Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 624 Semuanya Keluar!


__ADS_3

“Pura-pura?” Kiluwa tersenyum “Bukankah semua orang selalu berpura-pura dalam hidupnya? Menunjukan sisi baiknya kepada orang lain dan sisi aslinya akan selalu terkubur dalam kegelapan! Tidak ada yang bisa melihatnya, kecuali aku sengaja mengungkapkannya..."



“Tapi sekarang sepertinya kamu ingin menunjukkan padaku sisi aslimu yang sebenarnya?” Vincent berkata dengan tenang.



“Alasanku menunjukkannya padamu adalah karena aku ingin kamu tahu betapa menyedihkannya dirimu!” Kiluwa tersenyum.



"Menyedihkan?"



"Vincent, aku sudah tahu tentang dirimu sejak lama, kamu hanya menantu rendahan yang tidak berguna, jika bukan karena kakek Jane yang meninggal dan membuat permintaan yang memaksa secara sepihak, kamu tidak akan memenuhi syarat untuk menikahi Jane! Kamu seharusnya merasa beruntung, meskipun kamu belum sepenuhnya menyentuh Jane, tetapi kamu setidaknya sudah cukup beruntung untuk bisa jadi suami Jane, kamu harusnya sudah merasa puas… "



"Kalau begitu, maksudmu..."



"Tidak ada maksud lain, dilihat dari sikap Katrina padamu, perceraianmu dengan Jane adalah suatu kepastian yang pasti, karena kamu sudah pasti akan bercerai, kenapa aku harus berurusan denganmu lagi? Kamu sama sekali tidak memenuhi syarat untuk menjadi lawanku!" Kiluwa berkata dengan senyum menyindir.



Ini adalah sifat aslinya.



"Terus..." Vincent tidak terlalu peduli...



"Bagaimana kalau kamu tidak setuju? Vincent, kamu tidak memenuhi syarat untuk menjadi lawanku, satu-satunya yang bisa memenuhi syarat untuk menjadi lawanku adalah Dokter Jenius Bermoth dari Izuno, sangat disayangkan bahwa sikap Dokter Jenius Bermoth terhadap Jane terlalu pasif, semua orang tahu bahwa Dokter Jenius Bermoth menyukai Jane, tetapi setelah sekian lama, Dokter Jenius Bermoth tidak membuat tindakan apapun pada Jane, hasilnya, aku tidak punya pilihan lagi selain mengambil langkah terlebih dulu!" Kiluwa duduk di sofa dan tersenyum sambil menyilangkan kakinya.



“Jadi kamu datang ke sini kali ini, hanya ingin menikahi Jane?” Vincent bertanya.



“Menikah?” Kiluwa terdiam lalu tertawa: “Apa kamu sedang bercanda? Menikah dengan Jane? Apakah dia memenuhi syarat untuk menikah dengan Keluarga Grev milikku? Jangan konyol, harus kuakui bahwa Jane memang terlihat cantik, kalau tidak, aku tidak akan tertarik padanya, tetapi Keluarga Dormantis jauh dari kata cukup untuk memenuhi syarat untuk menikah dengan Keluarga Grev kami, mereka tidak pantas, aku datang ke sini hanya untuk bermain-main dengan Jane, untuk memuaskan imipianku semasa kuliah! Menikahinya? Bagaimana itu mungkin? Bahkan jika memang aku setuju, keluargaku tidak akan pernah setuju! Terlebih lagi, wanita murahan sepertinya sangat tidak memenuhi syarat untuk jadi istriku, Kiluwa Grev!"



Kiluwa telah lama mendambakan Jane sejak masa kuliahnya, dia telah merencanakan untuk melakukan sesuatu saat sedang kuliah bersama, tetapi karena alasan keluarga, dia harus menyerah.



Belum lama ini, dia secara tidak sengaja mengetahui bahwa Jane menikah dengan seorang pria tidak berguna, jadi dia masih perawan sejauh ini, hal ini membuatnya bersemangat untuk mencoba mendapatkannya lagi.



Karena itu, dia tidak bisa duduk diam, dia langsung mengambil penerbangan ke Izuno dalam semalam hanya untuk Jane.



Awalnya, dia mengira bahwa menantu laki-laki ini setidaknya akan pergi setelah tahu nominal uang miliknya, tetapi dia tidak pernah mengira bahwa Katrina dan Jackson juga sangat tidak senang dengannya, mereka akan langsung bersikap optimis dan positif terhadap teman lama anaknya yang menjanjikan.



Ini membuat Kiluwa merasa senang.



Semuanya jauh lebih sederhana dari yang dia kira.



"Kamu benar-benar menyedihkan, kamu telah menikah dengan Jane selama lebih dari tiga tahun, tapi kamu bahkan tidak pernah menyentuhnya sama sekali, tsk tsk tsk, kamu pasti juga sering membayangkan Jane kan? Sayang sekali sampai sekarang kamu hanya bisa menikmatinya di dalam pikiranmu saja!" Kiluwa menyesap secangkir teh dan berkata sambil tersenyum.



"Aku setidaknya sudah menyentuh tangannya."


__ADS_1


"Semuanya masih terasa sama, dia pasti masih rapet, tapi sebentar lagi tidak akan rapet lagi, jangan khawatir, jika kamu tertarik, aku akan berbagi pengalaman yang menyenangkan itu denganmu ketika aku selesai bersenang-senang dengannya! Yahh, ini sudah larut, kamu harus segera beristirahat, sofa ini terlalu keras, jika itu aku, aku pasti tidak akan bisa tidur!"



Kiluwa menepuk bahu Vincent, lalu tertawa dan berjalan ke kamarnya.



Vincent tidak mengatakan sepatah kata pun, tetapi ada tatapan mengerikan yang terlihat dari matanya.



Sangat tidak mungkin baginya untuk tidur di sofa, dia berjalan keluar rumah, melirik pintu kantor Jane yang tertutup rapat, menggelengkan kepalanya dan meninggalkan Lavistha International.



Vincent pergi ke Century Home untuk bermalam.



Jane tidak tahan dengan bujukan Katrina dan Jackson, dia langsung membawa tas miliknya ke Klinik Melken untuk bermalam.



Keesokan paginya, Kiluwa juga datang ke klinik.



Dia mengendarai Bentley miliknya dan masuk dengan membawa sarapan di tangannya.



Ketika dia melihat Via yang sedang mengambil obat, mata Kiluwa tiba-tiba bersinar, tetapi dia langsung menghentikan pikirannya, dia mengangguk dengan ramah ke arah Via, lalu berjalan menuju Jane.



“Jane, aku membawakan sarapan untukmu, kamu makan dulu.” Kiluwa tersenyum.



“Terima kasih.” Jane sepertinya tidak tidur nyenyak tadi malam, wajah kecilnya masih terlihat mengantuk.




“Itu bukan salahmu, jangan berkata seperti itu.” Jane menggelengkan kepalanya.



"Tidak peduli apapun yang terjadi, jika bukan karena aku, masalah seperti itu pasti tidak akan terjadi, Jane, aku akan lebih memperhatikan semuanya dengan baik kedepannya."



“Tidak apa-apa, oke, ayo duduk dan makan sarapan ini.” Jane menghela nafas pasrah dan berkata sambil tersenyum masam.



Kiluwa segera duduk dan mengupas telur rebus untuk Jane.



Via mengambil bahan obat untuk seorang pasien, melirik kedua orang itu dengan tatapan bingung dan bertanya "Jane, di mana Vincent?"



“Aku tidak tahu, aku pikir dia akan datang menemuimu.” Kata Jane santai.



“Kamu adalah wanita yang sudah menikah, tidak baik jika berhubungan dengan pria asing kan?” Via berkata dengan marah.



Meskipun dia cemas bahwa Vincent dan Jane akan segera bercerai, melihat adegan ini masih membuatnya merasa sedikit tidak nyaman, dia selalu merasa bahwa Vincent yang dirugikan.



"Dia bukan pria asing, Via, aku lupa memperkenalkannya padamu, ini teman sekelasku di kampus dulu, Kiluwa Grev, Kiluwa, ini sahabatku Via Melken."

__ADS_1



“Halo, Nona Melken!” Kiluwa bangkit berdiri, mengulurkan tangannya dan tersenyum.



"Halo!" Via hanya mengangguk, tanpa mengulurkan tangannya.



Kiluwa tidak merasa malu, dia kembali duduk untuk melanjutkan sarapannya.



Via menghela napas dan tidak bicara apa-apa lagi.



Setelah sarapan, Jane berencana pergi ke rumah sakit untuk menemui Judo Dormantis.



Kiluwa langsung mengikutinya.



Vincent juga menerima telepon dari Jenice dan bergegas datang ke rumah sakit.



Secara kebetulan, ketiganya bertemu di tempat parkir.



“Tuan Bermoth, kita benar-benar ditakdirkan untuk terus bertemu.” Kiluwa menyapanya sambil tersenyum.



"Hmm."



Vincent hanya mengangguk, lalu berjalan ke atas tanpa melihat Jane.



Menurutnya, jika Jane benar-benar ingin terus berurusan dengan Kiluwa, dia tidak mau repot, lagipula dia sudah mempertimbangkan untuk menceraikan Jane.



Wanita ini tidak mencintai dirinya sendiri, dia sendiri juga tidak menyukai wanita ini.



Alasan membela Jane hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai suami istri.



Melihat Vincent bergegas ke atas, Jane merasa sedikit tidak tenang di hatinya.



Hanya saja ketika mereka bertiga sampai ke ruangan Judo...



Clangg!



Sebuah nampan terlempar keluar, ada sejumlah besar jarum suntik medis segera berserakan di lantai.



Ketiganya terkejut.



Kemudian terdengar teriakan dari dalam kamar pasien.

__ADS_1



"Keluar! Semuanya keluar!!!"


__ADS_2