
Reaksi orang-orang ini jauh melampaui dugaan para tamu undangan.
Awalnya ketika berkelahi sampai seperti apapun tidak ada yang peduli, meskipun di dalam Persekutuan Eden ada yang mati, paling mereka hanya terkejut saja, tidak sampai harus turun tangan.
Namun sekarang, begitu Vincent mengangkat pedang kayu, malah menggemparkan orang-orang ini sampai tidak memperdulikan apapun, semua langsung maju dan menghadang!
Apa yang mereka lakukan?
Apakah mereka sudah gila?
Itu adalah Vincent !
Siapa itu Vincent?! Apa yang baru saja dia lakukan semua orang bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri!
Apakah mereka tidak takut pada iblis yang bahkan tidak akan berkedip saat membunuh?
Tidak!
Mereka takut!
Namun masih ada yang lebih mereka takuti!
Yaitu akibat yang akan didatangkan Vincent setelah membunuh Cukong.
Seluruh ruangan langsung tergerak.
Banyak orang yang tidak berani menjadi penonton lagi, karena begitu Cukong mati disini, masa setiap orang yang ada disini akan terkena imbasnya!
Karena kekuasaan yang berada dibelakang Cukong benar-benar sangat besar!
“Dokter Bermoth! Hentikan! Kamu jangan sembarangan!”
Juliet langsung menerjang maju dan menghadang dengan tubuhnya sendiri didepan Cukong untuk menghentikan pedang Vincent.
Dia sudah tidak bisa tenang lagi, sudah tidak perduli lagi!
Vincent mengulurkan tangan dengan wajah tanpa ekspresi, mencengkram Juliet lalu melemparnya ke samping.
Bagaimana mungkin tenaga Juliet bisa lebih besar dari Vincent, dia langsung terjerembab dan kepalanya terbentur sampai berdarah.
Namun dia tetap tidak menyerah, dia kembali maju dan berkata dengan panik: “Dokter Bermoth, kalau kamu ingin membunuh Cukong, maka tolong bunuh aku terlebih dahulu!”
“Kamu pikir aku tidak berani membunuhmu?” sorot mata Vincent begitu kejam, lalu mengangkat pedangnya dan menebaskannya ke arah Juliet.
“Dokter Bermoth, jangan! Kumohon.. jangan gegabah seperti ini...”
__ADS_1
Sakura segera menarik lengannya dan memeluk lengannya dengan erat.
“Nona Mirz, masalah ini tidak ada hubungannya denganmu. Lepas! Apa yang aku Vincent lakukan hari ini, aku yang akan menanggungnya sendiri! Dan tidak akan membuat kalian terjerat dalam masalah ini.” Ucap Vincent dengan tegas.
Namun Sakura malah melepaskan lengan Vincent dengan cepat, diiringi dengan mencengkeram pedang kayu
Vincent, lalu mengarahkan pedang itu ke jantungnya, wajahnya yang pucat namun tetap cantik itu penuh dengan penderitaan juga kepanikan: “Dokter Bermoth, kamu boleh memberi pelajaran pada Cukong, bahkan bisa memusnahkan ilmunya, namun apapun yang terjadi jangan bunuh dia, kalau kamu bersikeras ingin berbuat demikian, maka mohon bunuhlah Sakura”
“Kau...” Ekspres wajah Vincernt langsung menjadi tegas.
Ada begitu banyak orang disini, dia hanya memiliki kesan yang baik terhadap Sakura.
Karena Sakura pernah maju mendukungnya pada waktu yang genting, bahkan melindunginya!
Namun dia tidak menyangka disaat seperti ini Sakura malah berdiri di pihak Cukong.
“Dokter Bermoth, aku tahu kamu sangat marah, sangat emosi, juga tidak mengerti apa yang Sakura lakukan, namun Sakura sungguh tidak berdaya, kalau kamu sampai menyentuh Cukong, berdasarkan kekuatan Keluarga Rich, kamu pasti akan mati, jadi Dokter Bermoth, kumohon ampuni Cukong, anggap Sakura memohon padamu, Sakura tahu aku tidak pantas memohon pada anda, namun kalau kamu perlu membunuh untuk melampiaskannya, maka lampiaskanlah dengan membunuh Sakura ... Sakura hanya bisa seperti ini.”
Kedua mata Sakura menunduk dengan berkaca-kaca.
Seumur hidupnya, dia hampir tidak pernah memohon pada siapapun, namun hari ini dia bersedia memohon, bersedia memohon untuk seseorang yang sangat dia benci.
Karena dia tidak berharap orang yang selalu dia kagumi berakhir begitu saja.
Menatap gadis yang lembut dan cantik yang mengenakan baju kuno ini, perasaan Vincent juga begitu gundah.
Dia bukan bodoh, bahkan Sakura saja sampai maju, ini cukup untuk membuktikan akibat yang dihasilkan kalau membunuh Cukong akan separah apa.
Namun dia sama sekali tidak merasa takut. Dan tepat pada saat ini, Vixen juga maju.
“Dokter Bermoth, kamu adalah orang yang memiliki hati jauh lebih tinggi dari langit namun memiliki bakat yang tidak terhingga, orang sepertimu sudah ditakdirkan menjadi orang teratas di dunia, aku rasa ucapan Sakura sama sekali tidak bisa menggerakkanmu, kamu tetap akan melakukan apa yang kamu inginkan, karena sejak awal, kamu tidak pernah takut pada kekuatan yang ada dibalik Cukong, meskipun kekuatan itu sekuat langit...” Vixen melangkah maju dengan nada bergetar.
Semua orang melihat ke arahnya.
Pada saat ini hanya Vixen yang bisa membujuk Vincent.
“Seumur hidupku, tidak pernah memandang lemah ataupun kuat, tidak pernah mempertanyakan kalah atau menang, hanya berpatok pada hati nurani, orang ini, harus kubunuh, sehingga aku akan membunuhnya.” Ucap Vincent dengan tenang.
“Aku tahu, Dokter Bermoth, lakukanlah, namun sebelum kamu melakukannya nenek tua ini berharap boleh memohon satu hal padamu.”
“Hal apa?”
“Aku harap kamu bisa menikahi Sakura.” Ucap Vixen dengan senyum pahit.
“Apa?” Vincent tercengang.
__ADS_1
Sakura juga terkejut.
Semua orang juga dibuat kebingungan oleh ucapan Vixen ini.
“Vixen sedang bercanda?” tanya Vincent dengan datar.
“Nenek tua ini tidak suka bercanda.”
Vixen menggeleng dan berkata: “Sakura ini berhati lembut, sangat murah hati, selalu memperlakukan orang dengan sama rata, hanya terhadap dirimulah, dia menjadi sulit mengendalikan diri sendiri, mungkin perasaannya terhadapmu masih belum bisa dikatakan sebagai cinta, namun aku rasa dia punya kesan yang baik terhadapmu.”
“Nenek...” wajah Sakura seketika menjadi memerah.
Vixen menghela nafas dan berkata dengan tenang: “Setelah kamu membunuh Cukong, Keluarga Rich pasti akan sangat marah pada setiap orang yang ada disini, kami semua pasti akan menerima akibatnya, Sakura mengidap penyakit mematikan, sejak awal memang sudah tidak takut pada kematian, lalu kenapa dia harus peduli dengan pembalasan Keluarga Rich? Yang dia khawatirkan adalah kamu, dia khawatir kamu akan mendapat pembalasan Keluarga Rich yang kejam! Nenek tua ini juga mungkin tidak akan hidup lama, kalau sama-sama akan mati juga, paling tidak aku harus menyelesaikan apa yang mengganjal di hatiku terlebih dahulu, kalau Dokter Bermoth bersedia mengabulkan permohonan nenek tua ini, maka aku bersedia membunuh Cukong menggantikanmu!”
Setelah mengatakannya, Vixen membungkuk perlahan dihadapan Vincent dengan tekad bulat.
Vincent terdiam.
Dia menatap Cukong dengan tatapan dingin.
Tubuh Cukong gemetar, karena sakit, wajahnya sedikit mengkerut, namun senyum di wajahnya terlihat begitu jelas.
“Dokter Bermoth.. kamu juga lihat sendiri bukan? Sekarang... seharusnya kamu tahu seberapa menakutkan kekuasaan yang berada di belakangku bukan? Mereka tidak akan mengijinkanmu membunuhku, karena setelah kamu membunuhku, semua orang yang ada disini termasuk kamu, semuanya akan menemaniku mati! Yang kamu bunuh bukan hanya aku, melainkan setiap orang yang ada disini! Mengerti?” ucap Cukong dengan wajah tersenyum.
Dia tahu, dia sudah menang. Meskipun dirinya tidak memenangkannya langsung!
Namun semua yang ada dibelakangnya, sudah menekan Dokter Bermoth yang begitu tersohor ini sampai tidak bisa berkutik lagi.
Vincent tidak bergeming, hanya menatap Cukong.
Tiba- tiba, dia maju dengan cepat, mendorong Juliet, lalu mengangkat Cukong dengan satu tangan.
Saat ini, nafas semua orang disekitar tercekat.
Banyak orang yang mendekat...
“Dokter Bermoth, kau... sebaiknya kamu jangan sembarangan!”
“Apakah kamu tidak mendengar ucapan Vixen dengan jelas?”
“Apakah kamu berencana menghancurkan semuanya?”
Suara bujukan membahana.
Cukong mengetatkan rahangnya dan mengerang dengan lemah: “Kau.. benar-benar ingin semua orang mati?”
__ADS_1