternyata seorang idiot, sekarang malah menyinggung Mako, kelihatannya hari ini kalaupun tidak mati juga akan habis dikuliti.” Seorang pria berkata sambil tertawa lirih.
“Katakan pada Tuan muda Dominic.”
“Tidak perlu, maksud Tuan muda Dominic kalau bisa memisahkannya pisahkan saja, kalau tidak bisa biarkan saja, bagaimana pun akan ada orang yang membereskan cecunguk ini.” Ucap beberapa orang ini sambil tertawa kecil.
Dan tepat pada saat ini, benar-benar ada orang yang maju untuk memukul Vincent.
Bukan karena Mako benar-benar begitu terhormat dan dipandang, melainkan ada kabar burung yang tersebar kalau Mako mungkin akan menjadi juri utama kali ini.
Sehingga semua orang berusaha meninggalkan kesan baik di hadapan Mako.
Dan tepat ketika orang-orang itu hampir mendekat, Vincent berkata.
“Isi materi yang kamu ajarkan tadi salah, ambil contoh tentang metode Half Sting yang tadi kamu jelaskan, Half Sting merupakan salah satu metode dari 5 Metode Tusukan, Half Sting ditusukkan dengan sangat dangkal, dan dicabut dengan sangat cepat, tidak melukai kulit, sama seperti cara mencabut bulu. Dan ini adalah salah satu metode akupuntur kuno untuk mengobati penyakit paru-paru, namun kamu malah menjelaskannya dengan cara terbalik, metode Half Sting yang kamu katakan, ditusukkan dengan cepat, dicabut perlahan, ini adalah metode penggunaan jarum yang salah, seharusnya menusukkan secara perlahan, dicabut dengan cepat, meskipun metode ini tetap memiliki efek pengobatan, namun hanya akan membuat treatmentnya lebih lama dan efeknya berkurang, kamu mengajari murid dengan teorimu yang salah, bukankah ini sama dengan menyesatkan muridmu?” Begitu mendengar ini, semuanya langsung terdiam.
Orang-orang yang bersiap memukul Vincent juga langsung terhenti, bahkan sangat terkejut.
“Omong kosong! Kamu hanya omong kosong!”
Mako kesal sampai dadanya hampir meledak rasanya: “Metode Half Sting ini sudah kugunakan belasan tahun, sama sekali tidak pernah mengalami kesalahan, semua teori yang kusampaikan merupakan metode yang sudah teruji, bagaimana mungkin salah? Apakah kamu meragukan kemampuanku?”
“Kalau kamu mengobati orang berdasarkan teori yang kamu sampaikan ini, kalau begitu kemampuanmu memang bermasalah.” Ucap Vincent.
“Apa yang kamu katakan?” Mako hampir berteriak.
“Dasar bajingan tengil, kamu berani meragukan Guru Aegen? Keluar kamu, aku bunuh kau!” seorang pelajar yang emosional langsung maju menyerang, dia sungguh tidak tahan lagi.
“Hentikan!” Dai Anmei segera maju dan menghadang di depan Vincent.
Melihat gadis cantik seperti ini menghadang di depan Vincent, banyak orang yag meringis karena sedih.
“Nona cantik, minggirlah.” Ucap orang itu dengan tegas.
“Disini adalah Sekolah Kaisen, siapa yang berani berbuat gegabah, apakah tidak takut akan dieliminasi dari konferensi Raja Kedokteran?” ucap Dai Anmei.
Ekspresi semua orang langsung berubah. “Anak yang hanya bisa membual dan omong besar tanpa mengerti apa-apa seperti ini, kalau sampai ikut serta acara Konferensi Raja Kedokteran, maka maaf sekali, aku yang akan mengeliminasinya” ucap Mako sambil menunjuk Vincent.
“Membual? Kalau kamu merasa aku membual, bagaimana kalau kita membuktikannya disini?” ucap Vincent.
Seisi ruangan seketika tenang. Mako terkejut.
Orang ini begitu percaya diri?
Apakah hanya untuk menakutinya?
Mako mendengus dingin: “Bagaimana membuktikannya disini?”
“Mudah sekali, cari dua orang pasien yang memiliki penyakit paru-paru disini dan diobati langsung disini, bukankah itu sudah cukup untuk membuktikan?” ucap Vincent.
Begitu mendengar ini, semua orang langsung tertawa.
Aku rasa kamu benar-benar idiot?
“Kami ini datang untuk mengikuti kelas, bukan datang untuk berobat, mana mungkin ada dua orang pasien yang punya penyakit paru-paru? Coba kamu katakan siapa diantara kami yang punya penyakit paru-paru?” ucap seorang pria berkacamata yang gemuk sambil tertawa.
Namun detik berikutnya, Vincent menunjuk gadis disamping pria gemuk itu dan seorang pria berusia 30 tahunan di sisi lain sambil berkata: “Kalian berdua sama-sama mengidap demam paru-paru, biar kami obati kalian langsung disini.”
Begitu mendengar ini, kedua orang ini langsung terkejut.
__ADS_1
Mako juga terkejut, dan melihat kearah kedua orang itu.
Dan tepat disaat ini, kedua orang ini terbatuk-batuk, dan wajah gadis ini agak merona, terlihat seperti orang yang sedang demam. Gejala ini sudah pasti demam paru-paru.
Banyak orang yang terkejut.
Orang ini bisa langsung mengetahui penyakit apa yang diidap hanya dengan sekali lihat.. kelihatannya memang benar-benar punya kemampuan.
“Berdasarkan teori yang anda katakan, mengobati orang yang demam paru-paru paling tidak perlu tiga kali treatment, dan itu membutuhkan waktu satu hari penuh, dan kalau metodeku, sekali treatment saja sudah bisa mengobatinya, Mako, kalau kamu merasa pantas mengajariku, kalau begitu ayo kita bertanding.” Ucap Vincent dengan datar.
Begitu Mako mendengarnya, wajahnya langsung menjadi begitu pucat.
Tiga kali treatment?
Benar sekali!
Metode Half Sting yang dia gunakan memang membutuhkan tiga kali treatment!
Orang ini bahkan bisa mengetahui berapa treatment yang dia butuhkan dengan tepat, jangan-jangan... metodenya memang yang benar? Dan metode Half sting yang dia pakai.. memang salah?
Wajah Mako sebentar merah karena kesal lalu menjadi pucat lagi, terlihat begitu canggung.
Namun ada begitu banyak orang yang mengelilinginya dan melihat, kalau dia mundur, bukankah dia akan menanggung malu?
Bagi dirinya yang punya harga diri tinggi, bagaimana mungkin dia bisa menerimanya? “Baik! Kalau kamu ingin bertanding, kita bertanding sekarang!”
Mako menggertakkan rahangnya dan meju dengan nekat.
“Ambillkan jarum!” Suara seruan membahana.
Segera ada orang yang maju untuk mempersiapkan.
Kedua orang yang mengidap demam paru-paru langsung didudukkan di tengah lobby, mereka duduk dibangku dan menggulung lengan bajunya.
Setelah keduanya mendapatkan jarum, langsung mulai menggunakannya.
Semua orang yang ada disana menahan nafas.
Ada juga orang yang datang karena kejadian yang terjadi di lobby sekolah, depan pintu dipenuhi oleh mahasiswa..
Baginya, untuk menyerang Sekolah Kaisen sama sekali tidak perlu secara terang-terangan, cukup dengan menghancurkan kemampuannya saja sudah cukup.
Karena yang dipandang oleh orang terpandang adalah keahlian Sekolah Kaisen, ketika keahlian Sekolah Kaisen sudah tidak berada diposisi teratas dalam negeri, maka para orang terpandang itu tidak akan berada dipihak Sekolah Kaisen dengan setia lagi, dan disaat bersamaan mereka juga tidak akan menyinggung Vincent.
Dengan demikian kekuasaan Sekolah Kaisen akan berkurang banyak, kalau disentuh pun, tidak perlu mempertimbangkan apapun.
Sehingga kali ini, Vincent tidak akan segan-segan.
Begitu jarum baja sampai di tangan, Vincent segera menggunakannya.
Kedua tangannya bagaikan naga yang menari diatas tubuh pria itu, jarum baja sebatang demi sebatang ditusukkan dengan kokoh diatas kulit.
Metode Half Sting yang digunakan Vincent sangat sempurna.
Semua orang disekitar sampai tercengang melihatnya.
Lalu melihat lagi kearah Mako.
Meskipun dia sangat lancar dengan metode Half Stingnya, namun dibandingkan dengan Vincent, sama sekali tidak bisa dibandingkan.
Melihat ini semua, semua orang akhirnya paham.
Apa yang dikatakan orang ini, kemungkinan memang benar.
Dia benar-benar paham dan menguasai Half Sting.
Melihat dari caranya menggunakan jarum, bisa dilihat keahlian orang ini tidaklah main-main...
Apakah dia juga seorang dokter berbakat lagi?
Banyak yang merasa berdebar memikirkannya.
Kurang lebih sepuluh menit kemudian, Vincent tiba-tiba menyimpan seluruh jarumnya.
__ADS_1
“Selesai!” Ucap Vincent dengan datar, lalu menuangkan segelas air untuk pria itu: “Minumlah sedikit air, lalu coba ukur suhu, kita lihat apakah masih demam atau tidak.”
“Baik...
Pria itu mengangguk lalu melakukan apa yang Vincent katakan.
Berikutnya, dia mengangkat thermometer dan berkata dengan terkejut: “Ajaib, aku tidak demam lagi, demam paru-paruku... sudah sembuh sepenuhnya!”
“Apa?»
Seluruh ruangan dipenuhi dengan seruan terkejut.
Disisi lain Mako Mulai panik, dia mengetatkan rahang dan berhenti.
“Sudah!” Mako membentak dengan dingin.
“Aa... sudah?” Gadis itu juga terkejut.
“Bagaimana rasanya sekarang?” Mako menatapnya sambil bertanya.
Gadis itu ketakutan sampai tubuhnya gemetar, dia mana berani menatap Mako, tarutama ketika memikirkan status Mako, dia segera tersenyum dan berkata: “Guru.. Guru Aegen, aku... aku... aku merasa sangat baik, sekarang aku sudah sehat!”
“Bagus sekali!”
Senyum mengembang disudut bibir Mako, lalu berkata sambil menatap Vincent: “Sudah lihat bukan, metode Half Stingku tidak seburuk yang kamu katakan.”
Menggunakan status untuk memaksakan kemenangan, dia masih demam paru-paru atau tidak akan ketahuan begitu diperiksa.”
Vincent menyerahkan thermometer: “Coba ukur.”
Gadis itu ragu, lalu menerima thermometer untuk mengukur.
Semua orang langsung melayangkan pandangan kearahnya, diam-diam menunggu hasilnya. Begitu juga Mako.
Telapak tangannya dibasahi keringat.
Sebenarnya pertandingan kali ini terlalu memaksakan.
Dia juga tahu kalau dia pasti akan kalah.
Sebaiknya dia segera mencari alasan, paling tidak harga dirinya tidak akan jatuh.
Mako memejamkan mata dan berpikir dengan cepat.
Lalu tidak lama kemudian, gadis itu tiba- tiba mengangkat termometernya dan melihat dengan asal sambil berteriak: “Aku... aku sudah sembuh! Aku tidak demam, demam paru-paruku sudah sembuh!”
“Bawa kesini untuk kulihat.” Ucap Vincent sambil bangkit berdiri.
“Apa yang perlu dilihat? Apakah kamu mencurigaiku juga?” gadis itu mendengus dengan dingin.
Begitu Vincent mendengar ini, tatapan matanya langsung menjadi tajam samar-samar merasakan sesuatu.
Dia melihat gadis itu meletakkan thermometer ke dalam gelas air dengan segera lalu berkata dengan keras: “Guru
Aegen sudah mengobati demam paru-paruku, sekarang aku sudah sangat sehat! Aku mengumumkan, teori Guru Aegen sama sekali tidak salah!”
Setelah ucapan ini dilontarkan, semua orang langsung bersorak.
“Guru Aegen hebat!”
“Sudah kukatakan bukan, bagaimana mungkin Guru Aegen melakukan kesalahan?”
“Orang ini hanya membual saja!”
Semua mulai memberi komentar berbeda-beda.
Orang yang tadi langsung berjalan kehadapan Vincent dan membentak: “Sekarang kamu masih mau bicara apa lagi? Mau cepat berlutut dan meminta maaf pada Guru Aegen tidak?”
“Benar, minta maaf!”
“Cepat berlutut dan minta maaf!”
“Minta maaf!”
__ADS_1
Semua orang mulai menyudutkan Vincent.
Vincent dengan cepat menjadi bulan-bulanan semua orang...