
Armint buru-buru meninggalkan rumah Keluarga Lavore.
Ezra berdiri di samping Vincent, tidak bergerak sama sekali.
Eskpresi semua orang dari Keluarga Lavore sangat tidak normal.
Terutama Anggito Lavore.
Dia awalnya hanya berharap agar Garou dan Dokter Jenius Bermoth saling serang satu sama lain, sehingga Keluarga Lavore bisa menonton dari sisi lain.
Tapi ternyata...
Memang benar Keluarga Lavore jadi penonton, tetapi bukannya menonton kobaran api dari samping, mereka langsung berada diatas kobaran api tersebut...
Ekspresi Anggito muram, alisnya menekuk sangat dalam karena sudah sangat marah.
Dia merasa bahwa dia benar-benar tertipu oleh Dokter Jenius Bermoth.
Tapi, walaupun dia sudah sangat marah, tetapi dia tetap tidak berani langsung melawan Dokter Jenius Bermoth...
"Kakak, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Novanto membungkuk dan berkata dengan pelan.
“Jika mereka ingin bertarung, maka kita hanya bisa mematuhi mereka.” Anggito berkata tanpa ekspresi.
“Tapi …. Dokter Jenius Bermoth ini jelas sudah keterlaluan, dia benar-benar ingin menghancurkan Keluarga Lavore kita!" Novanto kesal.
Anggota Keluarga Lavore yang lain juga merasa kesal.
"Apa yang bisa dilakukan untuk menghancurkan Keluarga Lavore? Saat ini, kita hanya bisa menyerah dalam beberapa hal, setelah itu segera meminta seseorang untuk memindahkan barang-barang penting, memindahkan Kompas Nasib yang diberikan oleh Suhu Ahok, beberapa tanaman dan bunga yang langka, semua harus segera dipindahkan… ngomong-ngomong, tempat ini terlalu dekat dengan aula leluhur, prioritaskan untuk memindahkan barang-barang dari para leluhur dulu, jangan biarkan mereka merusak barang-barang para leluhur! Mengerti?" Anggito berteriak.
"Siap kak."
Keluarga Lavore menjadi sibuk.
“Sepertinya Dokter Jenius Bermoth sengaja menargetkan Keluarga Lavore kita, kakak tertua, kamu jelas harus balas dendam untuk kami semua.” Novanto diam-diam menatap Vincent, terlihat sangat marah.
“Jangan khawatir, kita pasti akan balas dendam.” Anggito menyipitkan matanya: “Sekarang dia harus bisa bisa mengalahkan Garou! Jika dia kalah dan jadi orang rendahan biasa, maka… jangan salahkan kita kalau akan menginjak-injak orang biasa sepertinya!"
Mata Novanto langsung berbinar ketika dia mendengarnya.
Ya...
Keluarga Lavore, bukannya tidak punya kesempatan untuk mengurus Dokter Jenius Bermoth!
Jika Dokter Jenius Bermoth kalah! Itulah saatnya bagi Keluarga Lavore untuk menyelesaikan masalah mereka dengannya dan menunjukkan bantuan mereka kepada Asosiasi Wushu bahkan Garou!
"Bermoth sialan! Kita lihat bagaimana akhirnya!"
Novanto bicara pada dirinya sendiri.
Waktu perlahan-lahan terus berlalu.
Tapi suasana di Aula Keluarga Lavore sangat suram.
Semua orang yang berdiri di aula merasa sangat sulit untuk bernapas saat ini.
Sepertinya jantungnya mereka berdetak lebih lambat dari biasanya saat ini.
Banyak sudah mulai berkeringat dari dahi mereka.
Ini sudah bulan desember...
Entah sudah berapa lama waktu berjalan.
Suara langkah kaki terdengar dari pintu masuk.
Semua orang langsung melihat kearah asal suara.
__ADS_1
Terlihat Armint, yang sudah pergi sebelumnya, sekarang sudah kembali.
Tapi di belakang Armint kosong tidak ada yang mengikutinya sama sekali.
Semua orang terkejut.
Apa mungkin...Garou tidak datang?
Apakah Armint gagal mengundang Garou?
Atau Garou tidak mau untuk datang?
Semua orang merasa bingung, tapi disaat yang sama mereka juga diam-diam merasa senang.
Setidaknya dengan cara ini, Keluarga Lavore akan selamat!
Namun, ketika orang-orang mulai melepaskan pandangan mereka dari Armint, mereka melihat bahwa ada satu orang lagi yang berjalan di aula...
Itu adalah seorang pemuda yang gagah berani.
Kepalanya penuh dengan rambut berwarna putih, tatapannya dingin, ekspresinya terlihat serius, dia berdiri di depan Vincent seperti sebuah tombak tegak dengan pakaian formal berwarna hitam.
Suasana suram di aula ini langsung lenyap!
Garou!
Dia … telah tiba!
Kedatangannya sangat tenang!
Seperti hantu! !
Mata semua orang membesar, banyak orang langsung gemetar.
Anggito tiba-tiba bangkit berdiri dari kursinya dan menatap Garou.
Adapun Vincent, dia masih minum teh dengan tenang, terlihat biasa-biasa saja, seolah-olah dia tidak peduli pada orang yang baru saja datang...
Garou membuka mulutnya.
Terdengar suara lantangnya yang mengibarkan bendera perang.
Vincent meletakkan cangkir tehnya, menyalakan rokok lagi, menghebuskan asap tebal dari mulutnya lalu bicara "Hmm … ayo langsung bertarung saja disini! Akan kuselesaikan dengan cepat, aku harus pergi ke rumah sakit untuk merawat seseorang."
"Bagus!"
Garou mengangguk, lalu mundur beberapa langkah, mengangkat satu tangannya, telapak tangannya menghadap Vincent: "Ayo mulai!"
Vincent tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya melirik Ezra dan Armint di sebelahnya.
Keduanya mengerti, mereka segera membawa orang-orangnya keluar dari aula dan mundur sampai pintu depan Keluarga Lavore.
Anggito sepertinya menyadari hal ini, lalu buru-buru berteriak: "Semuanya cepat segera keluar dari sini!"
"Tuan, ada apa?"
Anggota Keluarga Lavore tidak tahu apa yang dimaksud, lalu bertanya.
"Jangan banyak tanya, keluar! Semuanya cepat keluar!"
Anggito berteriak, lalu dia juga meninggalkan aula.
Keluarga Lavore segera mundur.
Setelah beberapa saat, aula besar Keluarga Lavore … hanya ada Vincent dan Garou yang tersisa...
"Sudah bisa dimulai?"
Melihat Vincent masih duduk di kursi sambil merokok, Garou mengerutkan keningnya dan menjawabnya dengan santai.
__ADS_1
"Kapan pun kamu siap."
Kata Vincent
Mata Garou menunjukkan tatapan mengerikan.
Tidak ada banyak basa-basi lagi!
Tidak perlu sikap sopan santun!
Dia adalah Emperor !
Bahkan tingkatan Emperor lebih tinggi dari siapa pun!
Sikap Vincent ini jelas sangat merendahkannya!
Dia tidak menunggu lama lagi, tiba-tiba dirinya menghilang.
Ketika terlihat lagi, tubuhnya sudah melesat seperti bayangan dan menganyunkan pukulannya ke dada Vincent.
Whoosh!
Hembusan angin berderu!
Pukulan ini, sangat cepat dan ganas, rasa-rasanya bisa mengguncang bumi, sangat mengerikan.
Tetapi begitu pukulannya dilancarkan, Vincent menggerakkan jarinya, puntung rokok yang dipegangnya melesat dengan cepat, mengenai tangan Garou yang sedang mengarah padanya.
Efek yang dihasilkan puntung rokok itu tidak menghasilkan dampak yang besar.
Tapi… puntung rokok itu tepat mengenai titik mati rasa di tangan Garou, dalam sekejap, tangan Garou sudah mati rasa, kekuatannya langsung melemah lebih dari setengahnya! !
"Hah?"
Tatapan mata Garou berubah, dia tiba-tiba menarik tangannya, lalu melangkah mundur.
Saat ini, Vincent, yang sedang duduk di kursi, seketika bergerak, mengarahkan pukulannya ke Garou dengan satu tangan yang membuat Garou terpental jauh.
Kekuatan yang cukup besar dilepaskan.
Whooosh!
Garou terpental, menghancurkan pintu gerbang dan jatuh dengan keras ke halaman di luar aula.
Anggota Keluarga Lavore yang berdiri di dinding halaman langsung terkejut ketika melihatnya.
"Cepat sekali, aku tidak bisa melihat gerakannya sama sekali!"
"Apakah ini Duel Emperor?"
Semua orang terkagum.
Vincent juga mulai bergerak lagi dan bergegas menuju Garou.
Namun, Garou, yang baru saja dijatuhkan ke tanah, tidak terpengaruh sama sekali, setelah bangkit berdiri, dia mengayunkan tangannya lagi dan menyerang Vincent lagi.
Keduanya saling beradu pukulan dan tendangan, entah sudah berapa banyak serangan yang mereka lakukan, setiap serangan penuh dengan kekuatan yang besar.
Setiap pukulan sepertinya bisa menembus pelat baja!
Bang! Bang! Bang! Bang! Bang...
Rangkaian suara menggelegar seperti guntur terdengar dari dalam kediaman Keluarga Lavore.
Keluarga Lavore benar-benar terguncang.
Bahkan seluruh Azuka juga terguncang!
Salah satu anggota dari Keluarga Lavore telah menyebarkan berita tentang Duel Emperor.
__ADS_1
Dalam sekejap, banyak orang dari lingkaran bela diri bergegas menuju kediaman Keluarga Lavore secepatnya …