
Sampai di rumah.
“Kamu istirahatlah, aku mau pergi ke hotel untuk melihat bagaimana mereka urus masalah itu.” Vincent berkata dengan suara rendah setelah meletakkan Jane ke atas ranjang, lalu dia berbalik pergi.
“Tunggu.” Jane segera berteriak.
“Ada apa?” Vincent berkata.
Jane menggigit bibir bawahnya lalu berkata rendah, “Vincent, ka..kamu jangan cari masalah lagi, pergi ke sana untuk berterima kasih kepada CEO Saul dan Kak Armint saja, tanya mereka mau lapor polisi atau tidak, jika biarkan polisi yang urus bagus juga, intinya jangan menyinggung orang lain..”
“Aku tahu batas.” Vincent berkata.
“Ehm.” Jane mengangguk, tapi wajah kecilnya terlihat kacau, dia menundukkan kepala, berpikir sesaat lalu berbisik: “Selain itu...maaf...”
“Kenapa minta maaf?”
“Sebelumnya. Aku tidak menuruti saranmu, jika aku menuruti ucapanmu, mungkin masalahnya tidak akan jadi seperti ini..” Jane berkata dengan wajah penuh penyesalan.
Vincent terdiam sesaat lalu berkata: “Kamu hanya perlu lebih percaya padaku saja.”
Setelah berkata, Vincent langsung berbalik dan berjalan keluar.
Jane terdiam dan menatap ke arah pintu, setelah pintu tertutup, dia baru menghela nafas pelan, berkata dengan suara serak: “Kapan aku tidak ingin percaya padamu, tapi. Setidaknya berikan aku alasan untuk percaya denganmu...”
Kekecewaan yang terus menerus membuat Jane sudah putus asa terhadap Vincent.
Kapan dia tidak ingin percaya dengan suaminya sendiri?
Tap. Apakah kepercayaan benar-benar tidak membutuhkan syarat?
Setelah turun, Vincent masuk ke dalam mobil, dia menginjak pedal gas dalam-dalam, dan mobil melaju dengan kencang ke arah Hotel Grand Aston.
Dengan cepat, mobil Vincent sudah sampai di parkiran.
Dia mematikan mesin dan turun dari mobil, Vincent dengan cepat melangkah ke ruangan pribadi.
Dan di saat ini, Armint dan Frank masih menunggu kedatangan Vincent di dalam ruangan pribadi.
Mereka tahu, berdasarkan sifat Vincent, dia pasti akan langsung datang.
“Armint, kali ini untung saja ada kamu, jika tidak benar-benar gawat.” Frank duduk, meneguk tehnya dan berkata sambil tertawa.
“Tidak masalah, tapi masalah kali ini melibatkan Nona Jane lagi, takutnya CEO Bermoth akan sangat marah.” Armint berkata.
“Hah, kita juga tidak ingin, aku bahkan tidak menyangka Akka sialan ini ternyata memiliki niat pada Nona Dormantis, dan masih ingin mencelakai CEO Bermoth! Dasar binatang!” Frank sangat kesal, langsung mengangkat kaki dan menendang.
“Aduhh..” Akka berteriak kesakitan.
__ADS_1
“Sudah, sudah, CEO Saul, jangan pukul lagi, dia juga akan rasakan nanti, aku lihat wajah CEO Bermoth sangat suram saat pergi tadi, kali ini dia pasti tidak akan bermurah hati.” Armint berkata, dia seperti teringat sesuatu yang menyeramkan, ekspresi wajahnya sangat pucat, bahkan tanpa sadar tubuhnya gemetaran.
Frank juga teringat dengan tatapan mata Vincent saat pergi tadi, dia ketakutan sampai mengeluarkan keringat dingin di punggungnya.
“Sepertinya sudah boleh siapkan peti mati untuk orang ini dulu.” Frank berkata.
“Benar, daripada tidak ada yang urus mayatnya.” Armint berkata.
Akka yang mendengar itu, ketakutan sampai hampir terjatuh lemas di atas lantai.
Tapi di saat ini, pintu tiba-tiba terbuka, lalu terdengar sebuah suara.
“Urus mayat? Tidak perlu lagi, peti mati juga tidak perlu lagi, aku akan urus orang ini!”
Suara yang sangat sombong!
Semua orang dalam ruangan dengan serentak menatap ke sumber suara.
Terlihat seorang pria berjas hitam, ekspresi wajahnya sangat datar, dia berjalan dengan santai, setelah masuk ke dalam, dia langsung berjalan ke samping meja bulat dan makan makanan di atas meja dengan acuh.
“Tuan?”
Saat melihat orang ini, Akka seperti bertemu dengan penolong, dia segera berteriak dengan penuh semangat: “Tuan, tolong aku! Tuan, tolonglah aku!”
“Ehm?” Frank dan Armint mengernyit.
“Aku adalah orang yang tidak bisa kalian singgung.” Orang itu berkata dengan datar: “Segera lepaskan Akka dan juga bawahannya!”
“Tuan, sepertinya ini tidak bisa? Lepaskan dia hanya dengan ucapanmu saja, memangnya siapa kamu?” Armint berkata dingin.
Selain CEO Bermoth, tidak ada orang yang berani berbicara padanya dengan nada bicara seperti ini! Orang ini adalah yang pertama.
“siapa aku?”
Gerakan orang itu berhenti, tiba-tiba dia meletakkan sumpit di tangannya dan berkata dengan pelan: “Aku datang dari kota Azuka, margaku ...Bermoth. sekarang kalian sudah tahu kan?”
Kalimat ini membuat mereka berdua kebingungan.
“Kota Azuka? Marga Bermoth?”
Frank tercengang, tiba-tiba dia seperti teringat dengan hal yang sangat menakutkan, dia langsung gemetaran, menunjuk orang itu dan berkata terbata-bata: “Ka...Kamu adalah orang keluarga Bermoth di Kota Azuka?”
“Apa? Keluarga Bermoth di Kota Azuka?”
Kedua kaki Armint juga menjadi lemas saat mendengarnya, dia hampir saja terhuyung jatuh.
Nama keluarga Bermoth kota Azuka benar-benar sangat populer, walau dia terus tinggal di Izuno, tapi dia merasa tidak aneh dengan kata-kata ini.
__ADS_1
Itu adalah keluarga yang hebat!
Keluarga yang membuat negara bergetar hanya dengan satu hentakan kaki...
Walau Armint sudah menjadi ratu di kota Izuno, tapi jika dibandingkan dengan keluarga Bermoth kota Azuka, dia benar-benar bukanlah apa-apa...
Dia sama sekali tidak mengerti, kenapa orang keluarga Bernmoth kota Azuka...bisa muncul di sini..
“Sudahlah, kalian juga sudah tahu siapa aku, bukankah sudah bisa lepaskan orang?” Pria itu berkata datar.
“Ini....” Frank dan Armint merasa ragu.
Jika menolak permintaan orang ini, itu artinya sudah menyinggung keluarga Bermoth kota Azuka.
Bagaimana bisa dia bersaing dengan keluarga Bermoth kota Azuka? Jika keluarga Bermoth bertindak, masih ada berapa orang di dunia ini yang bisa menolong mereka?
Bagaimana?
Bagaimana ini?
Mereka berdua saling bertatapan, benar-benar kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa.
Lepaskan juga salah, tidak lepaskan juga salah... bagaimana baiknya?
Akka yang di atas lantai juga bingung, tapi dengan cepat dia kembali sadar, lalu dia tertawa terbahak-bahak dan berkata senang: “Hahaha, tidak disangka Tuan berasal dari keluarga Bermoth kota Azuka, bagus sekali, hahaha, CEO Saul, Kak Armint, sudah takut sekarang? Kalian masih berani begitu sombong? Kali ini aku ingin lihat siapa yang masih berani menyentuhku! Hahaha..”. Akka sangat berpuas diri!
Frank dan Armint merasa aneh, tapi juga tidak ada cara lain.
Tapi di saat ini, pintu tiba-tiba terbuka lagi, dan seseorang berjalan masuk.
Orang itu adalah Vincent.
“oh? Akhirnya kamu kembali juga?”
Orang itu menegak tehnya, melirik Vincent dan berkata: “Kamu benar-benar beruntung kali ini, CEO Bermoth sudah bertindak! Aku awalnya ingin lihat pertunjukkan besar, tapi kali ini benar-benar mengecewakan.”
“Pertunjukan besar? Jangan khawatir, akan segera dimulai, tapi aku merasa sangat aneh, kenapa kamu merasa aku beruntung?” Vincent berjalan kemari, dia menarik sebuah meja dan berkata dengan tenang.
“Apa maksud ucapanmu? Apa kamu bukan ditolong oleh orang CEO Bermoth karena beruntung?” Orang itu bertanya datar.
Vincent menggeleng dan berkata dengan tenang: “Tentu saja bukan.”
“Lalu kenapa?”
“Alasannya sangat mudah.”
Tatapan Vincent langsung mengarah ke sepasang matanya, lalu berkata dengan suara serak: “Karena....aku adalah CEO Bermoth!”
__ADS_1