
Eric tidak pernah berpikir bahwa Dokter Jenius Bermoth ingin memintanya berlutut untuk meminta maaf pada Elena.
Dan… itu harus direkam!
Bukankah ini lebih kejam daripada membunuhku?
Jika video berlutut dan meminta maaf tersebar luar disekolah, mungkin dia tidak akan bisa mengangkat kepalanya tinggi-tinggi lagi seumur hidupnya, dia akan langsung menjadi bahan tertawaan seluruh universitas bahkan bahan tertawaan seluruh Azuka?
“Seorang pria lebih baik mati! Daripada harus direndahkan seperti itu! Dokter Jenius Bermoth! Kamu sudah kelewatan!” Eric sangat marah, dia memukul meja lalu berteriak.
"Seorang pria lebih memilih mati daripada harus direndahkan seperti itu? Apa kamu bahkan layak disebut sebagai seorang pria? Kualifikasi apa yang kamu punya untuk disebut sebagai seorang pria?" Vincent kesal lalu menambahkan: "Biar kutanya padamu, ketika kamu menganggu adik perempuanku itu, ketika kamu mempermalukannya, kenapa kamu tidak terpikirkan kalimat barusan? Kenapa kamu tidak mengatakan hal seperti itu ketika mengganggu dan menghina mereka? Sekarang giliranmu mendapat balasannya, bagaimana perasaanmu? "
"Kamu..." Eric kesal.
"Dengar, kamu bisa segera berlutut meminta maaf pada adikku, atau… aku yang akan membuatmu berlutut!"
Vincent menyipitkan matanya dan berkata dengan tegas.
Eric langsung gemetar, mulutnya terbuka tapi dia tidak tahu harus berkata apa.
Jika Dokter Jenius Bermoth datang untuk membantunya berlutut … takutnya tidak sesederhana berlutut biasa saja!
Apa yang harus dilakukan?
Sekarang apa harus dilakukan?
Jangan berlutut? Jika berani melawan Dokter Jenius Bermoth, bukankah itu sama saja dengan cari mati?
Tetapi jika berlutut, dia pasti tidak akan punya harga diri lagi kedepannya.
Eric sangat bingung, kakinya perlahan ditekuk.
Tetapi pada akhirnya, dia masih tidak bisa menahan tekanan yang diberikan oleh Dokter Jenius Bermoth, dia segera berlutut di lantai dengan penuh setelah membulatkan tekadnya.
Dukk!
Suara nyaring terdengar ketika kedua lututnya menyentuh lantai, mengejutkan semua orang di tempat kejadian.
Elena juga melebarkan matanya, menatap Eric yang berlutut di depannya dengan tak percaya.
Dia adalah pria terkenal dari Azuka Terang University ! Tapi Eric, salah satu dari empat tuan muda yang ada!
Berlutut dengan kedua kaki seperti ini di depannya?
Saat ini, pikirannya benar-benar kosong.
__ADS_1
"Uhm … maafkan aku, Elena, aku mengaku salah, aku … aku berjanji, aku tidak akan pernah menganggumu lagi, tolong … maafkan aku..." Dia memaksakan mulutnya untuk mengeluarkan kata-kata itu.
Kata-kata ini semuanya direkam di telepon oleh orang di sebelahnya.
"Yang … yang lalu biarlah berlalu, pokoknya, jangan ganggu aku lagi kedepannya..." Kata Elena kaku.
"Oke..."
Eric menahan amarahnya dan berkata dengan suara pelan.
"Hampir selesai!"
Vincent melihat para preman di sebelahnya: "Apakah sudah selesai merekamnya?"
"Berm … Doklter Jenius Bermoth, sudah selesai direkam..." Para preman itu gemetar.
"Segera upload ke website resmi Azuka Terang University."
Para preman itu awalnya ragu-ragu dan melihat ke arah Eric.
Wajah Eric sudah sangat pucat, dia gemetar, mencoba mengatakan sesuatu, tetapi masih tidak bisa mengatakan apa-apa.
Para preman itu hanya bisa mengikuti perintah Vincent dan memposting video baruasn ke website resmi sekolah.
Video itu sudah ditonton oleh ribuan orang dalam waktu 10 menit.
Banyak orang terkejut, mata mereka melebar dan mereka tidak percaya apa yang sudah ditontonnya.
Itu Eric Torax!
Dia adalah salah satu dari 4 tuan muda yang ada di Azuka Terang University !
Videonya terlihat sangat jelas?
Dia berlutut di depan Elena?
Ada apa ini? ?
Kenapa dia berlutut di depan Elena?
Seluruh Azuka Terang University langsung heboh, para guru bahkan ikut terkejut.
Banyak orang berpendapat bahwa setelah kejadian ini tidak akan ada hal yang bisa berlangsung dengan normal.
Vincent melihat forum di internet itu, tetapi tidak terlalu memperhatikannya dengan jelas, hanya melambaikan tangannya: "Kuharap tidak akan ada kejadian seperti ini lagi kedepannya."
__ADS_1
Ekspresi Eric sangat muram, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia bangkit berdiri dan buru-buru meninggalkan vila.
Kali ini, bisa dibilang dia sudah sangat dipermalukan.
Tetapi agar tidak menjadi aib dan beban bagi Keluarga Torax, dia hanya bisa melakukannya.
"Oke, kalian selanjutnya!"
Vincent melihat kearah Mauren dan beberapa orang lainnya.
Para gadis itu sudah gemetar, wajah mereka menjadi pucat selama hanya dalam beberapa detik, menatapnya dengan ngeri.
"Bermoth … Dokter Jenius Bermoth, kami … kami mengaku salah, tolong maafkan kami kali ini!"
"Kami tidak akan berani melakukan hal seperti ini lagi, kami tidak akan mengulanginya lagi! Tolong… maafkan kami..."
"Kumohon..."
Kerumunan para gadis itu sudah ketakutan, mereka memohon belas kasihan.
Bahkan gadis perokok sebelumnya juga ikut memohon.
Adapun Mauren, dia menundukkan kepalanya dan tidak mengatakan apa-apa, seluruh tubuhnya merasa dingin sampai ke tulang.
Dia tidak tahu harus berbuat apa.
Jika orang ini memang Dokter Jenius Bermoth, jelas dia tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi.
Bagaimanapun, dia adalah seseorang yang bahkan bisa mengalahkan Emperor.
"Dokter Jenius Bermoth, kamu… katakan saja, bagaimana caranya agar bisa melepaskan kami? Atau… kamu ingin kami berlutut dan meminta maaf padanya, lalu merekam video… kalau memang begitu, kami akan segera melakukannya sekarang..." Mauren menahan emosinya dan berkata dengan pelan.
Setelah selesai bicara, dia akan datang dan berlutut.
Tapi Vincent menghentikannya: "Tenang saja, aku tidak berencana melakukan itu padamu!"
"Lalu apa yang kamu inginkan?"
Mauren bertanya dengan matanya.
Vincent tidak langsung menjawabnya, dia hanya berjalan ke Elena yang masih terlihat linglung, mengangkat salah satu tangannya dan menggulung lengan bajunya.
Bola mata Mauren menyusut, dia segera mengerti apa yang dimaksud Vincent...
“Apa yang sudah kamu lakukan pada adikku, akan kulakukan juga padamu, harusnya itu sepadan kan?” Vincent berkata dengan santai.
__ADS_1