Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 277 Tidak kabur adalah pilihan yang tepat!


__ADS_3

Nafas Cukong bergetar, sorot matanya yang menatap Vincent terlihat cukup panik.


Jelas-jelas jari yang sudah patah, hanya dioleskan sedikit obat dan ditusukkan beberapa jarum saja sudah bisa digunakan, apakah benar ini teknik pengobatan tradisional? Ini sudah hampir menjadi sulap. Bukankah hanya Keluarga Bermoth yang ada di Kota Azuka yang memiliki teknik pengobatan seperti ini?


“Bermoth... Dokter Bermoth ini.. jangan-jangan memiliki hubungan dengan Keluarga Bermoth yang ada di Kota Azuka?” tiba-tiba Cukong teringat.


Namun sekarang bukan saatnya mempertimbangkan masalah ini, karena Vincent sudah mendekat.


Boom!


Tepat pada saat ini, tubuh Raja Pedang yang ada disana bergerak, bagaikan binatang buas di dalam lukisan yang menyerang ke arah Vincent.


“Mati kau!!” Dia berteriak.


Pedang kayu itu langsung tertuju ke arah jantung Vincent, gerakan yang begitu menakutkan membuat orang yang melihat bergidik!


Namun...


Vincent menatap lurus kedepan tanpa melirik Raja Pedang yang menyerang.


Mata tua Raja Pedang membelalak besar, namun tetap tidak ingin menyerah, dia terus menerjang ke depan.


Dan tepat ketika dia menyerang Vincent, tiba- tiba..


Boom!


Raja Pedang mengerang terpendam, dan tubuhnya langsung tumbang tanpa bertenaga, bahkan pedang di tangannya pun tidak bisa digenggam olehnya dan langsung terjatuh di lantai, dan tidak bisa bangkit lagi sama sekali.


“Senior Raja Pedang!” Kojiro berteriak dengan terkejut.


Seluruh tamu undangan yang ada disekitar berseru kaget.


Vixen, Juliet, Bokudo, Master Yozoka dan yang lainnya terkejut bersamaan, melihat kejadian ini dengan tatapan sulit percaya.


“Raja Pedang, kamu kenapa?” Cukong bertanya dengan panik.


“Sekujur tubuhku.. tidak bertenaga... ketiga jarumnya itu membuat tubuhku kaku.” Ucap Raja Pedang dengan lemah.


“Apa?” Alis Cukong mengkerut.


Dan tepat pada saat ini, Vincent sudah melompat, satu kakinya diangkat tinggi, lalu mendarat dengan keras tepat di tempat Cukong berdiri.


“Tuan Muda Rich, hati-hati!” teriak Kojiro.


Cukong mengangkat kepala segera, lalu melompat ke belakang dengan kedua kaki yang disentakkan dengan kuat.


Dan ketika dia melompat ke belakang, Vincent sudah mendarat.


Boom!


Tanah langsung bergetar dengan hebat, suara yang keras bagaikan ada ledakan menderu.

__ADS_1


Cukong tidak berhasil menstabilkan pijakannya dan terguling di lantai yang bergetar.


Para tamu juga ada yang terjungkir dan gontai karena getaran.


Namun Cukong belum sempat menstabilkan tubuhnya, Vincent sudah menyerang lagi.


“Gawat!”


Ekspresi wajah Cukong menjadi dingin, dan segera berguling ke samping.


Boom...


Satu pukulan dari Vincent mendarat tanpa mengenai sasaran, dan langsung menghantam ke dinding yang ada dibelakang..


Boom!


Seluruh permukaan dinding langsung hancur, serpihan dinding beterbangan bagaikan kelopak bunga yang berguguran.


Sungguh menakutkan!


Cukong melihat pemandangan ini langsung bergidik.


Kalau pukulan ini sampai terkena tubuhnya, bukankah tubuhnya akan terpukul sampai tembus?


“Ternyata kamu lincah juga.”


Vincent menarik kembali pukulannya, menepuk debu yang menempel di tubuhnya.


Saat ini kekuatan Vincent sudah membesar sampai sulit untuk dipercaya, hanya Raja Pedang yang sanggup menahannya.


Namun... jarum sudah dicabut, Raja Pedang tetap tidak bisa bergerak.


“Dia membuat syarafku mati rasa, sekarang kamu mencabut jarum ini sama sekali tidak berguna, lari, Cukong! Cepat lari!” teriak Cukong.


“Lari? Bagaimana boleh? Kalau aku lari, bagaimana aku Cukong memperlihatkan diriku lagi?” ekspresi tidak rela terlihat jelas diwajah Cukong.


“Tidak kabur adalah pilihan yang tepat!” Sentak Vincent dan kembali melangkah maju.


Cukong diam- diam menahan nafas, dan dia tidak memilih untuk kabur lagi, melainkan menggunakan tenaga dalam untuk menyerang Vincent.


“Biar kamu cicipi jurus pamungkas Keluarga Rich-ku!” teriak Cukong, kedua telapak tangannya bagaikan ular yang lincah membungkus kepalan tangan besi Vincent.


Dan pada saat ini, tenaga yang mengalir di tangan Vincent langsung berkurang sebagian.


“Tapak Suci?” ada yang berseru terkejut.


Cukong tidak berani lengah, kedua tangannya kembali mengetat dan tetap fokus pada serangan.


Namun Vincent malah menyerang dengan kepalanya lagi.


Tidak ada jurus yang khusus, juga tidak ada trik yang membuat orang terkejut.

__ADS_1


Vincent yang saat ini tetap menggunakan kemampuannya, menggunakan tenaga juga kecepatan yang paling sederhana.


Nafas Cukong seketika tercekat, sekali lagi ingin menghindar, namun detik berikutnya, Vincent mengangkat kakinya dan menendang bagian perut Cukong dengan keras.


Boom!


Cukong langsung terhempas dan terjatuh dengan keras di lantai, bahkan sampai sulit untuk berdiri.


“Tuan Muda Rich!”


“Tuan Muda Rich!”


Semua orang berseru dengan terkejut dan segera menghampirinya.


Sementara Vincent menghampiri dengan wajah tanpa ekspresi.


“Semua minggir!”


Cukong mengetatkan rahangnya dan berusaha keras berdiri, dia mendorong semua orang yang ada disekitarnya dan menatap lurus kearah Vincent.


Tendangan ini cukup untuk membuat seluruh organ dalamnya teraduk jadi satu, dia masih bisa bangkit, itu sudah sesuatu yang sangat sulit.


Namun Vincent sama sekali tidak melunak, dia sekali lagi menyerang, membuat semua orang disana segera melangkah mundur.


Cukong sekali lagi mengangkat tinggi tangannya untuk membalas serangan.


Keduanya saling menyerang dengan membabi buta.


Namun setelah beberapa kali serangan,


Cukong merasa kedua lengannya terasa hampir patah karena getaran, bahkan tulangnya hampir remuk, baru berniat melangkah mundur, Vincent sudah menendang lututnya dan mnembuat tubuhnya meringkuk dengan posisi berlutut, kemudian Vincent menendang sekali lagi tepat di wajah Cukong, membuatnya terjerembab dengan keras di lantai.


Sama sekali bukan tandingannya!


Ini setara dengan dipukuli dengan posisi tergantung!


Semua orang melihat dengan jantung berdegup kencang.


Sebelumnya kalau bukan karena Raja Pedang yang menahannya, mungkinkan Cukong sanggup begitu angkuh berdiri dihadapan Vincent?


“Uhuk... uhuk...” Cukong terbatuk, mulutnya dipenuhi oleh darah.


Vincent melangkah maju beberapa langkah, dan bersiap menyerang lagi.


Tepat pada saat ini, Cukong tiba-tiba memasukkan tangannya ke dalam kantung dan mengeluarkan sepucuk senapan, lalu menembakkannya kearah Vincent tanpa ragu.


Dar dar dar!


Tiga tembakan berturut-turut, jarak yang begitu dekat, Vincent hampir tidak memiliki kesempatan untuk menghindar, tiga butir peluru langsung tertanam di bagian perutnya...


Semua orang tercengang..

__ADS_1


__ADS_2